Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pesan Rahasia Untuk Kakak Senior (2)


__ADS_3

"Sementara untuk Puncak Surgawi ..." Lan Xihe menutupi mulutnya dan tubuh ramping peri serba putih itu bergetar. Dapat terdengar suara tertawa terbahak-bahak di balik lengan putihnya yang halus.


Yan Xu mengangkat satu alisnya, masih menunggu Lan Xihe melanjutkan.


Setelah menenangkan diri sejenak, Lan Xihe kembali memasang wajah serius. "Puncak Surgawi memberikan 25% sumber daya mereka dan Su Weiyan adalah kontributor terbesar karena 15% itu berasal dari yuridiksinya. Sementara 10% sisanya berasal dari perampokan terakhir yang kamu lakukan."


Yan Xu menjatuhkan rahangnya. Dia tidak percaya kalau rubah tua yang satu frekuensi dengannya akan berbaik hati memberikan sebanyak itu. Pasti ada gajah di balik batu yang sedang duduk mengawasi dari balik bayang-bayang, begitulah pikirnya tentang Paman Weiyan.


Dia berdeham sekali. Yan Xu menyilangkan kedua lengan dan bicara sambil menutup kelopak mata lembutnya, "Apa maksud Guru dengan perampokan yang Murid lakukan sendiri? Tolong, jangan katakan sesuatu yang tidak bermoral seperti itu tentang Murid dan juga suami Guru."


Yan Xu mengakhiri kalimatnya sambil bercanda dan membuka sedikit satu matanya untuk melirik ke arah Lan Xihe.


Lan Xihe berkedip dan segera memasang ekspresi bersalah, kemudian menjawab dengan nada seorang istri yang habis dikoreksi oleh suaminya, "Suami, Xihe meminta maaf atas kelancangan tadi."


Saat dia ingin bersujud mengikuti suasana, mendadak Yan Xu segera bergerak meninggalkan bayangan di belakangnya, kemudian memegang kedua pipi Lan Xihe untuk menghentikan dia dan dengan lembut memperbaiki postur tubuhnya.


"Apa yang Guru lakukan?! Tidak sepantasnya Guru bersujud kepada siapapun, bahkan jika orang itu adalah Kaisar Agung Ming maupun Penguasa Langit di dunia ini!" ucap Yan Xu tegas.


Tangannya yang memegang pipi lembut Lan Xihe bergetar, terdapat beberapa jenis kekhawatiran dalam mata yang menatap tegas ke arahnya. Aura di sekitar Yan Xu sedikit berfluktuasi, tiba-tiba naik melebihi batas normal yang seharusnya.


Wajah mereka hanya terpisah jarak sepuluh sentimeter. Kedua mata mereka bertemu dengan posisi Lan Xihe mendongak ke atas karena tinggi tubuh murid nakalnya. Dia merasakan bahwa Murid Nakal sempat melepaskan emosi marah beberapa saat yang lalu, ketika melihat dia ingin bersujud.


'Apakah dia benar-benar marah? Atau hanya dibuat-buat untuk menciptakan hiburan demi hatinya yang sudah terkurung selama sembilan bulan di dalam ruangan tertutup?' begitulah pikir Lan Xihe pada murid nakalnya.


Dengan jarak sedekat itu, mereka berdua dapat merasakan napas masing-masing dimana hanya beberapa saat yang lalu saja ada sedikit peningkatan. Akan tetapi, mereka berdua dapat menenangkannya dalam waktu kurang dari satu detik.


Tetap saja, bagi seorang kultivator itu adalah hal yang mudah memperhatikan perubahan terhadap orang lain saat jarak mereka sedekat ini.

__ADS_1


Yan Xu yang terbawa emosi, segera mengambil jarak dan duduk kembali dengan tenang. Dia terbatuk sekali dan melanjutkan, "Mari kita kembali ke topik utama."


Lan Xihe hanya mengangguk setuju, kedua orang itu berperilaku sebagaimana mestinya seolah-olah hal tadi tidak pernah terjadi.


'Tidak ada yang terjadi apanya! Gila! Guru benar-benar wangi! Bahkan napasnya juga membawa perasaan yang lembut! Apakah begini hebatnya pengaruh energi qi mereka yang memiliki basis kultivasi mendalam?!' begitulah teriak Yan Xu di dalam hatinya, tanpa ada seorangpun yang tahu.


