
Serangan Yan Xu tidak hanya terfokus dan akurat, tetapi juga tanpa henti bagai ombak menerjang kala badai berlangsung. Pertahanan dengan empat orang yang berfokus pada perisai besar, tidak dapat menahan serangan yang dia lancarkan.
Yan Xu berhasil memecahkan perisai besar milik barisan depan, namun dia tidak mendorong tombaknya lebih jauh. Itu karena serangan dari barisan tengah, sudah tiba tepat di depannya.
"Pengganggu!"
Alih-alih menghindar, Yan Xu membelok tajam di lintasan tombaknya, menyapu kesamping dalam lintasan serangan barisan tengah yang diiringi oleh bagian belakang mereka.
Tebasan itu meniadakan serangan beruntun dari barisan tengah dan belakang. Sebelum lawan memiliki waktu untuk menanggapi serangan balik, Yan Xu sudah menerjang maju tepat di depan barisan depan mereka. Dia menyapu tombaknya dan segera menyingkirkan barisan depan yang telah mati karena terbelah dua bagian akibat serangan terakhir.
Setelah mengirim seluruh barisan depan musuh ke akhirat, Yan Xu memutar tombaknya sekali ke depan dengan ganas.
Dia mulai menyapu satu per satu delapan orang yang mengelilingi Paqin, kemudian menyisakan dia seorang dalam keadaan terkejut dan tidak dapat bergerak sama sekali karena takut akan terkena kibasan tombak Yan Xu.
Keinginan Yan Xu untuk menyiksa Paqin masih belum berakhir, dia menggunakan teknik pengejaran jiwa dan segera berpindah ke barisan belakang.
Dia dengan cepat menyapu semua barisan belakang, membunuh mereka semua dengan memenggal kepalanya. Seluruh kepala barisan belakang jatuh di waktu yang sama, menyisakan Paqin seorang diri dengan lumuran darah dari rekan-rekannya.
Gedebuk!
"Aku ... Mengaku kalah! Aku menyerah! Tuan, tolong ampuni nyawaku!"
Paqin yang mendapati ujung tombak energi Yan Xu dengan niat membunuh dingin berada dua senti dari lehernya, segera bersujud dengan wajah yang menyedihkan.
Kehilangan seluruh rekan dan hanya dia tersisa, tidak mungkin Paqin bisa memenangkan situasi ini. Dia lebih baik merendahkan derajatnya, dibandingkan harus mati menyedihkan seperti bandit lainnya.
Namun, sayangnya Yan Xu bukanlah seorang pendeta maupun biksu yang akan memaafkan orang lain semudah itu.
Dia menggunakan lengan energi, mencengkeram erat tubuh Paqin hingga dia mengambang di udara. Dengan dingin, Yan Xu mengalihkan pandanganya dari Paqin ke Tian Zhu.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan pria ini?" tanya Yan Xu.
"Aku?" Tian Zhu tanpa sadar menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, kamu."
"Aku ...."
__ADS_1
Melihat pihak lain ragu, Yan Xu melemparkan sebuah pedang yang dia ambil dari kantung penyimpanan dimensinya.
"Aku akan membiarkanmu memenggal kepala kotoran itu sendiri. Jika kamu menolak, aku akan melepaskan dia dan meninggalkan kalian berdua di sini," ucap Yan Xu dengan dingin.
Dia tidak peduli dengan nasib mereka berdua. Niat awal Yan Xu hanyalah membuat sedikit perubahan pada takdir anak muda di depannya, siapa tahu potensi tersembunyi milik Tian Zhu dapat bangkit setelah merasakan sensasi mengambil nyawa manusia untuk pertama kalinya.
Sebagai orang luar, dia hanya memberikan sedikit bantuan dan dorongan agar permata yang belum dipoles itu keluar dari garis aman. Sisanya, itu merupakan keputusan pihak lain sementara dia akan menikmati pertunjukan yang ada di depan matanya.
Dengan tatapan ragu, Tian Zhu mempertanyakan tindakan Yan Xu dalam mendorongnya untuk memilih sendiri.
"Tuan, kenapa kamu memberikan kesempatan kepada ku? Terlebih lagi, kenapa kita harus mengambil nyawa kotoran tidak berguna ini?"
"Pertama, karena kamu harus merasakan sendiri bagaimana rasanya berhasil membalaskan dendam orang-orang terdekatmu. Untuk pertanyaan kedua, kamu sudah menjawabnya sendiri. Jadi, lekaslah ambil pedang itu dan penggal kepalanya."
Yan Xu telah mencengkeram erat tubuh Paqin hingga dia tidak bisa bicara, dengan begini tidak ada pengacau yang akan membuat pihak lain ragu untuk membunuhnya.
Melihat Yan Xu yang tidak akan menarik ucapannya, Tian Zhu mengambil pedang itu dan perlahan mendekat ke arah Paqin.
