
Di antara awan putih yang berada di atas Ibukota Kekaisaran Agung Ming, satu gadis kecil dan pengasuhnya sedang terbang di ketinggian yang tidak bisa dilihat oleh para kultivator maupun penjaga istana.
Setelah melihat kalung yang diberikan oleh Yan Xu kehilangan sedikit cahaya, Yaoyao mengerutkan alis kecilnya. Itu artinya, Ayah dan Ibu sudah mendengarkan rencana yang dia buat.
Bagaimanapun, dia sudah terlanjur masuk ke kubangan lumpur, tidak mungkin untuk menyembunyikan terlalu banyak dari mereka ketika meminta bantuan untuk membersihkan ekornya.
Sementara itu, Du Du yang merupakan salah satu pengikut setianya di dunia manusia berkata dari belakang, "Nona Yaoyao, mengapa kamu membiarkan mereka tahu beberapa kartu truf simpananmu?"
Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya, jadi dia menunggu jawaban dari Yaoyao. Ketika dia melihat pundak kecil itu sedikit bergoyang lalu kembali acuh tak acuh, dia memikirkan sesuatu dan menambahkan, "Hamba setiamu hanya penasaran dan tidak ada maksud lain!"
Yaoyao mengangkat tangan kecilnya ke samping sambil merasakan angin yang berembus kencang sambil berkata, "Kamu tidak perlu gugup begitu, Du Du."
"Y-ya, Nona Yaoyao."
"Ayah dan Ibu akan curiga jika aku tidak membiarkan mereka tahu bahwa kita memang berhubungan dengan faksi lama, namun masing-masing dari kita memiliki tujuan lain. Terlebih lagi, keluarga Jiang yang ingin mereka selamatkan itu cuma ikut terseret. Meski begitu ...."
Melihat majikannya yang belum melanjutkan membuat Du Du gugup. Hatinya gemetar saat melihat pundak kecil majikannya yang kokoh sedikit merosot.
Yaoyao melanjutkan dengan suara dingin, "Bagaimana penyelidikanmu terhadap bangsawan faksi lama yang datang ke wilayah Barat Laut?"
"Menurut penyelidikan Bawahan, raja iblis dari generasi sebelumnya tidak pernah ada sangkut paut dengan kedatangan bangsawan itu."
"Setelah beberapa penyelidikan, aku menemukan kalau ada seseorang dari istana telah membuat sedikit kesepakatan dengan bangsawan yang datang itu. Hal tersebut membuat dia bisa datang ke dunia manusia karena memanfaatkan bantuan dari dalam."
Yaoyao mengangguk.
"Jadi, bukan cuma Pangeran Ketiga yang bermain dengan pihak iblis. Apakah ada hal lainnya?"
"Aku sudah memberitahu beberapa bawahan setia di Tenggara agar mereka segera menyiapkan jalur yang mudah untuk kita lewati. Sementara, untuk wilayah Barat Laut ...."
"Hm?"
__ADS_1
Du Du nampak ragu-ragu meneruskan, "Aku belum mengirimkan pesan apapun kepada mereka. Tidak ada bawahan Nona Yaoyao yang setia di sana, jadi akan lebih baik membiarkan mereka kacau dengan sendirinya."
"Benarkah?"
"Y-ya, Nona!"
"Apakah kamu tidak meminta mereka untuk menyimpan beberapa harta berharga di tempat paling rahasia sebelumnya?"
Jantung Du Du berdegup kencang. 'Nona Yaoyao ini benar-benar tidak melewatkan sedikit celah pada rencananya. Kalau dilihat lagi, memang benar dia sangat mirip dengan Leluhur itu.'
Dengan berbagai pemikiran yang tercela itu, tidak mungkin seseorang apalagi Yaoyao tidak akan menyisakan potongan kue manis kepada dirinya sendiri.
"No-nona, aku hampir lupa untuk itu!" Du Du tahu betul bahwa dia telah melakukan kesalahan yang fatal. Namun, dia tidak bisa mengatakan kalau ia sempat memanggil beberapa potongan manis ketika berkunjung terakhir kali!
Ketika dia mendengar itu, Yaoyao tahu kalau Du Du akan melupakan bagian kue manis untuknya. Sementara itu, dia akan mengambil kesempatan saat berkunjung ke sana untuk diri sendiri.
Jadi, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Lupakan! Aku tidak akan menyalahkanmu karena keteledoran ini. Tidak ada yang bisa menebak kalau Ayah yang aku cari selama ini akan datang sendiri dan membuat rencana kita harus dilaksanakan secepat mungkin."
