
"Jadi, hmm ... Miao'er ...." Yan Xu menyipitkan matanya dan merasakan ada sesuatu pada aura adik juniornya.
Miao'er yang tiba-tiba dipanggil namanya menjadi gugup, "A-ada apa, Kakak Senior!?"
Yan Xu masih meneliti jejak aura samar yang ada di sekitar Miao'er. Dia dapat melihat dengan jelas kalau skala penyerapan energi qi milik Miao'er bertambah lebih besar.
Hanya ada satu jawaban yang dapat menjelaskan pemandangan aneh ini.
"...." Miao'er tambah gugup sehingga dapat merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
Yan Xu dengan hati-hati membuka mulutnya, "Apakah kamu sudah memasuki ranah inti emas tahap pertama?"
"Belum!"
Miao'er langsung menjawab dengan tegas, tapi aura yang bocor karena kurangnya pengendalian diri Miao'er berjaya sebaliknya.
—Tuk tuk tuk
Yan Xu mengetuk meja yang ada di depan dengan jari telunjuknya beberapa kali, dia masih diam seperti predator yang menunggu mangsanya bergerak.
Miao'er masih mempertahankan poker face-nya dengan lebih tegas.
'Kamu ingin bermain uji kesabaran dengan kakak seniormu? Oke, mari kita lihat seberapa jauh kamu bisa bertahan!' Yan Xu merasakan tantangan dalam diamnya Miao'er, membuat dia lebih semangat menusuknya.
Yan Xu menggelengkan kepalanya dengan ekspresi kecewa, dia menganggap ini sebagai gerakan pembukaan dalam membujuk Miao'er untuk bicara!
"Tidak perlu berbohong, kamu sudah ketahuan. Apakah sesulit itu jujur dengan kakak seniormu ini?"
"Tidak, Adik Junior tidak berbohong."
"Masih saja, berikan penjelasan dengan auramu yang semakin bocor ini," Yan Xu menunjukkan tepat ke arah dada bagian kanan yang merupakan letak inti emas seorang kultivator manusia biasanya disimpan.
Miao'er mengerutkan keningnya, menutupi bagian dada dengan kedua tangan kemudian berkata, "Kakak Senior, semenjak kapan kamu berubah menjadi orang mesum begini!?"
'Oh ... ini dia, teknik balasan Miao'er, mengubah topik dalam satu balasan!' teriak Yan Xu di dalam hatinya.
Yan Xu semakin bersemangat untuk menggodanya karena Miao'er sudah menekan tombol yang seharusnya tidak ia lakukan.
Seringai lebar Yan Xu mulai muncul di sudut bibirnya, "Aku? Mesum? Bagaimana bisa seorang pria tidak memiliki nafsu? Apa kamu berharap kakak seniormu tidak memiliki pasangan dao seumur hidupnya?"
"B-bukan itu juga yang aku maksud!—aih!" Miao'er menepuk jidatnya kemudian melanjutkan, "— Haah ... baiklah, Adik Junior menyerah, kamu menang."
Menyadari tidak ada gunanya, Miao'er segera menyerah untuk menanggapi godaan dari Yan Xu. Dia sadar kalau Yan Xu sengaja membawa topik pasangan dao untuk mengecohnya lebih dalam.
Jika fluktuasi energi qi di sekitarnya mulai lebih tidak stabil, sama saja membuat Miao'er mengaku secara tidak langsung bahwa dia telah berbohong.
Di sisi seberang, Yan Xu masih belum puas menggodanya.
Yan Xu memasang raut wajah sedih, menghela napas berat dan meletakkan kepalanya di atas punggung tangannya.
"Kamu benar-benar membuatku merasa sedikit— ..."
Belum selesai, Miao'er segera memotong.
__ADS_1
"Tolong hentikan, Kakak Senior! Adik mengakui kesalahannya!"
"Benarkah? Dimana letak kesalahanmu, Adik Junior?" Yan Xu masih bicara dengan raut wajah sedih.
Selama setahun kebersamaan mereka dalam satu puncak yang sama, Yan Xu sudah memperhatikan beberapa kebiasaan para adik juniornya dalam berbicara.
Seperti Wang Jia Li yang selalu tegas dengan ucapannya, Miao'er ini adalah kebalikan dari hal tersebut.
