
Awan hitam sudah menutupi seluruh langit di atas Yan Xu. Domain khusus yang dipenuhi oleh mayat-mayat busuk Jiangshi, kini telah diliputi kegelapan penuh.
"Sebentar, bukankah ini sangat berbeda dengan apa yang pernah pemilik tubuh sebelumnya alami! Ini ...."
Yan Xu berteriak sekuat tenaga, "Terlalu besar dan sangat mematikan!"
Dihadapkan dengan cobaan petir kesengsaraan surgawi yang ribuan kali lipat lebih dari yang seharusnya, Yan Xu tahu bahwa dia sudah tidak bisa mundur lagi.
'Tidak, aku tidak boleh gentar cuma karena ujian petir kesengsaraan surgawi kali ini berbeda jauh dengan seharusnya. Mereka sudah berada di dunia, kalau aku masih lemah, aku akan kehilangan mereka untuk yang kedua kalinya! Aku, Yan Xu, tidak akan menerima takdir seperti itu walau harus menentang keinginan para dewa!'
Yan Xu menatap langit dan matanya dipenuhi kilatan tajam.
Pertarungan pertama melawan petir kesengsaraan surgawi!
Tiba-tiba, raungan sembilan naga terdengar dari langit. Sembilan naga yang terbuat dari petir kesengsaraan surgawi menghantam tanah tempat Yan Xu berpijak dengan cakarnya.
Tanah di sekitar menjadi hancur berkeping-keping, ledakan besar terjadi di sekitar Yan Xu dan membuat seisi domain khusus berguncang hebat!
"Memberikan tekanan seolah-olah ingin menyerang, tapi malah menyisakan diriku seorang yang berdiri tegak? Apa kalian sedang menertawakan keteguhan hati ku?" gumam Yan Xu yang masih menatap langit dipenuhi oleh sembilan naga petir.
Raungan seperti sedang tertawa terbahak-bahak terdengar dari sembilan naga di atas. Di mata Yan Xu, mereka benar-benar sedang menertawakan dirinya.
Menghela napas kecil, Yan Xu menggelengkan kepalanya. Dia menatap kecewa pada tingkah kekanakan petir kesengsaraan surgawi yang terlalu memandang rendah dirinya.
Dia mengumpulkan seluruh energi qi kematian murni di tangan nya, kemudian ia melancarkan serangan tapak tangan iblis ke arah salah satu naga petir.
"Tapak Iblis, Raungan Naga Kegelapan!"
Seekor naga kegelapan yang seukuran dengan naga petir menyerang salah satu dari mereka, membuat satu naga petir jatuh ke tanah dengan menyedihkan.
"Ini masih belum berakhir hanya dengan kejatuhanmu!"
Tidak sampai di situ, Yan Xu yang sudah mengisi kembali energi qi nya melakukan serangan yang sama pada naga petir yang jatuh sampai binatang panggilan itu berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang di udara.
"Sekarang, giliran kalian," ucap Yan Xu menatap dingin pada delapan naga petir yang tersisa.
Shaaahh!
Delapan naga petir dengan garang mengeluarkan guntur yang sangat memekakkan telinga. Dari gerakan tubuh mereka, dapat diartikan makhluk itu sedang marah karena seekor semut yang telah lancang berani menginjak saudaranya.
__ADS_1
Berhasil menarik amarah naga petir, Yan Xu mengacungkan jari tengahnya ke langit dan berkata, "Maju kalian semua! Aku akan melindungi inti emas ini sampai akhir!"
Duar!
Menjawab tantangan Yan Xu, delapan naga petir berbondong-bondong melesat maju ke arahnya.
Raungan keras delapan naga menyebabkan petir menyambar ke segala arah, mengunci pergerakan Yan Zu untuk lari.
'Sialan, ini berbeda dengan literasi yang ada! Mana ada petir yang berubah menjadi sembilan ekor naga dan kultivator manusianya diperintahkan untuk melawan mereka! Di luar nurul— nalar! Katanya, cuma inti emas yang disambar petir, tapi kenapa mereka malah seperti ingin membunuhku?!'
Yan Xu berteriak histeris di dalam hati sambil menghindari serangan para naga petir menggunakan teknik pengejaran jiwa.
Energi qi yang berada di dalam inti dantian Yan Xu mulai lebih cepat terkuras habis karena dia harus menggunakan teknik pengejaran jiwa secara berulang tanpa jeda. Hanya masalah waktu sampai metode Qi Gong kewalahan untuk memasok energi qi murni ke tubuh Yan Xu!
*Raungan naga petir*
Serangan delapan naga petir semakin cepat dan akurat, membuat Yan Xu kewalahan walau sudah dibantu oleh kesadaran ilahi sebagai mata ketiga.
"Kuhaak!"
Salah satu ekor naga petir mengenai bagian belakang Yan Xu, membuatnya terpental jauh dari posisi awal hingga berguling ke tanah beberapa kali dan memuntahkan darah segar.
Tidak kehabisan akal, Yan Xu menggunakan teknik melarikan diri dengan masuk ke dalam tanah dan dengan cepat mengambil jarak beberapa puluh meter agar tidak terkena dampak gempuran delapan naga petir.
Duar!
