Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Guru Dan Kakak Senior Bertransaksi Dengan Adik Ipar Fan (2)


__ADS_3

Sebelum Tetua Fan melanjutkan, Yan Xu segera menyela, "Tunggu dulu, Adik Fan."


"Ada apa, Kakak Xu?" tanya Tetua Fan heran.


Tanpa menjawab pertanyaan Tetua Fan, Yan Xu memberikan kode kepada Lan Xihe. Pihak lain mengangguk dan perisai energi qi samar berkeliling di sekitar mereka bertiga. Melihat itu, Tetua Fan membuka lebar mulutnya karena terkejut.


Tetua Fan menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Seperti yang diharapkan dari Kakak Ipar, perisai energi qi ini sangatlah murni, transparan bahkan sulit untuk diintai oleh orang luar!"


Lan Xihe yang sudah terbiasa akan pujian tidak merasakan apapun. Dia mengangguk sambil tersenyum ramah, "Terima kasih atas pujiannya. Kamu terlalu melebih-lebihkanku, Adik Ipar."


"Tidak, tidak, tidak seperti itu Kakak Ipar! Kamu memang luar biasa!" Tetua Fan melambai kepada Lan Xihe beberapa kali.


Adegan memuji dan merendah itu seketika berhenti sampai di sana karena suara dehaman yang datang dari Yan Xu.


"Ehem! Bisakah kita melanjutkan yang tadi?" tanya Yan Xu.


"Tentu! Sampai dimana tadi? ...—oh! Ya! Keanehan tentang setiap laporan yang berkaitan dengan hal-hal di Ibukota Kekaisaran Agung Ming."


Tetua Fan menyipitkan matanya, pada pupil mata hitam itu terdapat ekspresi lelah dan kecurigaan. Dia melanjutkan penjelasannya dengan kedua tangan berada di belakang punggung dan menatap langsung pada Yan Xu, seperti seorang tetua sekte yang sebenarnya.


"Dari sekian banyak tugas, kebanyakan yang datang adalah tugas tingkat rendah. Namun, anehnya tidak ada satupun murid yang dapat menyelesaikan tugas itu, terlepas dari tingkat tugas tersebut."


"Jujur saja, aku merasa lega bahwa naga dan phoenix berjongkok di Puncak Angin akhirnya menunjukkan kehebatan mereka," Wajah Tetua Fan memperlihatkan ekspresi bangga.


"Para murid dari puncak yang sama dengan Kakak sangat terampil dalam menyelesaikan berbagai masalah di sana dengan baik, tapi hal aneh mulai terjadi setelah mereka kembali ke sekte."


Tetua Fan mengelus janggutnya beberapa kali dan menghela napas panjang.


"Awalnya tugas tersebut sudah dipastikan telah selesai dengan baik dan cepat, seharusnya tidak ada permasalahan di sana. Namun, tiba-tiba saja ada berbagai laporan protes palsu yang masuk ke aula utama."


"Adik sudah memisahkan beberapa lembar dari mereka yang terlihat mengada-ada, kemudian menyerahkan sisanya kepada Kakak, saat Kakak masih sibuk di ruang administrasi puncak."

__ADS_1


Yan Xu mengangguk mendengar pernyataan itu. Memang benar, dia meminta bantuan kepada Tetua Fan agar melakukan tahap filterasi terhadap dokumen yang akan memasuki kantor administrasi Puncak Angin. Dia tidak bisa menanggung semua beban kerja hanya dengan satu atau dua kepala saja.


Oleh karena itu, sebaiknya meminta bantuan kepada Tetua Fan yang ahli dalam berurusan pada bidang administrasi dan memiliki jabatan tinggi di aula utama. Kinerja yang sudah dia capai hingga saat ini benar-benar nyata, Yan Xu juga sangat memuji betapa rajinnya dia.


Hanya saja, orang ini memiliki sisi bengkok dan rahasia yang tidak diketahui kebanyakan orang maupun saudara terdekatnya sendiri. Rahasia tabu dari Tetua Fan adalah dia suka menyamar sebagai murid tampan yang muda, menggunakan tampilan wajah masa kejayaannya. Tidak hanya itu, dia juga memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap usia seseorang.


Dengan kata lain, mengapa dia berani memanggil Yan Xu sebagai Kakak dikarenakan ia dapat merasa bahwa pihak lain memiliki usia yang sangat tua. Dia juga berpikir bahwa Yan Xu dari Puncak Angin yang tidak pernah terdengar sebelumnya, merupakan salah satu puncak naga dan phoenix berjongkok di Sekte Abadi Luo.


Memikirkan alasan klise yang biasanya, mereka bersembunyi karena para anggota hanya mengkhususkan diri dalam berlatih, tidak untuk mengurus urusan duniawi. Jadi, dia mengira bahwa Puncak Angin saat ini akhirnya menunjukkan diri karena sudah terlalu lama bersembunyi.


Hanya masalah waktu sampai mereka berada di puncak rantai makanan di dalam sekte. Tetua Fan yakin karena merasakan tekanan luar biasa dari betapa tuanya umur Yan Xu dan Kakak Ipar yang berbalutkan kain putih itu.


