
Wu Tou Gui meraung marah pada Yan Xu.
"Manusia tercela! Pria tak tahu malu yang beraninya bersembunyi di belakang seorang wanita! Apa kamu pikir hanya dengan menurunkan ranah kultivasiku, aku tidak dapat menendang ekor yang berada di antara kedua kakimu itu?!"
Berbagai hinaan berantai telah dilontarkan oleh seorang Wu Tou Gui yang marah besar terhadap kecurangan Yan Xu.
Namun, Yan Xu tidak mengambil hati dan tertawa terbahak-bahak.
"Apanya yang lucu?" tanya Wu Tou Gui dengan suara dalam yang dingin.
"Aiya!— Lihat bagaimana caramu mengomel! Apakah kamu masih pantas disebut sebagai seorang jenderal hantu, Wu Tou Gui? Oh? Bukankah kamu sudah punya tengkorak? Sepertinya Wu Tou Gui sudah tidak cocok menjadi nama—"
"Tutup mulutmu, manusia laknat!"
Sebelum Yan Xu menyelesaikan kalimatnya, Wu Tou Gui menerjang maju dengan pedang besar dan menebasnya sekuat tenaga menuju Yan Xu.
Yan Xu menggunakan teknik pengejaran jiwa untuk berpindah secara cepat ke samping dan menempelkan sebuah kertas jimat pada pedang besar Wu Tou Gui.
Ketika Wu Tou Gui menarik kembali pedangnya, kertas jimat yang dipasang oleh Yan Xu bersinar kemudian meledak.
Duar!
Asap hitam dengan tebal tercipta dari ledakan itu, menghilangkan Yan Xu dari persepsi mata tengkorak milik Wu Tou Gui. Namun, kesadaran ilahi Wu Tou Gui masih bisa merasakan kehadiran Yan Xu yang tidak menentu berada di sekitarnya.
Sebuah tebasan datang dari samping Wu Tou Gui.
Ting!
Dia dengan mudah menangkisnya dan melakukan serangan balik ke asal tebasan tersebut, tapi Wu Tou Gui mendapati dirinya sedang menebas udara.
Serangan kedua berasal dari bawah kakinya, sebuah akar pohon yang kuat melilit kedua pergelangan kaki Wu Tou Gui dengan erat. Dia tidak bisa bergerak untuk sementara waktu, sebelum menghancurkan akar-akar pohon yang menghambat.
Sebelum Wu Tou Gui dapat membebaskan diri, Yan Xu sudah membuat tiga buah susu an formasi serangan mematikan dari arah barat, timur dan utara.
Kesadaran ilahi Wu Tou Gui merasakan sensasi bahaya yang berada dari arah tersebut. Dia mengeluarkan sebuah artefak perisai lalu mengaktifkannya tanpa pikir panjang. Sebuah perisai energi menyelimuti seluruh tubuh Wu Tou Gui, melindungi dia dari semua serangan untuk sementara waktu.
"Sayangnya itu cuma jebakan," ucap Yan Xu tidak jauh dari Wu Tou Gui berada.
Dia membatalkan pengaktifan susunan formasi mematikan, kemudian mengambil langkah cepat ke arah Wu Tou Gui dari udara.
Yan Xu melakukan tebasan berputar sambil memberatkan tubuhnya, memanfaatkan gravitasi pada domain khusus yang dapat menambah berat badan makhluk lain selain ras hantu.
__ADS_1
Tebasan Yan Xu dapat menumbuk tengkorak Wu Tou Gui dari atas, namun masih tidak dapat menghancurkan perisai. Terdiam di udara karena serangannya dapat ditahan, Yan Xu mengeluarkan kertas jimat lain.
Tiga kertas jimat memiliki unsur elemen yang berbeda yaitu, api, kayu dan air.
Dia mengaktifkan kertas jimat berunsur kayu terlebih dahulu untuk menjerat seluruh bagian tubuh Wu Tou Gui.
Wu Tou Gui tak tinggal diam. Dia mengayunkan pedang besarnya dengan putaran 360° untuk melepaskan diri dari akar kayu yang berusaha menjeratnya lalu melayangkan sebuah pukulan ke langit, tepatnya ke arah Yan Xu.
"Sial!"
Yan Xu berdecak sambil mengaktifkan kertas jimat berunsur air guna menahan gelombang tinju Wu Tou Gui. Namun, gelombang air pecah menjadi serpihan kecil di udara karena tidak kuat menahan gelombang tinju.
Yan Xu dengan cepat menggunakan kertas jimat ketiga dengan unsur api, membuat air jadi mengembun.
"Teknik ilusi, pengembunan tubuh!"
Yan Xu membuat unsur tubuhnya bersatu dengan embun yang baru saja ia ciptakan. Dengan begitu, serangan tinju Wu Tou Gui tidak berdampak apapun kepadanya.
Namun, teknik ilusi ini hanya bertahan beberapa detik karena itulah ia harus mengaktifkannya dengan waktu yang tepat, sebelum tinju Wu Tou Gui hampir menyentuh bagian tubuh.
Gelombang tinju Wu Tou Gui melesat ke langit, membuat lubang di antara awan yang dilalui. Melihat dari dampak tinju tersebut, dapat dipastikan bahwa fisik milik Wu Tou Gui tetaplah milik hantu yang berada di ranah pertengahan Alam Ilahi.
