
Saat Yan Xu telah pergi dari wilayah kekuasaan Ke'er.
Kedua gadis yang berpenampilan seperti awalan masa remaja itu saling berbincang dan berjalan menuju ke arah wilayah penguasa lain.
"Ibu, apa Yaoyao telah membuat Ayah marah?" tanya Yaoyao menyesal.
"Tidak, mana mungkin ayahmu akan marah. Dia cuma tidak ingin kamu terlibat dengan hal-hal yang berbahaya sebelum siap sepenuhnya," jawab Ke'er mencoba menyemangati Yaoyao.
Ke'er yang mengetahui gambaran umum pemikiran Yan Xu, sangat memahami betapa beratnya perasaan yang ia emban apabila anak mereka memasuki bahaya tanpa persiapan yang matang seperti ini.
Melompat langsung ke sarang singa tanpa membawa daging dan perangkap, sama saja seperti meminta kematian. Yan Xu yang tidak ingin orang-orang terdekatnya menderita karena ingin membantu dia, tak ingin hal itu terjadi.
Sebisa mungkin, Ke'er yang berbagi pengetahuan yang sama dengannya harus meminimalisir kesalahpahaman di antara mereka. Itu juga sebagai kewajiban yang dia miliki, demi meringankan beban yang ditanggung oleh suaminya.
"Kalau tidak marah, kenapa Ayah pergi tanpa pamit? Lihat? Auranya baru saja pergi terburu-buru ke arah Utara!" Yaoyao menggunakan telunjuk rampingnya, menunjuk rute yang baru saja Yan Xu tempuh.
"Dia sedang terburu-buru untuk menyelesaikan masalah mengenai kebangkitan iblis kuno. Bukankah ayahmu seorang kultivator yang hebat? Dia harus segera mengatasi masalah itu sebelum membesar dan mengacaukan tatanan dunia."
"Tapi! Kenapa harus Ayah?! Apa Ibu tidak lihat kalau ranah kultivasi Ayah bahkan jauh di bawah Yaoyao?!" Yaoyao cemberut mengingat bahwa kekuatan ayahnya bahkan masih belum menyentuh ujung kukunya.
Memukul kepala anaknya, Ke'er memarahi Yaoyao, "Anak Nakal! Apa kamu pikir ayahmu lemah? Kultivasi itu bukan cuma tentang ranah yang bisa dilihat dari luar, tetapi pengalaman dan bagaimana dia bisa melawan musuh yang lebih tinggi ranahnya."
"Aiya!— Ibu, mendukung seseorang juga harus pada faktanya. Ayah hanya seorang kultivator manusia dengan ranah Alam Mistik, bagaimana bisa dia melawan pasukan iblis kuno?! Jika Ayah dalam bahaya, Yaoyao tidak bisa merasa tenang."
Menghela napas, Ke'er menjadi bingung ingin menjawab apa. Apakah dia harus memberitahu keabadian milik Yan Xu, atau dia harus membeberkan sedikit bagaimana Yan Xu dapat mengendalikan qi murni ke seluruh tubuhnya. Salah satu dari semua pilihan, tidak memberikan Ke'er jawaban yang tepat karena itu akan menimbulkan kecurigaan bagi Yaoyao.
Yaoyao juga sengaja mempertanyakan tindakan Yan Xu karena dia ingin melihat bagaimana Ke'er dapat menjelaskannya. Menurut pengamatan gadis kecil ini, ibu barunya merupakan orang yang memiliki pengamatan paling tajam di antara yang lain.
Apabila dia dapat mengorek informasi yang penting tentang ayahnya, Yaoyao rela memberikan seluruh harta kekayaan yang ia miliki— walaupun nanti akan dia ambil lagi—.
Ke'er yang melihat perubahan sedikit pada raut wajah Yaoyao, mulai memahami maksud tindakan pihak lain. Ternyata, dia hanya berpura-pura demi mencari informasi penting terkait ayahnya!
Dengan sabar, Ke'er mulai mencampurkan beberapa fakta dan asumsi yang dapat diterima oleh anak secerdas Yaoyao, "Jangan menilai buku dari sampulnya. Kalau kamu sebagai anaknya saja kuat, tentu saja ayahmu jauh lebih kuat dari yang kamu kira. Lebih baik hentikan pembicaraan mengenai dia karena ayahmu sudah berpesan kalau kamu akan membantuku untuk menyelesaikan masalah di sini."
"B-baik!"
Tidak dapat melawan aura superior seorang ibu, Yaoyao hanya bisa mengalah dan menurunkan pandangannya.
