
Tak terasa, waktu berlalu begitu saja saat Su Lixuan yang mempertanyakan niat sejati Yan Xu dalam rencananya. Su Yueyin juga tenggelam dalam pembicaraan mereka, sudah tidak mengingat telah berapa lama pembicaraan tersebut berjalan.
Kali ini, bisa dianggap kalau dia masih belum bisa meyakinkan bahwa Yan Xu tidak memiliki niatan apapun terhadapnya kepada Su Lixuan. Sementara itu, dia juga akhirnya tahu bahwa Su Lixuan mengalami depresi akibat kepindahannya menjadi tetua sementara di Puncak Angin.
Jika dia tidak berkunjung dalam kurun waktu yang lebih lama lagi, Su Yueyin takut kalau kakak ketiganya akan melakukan hal-hal yang berlebihan. Untung saja keputusan yang dia ambil untuk berkunjung sekaligus melepas rindu memang tepat.
Teringat dengan pesanan yang dititipkan, Su Yueyin mengeluarkan sebuah tong besar yang berisikan anggur.
"Apa itu?" tanya Su Lixuan saat kedua kelopak mata indahnya terbuka lebar, melihat tong emas keluar dari kantong penyimpanan dimensi Su Yueyin.
"Sebuah hadiah yang dia titipkan untuk kalian."
"Oh! Ternyata dia lumayan perhatian juga!"
Melupakan bagaimana kesannya terhadap Yan Xu, Su Lixuan berlari ke arah tong besar itu dan membukanya dengan cepat untuk melihat isinya.
Ketika dibuka, wangi dari anggur yang ada di dalamnya menyebar di seluruh ruangan. Hanya dengan aromanya saja, membuat siapapun yang menghirupnya merasakan kenyamanan dan kehangatan. Kestabilan energi qi yang ada di inti dantian mereka juga lebih stabil.
Su Lixuan membeku ketika melihat isi tong anggur tersebut.
Melihat hal yang tidak biasa itu, Su Yueyin segera memanggil Su Lixuan untuk menyadarkan dia ke kenyataan.
"Kakak Ketiga?"
"Kakak Ketiga, apa kamu mendengarku?"
"— Oooiii~~ ...."
Su Yueyin memanggilnya beberapa kali, namun tidak ada jawaban sampai beberapa detik kemudian ....
Su Lixuan berbalik ke arah Su Yueyin dan memegangi kedua tangan giok nan ramping putri kecilnya dengan erat. Dia memanggil Su Yueyin dengan lembut dan tatapan hangat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Yin'er ...."
Merasakan ada yang aneh, Su Yueyin menjadi agak ragu untuk menjawab. Namun, dia masih menjawab walau suaranya sempat tertahan.
"Y-ya?"
__ADS_1
"Aku merubah seperseribu kesan ku terhadapnya, dia memang pria yang baik."
Su Yueyin mengerutkan alisnya merasa bingung, "Apa-apaan itu?"
"Kamu tidak tahu ini anggur apa?" kelopak mata indah Su Lixuan melebar, tidak percaya dengan reaksi adik juniornya.
"Tidak, dia belum pernah memperlihatkan isinya kepadaku."
"Oh ... setelah melihat ini, apa kamu tahu?"
Su Yueyin melihat isi tong tersebut dan hanya mengatakan, "Itu anggur kan?"
"Ya, terus?" tatapan Su Lixuan yang mengarah padanya semakin penuh harap.
Terdapat beberapa garis hitam di kening indah Su Yueyin yang agak cemberut sambil menjawab harapan kakak ketiganya dengan dingin, "Cuma itu yang aku tahu."
Menghela napas dengan tatapan kecewa, Su Lixuan segera mendekati diri ke Su Yueyin dan berbisik, "Biasanya, orang yang memberikan tong dan anggur seperti ini ditujukan untuk penghormatan kepada orang tua mempelai wanita, dari mempelai pria."
"...." Su Yueyin terdiam dan menunduk, tidak tahu ingin menjawab apa.
Sementara itu, Su Lixuan tiba-tiba berdiri, "Hmph! Dia memang tahu bagaimana bersikap, tapi itu masih belum cukup untuk mendapatkan restu dariku!"
Su Lixuan menunjukkan bagian tutup tong yang ada tulisan undangan menggunakan energi qi dan berkata, "Dia mengundang kami berdua untuk bertemu tepat saat tengah malam di salah satu ruangan khusus Paviliun Timur, malam ini. Kalau dugaanku tepat, sepertinya pria ini ingin kamu menjadi anggota Puncak Angin seutuhnya. Itulah alasan dia memanggil kami berdua malam ini."
"Tidak mungkin." Su Yueyin menyangkal dengan rasa tidak percaya dan agak rendah diri.
Tidak membiarkan reaksi lucu putri kecilnya terbuang sia-sia, Su Lixuan semakin menggodanya, "Apa maksudmu tidak mungkin? Lihat saja bagaimana dia mempersiapkan ini semua khusus untuk mu."
"Itu karena ... besok kami akan mulai memproduksi pil. Jadi, mana sempat dia mempersiapkan diri untuk pertemuan sepenting itu. Apalagi saat ini, dia sedang beristirahat di ruangan pribadinya."
