Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Memberikan Jawaban Jujurnya


__ADS_3

"Uhuk, sebelum kita melanjutkan ke topik utama, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan."


Begitulah ucap Ratu Iblis Xia yang memulai pembicaraan mereka berdua.


Yan Xu hanya mengangguk dengan wajah pucat pasi karena rasa takut yang dia alami hampir keluar.


"Kamu tidak bicara?" tanya Ratu Iblis Xia penasaran.


"Ini ... te-tentu saja aku akan bicara!" buru-buru menjawab, Yan Xu hanya mengatakan apa yang bisa keluar dari kepalanya. Dia benar-benar sudah diambang batas ketakutan.


Cekikikan sambil menutup mulut nya, Ratu Iblis Xia duduk di samping Yan Xu.


Kini, jarak di antara mereka tidak memiliki ruang kosong. Bersandar di bahu lebar Yan Xu, Ratu Iblis Xia tidak mengatakan apapun. Dia hanya menutup kedua matanya dengan senyum nyaman di wajah cantik bagai porselen itu.


Melihat lawan bicaranya tidak memiliki satupun keluhan, Yan Xu memberanikan diri untuk bicara namun masih dengan sikap penuh kehati-hatian.


"Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan?" tidak ingin berbasa-basi terlalu lama dengan karakter yang berbahaya, Yan Xu langsung menunjuk ke poin utama pembicaraan mereka.


Mulut kecil Ratu Iblis Xia terbuka sedikit, "Apa kamu membenci ku?"


Kelopak mata indah Yan Xu terbuka sedikit lebar. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang seharusnya keluar dari mulutnya. Mengingat pihak lain tidak memiliki permusuhan terhadapnya hingga sekarang, Yan Xu memberikan jawaban jujur kepada Ratu Iblis Xia.


"Tidak, sama sekali tidak," ucap Yan Xu menggelengkan kepalanya pelan.


"Kalau begitu, kenapa kamu selalu menghindari ku? Bahkan, saat pertemuan pertama kita setelah sekian lama berpisah. Aku masih ingat bagaimana tangan kananmu bergetar hebat, walaupun kamu menyembunyikannya dari wajahmu."


"Kamu melihatnya?" tanya Yan Xu yang keheranan pada detil masa lalu yang bahkan tidak ia ingat sama sekali.


Ratu Iblis Xia mengangguk kecil dan berkata, "Un, kebiasaan Xu'er apabila merasa takut tidak pernah berubah. Kamu memang bisa menipu semua orang dengan wajah tampan itu, tapi beberapa anggota tubuhmu tidak bisa mengikuti kebohongan topeng itu."


Ratu Iblis Xia perlahan memegangi lengan Yan Xu, seketika membuat tangan pria itu menjadi dingin dan hampir bergetar.


"Lihat? Waktu yang kita habiskan bersama mungkin tidak terlalu lama, tapi aku selalu memperhatikan kebiasaan mu saat itu. Bagaimana saat kamu senang, sedih, marah maupun takut. Semua emosi itu akan terlihat jelas dari sini ..."


Mengangkat tangan Yan Xu, Ratu Iblis Xia meletakkan telapak tangan yang besar dan agak kasar pria itu ke pipi mulusnya.


"...." Yan Xu tidak dapat berkata dan hanya mendengarkan.


"Sekarang, tanganmu mulai sedikit demi sedikit bergetar. Setiap detik, getarannya akan semakin sering dan menandakan bahwa kamu sedang ketakutan."


Menatap langsung ke wajah tampan Yan Xu, Ratu Iblis Xia tidak memberikan celah baginya untuk melarikan diri.

__ADS_1


Merasakan hal yang sama, Yan Xu tidak menepis tangan ramping itu maupun apa yang Ratu Iblis Xia katakan. Itu semua merupakan kebenaran bahwa kebiasaan yang dia miliki. Kebiasaan itu memiliki kemiripan dengan Yan Xu sebelumnya, atau mungkin kebiasaan maupun ingatan mereka telah menyatu penuh hingga Yan Xu sendiri sudah tidak memiliki sisi Yan Shen.


Penjelasan Ratu Iblis Xia kini telah membenarkan teori yang berada di kepala Yan Xu selama ini. Dia tidak bisa lagi berpikir sebagai seorang Yan Shen, melainkan campuran antara dua kehidupan yang berbeda. Krisis identitas tentang siapa dirinya kini mulai membanjiri rasa khawatir Yan Xu dibandingkan ketakutan akan Ratu Iblis Xia.