Suara kecil Ke'er dapat terdengar jelas di telinganya ketika dia murung, "Ayahmu, pasti membutuhkan bantuan semua orang. Jangan memaksanya untuk bicara ketika dia tidak siap. Dia tidak bicara, bukan berarti itu juga keinginannya sendiri. Setidaknya, untuk sekarang masih terlalu dini."
"I-Ibu? Apa itu?"
Ke'er hanya mengangkat bahu, tidak ingin menjawab dan mempercepat langkahnya, sementara Yaoyao mengikuti dari belakang dan terus bertanya.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah desa terdekat, dimana para wanita yang diculik oleh para goblin pekerja berasal.
"Ada yang salah dengan desa ini!" Yaoyao segera menyipitkan matanya, melihat terlalu banyak aura kematian yang ada pada setiap warga desa.
Mengangguk sekali, Ke'er berkata, "Mereka telah terkontaminasi oleh aura qi kematian dari kebangkitan ras iblis kuno. Jika terus dibiarkan, para wanita yang subur tidak akan memiliki keturunan, begitu juga dengan pria yang akan mulai menjadi gila dan membunuh siapapun tanpa pandang bulu."
Ketika manusia biasa terkontaminasi oleh aura qi kematian, banyak hal buruk akan menimpa mereka. Seperti menimbulkan kegilaan, saling membunuh, mandul dan lebih banyak lagi.
Awalnya, Ke'er berniat untuk mengasingkan para wanita yang masih belum terkontaminasi oleh aura qi kematian iblis kuno. Namun, rencana itu digagalkan oleh Yan Xu yang tiba-tiba muncul entah darimana.
Setelah melihat bagaimana kondisi mereka yang telah kembali, bisa dibilang Ke'er cukup beruntung karena tidak membiarkan mereka tinggal di wilayahnya. Kalau tidak, mungkin saja aura qi kematian itu akan menyebar seperti hama dan membuat para goblin merah saling bunuh.
Seperti sekarang, di depan mereka para penduduk desa mulai menjadi gila. Beberapa sudah memakan daging sesama, ada juga yang telah menjadi mayat hidup dan lebih buruknya, kegilaan saling bunuh satu sama lain masih berlanjut tanpa mempedulikan kehadiran mereka.
"Sudah terlambat, kah ..." Ke'er mengambil pedang dari kantung penyimpanan dimensinya.
__ADS_1
"Lebih baik selesaikan ini secepatnya dan membuat pemakaman yang layak demi mereka," saran Yaoyao yang sudah menyelimuti kedua tangan rampingnya, dengan sebuah sarung tinju yang terbuat dari energi qi murni.
Tanpa aba-aba, ibu dan anak itu saling maju ke arah yang berbeda. Mereka melakukan pembersihan secara menyeluruh pada desa yang sudah terkena dampak dari aura qi kematian ras iblis kuno.
Setidaknya, butuh waktu sepuluh menit hingga akhirnya tersisa satu.
Itu adalah seorang pria tua yang bermutasi menjadi Jiangshi!
Dengan tubuhnya yang bengkak, dia menyerap seluruh mayat yang telah mereka bunuh. Jiangshi itu adalah kepala desa yang seharusnya merupakan seorang pria penyayang yang baik hati. Sayangnya, pengaruh aura qi kematian telah membuat semua orang menjadi gila hingga berevolusi menjadi Jiangshi.
"Grrrr ...."
Jiangshi itu seperti mengatakan sesuatu, dia hanya diam dan tidak melakukan pergerakan sedikitpun.
Yaoyao yang memiliki setengah esensi kehidupan dari Sheng Ji A'xia, mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jiangshi kepala desa.
Mengangguk mengerti, Yaoyao menatap Ke'er dan berkata, "Ibu, kepala desa meminta agar kita melenyapkan mereka semua bersama. Dia telah menyatukan jasad setiap warga desa, jadi kita tidak perlu lagi mengumpulkan mereka untuk melakukan kremasi. Permintaan terakhir kepala desa adalah melenyapkan mereka hingga tak bersisa satupun di dunia ini, dengan begitu jiwa mereka dapat bereinkarnasi."
"Aku mengerti."
Baik itu Ke'er maupun Yaoyao memusatkan energi qi pada senjata mereka. Percikan api yang kuat mengelilingi senjata mereka dengan tujuan untuk memurnikan.
"Teknik pedang lotus api."
"Tinju lotus api."
Keduanya saling melepaskan serangan terkuat mereka.
" "Haaahh!!!" "
Duar!
Seluruh bangunan desa maupun mayat warganya telah menghilang, menyisakan lahan kosong yang ditumbuhi rerumputan hijau.