"Nona memang sangat berwawasan dan memiliki kebesaran hati yang tak tertandingi!" ucap Du Du sambil berlutut dengan satu kaki sambil menangkupkan kedua tangannya di belakang Yaoyao.
Yaoyao melirik Du Du sekilas dengan kesadaran ilahinya, terlihat bahwa ada sedikit ekspresi serius pada wajah gadis itu. Namun, ada beberapa ketidakpuasan juga terkandung dalam wajah cantiknya itu.
'Hm? Kamu masih memiliki ketidakpuasan? Biarkan Nona ini mendengarkan keluhan mu sebelum aku menghancurkan kepala beberapa orang!'
"Du Du, apa masih ada yang ingin kamu katakan?"
Du Du menggaruk pipinya beberapa kali sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berkata, "Nona, aku telah melihat kekuatan dari Leluhur yang juga merupakan ayahmu."
"Apakah dia benar-benar merupakan orang yang membuatmu terlahir ke dunia ini? Bawahan harap, Nona dapat menjelaskan sedikit agar Bawahan dapat merasa jelas kalau dia memang— ...."
Suara dingin Yaoyao yang memanggil dia, terlintas di pendengaran Du Du, "Du Du."
__ADS_1
"Y-ya, Nona!"
Yaoyao juga tidak terlalu yakin akan kekuatan milik Yan Xu. Namun, dia bisa merasakan keterikatan juga itu sudah dibuktikan oleh pecahan batu kelahirannya. Jika dia mengatakan kalau ayahnya memang lemah, wajah Yaoyao sebagai pemimpin mereka akan terhempas ke inti bumi.
Kalau itu terjadi, dia tidak tahu apakah para bawahan lain akan tetap setia atau menusuknya dari belakang!
Dengan pikiran seperti itu, dia batuk sekali dan berkata, "Du'er, ketidaktahuan adalah salah satu kesalahan terbesar bagi seseorang dalam menentukan arah mana yang akan mereka ambil."
"Jalur kultivasi masing-masing orang sangat beragam dan bisa saja, Ayah sengaja menyembunyikan kekuatan aslinya seperti aku saat ini. Bukankah kamu juga tahu, menyimpan banyak trik di balik lengan bajumu adalah prioritas untuk bertahan hidup di dunia ini?"
"Ucapan Nona Yaoyao ada benarnya ..." terdapat sedikit ekspresi tercerahkan pada wajah Du Du yang memerah karena malu.
"Selain itu, kamu harus lebih memperluas cakrawala persepsimu karena masih banyak hal di dunia ini yang tidak dapat kita lihat hanya dengan mata telanjang. Ketika persepsimu sudah seluas milikku, saat itu kamu akan sadar bahwa keraguan hari ini akan membawa dirimu sendiri jatuh ke dalam kubangan lumpur."
Du Du membungkuk dan berkata, "Nona Yaoyao, terima kasih telah memperluas cakrawala persepsiku yang sangat sempit! Aku terlalu buta karena masih tidak dapat melihat gunung besar tepat di depan mata!"
Kemudian, dia mengangkat kepalanya dan melanjutkan, "Nona, bagaimana dengan teknik bertarung sangat kuat dan terampil yang Ayah Nona perlihatkan saat itu? Apakah itu memang bisa dilakukan oleh seseorang yang hanya berada di tahap puncak inti emas?"
'Ugh! Bawahan ini sama sekali tidak mendapatkan apa yang aku katakan!'
Kesadaran ilahi Yaoyao tertuju pada Du Du. 'Racun seperti apa yang telah Ayah gunakan untuk membuat sekrup di dalam otaknya menjadi geser begini, sih!?'
Yaoyao memijat keningnya sambil menjelaskan beberapa pengetahuan yang dia fantasikan sendiri setelah melihat beberapa teknik yang ayahnya keluarkan pada Du Du.
Teringat akan sesuatu, Yaoyao langsung memerintahkan kepada bawahan setianya Du Du untuk menyiapkan jimat komunikasi.
"Du Du, siapkan jimat komunikasi yang mengarah langsung ke istana Ibu!"
"B-baik, Nona!" Du Du bergegas menyiapkan jimat yang diperintahkan oleh majikannya.
Seringai licik muncul di wajah kecil Yaoyao.
__ADS_1
'Aku ingin memberikan sedikit kejutan kepada mereka berdua, tidak apa kan? Anak juga ingin melihat kedua orangtuanya bertemu kembali setelah sekian lama berpisah,' begitulah pikirnya selama perjalanan mereka berlangsung.
Sementara itu, awan yang membawa mereka secara diam-diam di udara terus melaju ke arah Tenggara Ibukota Kekaisaran Agung Ming.