Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Iblis Kecil Yaoyao


__ADS_3

Yan Xu mengerutkan kedua alisnya saat melihat kondisi aneh pada tubuh Yaoyao, jelas bahwa gadis ini memiliki keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Dia melirik ke Lan Xihe, "Bagaimana dengan hasil pemeriksaan mu, istriku?"


Jika tidak ada yang bisa dia simpulkan, tanyakan saja kepada Istri yang lebih berpengalaman dalam kehidupan ini.


Lan Xihe mengelus dagu dan wajahnya terlihat serius.


Dia saat ini sedang melihat jendela sistem yang menjelaskan berbagai informasi tentang benih iblis, tetapi tidak ada yang mencatat jenis kasus seperti Yaoyao. Tidak ingin kehilangan muka sebagai Istri, Lan Xihe memberikan jawaban samar-samar.


"Kasus seperti ini masih belum ada semenjak dulu. Kita cuma bisa mengambil kesimpulan dari subyek yang ada di depan, percuma saja mencoba mengingat juga mencari tahu kejadian lama karena memang tidak ada."


Selesai mengatakan itu, Lan Xihe melirik wajah acuh tak acuh suaminya, kemudian menambahkan lagi, "Selama sejarah yang terjadi di dunia ini, kasus Yaoyao adalah yang pertama kali terjadi."


Yan Xu mengangguk setuju, "Yaoyao ini, apakah akan ada keberuntungan di balik kemalangannya? Atau mungkin ini hanyalah kemalangan yang berlapis, tidak ada yang benar-benar pasti dalam kehidupan ini ...."


Dia membenamkan wajah lelahnya ke atas meja. Penyebab rasa lelah ini dikarenakan terlalu banyak memakai energi qi saat mengimbangi seseorang yang sudah berada di alam mistik. Walau di bagian akhir, dia hampir kecolongan karena harus melindungi Yaoyao dari pengaruh benturan energi mereka.


Melihat itu, Lan Xihe menyentuh pipi Yan Xu dengan lembut sambil berkata, "Kamu sakit?"


Yan Xu tersenyum lembut, "Tidak, hanya sedikit kelelahan. Energi qi yang digunakan terlalu banyak dan stress akibat memikirkan masalah yang ada membuatku terlihat seperti ini. Yah, ini sudah biasa, jadi tidak perlu dipikirkan ...."


Dia memejamkan matanya sebentar dan tidak lama kemudian, Yan Xu dapat merasakan sensasi hangat mengalir ke seluruh titik dantiannya. Merasa penasaran, Yan Xu membuka mata dan melihat Lan Xihe yang sedang mengalirkan sedikit energi qi putih ke arahnya.


Merasakan sensasi nyaman, Wajah Yan Xu mulai kembali berwarna. Dia akhirnya dapat duduk dengan tegak sambil menatap hangat ke arah istrinya, "Terima kasih, istriku!"


Lan Xihe cuma mengangkat bahu sambil memutar matanya. Andai saja bisa, dia ingin mengatakan bahwa mereka sudah pernah melakukan ini setiap malam ketika suaminya sedang mengigau. Namun, dia hanya bisa menelan pernyataan itu karena menyangkut rahasia masing-masing pihak.


Yan Xu melihat ke kiri dan ke kanan. Namun, dia tidak melihat adanya tanda-tanda kehadiran lain selain mereka berempat. Saat dia merasa tenang sebentar, dia segera memperkuat susunan formasi yang melindungi seluruh penginapan dan memperluas kesadaran ilahinya.

__ADS_1


Di langit, beberapa kilometer, dia melihat ada sesuatu yang terbang. Memiliki bentuk seperti manusia dengan tubuh yang panjang hingga menjuntai juga sayap di punggungnya. Jelas, itu adalah makhluk yang mereka bicarakan selama ini— iblis!


Begitu juga Lan Xihe yang mengikuti arah pandangan Yan Xu, kedua alis indahnya berkerut. Ketika ada sedikit tanda-tanda ingin bergerak, Yan Xu segera menangkap lengan rampingnya.


"Tahan. Jika kita gegabah dan bertindak terlalu cepat, takutnya bukan hanya iblis yang akan mengangkat senjata ke arah kita."


"Tapi ...."


Yan Xu menggelengkan kepalanya, "Ketakutan akan menghasilkan kewaspadaan yang berlebihan. Semakin mereka melihat ada orang yang bertindak tidak wajar, para rakyat akan menjadi curiga hingga bersatu dan mengacungkan senjatanya ke arah orang tersebut."


Lan Xihe menenangkan pernapasannya dan kembali ke kondisi semula. Dia sedikit hilang kendali karena melihat kunci yang akan menyelesaikan misi sampingan dari sistem. Untung saja ada Suami yang masih berpikir rasional untuk menenangkannya.