"Apakah ada sesuatu yang dikatakan oleh keluarga Jiang saat memberikan anggaran maupun fasilitas tambahan lainnya?"


"Mereka hanya memberikan sepucuk surat dengan simbol yang tidak aku mengerti."


Mendengar itu, Yan Xu tidak sengaja menaikkan suaranya, "Dimana surat itu? Bagaimana bentuk simbol di dalamnya?!"


Lan Xihe sempat tersentak dengan pertanyaan beruntun itu, namun dia segera menjawab dengan tenang, "Aku lupa menaruhnya dimana, tapi aku ingat bagaimana simbol yang ada di dalam surat itu."


Dia menggambarkan sebuah simbol pada tanah, itu adalah simbol "✿", kemudian memberikan warna pencerahan merah, seolah-olah itu digambarkan dengan tinta merah.


"Apa artinya?" tanya Lan Xihe penasaran.


"Keluarga Jiang sedang berada dalam masalah. Sejak mengurus urusan administrasi puncak, Murid sudah cukup lama tidak memantau kondisi dunia luar. Ini akan menjadi bencana apabila mereka runtuh," jawab Yan Xu serius.


"Seburuk itu?"


Yan Xu mengangguk sekali dan berkata, "Sumber keuangan kita yang berlebih saat ini, itu semua berasal dari keluarga Jiang. Jika mereka tidak ada, Puncak Angin tidak bisa bertahan dengan anggaran yang hanya secuil ujung jari kelingking Guru yang berasal dari Aula Pusat Sekte Abadi Luo."


Mendengar itu, Lan Xihe menjadi lebih serius dari biasanya. Kedua orang itu sekarang memiliki pemikiran tersendiri, tetapi mereka punya kesimpulan yang sama.


'Keluarga Jiang harus diselamatkan!'

__ADS_1


Begitulah pikir kedua orang yang sangat serius dalam menanggapi setiap hal terkait keuntungan juga kerugian. Saat ada orang yang berani mengganggu tambang emas mereka, serigala yang bersembunyi di balik kegelapan malam akan muncul di bawah sinar rembulan untuk memangsa para pengacau.


...


"Bagaimana cara kita menyelamatkan keluarga Jiang?" tanya Lan Xihe.


Yan Xu mengelus dagunya dan berkata, "Murid masih belum memikirkannya, tapi yang pasti kita harus mencari tahu terlebih dahulu kondisi mereka. Kita bisa memikirkan hal lain nanti."


Dia beranjak dari duduknya dan memanggil awan menggunakan energi qi. Saat Yan Xu melompat ke atas awan, Lan Xihe mengikuti dan berdiri di sampingnya. Yan Xu menjadi muram, dia menatap lekat-lekat pada gurunya.


"Apa ini, Guru?"


Lan Xihe mengangkat kedua bahunya, "Apa kamu tidak melihatnya?"


Alis Yan Xu semakin menukik tajam ke bawah, "Murid tidak mengerti dan tidak ingin tahu. Tetapi, Guru, bukankah ini terlihat tidak pantas untuk dilihat oleh orang lain?"


Lan Xihe mengerutkan keningnya dan berkata, "Apakah kamu bilang berdiri di samping wanita secantik aku adalah sebuah penghinaan terhadap dirimu sendiri?"


"Tidak! Bukan begitu, Guru! Hanya saja, terbang dengan satu awan dan berdampingan seperti ini biasanya cuma dilakukan oleh mereka yang sudah berpasangan." Yan Xu segera melambaikan tangannya untuk menolak gagasan Lan Xihe.


Mata merah indah Lan Xihe terbuka lebar, "Eh? Bukankah Xihe adalah istrimu?" kelopak indah itu berkedip dengan centil.


Yan Xu menghembuskan napas berat dan berkata, "Guru, kita saat ini sedang serius. Tolong, Murid sedang tidak ingin bercanda."


Mulut Lan Xihe terbuka sedikit, bahunya tersentak dan matanya dipenuhi akan gelombang keterkejutan dan rasa tidak percaya yang aneh. Dia menyipitkan matanya dan menilai Yan Xu dari atas ke bawah.


"Ada yang salah denganmu ..."

__ADS_1


Ketika Lan Xihe tenggelam dalam pemikirannya, Yan Xu segera memperpendek jarak antara wajah mereka. Ekspresi serius yang tampan dengan aura keabadian itu benar-benar tidak menunjukkan satupun tanda-tanda bercanda juga kebohongan.


__ADS_2