Merasakan perubahan itu, Ratu Iblis Xia berkata dengan suara yang menghangatkan, "Tidak peduli siapa kamu di mata orang lain, kamu tetaplah Xu'er yang aku suka."


Mendengar pernyataan cinta yang tiba-tiba itu membuat Yan Xu segera menarik tangannya.


Ratu Iblis Xia yang sudah menduga hal ini akan terjadi tidak menahan tangan itu pergi darinya. Dia juga tidak ingin menambah tekanan pada Yan Xu yang sedang berkembang dari awal seperti yang dijelaskan oleh sahabatnya.


Menurut penjelasan dari Lan Xihe, kini Yan Xu tidak memiliki kekuatan sekuat dirinya yang dulu. Dia sekarang masih sangat lemah dan masih belum bisa bersaing di tingkat yang sama dengan mereka berdua. Mengingat itu, Ratu Iblis Xia tidak akan mengambil hati apabila pria yang selama ini ingin dia temui akan menjadi terlalu berhati-hati terhadap orang di sekitarnya.


'Dia memiliki musuh yang menginginkan kehancurannya. Itulah mengapa Xu'er menjadi lemah,' begitulah pikir Ratu Iblis Xia sekarang tentang Yan Xu.


Sementara itu, Yan Xu yang masih terkejut menenangkan diri dan kembali menjadi seperti biasanya. Wajah datarnya yang tampan selalu mengatakan bahwa ia tidak apa-apa, seolah-olah kejadian tadi tidak pernah terjadi.


Yan Xu menundukkan sedikit kepalanya dan meminta maaf, "Maaf atas kelancangan yang aku lakukan secara tidak sengaja. Jika kamu merasa terluka atas sikapku, sebagai balasannya kamu boleh memukul ku seperti yang sering Guru lakukan."


"Xi'er sering memukul mu?" tanya Ratu Iblis Xia dengan kelopak matanya yang melebar seakan tidak percaya.


"Tidak, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Terkadang, aku secara tidak sengaja membuat Guru marah. Jadi, sudah sewajarnya Guru mendidik ku agar menjadi pria yang lebih baik dengan caranya sendiri. Tolong jangan berpikiran yang tidak-tidak terhadap Guru."


Tak kuasa menahan tawa, Ratu Iblis Xia tertawa terbahak-bahak dan tidak melanjutkan. Dia memegangi perutnya seolah-olah itu adalah lelucon terbaik untuk hari ini.


Melihat wajah peri itu tertawa lepas, Yan Xu hanya tersenyum walau ekspresinya agak sedikit bermasalah. Dia hanya berharap agar Ratu Iblis Xia tidak melanjutkan apa yang ia katakan kepada gurunya di kemudian hari. Jika tidak, dia yakin nasibnya akan dijadikan sebagai bubur tanah oleh Lan Xihe.


Usai tertawa lepas, Ratu Iblis Xia kini kembali pada dirinya yang biasa.


Di sekitar tubuhnya, Yan Xu dapat merasakan aura yang tidak biasa karena itu bukan energi qi milik kultivator ras manusia.


"Energi qi ras iblis," gumam Yan Xu pelan.


Ratu Iblis Xia mengangguk setuju dan berkata, "Kamu menganggap aku adalah bantuan yang relevan karena ini, bukan?"


Yan Xu setuju sambil berkata, "Benar, energi qi unik yang kamu miliki sebagai ras iblis tidak akan dikenal oleh manusia di dunia sekunder bahkan iblis biasa. Aku yakin, hanya mereka yang merupakan petinggi dari faksi yang ada saja yang tahu bahwa kamu ada ras iblis spesial."


"Kok kamu tahu?" Ratu Iblis Xia ternganga karena mendengar jawaban yang paling mengetahui banyak tentang dirinya dari Yan Xu.


"Tentu saja aku tahu karena kita pernah berpetualang bersama selama 300 tahun. Perjalanan itu bukanlah sesuatu yang sangat mudah jika diingat kembali, huftt~" Yan Xu menghela napas kecil karena terbawa suasana. Dia sudah tidak mempermasalahkan lagi tentang berbagai ingatan yang ia miliki maupun identitasnya.