Selesai dengan urusan di sini, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat penguasa wilayah lain. Sepertinya, masalah ini akan menjadi pertarungan yang panjang. Apalagi kekuatan dari ras iblis kuno masih belum bisa ia identifikasi, setidaknya kekuatan pihak lawan berada di atas rata-rata yang merupakan bakat hebat dunia kultivasi.
Tidak ingin berlama-lama, mereka berdua mempercepat langkahnya. Hingga tak lama kemudian, sebuah desa yang dipenuhi monster dengan kondisi kegilaan, kini sedang berada di ambang kehancuran.
Itu adalah desa para ahli pandai besi di wilayahnya, desa para dwarf.
Dengan tubuh kerdil dan besarnya, mereka lebih ganas dibandingkan dengan manusia biasa yang terkontaminasi. Kali ini, jika mereka sembarangan menyerang, mungkin saja akan ada jebakan yang aktif.
"Hati-hati," peringat Ke'er kepada Yaoyao.
"Ya, Ibu," balas Yaoyao yang cemberut karena desa dwarf seharusnya akan menjadi tempat investasi fraksi mereka selanjutnya.
Mereka tidak berpisah karena harus saling menjaga punggung masing-masing.
Ke'er dengan pedangnya, dapat menyerang dengan jangkauan area yang luas karena menggunakan energi qi pada pedang, serta teknik yang baru saja ia dapatkan dari pengetahuan Yan Xu.
Sementara itu, tugas Yaoyao adalah mengurus mereka yang berhasil lolos dari serangan Ke'er dan menahan jebakan aktif.
Keduanya saling melengkapi, seolah mereka sudah bertarung bersama sejak lama. Padahal, mereka baru kali ini saja bertarung bersama. Jika bukan karena intuisi pertempuran yang tajam dari masing-masing pihak, tidak mungkin akan tercipta kerja sama sempurna seperti saat ini.
Peng!
Tiga dwarf sudah berhasil dipenggal, yang lainnya menyusul untuk menyerang sambil menggunakan berbagai jenis senjata.
Yaoyao yang terus memblokir peluru yang mengarah kepada mereka mulai kewalahan karena lokasi penembak jitu musuh masih belum ditemukan.
__ADS_1
Bukannya dia tidak bisa mencari dengan kesadaran ilahi, namun Yaoyao tidak bisa membaginya karena ia masih lemah dengan kontrol kesadaran ilahi.
Tidak dapat membagi fokus saat bertarung sambil melindungi, Yaoyao mencoba yang terbaik untuk memperkirakan rute asal setiap peluru yang datang ke arah mereka.
Dari perhitungan yang telah ia lakukan, penembak jitu kali ini bisa saja bukanlah makhluk hidup, melainkan benda yang akan terus menembak apabila pelurunya selesai diisi ulang.
"Ibu, kita tidak bisa terus-terusan begini. Jumlah mereka terlalu banyak dengan senjata aneh yang tersebar di mana-mana," ucap Yaoyao sambil terus menahan setiap peluru yang datang.
Setuju dengan pendapat Yaoyao, Ke'er segera menggunakan kesadaran ilahi untuk mencari rute yang belum pernah dilalui oleh peluru.
Segera, Ke'er mendapatkan satu posisi yang bagus namun dia mengurungkan niatnya. Itu karena tempat yang tidak memiliki satupun jebakan, merupakan jebakan yang sebenarnya. Dengan kata lain, bisa saja rute itu merupakan sebuah jebakan.
Mengambil keputusan, Ke'er maju ke arah barat sambil berkata, "Kita akan ambil rute ini!"
"Eh?! Bukankah ini rute dimana asal peluru terbanyak?!!!" teriak Yaoyao terkejut.
"Lebih bahaya tempat itu, lebih baik. Peluru yang banyak telah dikeluarkan, itu artinya mereka hanya memiliki sedikit amunisi setelahnya! Teruskan, jangan memperlambat langkahmu!" jawab Ke'er yang terus menerjang ke arah barat.
Mereka berdua melakukan yang terbaik dengan bergerak menyilang, menyerang dwarf yang sudah terkontaminasi, serta menghindari juga membelokkan setiap peluru yang datang.
Darah kotor dari para dwarf telah memenuhi setiap jalan yang mereka lalui. Namun, kedua orang itu tidak berhenti dan terus menuju ke sumber peluru itu keluar.
Ketika mereka sampai, tidak ada jebakan di sana dan hanya terdapat sepuluh senapan otomatis yang akan menembak apabila pelurusan telah diisi ulang. Tetapi, semua senapan itu tidak dapat menembak lagi karena persediaan amunisi telah habis.
Mereka berhasil mencapai tempat teraman dari setiap sudut desa ras dwarf yang terkontaminasi. Keduanya saling memandang sejenak, kemudian pergi ke dekat senapan berada.
