
Penjelasan rinci Lan Xihe dari waktu ke waktu membuat ekspresi dingin Su Yueyin berfluktuasi. Dapat terlihat di pipi indah wajahnya ada rona merah hingga menjalar ke daun telinga. Hal itu membuat Lan Xihe semakin bersemangat dan kadang menggunakan kalimat yang menggoda.
Butuh satu setengah jam bagi Lan Xihe dalam menjelaskan semuanya secara singkat, jelas dan padat. Dia mulai melihat reaksi dari kedua orang yang mendengarkan. Dapat terlihat bahwa Su Yueyin telah tercerahkan, sementara Yan Xu terlihat lesu karena tidak tertarik.
Merasa heran, Lan Xihe bertanya sambil melirik ke arah Yan Xu, "Apakah kamu tidak tertarik? Biasanya anak laki-laki sangat senang mendengar ajaran seperti ini."
Yan Xu menggoyang sedikit kepalanya dan menjawab, "Murid merasa sedikit tertarik. Hanya saja, itu bukan yang Murid butuhkan saat ini."
Mendengar jawaban Yan Xu, Lan Xihe segera melihat ke Su Yueyin yang mana telinganya sedikit bergidik. Entah kenapa dia merasakan sensasi kenikmatan tersendiri menonton pertunjukan di depan. Sayang sekali, kalau dia tidak bergerak lebih.
Jadi, Lan Xihe sudah memutuskan ingin sedikit bermain.
"Tidak membutuhkannya?— Ptooey! Murid Nakal, kamu tidak boleh berbohong dengan yang namanya perasaan. Akan selalu ada karma ketika kamu terus-menerus berbohong dengan diri sendiri."
Mata Yan Xu menunjukkan tanda-tanda perubahan yang samar, seperti dia akhirnya tertarik. Lan Xihe bisa melihat itu karena sudah banyak menghabiskan waktu dalam mengajar berbagai metode juga doktrin bengkok yang selalu ia kumandangkan.
Yan Xu segera menjawab, "Guru, Murid tidak pernah berbohong kepada diri sendiri."
"Jika kamu tidak berbohong, bagaimana bisa kamu tidak tertarik dengan topik pasangan dao?" tanya Lan Xihe dengan nada heran sambil mencuri pandang ke arah Su Yueyin.
"Bukankah Murid mengatakan saat ini, berarti mungkin saja ada masa dimana Murid akan merasa perlu," Jawab Yan Xu dengan kalimat yang agak samar-samar.
"Kalau kamu benar-benar tertarik, coba pilih antara aku, Bibi Yueyin dan para adik juniormu. Siapa yang akan kamu pilih?" Mata Lan Xihe menyipit dengan sedikit senyum licik terlihat di sudut mulutnya.
Yan Xu yang awalnya sangat acuh tak acuh segera memikirkan jawaban yang benar. Dia mengutuk mulutnya yang asal-asalan memberikan jawaban ketika topik yang tidak diminati datang. Setelah memacu sel otaknya, Yan Xu menemukan jawaban keren.
__ADS_1
Dia tersenyum hangat dan berkata, "Murid akan memilih semuanya. Itu karena kalian semua adalah orang-orang yang paling berharga di hati Murid."
Lan Xihe yang bertanya dengan pundak tangan menopang dagu tercengang. Dagunya terpeleset ke bawah dikarenakan terkejut dengan jawaban Yan Xu. Dia spontan melirik ke arah Su Yueyin.
Su Yueyin yang berada di samping Yan Xu hanya menundukkan kepalanya. Jari-jari kecilnya saling berbenturan dengan gerakan yang lucu. Membuat Lan Xihe hanya bisa tersenyum tanpa daya pada ucapan yang entah itu jujur atau hanya sebuah kebohongan.
Lan Xihe segera pulih dari keterkejutan dan berkata, "Bukankah kamu terlalu berlebihan saat mengatakan memilih semua?"
"Murid hanya mengambil saran dari Guru agar tidak berbohong akan perasaan sendiri. Sehingga begitulah adanya, Murid merasa bahwa kalian semua benar-benar sangat berharga," jawab Yan Xu dengan datar.
Sebenarnya, Yan Xu sendiri tidak tahu apa yang dia katakan. Dia cuma mengatakan apa saja yang ada di dalam benak, sehingga menghasilkan udara aneh di dalam ruangan. Namun, dia tidak peduli karena nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang perlu disesali dan langsung terobos saja.
