
Su Yueyin mengedipkan kelopak mata indahnya dan berkata, "Apakah kamu sedang mengejekku?"
Dengan itu, senyum Yan Xu langsung menghilang.
Dia masih merasakan sensasi takut yang ia sendiri berusaha keras menekannya.
Su Yueyin mengira bahwa Yan Xu secara tidak langsung mengatakan bahwa dia memiliki kepekaan sosial yang kecil terhadap sekitarnya.
Namun, dia juga merasa terlalu berlebihan karena telah mengungkit hal yang tidak penting sama sekali.
Di sisi lain, Su Yueyin merasa ingin berbicara lebih lama walau tidak bisa mengekspresikan maksudnya dengan benar.
Hal tersebut mengakibatkan Yan Xu yang duduk di sisi seberang menjadi lebih ketakutan karena tidak bisa mengerti apa yang diinginkan oleh Su Yueyin dengan ekspresi dinginnya.
"Tentu saja tidak, Bibi Yueyin. Murid hanya mencoba untuk menjelaskan— sudahlah, mari kita lewati bagian it— ...."
Yan Xu terhenti karena melihat Su Yueyin yang melotot ke arahnya. Jelas sekali kalau pihak lain ingin meminta penjelasan darinya. Bahkan, orang yang tidak terlalu peka sekalipun akan berpikiran sama dengan apa yang ada di dalam kepalanya sekarang.
Dia berdeham sekali dan melanjutkan penjelasannya, "Murid tidak membuat alasan karena ingin menunda. Urusan ini sangat penting karena berhubungan dengan masalah di Puncak Angin. Jadi, tidak mungkin Murid akan mengabaikannya begitu saja."
Su Yueyin menatap matanya dan mengucapkan sesuatu yang membuat Yan Xu kesulitan untuk menjawabnya dalam sementara waktu.
"Aku tidak pernah bertanya detil urusan tersebut, jadi bisa dimaklumi kamu cuma memberikan gambaran umum. Hanya saja, urusan apa yang membuat kamu terluka hingga memerlukan waktu untuk istirahat?"
Wajah dingin yang acuh tak acuh Su Yueyin, berubah menjadi penasaran.
Tekanan mental yang tidak dapat dijelaskan mengalir ke arah Yan Xu, dimana ia harus memilih jawaban yang tepat.
Masalah keluarga Jiang maupun hubungannya dengan Yaoyao tidak boleh diketahui oleh siapapun selain gurunya. Jika orang lain mengetahui ini, kemungkinan besar mereka akan mencurigai identitas yang dimiliki oleh Yan Xu.
__ADS_1
Mengatakan kebenaran adalah hal yang paling harus dihindari oleh Yan Xu karena dia hanya akan dirugikan. Sebaliknya, mengatakan kebohongan juga dapat membawakannya karma yang akan merepotkan di masa depan nanti.
Dalam sekejap mata, Su Yueyin mampu mengarahkan pedangnya ke leher Yan Xu hanya melalui pembicaraan saat ini. Itu membuat Yan Xu segera sadar bahwa orang ini tidak boleh menggunakan otaknya terlalu banyak saat berbicara dengannya.
Tentu saja, dia juga khawatir tentang keresahan Su Yueyin yang tidak dapat berekspresi dengan benar. Dari sudut pandang orang kedua, Yan Xu benar-benar merasa kasihan padanya.
Dengan begini, sudah diputuskan kalau Yan Xu tidak dapat mundur hanya karena tekanan mental yang tidak diketahui dari Su Yueyin.
"Bibi Yueyin, Murid akan bertanya ini terlebih dahulu sebelum menjawab. Pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang tetua puncak sementara atau seorang senior kepada juniornya?"
"Jika harus memilih antara keduanya, tidak ada pilihan yang mendekati jawaban benar antara salah satunya," jawab Su Yueyin sambil meletakkan jari telunjuk rampingnya ke dagu.
"Eh?" Yan Xu tidak bisa menahan keterkejutannya. Bisa dikatakan bahwa ini sudah terlalu banyak sampai-sampai dia kehabisan akal untuk mencari tahu!
Su Yueyin melanjutkan, "Mungkin lebih ke pertanyaan dari seorang wanita kepada seorang pria?"