Di sana, Yaoyao maupun Ke'er mempelajari mekanisme setiap senapan sambil beristirahat.
"Ibu, apa kamu tahu ini apa?" tanya Yaoyao yang belum pernah melihat senapan laras panjang yang dapat menembak secara otomatis.
Ke'er dengan pengetahuan umumnya yang sudah semakin luas menjawab pertanyaan anaknya dengan antusias, "Ini adalah mahakarya! Sebuah senapan laras panjang yang dapat menembak peluru secara otomatis dan dapat menumbangkan kultivator. Setidaknya, peluru yang mereka gunakan mengandung beberapa zat pelumpuh dan berisikan energi qi sebagai percepatan akselerasi. Kemudian, bagian ini yang paling banyak berkembang...."
Ke'er menunjuk ke arah pelatuk yang kecil, namun terdapat beberapa katrol yang dapat membuat senapan itu dapat menembak secara otomatis.
"Bagian ini telah dimodifikasi dengan sangat rapi. Pelatuk yang dialiri dengan sedikit energi qi, serta sumber daya yang sangat hemat untuk ditempatkan pada beberapa titik pertahanan, membuatnya sangat sempurna dan khas akan kebiasaan para dwarf yang tidak berubah semenjak mereka dikenal sebagai pandai besi terbaik di dunia."
Mendapati dirinya linglung, Yaoyao yang menerima terlalu banyak informasi merasa sedikit pusing. Dia juga sudah kelelahan karena melawan terlalu banyak dwarf dan peluru yang tiada habisnya dari segala arah.
Ombak informasi dari Ke'er membuat Yaoyao bertanya-tanya darimana ia mendapatkan pengetahuan tersebut. Semenjak pertemuan pertama mereka, Yaoyao yakin dia adalah pihak yang lebih cerdas. Namun, siapa sangka pihak lain menyembunyikan pengetahuan umum yang begitu luas itu darinya.
"Ibu, darimana kamu mendapatkan informasi itu? Sejauh yang Yaoyao tahu, bangsa dwarf telah lama hilang dan sulit ditemukan. Mereka juga tidak hidup di tanah seperti yang digambarkan oleh buku-buku umum, karena itu Yaoyao telah menghabiskan banyak waktu untuk melacak keberadaan desa ini. Selain itu, bangsa dwarf hanya diketahui ahli dalam membuat senjata seperti pedang, tombak, sarung tinju ataupun senjata yang biasanya kita lihat di kehidupan sehari-hari. Senapan dan peluru ini, tidak pernah ada di catatan kuno manapun."
Seperti yang dikatakan Yaoyao, dwarf dunia Xuanyuan seharusnya tidak bisa menempa senapan karena abad pertengahan masih rawan akan senjata tersebut. Terlebih lagi, betapa mematikan peluru itu ketika pelatuk telah menembak, dapat Yaoyao rasakan kalau ini adalah hal asing baginya.
Intuisi Yaoyao yang terlalu tajam, berhasil mengendus ada yang aneh dengan pengetahuan Ke'er. Dia ingin bertanya lebih banyak, tapi melihat wajah Ke'er yang pucat pasi membuat Yaoyao mengurungkan niatnya.
Yaoyao membuang wajah dan segera mengalihkan topik pembicaraan mereka, "Ibu, lihat! Kalau di sini adalah tempat teraman, bagaimana kalau kita cek bagian lain dari desa dengan kesadaran ilahi?"
"U-un, ayo lakukan itu," balas Ke'er setuju.
Wajahnya yang pucat pasi, kini telah mendapatkan warnanya.
Ke'er tahu kalau Yaoyao tidak ingin menelannya, karena itulah anak itu mengalihkan topik pembicaraan. Merasa sedikit bersalah, Ke'er tidak dapat mengatakan apa-apa karena waktunya masih belum tepat.
Setidaknya, dia memiliki penilaian terhadap situasi mereka masing-masing. Apabila penilaian Ke'er menganggap bahwa Yan Xu tidak dapat lagi menahannya sendiri, dia akan memuntahkan semua yang ia ketahui kepada yang lain agar mereka dapat segera menyediakan bantuan.
Kedua orang itu segera menyebarkan sebagian kesadaran ilahi mereka untuk memeriksa setiap sisi desa. Beruntung, mereka tidak mengambil rute lain karena terdapat ranjau mayat yang akan meledak saat mereka mengambil rute tersebut.
Pemikiran Ke'er telah menyelamatkan nyawa mereka. Kalau saja mereka mengambil rute dimana asal peluru sedikit, mereka berdua akan menginjak lubang yang berisikan mayat para dwarf yang telah siap meledak sesuai dengan ranah kultivasi terkuat mereka semasa hidupnya.
__ADS_1