Mereka terus mengawasi iblis itu dari jauh. Dilihat dari pergerakan iblis itu, sepertinya dia cuma mengawasi dari udara dan tidak melakukan apapun. Namun itu berubah setelah beberapa menit, dia menukik ke bawah dan bertemu dengan seorang manusia— pria.


Mereka melakukan transaksi seperti orang biasa. Pria manusia memberikan beberapa kantung makanan dan iblis itu memberikan dia batu kristal roh sebagai bayaran. Melihat itu, membuat Yan Xu dan Lan Xihe agak tercengang.


Yan Xu mengangguk, "Ya, apakah iblis yang selama ini kita bayangkan memang memiliki perbedaan? Atau sejarah telah ditulis oleh pemenang?"


"Tidak, iblis memang bersifat keji dan tercela. Mungkin saja transaksi tadi hanyalah sebuah tipuan untuk menghindari deteksi dari para penjaga," bantah Lan Xihe.


"Ya, itu juga ada benarnya. Namun, ada beberapa hal aneh yang membuatku merasa bahwa mungkin saja ...." Yan Xu berhenti di tengah jalan.


Lan Xihe yang penasaran dengan pemikiran suaminya, segera mendesak Yan Xu untuk melanjutkan, "Apa?"


Yan Xu dengan enggan melanjutkan, ".... Dimensi tempat para iblis tinggal memiliki perubahan besar. Namun, masih ada faksi yang disebut dengan "faksi lama" dan "faksi moderat". Kedua faksi itu memiliki pendapat yang berbeda terhadap cara mereka hidup."


"Jadi, yang kita lihat tadi adalah bagian dari faksi moderat?" tanya Lan Xihe.


"Bisa jadi, bisa juga tidak. Ingat, jangan terlalu cepat mempercayai apa yang baru saja kita lihat. Kebenaran belum tentu dapat terlihat dengan mata telanjang dan tepat berada di depan."

__ADS_1


Lan Xihe mengangguk setuju, "Suamiku tercinta, kamu benar-benar tahu cara menasehati seseorang."


"Astaga, istriku! Apakah kamu merasa telah dididik dengan kalimatku barusan?" tanya Yan Xu dengan nada nakal.


Lan Xihe cuma memukul lembut pergelangan tangan Yan Xu dengan kepalan tangannya yang kecil. Tetapi, pukulan lembut itu tetap saja membuat tulang Yan Xu bergetar hampir retak, tanpa disadari oleh orang yang memukulnya!


Iblis yang mereka amati telah pergi jauh ke arah wilayah Barat Laut. Iblis itu segera hilang di telan kabut malam tanpa sinar rembulan yang menerangi.


"Ummph~!"


Tidak lama setelah itu, suara erangan kecil muncul dari Yaoyao. Gadis kecil itu mengusap kedua mata besarnya. Kemudian, dia menatap ke arah Yan Xu dan Lan Xihe secara bergantian.


Dia bertanya dengan ragu, "Apakah kalian akan membunuh Yaoyao karena memiliki benih iblis?"


Yan Xu mengangguk dengan enggan. Dia mengelus kepala kecil Yaoyao dengan lembut sambil berkata, "Orang yang memiliki benih iblis akan menjadi salah satu dari mereka. Saat kamu berubah, kemungkinan kalau kamu akan menyakiti orang lain sangat besar."


"Jadi, apakah Yaoyao ingin membiarkan itu terjadi?"


Yaoyao berpikir sejenak kemudian menjawab dengan tegas, "Tidak! Yaoyao adalah seorang manusia dan akan tetap selamanya begitu!"


Dia memandang kedua orangtuanya dengan tatapan tegas, "Ayah! Ibu! Walau hanya sebentar saja, Yaoyao merasakan bahwa memiliki juga merasakan kasih sayang dari orang tua merupakan salah satu hal terindah dalam hidup ini."


Yaoyao bersujud ke arah mereka, "Terima kasih banyak karena telah memberikan kasih sayang seorang ayah dan ibu kepada Yaoyao!"


Meskipun suasana itu terlihat menyentuh, suara dingin Yan Xu dapat terdengar, "Nak, berhenti memainkan peran yang membosankan. Apa tujuanmu bermain dengan hati manusia?"


"Ayah? Apa maksud— !!!"


Pedang energi milik Yan Xu telah menusuk tepat ke arah jantung Yaoyao sebanyak sepuluh kali. Gadis kecil itu memuntahkan seteguk darah hitam kental hingga berserakan di lantai penginapan.

__ADS_1


__ADS_2