Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Harapan Seorang Paman & Saudara Kandung


__ADS_3

Melihat ledakan besar dari kejauhan, Shang Yin yang telah merobek wajah prianya kini berganti penampilan menjadi wanita dengan aura feminim dan kuat.


Di sebelahnya, ada seorang pria tua dengan jubah taois yang tidak lain adalah Zhuge Peng Lian, pengkhianat dari marga Zhuge yang membelot ke pihak para iblis kuno.


Zhuge Peng Lian menatap jauh ke arah Yan Xu meledak bersama dengan para iblis sambil meraba janggutnya dan berkata, "Putri, mengapa kamu membiarkannya menghadapi sekumpulan orang gila itu? Andai saja dia memperlihatkan esensi keabadiannya, para iblis yang masih setengah berakal itu pasti akan bersujud di hadapannya."


Menggelengkan kepalanya, Shang Yin menolak gagasan itu, "Paman Peng, bukankah kamu sendiri melihat ada yang berbeda dengan Ayah yang sekarang?"


Mengangguk sambil mengusap jenggotnya, Zhuge Peng Lian menyetujui ucapan Shang Yin, "Benar, tingkat kultivasi bahkan Tuan yang sekarang bisa dikatakan mengalami kemunduran. Selain itu ..."


Zhuge Peng Lian melirik ke arah samping tidak jauh dari mereka, dia melempar misil qi ke arah semak-semak sambil berkata, "Sampai kapan kamu mau terus mendengarkan?"


Peng!


Misil qi yang dilancarkan oleh Zhuge Peng Lian segera ditangkis oleh seorang gadis naga kecil.


Itu adalah Long Feiyun yang masih memiliki kertas jimat yang bisa ia gandakan.


Long Feiyun keluar dari semak-semak dengan ekspresi yang penuh hati-hati dan sangat tegas. Menandakan bahwa ia sekarang menganggap mereka berdua adalah seorang musuh dari pembicaraan barusan.


"Menjadikan nyawa ras kami sebagai bagian dari skema kalian, kemudian kamu dengan santainya melihat pahlawan yang mencoba untuk menolong ras kami mati dalam ledakan tersebut. Apakah kalian masih memiliki moral terhadap kehidupan?" tanya Long Feiyun menyindir.


"Hidup kah ..." Zhuge Peng Lian memandang ke arah naga kecil itu tanpa niat membunuh seolah dia hanyalah debu lalu berkata, "Moral kehidupan mana yang kamu pertanyakan?"


Tidak mengerti, Long Feiyun mengernyitkan keningnya dan berkata, "Apa monster seperti kalian tidak punya otak untuk berpikir? Aku jadi merasa bersalah karena bertanya tentang moral kepadamu."


"Kamu ...."


"Cukup Paman Peng."


Sebelum amarahnya tersulut, Shang Yin segera menghentikan Zhuge Peng Lian. Dia berjalan ke depan naga kecil itu, melihatnya dengan tatapan penuh akan kerinduan.


Tanpa sadar, lengan ramping Shang Yin ingin memegang wajah Long Feiyun. Namun, Long Feiyun segera menepisnya.


"Apa yang mau kamu lakukan?! Apa orang tuamu tidak mengajarkan tata krama, hah?!" teriak Long Feiyun kesal.

__ADS_1


Tertawa kecil, Shang Yin menjawab, "Benar, salah satu orang tuaku sering kali mengajarkan kepada kami tentang tata krama. Namun, Ayah selalu mengajarkan kami tentang kebebasan dan selalu berbuat semaunya asalkan dalam batasan."


"Ayah? Aku kira kamu yatim piatu?"


Krek!


Dapat terdengar suara retakan kaca di sekitar Shang Yin ketika Long Feiyun mengatakan hal tersebut. Dia segera menenangkan diri dan terus mempertahankan senyuman nya.


Sementara itu, Zhuge Peng Lian sudah menutup mulut yang hampir tertawa. Selama hidup, dia ingat hanya ada beberapa orang yang dapat membuat Sang Putri tidak bisa berkata-kata. Salah satunya, tentu saja ibunya Long Feiyun!


"Kuh! Meskipun kamu ...—"


Mendapati dirinya hampir mengatakan hal tabu, Shang Yin segera menghentikan ucapannya. Dia menghembuskan napas berat lalu berdeham.


"Uhuk!— Sejujurnya, aku bukan yatim piatu. Namun, anggap saja begitu. Terus, apa kamu akan melepaskan kami atau melawan dengan teknik kebanggaan mu? Menggandakan benda? Sayangnya, kamu hanya tahu sebagian kecil dari kekuatan tersebut, hingga aku sarankan lebih baik kamu menyelamatkan sesama ras nagamu terlebih dahulu."


"Heh! Bahkan seorang penjahat punya nalar? Sejak kapan kalian punya hati ingin melepaskan mangsamu? Kenapa tidak sekalian saja kamu bunuh semua orang yang ada di sini?" sindir Long Feiyun.


Sifat Long Feiyun yang terkenal tidak mau kalah bahkan dalam adu mulut melawan anak kecil sekalipun, membuat Shang Yin memijat keningnya. Dia bahkan selalu menangis karena tidak bisa menang melawannya.


