
Di bawah tanah, akhirnya Yan Xu telah bangkit kembali dari kematian. Dia menggunakan teknik pelarian dan keluar dari kedalaman tanah yang merupakan tempat alibinya.
Keluar tanpa busana atas, Yan Xu memeriksa sekeliling dari tiap-tiap detil yang ada.
Tanah yang hancur, kawah besar, bekas jimat yang terbakar hingga tulang berulang yang perlahan berubah menjadi butiran debu.
Tidak jauh dari lokasinya berdiri, Yan Xu dapat merasakan hawa kehadiran seseorang. Dengan cepat, ia mengeluarkan pakaian maupun jubah abadi lalu bergegas mengenakannya.
Entitas itu mulai semakin mendekat, Yan Xu yang sudah pulih segera bersiap kalau-kalau ada serangan mendadak.
Dari jauh, sesosok yang perawakannya hampir menyerupai Xia'er, namun memiliki pesona dan kecantikan seperti Yan Xu dapat terlihat berjalan ke arahnya.
'Siapa itu? Aku tidak pernah memiliki ingatan bahwa pemilik tubuh sebelumnya pernah memiliki anak haram,' ucap Yan Xu dalam hati keheranan.
Semakin dekat gadis itu, semakin Yan Xu merasa bahwa mereka berdua hampir memiliki kemiripan.
Tidak ingin ambil pusing, Yan Xu hanya memasang wajah datar seperti biasa demi menyembunyikan keheranannya.
Gadis itu segera memberikan salam hormat dengan mengepalkan kedua tangannya sambil berkata, "Shang Yin memberikan hormat kepada Tuan."
"Hah? Shang Yin? Apa Shang Yin yang ku kenal kini telah dikutuk oleh para iblis menjadi seorang wanita? Atau ... Ini adalah dunia akhirat dan aku sedang berada di samsara penyucian jiwa sebelum direndam ke dalam sungai Styx?" ucap Yan Xu.
Pftt!
Shang Yin tertawa kecil sambil menutupi mulutnya. Dia tidak mempermasalahkan hal kecil itu dan berkata, "Aku adalah Shang Yin dengan penampilan asli. Yang sebelumnya Tuan lihat, hanyalah bentuk penyamaran ku."
"O-oh ..." Yan Xu hanya bisa mengangguk tanpa berkata.
Dia ingin tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini. Ada beberapa perasaan gembira dan kerinduan di dalam hatinya, namun dia yakin itu bukanlah perasaan yang ia miliki terhadap Shang Yin. Lebih tepatnya, tubuh abadinya mengenal Shang Yin meskipun tidak ada ingatan yang berkaitan tentang gadis ini.
__ADS_1
Membuang pemikiran yang tidak perlu, Yan Xu bertanya dengan serius, "Jadi, kemana kamu saat para iblis mengepungku?"
"Aku juga sedang dikepung, jadi tidak dapat memberikan bantuan tepat waktu. Setelah selesai membereskan bagianku, tiba-tiba saja ada ledakan dan aku harus segera pergi agar tidak terkena dampaknya."
"Bagaimana dengan Long Feiyun?" Yan Xu sudah melepaskan kesadaran ilahinya, namun kehadiran Long Feiyun masih belum ia temukan.
"Dia sedang membebaskan sesama rasnya," jawab Shang Yin penuh kebohongan tanpa keraguan.
"Um, bagus."
Menanggapi hal tersebut, Yan Xu tidak mengambil hati apabila Long Feiyun mendapatkan penghargaan atas kesempatan yang telah ia buat. Dia tidak ingin menjadi seorang pahlawan untuk suatu ras, jadi pekerjaan itu memang lebih tepat ditujukan pada gadis naga kecil.
Tidak menemukan satupun tentang keberadaan iblis di permukaan, Yan Xu melirik ke arah Shang Yin.
Menanggapi lirikan itu, Shang Yin segera tanggap, "Semua iblis di area permukaan telah dibumi hanguskan karena ledakan besar terakhir. Jadi, kita hanya perlu memasuki Persimpangan Jalan Bawah."
Matanya menyipit dan berkata, "Siapa kamu? Aku tidak pernah membicarakan tentang tujuanku kemari kepada siapapun, selain itu ..." Yan Xu mengacungkan ujung pedang ke arah Shang Yin lalu berkata, "Kenapa kamu bersikap seolah sudah mengenalku semenjak lama dan tahu akan pergerakan ku? Bahkan, kamu sudah menggunakan teknik penyamaran yang hanya diketahui oleh anggota Puncak Angin."