Dia hanya mengatakan rahasia ini kepada Yan Xu, Kakak dengan umur tertua dari semua orang yang pernah ia temui, pribadi yang hangat dan orang yang paling dapat ia percaya, selain Kepala Sekte yang sudah menerima juga membantunya saat terjatuh dalam keadaan terpuruk.


Dengan kata lain, persaudaraan ini tidak hanya terbentuk begitu saja. Melainkan ada sebab dan akibat pada setiap individu bersangkutan. Di Sekte Abadi Luo, hanya Tetua Fan yang tahu seberapa tua Yan Xu dan akan bersikap layaknya seorang adik terhadap murid nakal itu.


Beberapa saat kemudian, Yan Xu bertanya, "Apa yang membuatmu berpikir kalau isi dari komplain itu sangat mengada-ada?"


Setelah penjelasan singkat Tetua Fan, Yan Xu melirik istrinya dengan wajah yang bertanya-tanya, 'Bagaimana menurutmu tentang keanehan ini?'


Lan Xihe yang menyadari itu segera menjawab, "Ada dua kemungkinan."


Tetua Fan menunjukkan ketertarikan, dia sudah menajamkan pendengarannya pada penjelasan yang akan datang, begitu juga dengan Yan Xu.


Lan Xihe menciptakan sebuah pedang energi di udara, dilanjutkan dengan penciptaan tombak energi yang lebih kecil juga bilahnya mengarah ke pedang tersebut.


"Kemungkinan pertama adalah beberapa skema licik sedang terjadi di sekitar Ibukota Kekaisaran Agung Ming. Kalau ini menyangkut tentang papan catur yang selama ini mereka mainkan, pihak seberang sedang mempersiapkan sebuah pesta besar."


"Apa?! Kakak Ipar, darimana asal pemikiran itu?" tanya Tetua Fan serius.


"Coba kamu pikirkan lagi bagaimana keadaan suku asing sekarang. Apakah ada gesekan di garis depan perbatasan Benua Selatan? Tidak, kan? Sekarang, lihat lagi betapa damainya keadaan di Ibukota Kekaisaran Agung Ming," jawab Lan Xihe.

__ADS_1


Tetua Fan mengelus janggut panjangnya, memikirkan secara dalam maksud dari Kakak Ipar. Jika benar demikian, perang yang akan membahayakan keselamatan warga sipil kemungkinan besar dapat terjadi tidak lama lagi apabila mereka salah langkah.


Menyadari bahwa pemikiran Lan Xihe ada benarnya, wajah Tetua Fan bertambah keras dan dia meminta Lan Xihe agar melanjutkan penjelasannya menggunakan suara dalam. "Kakak Ipar, bagaimana dengan kemungkinan kedua?"


"Kemungkinan kedua adalah berbagai lembaran yang tidak relevan merupakan sebuah kode dari pihak lain. Mereka ingin menyampaikan sesuatu, berharap agar pihak kita mengerti isi pesan rahasia dari berbagai dokumen rancu tersebut."


"Aku sudah memeriksa kemungkinan itu, tapi tidak menemukan apapun," jelas Tetua Fan sambil menggaruk pipinya.


Yan Xu yang diam, kemudian mulai bicara, "Apakah di dokumen itu terdapat simbol seperti ini?"


Dia merealisasikan simbol "✿" dengan warna merah, persis seperti yang ditunjukkan oleh Lan Xihe.


Melihat simbol "✿" dengan warna merah, membuat mata Tetua Fan melebar. Dia ingat kalau beberapa dari lembaran yang ada memang di cap seperti itu.


Dari reaksi Tetua Fan, kedua orang itu tambah yakin kalau tambang emas berharga mereka sedang dalam masalah.


Suara serius Yan Xu muncul, "Adik, tolong ambilkan semua kertas itu dan atur agar saat kami keluar dari wilayah sekte, tidak akan ada yang tahu selain kamu."


Setelah mengatakan itu, Yan Xu memberikan dua kulit wajah palsu lagi kepada Tetua Fan.


Tetua Fan yang menerima berkah tersebut, sangat mengerti bahwa masalah ini serius. Dengan niat baik agar tidak membuat kakaknya kecewa, Tetua Fan segera melaksanakan permintaan tolong dari Kakak Xu.


Dengan bantuan Tetua Fan, mereka berdua tidak perlu mengurusi apapun dan bisa meninggalkan sekte tanpa diketahui oleh Kepala Sekte juga anggota lain.


Pasangan dao yang terlihat sangat mesra dan anggun itu sekarang menuju ke Ibukota Kekaisaran Agung Ming, terbang di udara menggunakan awan juga disertai teknik penyembunyian berlapis. Tujuan mereka dalam perjalanan ini adalah mengamankan tambang emas—uhuk! Keluarga Jiang.


......................


Selamat tahun baru semuanya! Mohon maaf baru bisa mengucapkan pada bab ini. Dari beberapa hari akhir tahun saya terkapar di tempat tidur karena penyakit kambuh.


Kepada siapapun yang sudah mengirimkan ucapan selamat maupun semangat, saya ucapkan terima kasih banyak! Mari awali tahun ini dengan semangat baru(人*´∀`)。*゚+

__ADS_1


__ADS_2