Mendengar keluhan Yan Xu, wajah Ratu Iblis Xia memerah. Dia tidak akan pernah bisa menyangkal bahwa perjalanan 300 tahun itu, merupakan memori yang tidak akan pernah bisa ia lupakan selama hidupnya. Beberapa pecahan ingatan bagaimana kedekatan mereka juga sangat banyak di dalam kepala Ratu Iblis Xia.

__ADS_1


Melihat lawan bicaranya merespons dengan semestinya, Yan Xu tidak membiarkan ini berlalu begitu saja. Dia ingin menuntaskan apa yang harus mereka lakukan. Sebagai seorang pria yang bukan lagi orang asing melainkan Yan Xu itu sendiri, dia harus memperbaiki seluruh masa lalu dan menambal pecahan yang masih berserakan.


Hubungan antara mereka berdua adalah salah satu ketakutan Yan Xu saat bertemu kembali dengan Ratu Iblis Xia, apalagi saat ini pihak lain jauh lebih kuat daripada dia.


Tidak ingin berbasa-basi terlalu jauh, Yan Xu langsung menuju poin utama.


"Mungkin ini terdengar agak aneh, tapi seharusnya aku memberikanmu kepastian untuk sekarang."


"Untuk sekarang?" tanya Ratu Iblis Xia sambil memiringkan kepalanya.


Yan Xu mengangguk dan berkata, "Un, ini tentang bagaimana aku harus menjawab perasaanmu. Bukankah kamu sudah menyatakan itu barusan?"


"...."


Ratu Iblis Xia tidak menjawab, dia hanya diam mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Yan Xu. Di balik wajahnya yang tenang, detakan jantung dari peri itu bisa terdengar walaupun Yan Xu tidak memperkuat pendengarannya.


Di mata Yan Xu, perilaku penurut Ratu Iblis Xia ini sangat menggemaskan. Hampir saja dia ingin menjahilinya terlebih dahulu sebelum mereka membahas hal penting lainnya. Namun, dia mengurungkan niatnya karena tidak baik membuat peri berwajah lucu itu penasaran.


"Untuk sekarang, aku tidak bisa menerima perasaan itu," jawab Yan Xu datar.


"Oh." balas Ratu Iblis Xia sama datarnya.


Keduanya saling bertukar tatapan, kemudian mereka mengangguk.


Tidak perlu dikatakan lebih jauh lagi, Ratu Iblis Xia cukup puas dengan jawaban tersebut. Dia tidak meminta alasan karena itu masih bisa dimengerti baginya yang mengetahui kondisi Yan Xu.


Sementara itu, Yan Xu yang merupakan pihak pemberi jawaban merasa lega dan tidak perlu lagi merasa takut kepada Ratu Iblis Xia. Dia memberikan jawaban jujur karena saat ini, Yan Xu merasa bahwa ia masih jauh terlalu lemah dari para wanita di sekitarnya. Menerima perasaan salah satu dari mereka, hanya akan membawa kehancuran bagi dirinya sendiri.


Yan Xu yang merupakan orang perhitungan akan keadaan sekitarnya, paham betul atas apa yang terjadi. Kehidupannya saat ini, masih jauh dari kata nyaman dan aman. Dia masih harus berusaha keras agar dapat menjadi lebih kuat dari yang lain supaya mereka tidak kecewa pada dia, termasuk dirinya sendiri.


Dengan hubungan antara mereka yang akhirnya tidak gantung oleh jawaban Yan Xu, mereka berdua kini mulai dapat berkomunikasi lebih baik. Tidak ada yang perlu dijelaskan karena masing-masing pihak memiliki pemikirannya sendiri. Hanya melalui pertukaran itu, mereka berdua memiliki pemahaman yang sama.


Tidak, ada yang salah.


Ya, pemahaman mereka berbeda di satu titik.


Karena menurut apa yang ditangkap oleh Ratu Iblis Xia, Yan Xu pasti akan menerima perasaan-nya nanti, namun tidak untuk sekarang.


Sementara itu, Yan Xu sendiri belum kepikiran untuk dengan pasti akan menerima perasaan tersebut di masa mendatang.


Apapun hasilnya, lebih baik tidak meminta lebih untuk hubungan mereka berdua. Cukup dengan kejelasan yang ada, agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Itu sudah lebih dari cukup, bagi kedua insan tersebut hingga akhirnya mereka bisa saling bicara dengan normal satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2