
Duan Yunfei hanya diam, tidak ingin membahas lebih lanjut akan luka lamanya. Namun, jika Yan Xu ingin bertanya, dia akan terus menjawab sejujur mungkin demi mendapatkan kepercayaan tulus pria biadab yang ada di depannya.
"Bagaimana dengan keadaan dinasti kalian saat itu? Apa itu kembaran yang kamu sebutkan?" tanya Yan Xu dengan enggan, meskipun dia tahu pembicara sebenarnya masih merasa kesulitan untuk menjelaskan tentang luka lamanya.
"Dinasti kecil kami bisa dibilang makmur dan sejahtera, aman dari peperangan karena perlindungan Kekaisaran Agung Ming. Kami terus melakukan pemujaan teratur terhadap kepercayaan nasional. Bisa dibilang, semua orang hidup dengan bahagia tanpa mengetahui konspirasi besar Uskup Agung dan rahasia gelap dari Kerajaan Duan."
"Untuk kembaran, tidak ada yang spesial. Aku adalah seorang putri tertua dan merupakan anak kedua yang disayangi oleh Raja. Dia membuat penelitian demi menciptakan sebuah satuan tentara buatan yang akan melindungiku. Kembaran yang kamu bantai dimana-mana merupakan bagian dari rencana tersebut."
".... Bisa dibilang, dia adalah seorang ayah yang terlalu memiliki kekhawatiran akan keselamatan putrinya, melebihi putra tertua yang merupakan anak pertamanya sendiri," lanjut Duan Yunfei tersenyum kecut dan ada rasa jijik dari ekspresinya.
'Ah, jadi ayahnya adalah pengidap sindrom Daughter Complex, menyebabkan rasa sayang berlebihan akan putrinya.'
Yan Xu bisa merasakan kalau Duan Yunfei pasti mengalami masa-masa sulit hingga terlalu berlebihan untuk ditanggung seorang gadis. Hanya segitu saja, tidak cukup menarik rasa iba Yan Xu karena kasih sayang yang terlalu berlebihan hingga menyakiti penerimanya.
Dari cerita Duan Yunfei, dia mengambil pelajaran bahwa pendidikannya untuk Yaoyao saat itu memang tepat. Seorang ayah tidak bisa hanya bertindak penuh kasih sayang tanpa ketegasan untuk putrinya.
Dia juga harus tegas dengan membiarkan Yaoyao mengurusi urusannya sendiri, walaupun dari luar dia terlihat sedang menjual anaknya kepada orang lain. Namun, Yan Xu tahu bahwa orang yang membeli anaknya adalah salah satu bidak gadis kecil itu.
"Pertanyaan terakhir, apa yang akan kamu lakukan ketika mendapatkan kebebasan?" tanya Yan Xu.
Duan Yunfei memutar tubuhnya ke arah Yan Xu dan bersujud dengan dahinya menyentuh tanah, "Izinkan aku bergabung dengan sektemu. Aku tidak ingin membalas dendam kepada siapapun karena pihak kami juga memang salah. Dengan kehidupan baru ini, aku ingin menjalaninya sebagai penghormatan atas keluarga maupun rakyatku yang telah tiada."
"Ketidaktahuan adalah sebuah dosa besar dan kami memang pantas menerimanya. Andai saja kami terus melakukan pemujaan dan benar-benar membangkitkan dewa iblis, aku yakin akhir yang lebih mengenaskan akan menimpa Dinasti Duan. Kehancuran dinasti kami merupakan sebuah pengampunan atas dosa besar itu."
"Jadi, kumohon ... izinkan aku mengabdikan hidup ini agar dapat berguna bagi orang lain dan juga sebagai penebusan dosa atas bangsaku."
Yan Xu memperhatikan setiap kata yang keluar dan bagaimana ketulusan dari Duan Yunfei. Dia memang tulus dan tidak memiliki niatan lain. Begitulah menurut pandangan Yan Xu terhadap gadis yang bersujud di depannya.
__ADS_1
"Baiklah, tapi sebagai jaminan aku akan—"
"Tidak apa dan terimakasih banyak atas kebaikanmu!"
Duan Yunfei langsung menyela dan setuju.
Dengan begini, dia langsung dihadapkan akan ribuan pasal sumpah dao maupun ajaran singkat bengkok dari Lan Xihe yang diturunkan oleh Yan Xu ke setiap anggota baru Puncak Angin.
...
Usai melakukan prosedur milik Yan Xu, mereka berdiri di depan sebuah portal jalan keluar yang dia ciptakan menggunakan token giok.