Yan Xu segera mengambil jarak dari Wu Tou Gui, namun pihak lain mengejarnya karena sudah berhasil lolos dari jeratan akar kayu yang ia buat pada serangan sebelumnya.
Wu Tou Gui menambah kecepatannya untuk mengejar Yan Xu.
Sementara itu, Yan Xu yang dikejar melafalkan mantra untuk melakukan salah satu teknik andalannya.
"Pembagian jiwa— teknik boneka dua jiwa!"
Kertas manusia yang sudah ia siapkan berubah menjadi Yan Xu kedua dan telah diberikan inti emas untuk memperkuatnya.
"Tidak peduli seberapa banyak kamu.membelah diri, sekali lemah, tetap saja lemah!— Teknik tapak hantu, telapak tangan Jiangshi!"
Merasakan kehadiran lain yang menyerupai Yan Xu, Wu Tou Gui tidak ambil pusing dan melancarkan serangan telapak tangan ke arah dua entitas tersebut.
Telapak tangan hantu seukuran tiga kali lipat pria dewasa melaju kencang ke arah dua Yan Xu.
Kedua Yan Xu juga sudah mengambil postur memberikan serangan balik.
" "Tapak iblis, Raungan Naga Kegelapan!" "
__ADS_1
Keduanya saling memperkuat satu sama lain, hingga dapat mewujudkan teknik tapak iblis yang memunculkan seekor naga kegelapan.
Tapak tangan hantu dan naga kegelapan saling berbenturan menciptakan ledakan besar dan menghapus asap hitam yang awalnya menghalangi pandangan kepala tengkorak Wu Tou Gui.
Di seberangnya, dapat terlihat sebuah boneka kertas manusia sobek menjadi beberapa bagian dan inti emas yang belum ditempa milik Yan Xu keluar darinya.
'Datang!'
Yan Xu merasakan hambatan yang selama ini dia rasakan semakin melonggar setelah menerima berbagai serangan dari Wu Tou Gui. Kini, ia merasa petir surgawi sebentar lagi akan datang kepadanya. Inilah kesempatan yang telah ia tunggu seumur hidup.
Setelah inti emasnya ditempa, akhirnya Yan Xu bisa naik ke ranah Alam Mistik dan membentuk sebuah avatar dari inti emasnya.
'Wu Tou Gui, sepertinya nasibmu terlalu sial karena telah bertemu denganku hari ini,' Yan Xu tersenyum lebar seolah-olah dia sudah tidak sabar menunggu kesempatan itu.
Langit-langit kini menjadi lebih gelap, awan hitam yang tidak ada sebelumnya mulai menampakkan diri. Kilatan petir surgawi di langit memunculkan suara yang dapat memekakkan telinga bagi para pendengar. Intimidasi yang sangat besar dari langit, memicu kelainan alam seperti angin yang berhembus kencang dan turunnya hujan yang seharusnya tidak akan pernah terjadi di dalam sebuah domain khusus.
Menyadari bahwa pihak lain akan naik ranah, Wu Tou Gui mengambil kesempatan untuk menyerang inti emas milik Yan Xu yang sudah berada di luar.
"Kamu tidak akan berhasil saat aku menghancurkan inti emas itu!"
Wu Tou Gui melesat maju dan menebas inti emas Yan Xu dengan sekuat tenaga menggunakan pedang besar. Akan tetapi, usahanya digagalkan karena petir surgawi menyambar inti emas, membuat Wu Tou Gui ikut terkena imbasnya.
Dia telah dijadikan sebagai pelindung inti emas Yan Xu, tanpa ia sadari. Yan Xu yang tidak mengira kenaikannya akan datang, tidak memperkirakan hal ini akan terjadi begitu saja. Memang, dia sengaja memancing emosi Wu Tou Gui hingga Jiangshi tak berotak itu hampir tidak memiliki kecerdasan, tetapi siapa sangka dia akan jatuh tepat ketika petir surgawi menyambar inti emasnya?
'Ini ... Bukan aku yang salah, kan?'
Yan Xu mengusap keringat yang ada di kening menggunakan lengan jubah abadinya. Dia terlihat sedikit gugup karena sambaran kedua dari petir surgawi tak kunjung tiba.
Hal yang paling ditakutkan adalah dia akan memicu pengadilan langit, dimana daya tembak petir surgawi dapat berlipat ratusan ganda hingga membunuhnya.
Wu Tou Gui yang telah menjadi daging panggang busuk sudah mati akibat dampak sambaran pertama, sementara inti emas Yan Xu retak ¼ bagian.
Retakan itu membuat Yan Xu khawatir, apakah dia harus menahan sambaran petir surgawi selanjutnya menggunakan tubuh sendiri atau ...
"Tidak! Ini adalah ujian untuk kenaikan ku, Xia'er tidak boleh terlibat."
Yan Xu sudah membulatkan tekadnya. Dia mengirimkan transmisi suara kepada Xia'er agar meninggalkannya sendirian.
"Xia'er, tinggalkan domain khusus ini segera. Aku akan menyusul nanti."
"Baik, jaga dirimu."
__ADS_1
Xia'er setuju begitu saja dan segera keluar dari domain khusus, menyisakan Yan Xu sendirian yang berhadapan langsung dengan petir surgawi.