Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Tersandung


__ADS_3

Masih berjarak lima ribu kaki dari tempat Wang Jia Li berada, Yan Xu dengan santai menikmati perjalanannya.


Terkadang, dia akan berhenti sejenak untuk mengambil beberapa tanaman obat maupun serangga beracun yang masih belum dijarah pada sekitar jalur tempuhnya.


Jubah abadinya berkibar dengan gagah dengan setiap langkah yang dia ambil, persis seperti makhluk abadi yang sekali bergerak dapat memberikan suatu pesona misterius.


Setelah menelusuri sejauh seribu kaki ....


Gedebuk!


"Aiya!"


Lagi-lagi Yan Xu tersandung batu dan jatuh dengan keras.


"Aih! Kenapa belakangan ini aku sering tersandung batu di jalan!" keluh Yan Xu sambil menepuk wajah hingga jubah abadinya yang masih bersih, seolah-olah kotor terkena debu.


Baru saja dia ingin menggunakan teknik pengejaran jiwa, sebuah mata pedang teracung dari belakang Yan Xu. Persepsinya akan bahaya berteriak kencang, membuat punggungnya basah karena keringat panas-dingin.


Dari belakangnya, terdengar suara dalam pria tua, "Jangan berbalik."


Jarak antara ujung mata pedang dengan tengkuk leher Yan Xu hanya tinggal satu inchi, sedikit saja ada pergerakan aneh mungkin lehernya sudah ditebas oleh pria tua asing itu.


Yan Xu mengikuti perintahnya, kemudian menangkupkan tangannya dan berkata, "Senior, Junior hanyalah seseorang yang lewat. Mungkin ada kesalahpahaman di antara kita?"


Dia tidak boleh tergesa-gesa, kekuatan asli orang ini masih belum bisa dia identifikasi. Sebelum dapat memastikan kemenangan ataupun peluang yang ada, Yan Xu tidak akan bergerak secara buta. Ketidaktahuan adalah sebuah kerugian besar dalam pertarungan!

__ADS_1


Ada jeda sebelum tawa dalam orang tua itu terdengar, "..... Hahaha! ... Ada kesalahpahaman? Cuih! Nak, gara-gara kamu, aku merasakan sakit dari pembalikan sihir!" Cara orang tua itu bicara agak berbeda dari bagaimana seharusnya dia bersikap sesuai usianya.


Hanya ada satu yang ada di pikiran Yan Xu, itu adalah Mo Li asli yang sedang mengambil alih pria tua di belakangnya.


Yan Xu segera mengganti sikapnya, dia menyesuaikan detak jantung dan interval pernapasannya dan berkata, "Ahahaha ... Saudaraku, ini salah paham! Salah paham! Aku tidak pernah melakukan perbuatan tercela seperti memukuli domba tanpa melihat siapa gembalanya." Sekali lagi Yan Xu menangkupkan tangannya sambil membungkuk, seolah memberikan hormat kepada seseorang yang memiliki derajat lebih tinggi darinya.


Yan Xu menggunakan seminimal mungkin kesadaran ilahinya untuk mengintip pria yang ada di belakangnya. Hatinya sedikit terkejut karena pria tua itu mengenakan jubah abadi Sekte Abadi Luo! Apakah ada pengkhianat di dalam sekte hingga dapat dikendalikan oleh pihak suku asing, pikir Yan Xu. Namun, dia tidak memperlihatkannya di luar.


Dengan tampilan Yan Xu yang seperti orang tidak bersalah dan lemah bagaikan semut, pria tua itu memiringkan sedikit kepalanya. Namun, pedang yang ada di tangan kirinya masih terangkat tepat mengarah ke tengkuk leher Yan Xu. Dia masih sigap, siap untuk menyerang Yan Xu kapan saja.


Yan Xu masih mengeluarkan sedikit demi sedikit energi qi pada tubuhnya untuk melakukan teknik pelarian darurat agar tidak dapat dideteksi oleh kesadaran ilahi lawan. Dia masih tidak tahu apakah mereka berbagi kesadaran dan apa yang dirasakan secara langsung, atau orang yang dikendalikan hanya menerima perintah mutlak dari dalang.


Suara dalam pria tua itu kembali terdengar, "Apa kamu tahu siapa aku?"


Yan Xu terkekeh geli dalam hati dan menjawab, "Tentu saja Junior tidak tahu, mata Junior terlalu buta akan luasnya dunia! Harap Senior dapat melepaskan junior ini!"