Jika Miao'er sedang berbohong, akan sangat mudah diketahui walau dia menggunakan keterampilan penyembunyian ekspresi wajah tingkat lanjutnya.
Bagaimana bisa demikian?
'Miao'er lemah terhadap bagaimana cara orang lain memandangnya.'
Begitulah yang Yan Xu pikirkan. Dia bisa tahu dengan sedikit memancing keterkejutan Miao'er dengan mengubah cara berbicara dengannya. Sedikit perubahan dan menunjukkan kekecewaan, Miao'er akan mulai menunjukkan tanda-tanda gugup akan perubahan yang terjadi.
Jika dia masih bisa bertahan, berarti Yan Xu hanya akan menambah beratnya perubahan terhadap apa yang dia lihat dari Miao'er.
Setidaknya, dia akan mencoba hingga empat kali sebelum menyerah untuk mengorek kebenaran atas ucapan Miao'er.
"I-itu ... aku ...."
Miao'er melirik kesana-kemari, mencoba untuk mencari kalimat yang tepat karena suatu alasan— ....
'A-aku tidak mungkin bilang kalau sistem konyol ini tiba-tiba menaikkan basis kultivasiku sebelum membentuk pagoda di inti dantian!'
Itulah alasan sebenarnya mengapa Miao'er masih belum terbiasa mengendalikan energi qi dan aura di sekitar tubuhnya.
Bukan karena dia tidak ingin berbagi atau apa, tiba-tiba saja saat sistem memberitahukan bahwa basis kultivasinya naik tanpa harus menunggu konfirmasi.
Namun, nasibnya hari ini sungguh sial karena ketahuan oleh Yan Xu. Mengingat sifat Yan Xu, dia yakin kakak seniornya tidak akan melepaskan Miao'er begitu saja.
Saat Miao'er masih mencari jawaban yang sesuai dengan kondisinya saat ini, suara Yan Xu memecah keheningannya yang buntu.
"Sudahlah, tidak perlu dibahas. Aku bukanlah seseorang yang tidak menghargai privasi orang lain," ucap Yan Xu seolah-olah kehilangan minatnya.
Yan Xu sebenarnya tidak memiliki rasa keterkejutan apapun terhadap betapa cepatnya Miao'er tumbuh. Hanya saja, dia merasa sedikit cemburu dengan pertumbuhan adik juniornya yang sangat mengerikan.
'Siapa yang tidak cemburu dengan kecepatan penuh itu? Aku?— Kakekmu! Bahkan, jika ada pilihan dari sistem untuk menendang seluruh mayat di makam leluhur Sekte Abadi Luo demi mendapatkan kecepatan tumbuh Miao'er yang sangat mengerikan itu, sudah pasti akan aku lakukan dengan sepenuh hati!' Yan Xu benar-benar dibuat menangis di dalam hatinya.
Yan Xu telah mempersiapkan mentalnya saat mereka pertama kali mengaktifkan jalur kultivasi Miao'er, tapi dia masih belum bisa lolos dari rasa cemburunya.
Bahkan, dia terkadang berdoa agar selalu memimpikan kecepatan tumbuh kultivasi Miao'er dalam tidurnya— tentu saja, itu hanya sebagian harapannya untuk menjadi lebih kuat dengan kecepatan yang luar biasa.
Jadi, dia tidak ingin mempermasalahkan hal-hal kecil itu lagi. Adapun tentang bagaimana dia sangat menginginkan kecepatan Miao'er, dia akan selalu menyimpan rahasia itu hingga ia menjadi debu.
Selain itu, menurut pandangan Yan Xu kedepannya, Miao'er akan terus meningkat sehingga melampauinya.
Dia akan dikejar dan tertinggal jauh dari adik juniornya.
'Untuk itulah, penempaan pil ini harus segera dilaksanakan agar aku bisa naik ke ranah selanjutnya— ranah alam mistik.'
Memikirkan itu, membuat Yan Xu secara tidak sadar menyipitkan matanya.
__ADS_1
Miao'er yang melihat perubahan itu sedikit panik di dalam dirinya. Dia agak ragu untuk bicara, namun ia masih memberanikan diri.