Yan Xu tidaklah sebuta itu sampai-sampai dia tidak memperhatikan bentuk tubuh Shang Yin semenjak pertama kali mereka bertemu. Dia yang menciptakan teknik itu tahu akan kekurangan dimana para wanita masih belum bisa menyembunyikan aura dan beberapa bentuk feminim mereka, begitu juga untuk para lelaki yang sedang menyamar.
Itulah mengapa, Yan Xu tidak pernah menyamar menjadi lawan jenis karena dia tidak dapat menyembunyikan beberapa bentuk tubuh lelakinya. Dia juga selalu memperingatkan mereka agar tidak melakukan hal demikian. Itu karena, Yan Xu membuat teknik tersebut hanya untuk menutupi identitas pribadi maupun pesona mereka.
Baru saja dia senang, namun kesenangan itu tidak bertahan lama karena pria itu terlalu teliti. Shang Yin menjadi agak sedih dan menghela napas kecewa.
Seharusnya dia menggunakan pendekatan yang lebih baik, dibandingkan harus menanam kebohongan di awal. Begitulah penyesalan Shang Yin yang menyebabkan hubungan mereka menjadi penuh akan kewaspadaan.
Shang Yin menarik pedang energi dari udara kosong sama seperti Yan Xu, dia juga mengarahkan ujung pedangnya ke arah pria itu.
"Sangat disayangkan, ku pikir kita masih dapat melanjutkan perjalanan lebih lama lagi. Namun, ini juga merupakan perubahan besar terhadap jalannya takdir yang seharusnya."
__ADS_1
Mendengar itu, Yan Xu mendecakkan lidahnya lalu berkata, "Takdir lagi, takdir lagi. Bukankah makhluk di dunia ini terlalu terpikat akan yang namanya takdir? Kalian semua menjadikan takdir sebagai alasan dengan ringan tangan."
"Namun, kamu juga pasti percaya akan takdir, bukan?" kali ini Shang Yin berani ambil risiko dan mengubah cara bicaranya.
Sekali lagi, punggung kepala Yan Xu seolah-olah telah dipukul menggunakan palu godam.
Mengingat semua kebetulan yang seharusnya menjadi takdir, dia semakin dekat akan tebakan yang tidak ingin ia akui. Seluruh kebetulan yang ada merupakan takdir yang telah ditetapkan, namun itu akan melanggar prinsip hidupnya yang bebas.
Mengakui hal tersebut, sama saja menyatakan bahwa hidupnya selama ini telah diatur bukan atas keinginannya sendiri!
Melepaskan pedang energinya, Yan Xu menarik seluruh aura permusuhan terhadap Shang Yin. Dia menenangkan diri sejenak lalu berkata, "Seberapa banyak yang kamu ketahui tentang aku?"
Menggelengkan kepalanya, Shang Yin hanya memberikan sedikit petunjuk kepada ayahnya, "Temukan jawaban itu di Persimpangan Jalan Bawah. Kita akan bertemu kembali di sana dan semua jawaban yang kamu inginkan, kemungkinan besar akan kamu dapatkan setelah sampai di sana."
Setelah menjawab, Shang Yin berpaling dari Yan Xu.
Melihat dia ingin pergi, Yan Xu berteriak ingin menghentikannya, namun sudah terlambat. Di depan Yan Xu hanya tersisa bayangan Shang Yin yang perlahan menghilang, teknik tersebut lagi-lagi sama dengan yang sering ia gunakan.
"Siapa kamu ...."
Melihat ke arah mana Shang Yin pergi, Yan Xu berasumsi bahwa portal ke Persimpangan Jalan Bawah berada di arah sana.
Dia segera mengejar rute Shang Yin hingga akhirnya mencapai portal yang seukuran dengan lubang besar di dalam lembah. Dia tidak segera masuk dan memeriksa kondisi di sekitarnya.
"Tidak ada jebakan, bahkan di sini terdapat hukum ruang yang memisahkan bagian sekitar portal dengan dunia nyata."
Memastikan tidak ada apapun yang aneh, Yan Xu memasuki portal itu secara langsung tanpa persiapan karena seluruh jebakan maupun jimat yang ia bawa telah habis akibat melawan para iblis di permukaan.
Hanya berbekalkan teknik maupun pengetahuan yang telah ia pelajari, Yan Xu terus maju demi mengungkap rahasia yang belum terpecahkan.
__ADS_1