Lan Xihe mengetuk ujung jari telunjuknya ke meja beberapa kali sambil berkata, "Memilih semua orang itu akan membuat kamu berada dalam karma."
Mendengar itu, mata Yan Xu menyipit dan wajah tampannya menjadi sangat serius, "Jika itu demi kalian semua, bahkan umur Murid yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan milik Guru, akan Murid berikan sepenuhnya. Guru dapat yakin, bahwa Murid berkata jujur apa adanya."
"Kamu ..." Lan Xihe menghela napas, pandangannya berubah menjadi semakin tajam, "Sepertinya Puncak Angin akan heboh jika jawaban yang kamu katakan tadi menyebar."
Mendengar itu, Yan Xu juga mengangguk setuju tanpa sadar.
"Sebaiknya, ini hanya akan menjadi rahasia kecil di antara kita bertiga," jawab Yan Xu dengan senyum hangat.
Lan Xihe mengangguk setuju, terdapat ekspresi lelah di wajah cantiknya yang memerah sedikit.
Dia merasa pusing dengan setiap kelakukan bengkok para murid yang berada di bawah naungannya. Jika ini terus berlanjut, dia mungkin akan benar-benar menangis dalam mengajar juga memberikan kasih sayang seorang guru kepada mereka semua.
__ADS_1
'Guru tidak mengambil kata-kata ini dengan serius, 'kan?' pikir Yan Xu yang mengalihkan pandangan ke tumpukan dokumen di atas meja kerja.
Tentu saja, Lan Xihe selalu berpikiran lain dari yang lain. Namun, yang satu ini dia sepertinya terlalu serius menanggapi topik ringan secara tidak sadar. Itu akan membuat orang lain yang melihat ekspresinya saat ini tahu, bahwa ia merasa bermasalah dengan jawaban itu.
Di lain sisi, Su Yueyin yang diam mendengarkan sudah merasakan sensasi pusing di kepalanya. Gambaran Yan Xu yang mengatakan bahwa semua orang adalah hal terpenting baginya, berputar hingga ratusan kali di benaknya. Wajah dingin tanpa celah Su Yueyin menunjukkan fluktuasi.
Melihat perubahan pada wajah Su Yueyin, sedikit menarik minat Lan Xihe. Dia berjalan mendekati Su Yueyin sambil mengamati tampilan peri berwajah dingin itu.
Saat mereka dekat, dia mulai melakukan bisikan iblis yang sering ia lakukan terhadap para murid untuk memastikan, mengukur dan mengetahui apa yang mereka rasakan.
"Sayang sekali, sudah tiga bulan terkurung berdua tapi jubah dan pakaianmu masih rapi. Apa perlu aku ajarkan sesuatu?" bisik Lan Xihe dengan nada menggoda.
Su Yueyin menatap datar ke arahnya dan menjawab dengan suara dingin sambil tersenyum manis, "Terima kasih banyak atas perhatiannya, namun Yueyin tidak memerlukan itu, Kepala Puncak."
Lan Xihe memutar matanya, dia pura-pura santai di luar namun sudah tertawa terbahak-bahak dalam relung hati terdalamnya.
Dia bisa melihat dengan jelas wajah seorang gadis bertubuh kecil itu memerah seperti tomat. Membuat mulutnya gatal ingin mengatakan aturan tak tertulis baru.
Lan Xihe berjalan menuju pintu dengan ekspresi bahagia. Dia berbalik ke belakang sebentar dan berkata, "Oh iya! Aku hampir lupa bilang. Hanya Murid Tertua yang diberikan wewenang memiliki lebih dari satu pasangan dao, namun di saat bersamaan dia tidak diperbolehkan memilih pasangan dao di luar Puncak Angin."
Setelah mengatakan itu, Lan Xihe mengedipkan matanya ke arah Su Yueyin yang hampir pingsan karena panas di wajahnya semakin bertambah.
Sementara itu, Yan Xu yang berwajah datar di luar, menjatuhkan rahangnya di dalam hati. Dia tidak habis pikir, jawaban asal-asalan membuat dia harus menambah satu karakteristik lagi pada dirinya sendiri.
Dari kejadian ini, dia bersumpah akan berpikir terlebih dahulu sebelum berucap di lain waktu.
__ADS_1
'Aku memang pecinta wanita, namun diriku bukan buaya darat yang setia pada sekian banyak dari mereka! Aku cuma setia pada satu! SATU! Ya, hanya SATU!' teriak Yan Xu dengan keras di dalam benaknya.