Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Obrolan Antara Kenalan Lama - 2


__ADS_3

"Pfff! Ahahahaha! Orang gila mana yang melakukan itu cuma demi hal sepele?" Duan Yunfei tertawa terbahak-bahak karena akal sehatnya masih sulit untuk menerima walau dia sudah memikirkan kemungkinan tersebut.


Senyum lebar dan optimis dapat terlihat dari wajah peri Lan Xihe, "Ada, dia memang pria begitu. Dia hidup untuk kebebasan, melakukan apapun semaunya dan menciptakan berbagai macam masalah dimana-mana kalau kamu melepaskannya sedikit saja dari jarak pandangmu."


Lan Xihe perlahan-lahan menuangkan anggur ke gelasnya yang sudah kosong. Dia juga memperhatikan wajah terkejut Duan Yunfei dalam diam.


Semua tujuan Lan Xihe beberapa hari ini sudah tercapai setengah yang mungkin memang sejalan dengan rencana murid nakalnya. Jadi, dia memutuskan untuk bermain dari belakang dan membiarkan mereka bertindak di depan untuk pertunjukan.


Jika seorang guru biasanya memberikan contoh kemudian membiarkan muridnya mempraktikkan. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Lan Xihe kepada pada muridnya. Kadang kala, dia akan berpura-pura tidak tahu, walaupun dia yakin kalau Yan Xu telah menduga bahwa ia akan ikut membantu dalam bayangan.


Apapun itu, Lan Xihe tidak merasa kurang nyaman dengan setiap metode yang telah mereka lakukan selama ini. Malahan, dia rasa itu sangat menarik dan juga penuh akan hal-hal baru di saat mereka bermain rutinitas tersebut.


...


Pada saat ini, ruangan pribadi Lan Xihe dipenuhi dengan bau anggur yang wangi. Kedua orang yang ada di ruangan itu menikmati waktu bicara mereka yang masih dalam kebingungan pada diri Duan Yunfei yang masih belum tercerahkan.


"Saudariku, bukankah terlalu berbahaya memiliki murid seperti dia?" tanya Duan Yunfei khawatir kalau Lam Xihe sedang bermain api di tangannya tanpa takut akan terbakar suatu hari nanti.


Lan Xihe menggelengkan kepalanya dan berkata, "Murid Nakal bukanlah orang yang berbahaya karena dia hanya mengejar kebahagiaan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Meskipun dia sering menggunakan metode yang terlihat berbahaya, murid nakal itu pasti akan mempertimbangkan secara penuh setiap untung dan ruginya. Dia juga memperlakukan semua orang dengan tulus selama kamu tidak memiliki niat tersembunyi saat dekat dengannya."


"Astaga, kamu terlalu banyak bicara kalau menyangkut dia. Jujur, baru kali ini aku melihat kamu terlalu banyak bicara tentang seorang pria," Duan Yunfei meminum anggur di cangkirnya sambil terkekeh.

__ADS_1


"Yah, bagaimana ya aku bilangnya. Mungkin saja di kehidupan sebelumnya, aku dan Murid Nakal memiliki hubungan dekat karena itulah keyakinan diriku terhadapnya sangat besar. Terutama ... aku menyimpan rahasia kecil yang tidak akan pernah bisa diketahui oleh siapapun."


"Maaf? Bisa kamu ulangi yang terakhir?"


Lan Xihe bergumam kecil hingga Duan Yunfei tidak jelas mendengarkan kalimat terakhirnya. Namun, dia yakin tadi Lan Xihe menyebutkan itu adalah rahasia Yan Xu yang membuat minatnya tergelitik untuk mencari tahu lebih lanjut.


Saat dia meminta untuk pengulangan, Lan Xihe hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu bukan rahasia lagi namanya kalau orang lain mengetahuinya. Aku harap kamu tidak mengambil hati pada bagian ini karena masih belum jelas kebenarannya."


"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu. Tidak ada untungnya juga mengetahui hal tersebut," Duan Yunfei segera melepaskan topik tersebut dengan tidak peduli.


"Hee~ benarkah? Biasanya, Duan Yunfei yang aku kenal tidak bertanya begitu terang-terangan seperti ini. Dari ceritamu sebelumnya, kalian bertemu dan kamu juga meminta agar menjadikan dirimu sebagai miliknya, ini bagaimana aku harus— ...."