Kedelapan naga petir saling bertabrakan, menciptakan sebuah ledakan besar.
Yan Xu bergegas mengaktifkan kertas jimat pelindung sebagai pertahanan diri. Dia juga memanifestasikan perisai qi sebagai tembok cadangan.
Gelombang kuat menyapu sekitar ledakan besar itu. Yan Xu hampir kehilangan tenaga untuk berdiri akibat dampak dari gelombang kejut yang tidak bisa ditahan walau sudah menggunakan perisai berlapis. Dia dengan susah payah bertumpu pada kedua pahanya agar dapat berdiri dengan tegak.
Bzzt! Bzzz!
Kilatan listrik dengan tekanan tinggi berhamburan di udara. Mustahil dapat bertahan tanpa menggunakan energi qi sebagai pendukung pernapasan maupun pelindung.
Berkat tubrukan antara delapan naga listrik, kini seekor naga petir dengan ukuran delapan kali lipat dari sebelumnya muncul. Terdapat perbedaan dari yang satu ini karena lebih berbentuk dan sepertinya memiliki akal sehat, dibandingkan sembilan sebelumnya.
Naga itu bicara dengan suara keras yang memekakkan telinganya.
__ADS_1
"Manusia abadi! Untuk apa kamu berkultivasi lagi kalau sudah mencapai keabadian tertinggi?! Apakah kamu seorang maniak yang terlalu menyukai rasa sakit?" teriak naga itu dengan ketus sambil menatap Yan Xu seolah-olah dia sudah kehilangan akal sehat.
"Apa kamu buta?" Yan Xu meletakkan kedua tangannya di belakang punggung sambil menutup matanya.
Mendengar sindiran itu, naga petir tidak marah dan menelaah maksud dari ucapan Yan Xu. Dia menilai Yan Xu dari atas kepala hingga ujung kaki lalu mengangguk beberapa kali.
"Aku mengerti, jadi kamu ingin meningkatkan kekuatanmu," ucap naga listrik dengan suara yang penuh wibawa.
Mengangguk sekali, Yan Xu menatap langsung ke arah naga petir dan berkata, "Benar, sekarang giliranku untuk bertanya. Kenapa petir kesengsaraan surgawi kali ini bukan seperti ujian kenaikan, melainkan sebuah hukuman?"
"Itu cuma masalah teknisi karena kamu sudah abadi, langit mengira bahwa ada kultivator yang menentang aturan surga untuk mengacaukan tatanan dunia. Namun, seperti yang kamu tahu, petir kesengsaraan surgawi hanya memiliki daya sebesar tingkat kultivasi seseorang yang memicunya. Jadi, pantas saja kerusakan yang disebabkan sama sekali tidak membahayakan dunia, bahkan untuk domain khusus yang kecil ini."
Penjelasan sekaligus ditutup dengan penghinaan dari naga petir memiliki maksud tertentu saat diartikan oleh Yan Xu dengan pengetahuan pemilik tubuh sebelumnya, maupun cara nalar seorang pria modern dari Bumi.
Saat dia mengira petir kesengsaraan surgawi kali ini adalah sebuah ujian, ternyata langit mengirimkan sebuah pengadilan sebagai hukuman karena dianggap menyalahi aturan. Kesalahpahaman akan keadaan Yan Xu yang telah siap untuk naik ke ranah Alam Mistik, membuatnya harus menerima hukuman langit melalui petir kesengsaraan surgawi.
"Kesalahpahaman sudah terselesaikan. Apa kamu masih ingin naik ranah?" tanya naga petir yang terlihat bosan.
"Ada dua yang aku inginkan."
"Oh? Tuan Abadi Tertinggi di dunia ini memiliki sikap yang aneh. Pantas saja ada orang gila yang berani membuang seluruh kultivasinya dan memulai lagi dari awal."
Naga petir terus melontarkan sindiran, namun Yan Xu tidak mengambil hati karena dia setuju untuk yang satu itu. Namun, tidak semua karena keinginan pemilik tubuh sebelumnya. Jika dia masih memiliki ranah kultivasi terkuat, pihak musuh akan mengetahui rencana yang sudah ia persiapkan dengan matang dan pengorbanan mereka menjadi sia-sia.
Yan Xu mendongak ke langit dan berkata, "Aku ingin naik hingga puncak Alam Mistik dan segera membentuk sebuah avatar."
"Masuk akal, untuk seseorang yang berkultivasi ulang memerlukan trik tambahan di balik lengan bajunya. Kalau begitu, aku akan membantu kenaikan mu. Namun! Jangan terlalu berharap sampai kedua keinginan mu tercapai!"
Yan Xu tersenyum tipis dan memanggil Pedang Dayu yang ia rasa telah mendapat suntikan energi qi yang cukup dari Su Yinfeng.
"Mohon bantuannya!"
Dia melompat ke arah naga petir dan melakukan teknik pedang.
Pedang Dayu bersinar gelap, menyatu dengan energi qi murni milik Yan Xu.
Yan Xu melancarkan tebasan dengan kekuatan penuh ke arah naga petir menggunakan seluruh energi qi murni.
'Jadilah tumbal poin pengalaman untuk ku, Naga Petir Kesengsaraan Surgawi!'
__ADS_1