"I-itu tidak seperti yang Kakak Senior pikirkan, hanya saja ..." Miao'er sedikit menunduk karena tidak tahan menatap langsung ke arah Yan Xu, "Aku ... tidak tahu bagaimana cara memberitahumu ...."
Melihat Miao'er yang kesulitan menjawab, Yan Xu hanya mengira bahwa Miao'er sedang bingung memilih kalimat yang tepat karena dia masih belum menembus ranah inti emas tahap akhir ke alam mistik.
Yan Xu membenarkan posisi duduknya sambil tersenyum hangat. Setelah memikirkan dengan seksama, Yan Xu juga tahu bahwa Miao'er bukanlah orang yang pelit untuk berbagi rahasia dengannya.
"Jika kamu masih bingung, tidak perlu dipikirkan sekarang. Kita akan bicara lagi nanti, setelah berhasil meyakinkan kedua tamu itu."
Ekspresi Miao'er yang awalnya pucat pasi menjadi cerah kembali, dia mengangkat kepalanya dengan gembira, "Um! Aku akan memberikan penjelasan terbaik kepada Kakak Senior setelah kamu berhasil selamat dari mereka!"
"Ugh, sebaiknya kamu belajar mengungkapkan kalimat harapan dengan benar terlebih dahulu sebelum memikirkan penjelasan tentang basis kultivasimu," Yan Xu tersenyum kecut dengan jawaban yang terlalu jujur dari adik juniornya.
"Tentu, Adik Junior akan berusaha keras!"
Dengan senyum lebarnya, Miao'er mengangguk setuju walau dia tidak mengerti maksud dari ucapan Yan Xu.
"Oh, ngomong-ngomong, apakah ini adalah basis kultivasi asli milik Kakak Senior?" tanya Miao'er dengan ekspresi polosnya.
Kalimat itu membuat Yan Xu kembali ke kenyataan, dia hampir lupa kalau basis kultivasinya saat ini adalah tampilan yang asli.
Dia sedikit menyesal karena memberikan contoh yang buruk pada adik junior yang sering ia ajari untuk tidak ceroboh dalam menunjukkan basis kultivasi mereka. Hanya saja, keadaan tidak mendukung dan ia juga tidak dapat disalahkan.
Yan Xu mengangguk sambil berkata, "Benar, ini adalah basis kultivasiku yang asli. Aku tidak bisa menyembunyikannya karena sedang terluka setelah urusan terakhir."
"Kalau begitu, bukankah seharusnya Kakak Senior harus beristirahat lebih lama? Kakak Senior mungkin akan selalu merasa terancam karena tidak bisa bersembunyi."
Miao'er menatap Yan Xu dengan sungguh-sungguh menggunakan kedua bola mata cokelat cerahnya yang indah tanpa cacat.
Dia merasa kalau Yan Xu mungkin akan menjadi bahan rundungan dari para saudarinya karena mereka memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi.
Dengan rasa prihatin namun tidak memperhatikan perasaan orang lain itu, Miao'er tidak sadar kalau dia sedang menusuk jantung Yan Xu walau tanpa menggunakan sebuah pedang.
Mengabaikan perasaannya yang tersakiti secara tidak langsung, Yan Xu menjawab ucapan adik juniornya dengan santai.
"Tenang saja, aku adalah puncak hierarki kedua setelah Guru. Tidak akan ada siapapun yang berani merundungku di Puncak Angin kita."
"Y-ya ... ucapan Kakak Senior ada benarnya. Adik Junior terlalu banyak berpikir ...."
"Ya, Miao'er terlalu banyak berpikir. Namun, aku tahu maksudmu baik karena mengkhawatirkan ku. Tetapi, lain kali, sebaiknya kamu tidak mengucapkan kalimat itu kepada orang lain."
"—E-eh? Kenapa, Kakak Senior?"
"Kamu tidak tahu mengapa?" Yan Xu bertanya balik, seolah-olah tidak ingin memberikan jawabannya dengan mudah.
"Hmm ...." Miao'er mengerutkan keningnya, berpikir dengan keras.
Setelah beberapa saat dia kembali bicara.
"A-aku ... tidak tahu ...."
Miao'er tidak merasakan sedikitpun ada yang salah dengan apa yang dia ucapkan.
__ADS_1
Dia merasa ekspresi wajah Yan Xu berubah menjadi sedikit lebih serius dari biasanya.