Sebagai seorang yang memiliki tanggung jawab— menurutnya—, Shang Yin harus mengoreksi sifat itu sebelum menjadi racun bagi Long Feiyun sendiri.


"Kamu tidak memberikan ku pilihan lain selain melawan," ucap Shang Yin dengan dingin sambil mengeluarkan sebagian niat membunuh yang tajam.


Menghadapi niat membunuh itu, Long Feiyun masih berdiri tegak dan berkata, "Niat membunuh sekecil ini tidak akan pernah bisa menyamai niat membunuh seluruh ras naga terhadapku."


Mendengar itu, lagi-lagi Shang Yin merasakan sesak di dadanya. Dia tidak pernah mempertanyakan masa lalu Long Feiyun, mungkin di kesempatan kali ini dia bisa—


'Tidak, itu akan membelokkan banyak sekali susunan takdir yang seharusnya terjadi,' Shang Yin segera menolak keras di dalam hatinya.


Dia memperkuat niat membunuh yang sangat haus akan darahnya. Menarik pedang energi berwarna hitam dari udara kosong, perawakan Shang Yin terlihat sangat mirip dengan Sheng Ji A'xia, memiliki pesona maksimal dan keterampilan puncak pedang ilahi milik Yan Xu!


Menerima niat membunuh itu, Long Feiyun masih sedikit gusar namun dia tidak akan jatuh begitu saja. Dia mengambil beberapa jimat, kemudian menggandakan dan menyebarkannya di udara.


"Terlalu lambat," suara dingin Shang Yin menyebar di udara, namun kehadirannya telah menghilang.

__ADS_1


Sesaat kemudian, ketika Long Feiyun mencoba untuk mencari keberadaan Shang Yin menggunakan kesadaran ilahinya, pandangannya mulai kabur lalu menghitam.


Dia dapat merasakan sebuah lengan ramping yang sedang menopang tubuhnya agar tidak terjatuh keras ke tanah.


"K-kamu ...." sebelum dapat bicara, Long Feiyun telah kehilangan kesadarannya.


Shang Yin yang menopang tubuh Long Feiyun, membaringkannya dengan lembut di tanah. Dia berjalan dengan santai ke sebelah Zhuge Peng Lian yang mengacungkan jempolnya.


"Apa itu?" tanya Shang Yin dingin.


"Bukankah akhirnya Putri bisa membalaskan dendam pada ibumu yang masih dalam proses pertumbuhan— aiya!"


Shang Yin segera memukul punggung kepala Zhuge Peng Lian dengan ekspresi marah tapi terlihat lucu khas kekanak-kanakan, seperti seorang anak yang sedang marah terhadap pamannya.


"Paman Peng! Sebaiknya kamu tidak membicarakan tentang ini lagi. Oh, bagaimana dengan kondisi di Persimpangan Jalan Bawah?"


"Tidak ada perubahan, mereka semua telah siap sesuai jadwal. Hanya menunggu kebangkitan Tuan, membiarkannya menghadapi mereka, kemudian kita akan bertemu kembali dengan semua fakta yang harus dia ketahui."


Zhuge Peng Lian memberikan penilaian dengan kepala dingin, dia tidak pernah terkait dengan emosi apapun dalam mengambil keputusan. Sama halnya seperti mengikuti rencana yang sudah diulang sebanyak seratus kali ini.


Mengangguk, Shang Yin berkata, "Bagus. Tidak ada perubahan rencana dan aku akan membantunya sedikit."


"P-Putri ... jangan bilang kamu ...."


Zhuge Peng Lian segera mempelajari keputusan Shang Yin. Dia tidak menyangka Shang Yin yang selalu dingin, kini telah dicairkan pada kesempatan ini. Apa yang terjadi sampai-sampai membuat Shang Yin berubah banyak.


Hanya dia, Zhuge Peng Lian, yang tidak tahu apakah perubahan ini merupakan dampak dari kesempatan terakhir mereka.


"Paman Peng, tolong urus sisanya pada ras naga maupun Ibu Fei. Dengan begitu, aku pergi dulu!" ucap Shang Yin meninggalkan Zhuge Peng Lian sendirian.


Zhuge Peng Lian menatap gadis yang sedari kecil ia ajari segala macam taktik dengan tatapan penuh kasih sambil tersenyum. Sebagai guru maupun pamannya, dia hanya bisa pasrah ketika melihat muridnya yang sedang mendatangi seorang pria tampan dengan penuh kepolosan.


Jika itu adalah pria lain, mungkin dia akan segera membunuh pria itu tanpa ampun. Namun, kali ini, untuk yang ke seratus kalinya, itu adalah ayahnya sendiri!


'Dewa Keabadian, Dewa Kehidupan, Dewa Kematian, Dewa Iblis, Dewa Penciptaan, Dewa Naga, Dewa Dimensi, Dewa Jiwa, Dewa Api, Dewa Matahari, Dewa Bulan ... Semoga kalian semua takkan terpisah lagi, sehingga Dewa Keabadian tidak perlu menderita dan menempuh jalan panjang demi mewujudkan hal tersebut,' harap Zhuge Peng Lian yang memiliki identitas asli, sebagai saudara kandung Yan Shen— sebelum berubah nama menjadi Yan Xu— yang terlahir kembali ketika Bumi telah berubah menjadi dunia Xuanyuan.

__ADS_1


__ADS_2