Sebelum melangkah ke dunia luar, Yan Xu bertanya, "Ngomong-ngomong, apa tingkat basis kultivasimu?"
"Itu tidak layak disebut," balas Duan Yunfei malu.
"Sebutkan dengan sejujurnya jika kamu masih ingin memiliki kehidupan baru. Aku akan kesulitan jika kamu cuma diam tahu," Yan Xu menghela napas lelah.
Setelah mengatakan itu, Duan Yunfei segera berlari melewati portal dengan senyum sehangat musim semi. Pada momen singkat itu, dia benar-benar terlihat seperti gadis yang manis saat tersenyum, namun seperti iblis tanpa tanduk bagi Yan Xu.
"Dia tidak akan dendam karena aku telah membunuh seluruh kembarannya, bukan?"
Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Dia tidak tahu kalau seorang gadis yang baru saja dia bebaskan adalah seorang kultivator yang memiliki perbedaan empat ranah lebih tinggi darinya. Namun, keraguan itu hanya bertahan singkat karena dia sudah mengikat ribuan pasal sumpah dao pada gadis itu.
"Sekarang, aku perlu mengatur posisinya di Puncak Angin kami ...."
Dengan gumaman singkat itu, Yan Xu melewati portal dan mereka sudah sampai di depan paviliun selatan. Dia sudah disambut beberapa anggota lain Puncak Angin.
__ADS_1
"Salam, Tuan Pertama!"
"Tidak perlu terlalu sopan dan dimana gadis yang keluar lebih dulu dariku?" tanya Yan Xu kepada salah satu anggota yang memberikan salam kepadanya.
"Menjawab pertanyaan Tuan Pertama, Tetua Duan telah diseret langsung oleh Kepala Puncak ke paviliun utara."
'Guru pasti merasa senang mendapatkan mainan baru dan memulai pelajaran doktrin menakjubkannya saat ini,' pikir Yan Xu di benaknya.
Namun, di luar dia terlihat sedikit terkejut, "O-oh, apakah Guru memiliki pesan kepadaku sebelum kepergiannya?"
Yan Xu yakin pasti ada karena beberapa anggota masih menunggu dia untuk keluar dari portal. Jika tidak, tidak mungkin anggota ini menunggu dengan setia tepat di depan portal jalan keluar dari formasi mematikan.
"Kepala Puncak hanya mengatakan bahwa Tuan Pertama lagi-lagi membawa istri baru ke dalam Puncak Angin dan mengatakan bahwa besok adalah perayaan atas bergabungnya Tetua Duan ke Puncak Angin. Oh! Selain itu, Nona Keempat juga menitipkan pesan bahwa pemeriksaan di tempat pertemuan juga telah dilakukan sebanyak seratus kali hingga tidak ada serangga yang tersisa."
Yan Xu mengangguk beberapa kali, "Bagus, bagus. Merupakan kabar baik bahwa Guru tidak mempertanyakan alasan maupun pemeriksaan Adik Junior yang berjalan lancar."
Persiapan untuk pertemuan dengan salah satu atau kedua anggota Su nanti malam masih menjadi rahasia. Yan Xu juga merasa tidak perlu karena gurunya pasti akan selalu menyetujui tindakan mereka selama masih dalam batas wajar.
Para anggota yang menyambut kedatangan Yan Xu menangkupkan kedua tangannya dan berpamitan, "Kalau begitu kami pamit undur diri dulu. Semoga rencana Tuan Pertama selalu di dalam jalur harapannya."
Yan Xu hanya mengibaskan lengan jubah abadinya sebagai tanda mempersilakan.
Gedebuk!
Setelah ditinggal sendirian lagi, Yan Xu terduduk di atas lantai keramik. Dia merasa lelah karena telah melakukan pembantaian selama sepuluh jam dan dipukuli berbagai kebetulan yang mengerikan. Namun, kebetulan itu juga merupakan peluang bagi Puncak Angin mereka agar menjadi lebih kuat hingga tidak ada yang berani macam-macam walau tanpa kehadiran Lan Xihe.
Salah satu tujuan Yan Xu adalah mengurangi beban Lan Xihe agar tidak perlu terlalu menjaga Puncak Angin. Mereka juga harus turut andil walau dalam cara yang berbeda. Dengan itu, dia harap bisa membuat Lan Xihe bisa lebih bersenang-senang dalam kehidupan sehari-harinya.
__ADS_1
"Yah ... melihat Guru selalu tersenyum atau marah setiap hari tanpa kekhawatiran yang perlu juga merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagiku."
Senyum tipis terlihat di wajah pria tampan dengan aura abadi itu sebelum dia menghilang dan hanya meninggalkan bayangannya di posisi awal.