Yan Xu yang menyadari itu, segera berjongkok dan memutar tubuhnya ke belakang. Kemudian, dia menendang pria tua tepat di samping perutnya. Pria tua menerima serangan Yan Xu dan hanya bergeser beberapa langkah.


Melihat itu, Yan Xu segera memperlebar jarak di antara mereka dengan mundur beberapa puluh meter menggunakan teknik pengejaran jiwa. Namun, pria tua tidak memberikan kebebasan untuk bergerak. Dia mengambil sebuah artefak berbentuk kubus, cahaya keluar dari artefak itu dan membuat penghalang untuk mengurung mereka berdua.


Dia terkekeh geli melihat Yan Xu yang berusaha mencari celah pada dinding penghalang yang berada di dekatnya lalu berkata, "Percuma, kamu tidak akan bisa menemukan jalan keluar terkecuali salah satu dari kita ada yang mati!"


Gedebuk!


Dari jauh Yan Xu bersujud dengan keras lalu berteriak, "Senior! Jalan kita tidak pernah bersilangan di suatu persimpangan, mengapa Senior sangat ingin mempersulit masalah ini?"

__ADS_1


Alis pria tua semakin berkedut, mulutnya sudah mengerucut seolah-olah ingin memuntahkan ribuan sumpah serapah kepada pria yang tak tahu malu di depannya.


Pria tua menghentakkan tanah dengan kasar, menyebabkan debu di tanah dan miasma qi sekitar berserakan. Dia melesat maju ke Yan Xu yang masih bersujud. Dari balik jubahnya, dia menarik beberapa jimat dan melemparnya ke depan.


Pria tua segera merapalkan mantra pada jimatnya, "Elemen kayu dan air ... dengan saling menciptakan harmonisasi alam ... mengikat siapapun! Ha!"


Ketika dia mengibaskan tangannya menuju ke arah Yan Xu, beberapa akar kayu yang kuat dengan ujung runcing menjulur dari jimat menuju ke pria yang masih bersujud di depannya. Akar kayu dengan ujung runcing itu meluncur bagaikan pedang dengan kecepatan penuh!


'Orang ini benar-benar marah! Seharusnya aku yang marah karena kamu menyeretku! Orang seperti ini terlalu biadab, humph!'


Selama Yan Xu bersujud, dia sudah membentuk susunan formasi pedang energi di dalam tanah, tepat di depannya. Ketika akar tanaman pria tua hanya tinggal beberapa langkah darinya, dia segera mengaktifkan susunan formasi pedang energi. Di depannya muncul perisai api yang melahap akar-akar tersebut menjadi abu, lalu menghilang begitu ditiup angin tanpa sisa.


Yan Xu bangkit lalu aura di sekitarnya mulai berubah menjadi dingin, berbeda dari sebelumnya yang terlihat konyol dan tidak kompeten. Dia mengambil sabit ganda hasil rampasan perang, mengalirkan aura biru awan pada senjatanya. Sabit ganda dialiri energi Yan Xu memiliki ketajaman yang sudah setara dengan senjata tingkat bumi!


Melihat senjata yang ada di kedua tangan Yan Xu, pria tua itu menyipitkan matanya dan berkata, "Senjata tingkat semi-bumi? Tapi ketajaman auranya terasa seperti tingkat bumi. Apakah kamu seorang ahli senjata?"


Yan Xu menggelengkan kepalanya dan melakukan gerakan menebas beberapa kali sambil memutar tubuhnya, kemudian dia menatap tajam ke arah pria tua.


"Aku cuma seorang kultivator biasa yang tidak ingin terlibat masalah," jawab Yan Xu dingin.


Kening pria tua berkedut saat berkata, "Hmph! Bukankah saat kamu mati, kamu tidak perlu sampai terlibat seperti ini?"


"Sayangnya ..." Yan Xu tidak melanjutkan sisanya karena dia yakin, pihak lain juga tidak akan percaya.


Yan Xu menggunakan teknik pengejaran jiwa, mengambil jalan memutar dengan pola gerakan 'Z' sambil menebas akar-akar yang mencoba menghentikannya.

__ADS_1


Pria tua tak tinggal diam, dia menghentakkan kakinya, seketika sebuah gumpalan tanah tercipta. Kemudian, dengan dia menendangnya ke arah Yan Xu dengan kuat!


__ADS_2