Seperti yang dia katakan, maksud sebenarnya dari pertanyaan Su Yueyin adalah mengapa Yan Xu bisa terluka dalam. Dia tidak bermaksud menanyakan urusan apa yang ia miliki saat itu.
"O-oh ... Murid mengerti."
Jawaban singkat Yan Xu sama sekali tidak mencerminkan bahwa dia benar-benar tahu maksud pihak lain. Sebaliknya, dia malah mencari jalan keluar agar tidak membicarakan tentang urusan yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Su Yueyin.
"Selain itu ..." Yan Xu segera mengeluarkan sebuah pil dengan cahaya redup, aroma maupun kekayaan khas aura obat-obatan yang membawa kenyamanan muncul dari tangannya.
"Ini adalah sebuah produk uji coba yang akan kita kembangkan nanti."
Dia segera mengalihkan pembicaraan mereka ke titik utama yang paling diminati oleh Su Yueyin.
Mengambil pil itu dari tangan Yan Xu dengan gerakan sangat hati-hati, Su Yueyin mulai menilainya dan berkata, "Aura pil ini memiliki tingkat Hitam dengan kualitas rendah. Menurut pengamatan ku, ini karena basis kultivasi peracik yang masih kurang dengan peralatan yang seadanya, bisa dikatakan bahwa ini adalah hasil terbaik yang bisa didapatkan."
__ADS_1
Yan Xu mengangguk setuju dan berkata, "Benar, Murid telah meluangkan sedikit waktu untuk menempa pil tersebut secara diam-diam."
"Namun, seperti yang Bibi Yueyin lihat, kualitasnya masih berada di tingkat hitam rendah. Bahkan, pil tersebut hanya bisa menunjukkan aroma wangi, kekayaan auranya yang berlimpah, tapi masih ada kekurangan ...."
"Hm? Menurutku, ini sudah cukup. Meskipun aku kurang tahu tentang pembuatan pil tingkat lanjut, ucapanku yang sebelumnya bisa terdengar seperti pujian," jawab Su Yueyin yang acuh tak acuh masih mengamati pil yang ada di tangan rampingnya.
Yan Xu menghela napas berat dan berkata, "Pil itu tidak memiliki urat nadi, tidak berawan maupun corak."
Mendengar itu, membuat Su Yueyin memalingkan wajahnya ke arah Yan Xu. Dari ekspresi wajahnya yang datar, jelas sekali itu sedang berkata, 'Apakah kamu sedang bercanda?'
Sayangnya dia tidak tahu bahwa ia sedang menusuk titik tersakit dari kebanggaan tersendiri bagi Yan Xu.
Sejauh yang Su Yueyin ketahui tentang dasar peracikan obat-obatan, tingkat hitam itu sudah berada di tingkat ketiga di atas biasa dan putih.
Bagi seorang pemula, mengembangkan pil yang ia racik sendiri tanpa bantuan seorang ahli alkimia, sama saja menunjukkan bahwa bakatnya dalam meracik obat sangat menjanjikan untuk masa yang akan datang.
Mengapa dia masih belum puas ketika dapat melakukan yang bahkan Su Yueyin sendiri tidak bisa tanpa seorang pembimbing?
Dia mencoba sebaik mungkin untuk menghibur Yan Xu dengan senyum dinginnya, "Yah, bisa dikatakan kamu telah membuat terobosan yang sangat baik. Tidak banyak orang yang dapat melakukannya sebaik ini."
Mendengar pujian yang terasa seperti hinaan itu, membuat Yan Xu hanya tersenyum kecut.
Untuk dikomentari dengan sebuah pujian dan ekspresi dingin itu, Yan Xu merasa seperti dia sedang mengikuti sebuah acara resmi dengan juri yang kejam akan penilaiannya yang sangat ketat.
Dia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis dengan betapa buruknya kualitas yang paling bisa ia lakukan saat ini.
Melihat ekspresi bermasalah Yan Xu, Su Yueyin menjadi linglung sesaat dan sekali lagi berusaha keras untuk memberikan pujian dengan benar.
"Jangan berkecil hati, ilmu alkimia milikmu sudah baik hingga sejauh ini."
__ADS_1
Ukh!
Kalimat itu bahkan lebih menusuk hingga ke ulu hati Yan Xu, membuat dia secara tidak sadar menggenggam erat bagian dada kanannya!