"Awawawa! Itu! Itu— aku ...."


"Sudahlah, aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama padanya bukan? Pesona dari suamiku memang begitu dan aku harus mendata setiap penumpang kapal yang ingin mengarungi lautan bersama kru yang ada ini—haih! ...."


Lan Xihe mengatakan itu dengan santai seolah-olah bukan apa-apa dan hanya mengangkat bahu tanpa tanggung jawab ataupun perasaan marah.


Telinga Duan Yunfei memerah karena malu, tapi dia masih memberanikan diri karena air susu telah tumpah dan sekitarnya telah basah kuyup.


"Apa kamu tidak marah melihat orang lain menyukainya?"

__ADS_1


"Hm? Untuk apa marah? Bahkan dia juga sudah memiliki anak dan berdasarkan cerita yang kamu ceritakan di masa lalu, aku yakin kamu sudah bertemu dengan anaknya."


"E-eh! D-dia bahkan sudah memiliki anak?!"


Lan Xihe mengangguk bangga, "Aku tidak menyangka akan ada benang takdir yang mengikat kita semua di sekitarnya. Anak yang dengan seenak jidatnya memberikan kamu semangat untuk tetap hidup adalah anak dari murid nakal itu dan ibunya adalah wanita yang sudah menghancurkan bekas Dinasti Duan yang sekarang dikenal sebagai Ratu Iblis Xia. Ah, baru-baru ini aku juga telah menemukan fakta kalau Xia'er itu adalah teman masa kecilku yang pernah aku ceritakan di masa lalu. Jadi, dia juga termasuk salah satu kru di kapal yang sama dengan kapal yang ingin kamu naiki, meskipun begitu, apakah kamu masih sanggup?"


Terdapat tekanan berat terhadap pertanyaan Lan Xihe kepada Duan Yunfei. Dia tidak segan menusuk jantung Duan Yunfei dengan membiarkan gadis itu tahu bahwa orang yang ia kenal, merupakan salah satu trauma terburuknya.


Lan Xihe menggunakan metode kasar ini karena sangat mudah dipakai untuk menarik reaksi tulus dari Duan Yunfei. Andai saja itu adalah Duan Yunfei delapan ratusan tahun yang lalu, mungkin dia akan segera menolak.


Namun, gadis yang sedang duduk dan minum bersamanya sekarang ini juga merupakan wanita dewasa yang sudah memiliki pemikiran sendiri terlepas dari penyesalan masa lalunya.


Membuat Duan Yunfei mendobrak dinding masa lalu yang membuatnya terluka juga merupakan tujuan Lan Xihe dalam membocorkan rahasia ini. Dia juga tidak ingin terjadi kebakaran di dalam kapal yang sedang berlayar, ketika rahasia ini dibongkar seiring berjalannya waktu.


Lebih baik Duan Yunfei tahu dan paham betul tentang kapal seperti apa yang sedang ingin dia naiki sebelum membuat keputusan bulat. Ketika naik ke dalam kapal yang sama, mereka akan dianggap sebagai keluarga yang tidak lagi terpisah oleh jarak, status dan memiliki inti yang sama.


Perkelahian antara sesama anggota keluarga merupakan hal yang sangat tidak diinginkan oleh Lan Xihe sebagai yang pertama—uhuk!—menurut pendapatnya. Selesaikan percikan api kecil sebelum membesar, jangan biarkan itu akan menjadi masalah di masa yang akan datang. Itu juga dia lakukan demi membantu Yan Xu sebagai kapten kru di kapal tersebut.


Duan Yunfei menghela napas berat dan membuka mulutnya.


"Aku sudah merelakan kepergian Dinasti Duan kami. Lagipula, tindakan mereka juga tepat karena jika tidak membunuh, kamilah yang akan membuat mereka terbunuh dan menciptakan bencana bagi dataran Xuanyuan. Ada juga rahasia yang belum aku katakan kepadanya dan kamu sendiri juga tahu kan, Uskup Agung hanyalah bidak kecil sementara benang yang menghubungkan setiap kejadian adalah diriku sendiri?"

__ADS_1


__ADS_2