Su Yueyin terus-terusan mencari alasan rasional untuk menghubungkan tiap titik kejadian yang membuat pernyataan Su Lixuan tidak sinkron dengan kenyataan yang ada.
Mendengar itu, Su Lixuan menggelengkan kepalanya tidak setuju dan berkata, "Nak, dia memang memiliki dua tangan yang terpasang di tubuhnya, tapi apa kamu sudah melupakan setiap tangan yang akan bergerak sesuai perintahnya di luar sana?"
Pertanyaan itu agak sulit diterka bagi Su Yueyin yang kehilangan setengah ketenangan karena pendapat Su Lixuan yang terlalu tiba-tiba. Namun, berkat desakan itu dia menjadi kepikiran beberapa hal yang mungkin terhubung dengan jawaban yang ingin didengarkan oleh kakak ketiganya itu.
"Mungkin, dia meminta bantuan adik juniornya untuk mempersiapkan tempat pertemuan tersebut."
__ADS_1
Su Lixuan mengangguk tanda setuju, kemudian terdapat senyum licik di wajah cantiknya.
"Apa menurutmu kami akan datang?" tanya Su Lixuan menggunakan nada seolah-olah tersinggung.
Melihat bagaimana ekspresi kakak ketiganya, Su Yueyin mengangguk dan berkata, "Kalian pasti akan datang."
"Benar, dia pasti sudah menebak tentang kegelisahan kami selama ini dan menggunakan itu untuk memastikan agar pertemuan tersebut akan terjadi. Menggunakan kesempatan yang tersedia, dia mungkin ingin membuat kami setuju dan membantu kepindahan kamu secara permanen ke Puncak Angin."
Bruk!
Lengan ramping Su Lixuan memukul meja yang berada di depan mereka, menciptakan suara yang cukup keras.
"Tapi! Secara tidak langsung, dia juga menjadikan kamu sebagai tawanan untuk membimbing kami!"
"Huh?" Su Yueyin menjatuhkan rahangnya, tidak bisa berkata-kata lagi dengan pendapat Su Lixuan.
Dia tidak habis pikir kalau Yan Xu menjadikan dirinya sebagai tawanan. Secara logika, dia sendiri bebas kemana-mana tanpa dibatasi sedikitpun. Jadi, bagian mananya yang membuat dia disebut sebagai tawanan oleh kakak ketiganya.
Melihat kebingungan di mata putri kecilnya, Su Lixuan segera menjelaskan, "Karena kamu menjadi unsur penting di hidup kami, dia pasti akan selalu membicarakan hal-hal yang berkaitan tentang dirimu untuk melemahkan kami berdua nantinya. Tidak perlu menggunakan kamu sebagai tawanan hidup, cukup dengan namamu saja, dia sudah memegang titik lemah kami berdua!"
'Kakak Ketiga, pemikiran gila apa yang sedang kamu bicarakan sekarang?' Su Yueyin sangat ingin mengatakan itu tepat di depan wajah Su Lixuan, namun dia menahannya.
Dia bisa mendapatkan maksud dari penjelasan itu. Su Yueyin juga merasa senang apabila itu benar karena dengan begitu, dia akan menjadi anggota Puncak Angin secara permanen dan tidak ada celah antara mereka nantinya.
Namun, apa yang dia dengar selanjutnya membuat Su Yueyin menjadi muram.
"Kalau begitu, kamu nanti akan ikut bersama kami! Kami lah yang akan menjadikan kamu sebagai tawanan!"
Su Lixuan berencana untuk melawan balik strategi itu dengan menyandera orang aslinya, sehingga Yan Xu tidak dapat menjual nama Su Yueyin terhadap mereka.
Su Yueyin yang merasakan adanya perubahan situasi yang berbahaya hendak melarikan diri. Sial, dia terlambat dan tubuhnya terasa seperti sedang ditahan oleh dinding tak terlihat ketika ingin mengambil jarak sejauh lebih tiga meter dari tempat Su Lixuan berada.
"Kakak Ketiga, Kamu!—Ugh! ...."
Su Lixuan tersenyum licik dan sudah mengunci pergerakan Su Yueyin menggunakan teknik pemikatnya, membuat Su Yueyin tidak bisa bergerak jauh dari dia. Tidak bisa melawan, Su Yueyin hanya bisa menjadi penurut dan dengan cemberut mengikuti permainan kakak ketiganya.
Di sisi lain, Su Weiyan yang mendengarkan pembicaraan mereka secara diam-diam juga mengangguk setuju dan masih menyiapkan sesuatu untuk dimakan. Kali ini, dia menyiapkan lebih banyak karena Su Yueyin akan tinggal hingga tengah malam bersama mereka hari ini.
__ADS_1
"Xuanxuan selalu bertindak impulsif kalau menyangkut Yin'er. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu, Nak. Keponakanku yang baik, semuanya tergantung pada dirimu. Paman mu yang baik ini hanya mengikuti situasi di sekitarnya saja."
Entah kenapa, angin yang dibawakan oleh Yan Xu sepertinya sudah mempengaruhi Su Weiyan sedikit demi sedikit tanpa dia sadari. Sebagian kecil dari diri Su Weiyan, telah menerima Yan Xu sebagai menantunya. Namun, bagian lain masih tidak bisa karena pengaruh dari istri juga hukuman yang ia dapatkan akibat insiden setahun yang lalu.