Yan Xu menurunkan sedikit ketinggian Paqin, agar Tian Zhu dapat dengan mudah mengayunkan pedang ke lehernya.
Ketika berada di dekat Paqin, Tian Zhu kini memiliki perubahan ekspresi. Keraguan sebelumnya, telah hilang digantikan dengan wajah dingin yang dapat membuat Paqin buang air di celana.
Tidak, dia salah. Tian Zhu bukanlah ketakutan, melainkan emosi binatang buas yang ada di dalam dirinya sengaja ia pendam jauh karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Bisa dibilang, inilah wujud asli seorang Tian Zhu.
Yan Xu yang merasakan hal demikian, hanya mencoba untuk membantu Tian Zhu agar dapat mengeluarkan sisi aslinya.
Splash!
Buk!
Kepala Paqin telah jatuh ke tanah, tubuhnya kejang beberapa detik sebelum berhenti bergerak.
Buk! Buk! Buk!
Tian Zhu dengan wajah dingin masih menebas kepala Paqin hingga hancur tak berbentuk. Emosi yang dia pendam selama ini, akhirnya dapat ia keluarkan dengan sempurna berkat bantuan kultivator pria itu.
Puas dengan aksinya, Tian Zhu bersujud di depan Yan Xu dan berkata, "Mulai sekarang, Tian Zhu akan berada di bawah naungan Anda, Tuan."
__ADS_1
"Tidak perlu seformal itu," Yan Xu memperbaiki postur tubuh Tian Zhu agar berdiri kembali.
Melihat pihak lain merupakan seorang aktor dunia nyata, Yan Xu tersenyum tipis dan berkata, "Kamu memiliki ketahanan emosi yang sekuat baja. Bukan hanya itu, tidak banyak orang dapat menjadi seorang aktor dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, seorang pedagang handal yang aku kenal tidak bisa dibandingkan dengan kamu. Oleh karena itu, maukah kamu menjadi murid ketiga ku?"
Mendengarkan pertanyaan pihak lain, wajah Tian Zhu memucat karena keheranan.
Dia tidak bisa menangkap apa yang baru saja pihak lain katakan.
Ucapan Yan Xu memang familier dengan bahasa yang pernah ia gunakan di kehidupan sebelumnya, siapa sangka seseorang akan memanggil dia seorang aktor, dimana itu merupakan pekerjaan utama Tian Zhu di kehidupan sebelumnya?
Orang ini terlihat sangat menarik.
Begitulah pikir Tian Zhu yang memiliki pemikiran modern. Mengenai balas dendam, ataupun memberikan pelayanan seumur hidup merupakan sebuah kebohongan. Bahkan, dia tahu bahwa pria di depannya mengetahui kalau dia berbohong.
Namun, pihak lain membuat itu terdengar menjadi lebih nyata dan jujur. Dengan kata lain, kalau Tian Zhu adalah aktor, maka pria itu merupakan sutradaranya.
Dari segi kekuatan, pria yang ada di depannya bukanlah orang yang bisa dianggap remeh. Kemungkinan besar, mengikuti dia adalah kesempatan seumur hidup bagi Tian Zhu untuk lebih memahami dunia ini beserta kekuatan aneh yang belum pernah ia lihat.
Dengan begitu, dia telah membuat keputusan.
Gedebuk!
Tian Zhu bersujud tiga kali untuk memberikan penghormatan kepada Yan Xu sebagai tanda setuju.
"Murid Tian Zhu, memberikan salam kepada Guru!"
"Aku menerima salam mu," balas Yan Xu.
Dia memberikan sebuah token kepada Tian Zhu lalu berkata, "Pecahkan token itu, nanti akan ada orang yang menyambut mu. Ingatlah, peraturan Puncak Angin sangat ketat, sebisa mungkin jangan pernah menyinggung perasaan siapapun di sana kalau kamu ingin hidup dengan tenang. Itu saja dari ku, selamat tinggal."
Setelah selesai dengan urusannya, Yan Xu segera menggunakan teknik pengejaran jiwa karena tahu kalau murid itu pasti akan segera memecahkan token yang ia berikan. Kalau token itu sudah pecah, Duan Yunfei akan segera membuka portal pada titik koordinat yang telah ia terima. Dengan begitu, mereka bisa segera menjemput calon murid.
Metode tersebut telah disiapkan oleh Lan Xihe jauh sebelum Duan Yunfei hadir. Namun, siapa sangka akhirnya itu dapat terwujud karena kemampuan Duan Yunfei dapat membuka sebuah portal selama dia tahu titik koordinatnya.
Suatu kebetulan seperti itu, semakin membuat Yan Xu bergidik tanpa sebab. Dia segera membuang pemikiran tidak berguna itu karena akan membuatnya kelelahan secara mental.
Dalam perjalanannya, mata kiri Yan Xu bersinar cerah dan di dalam kepalanya terdapat sebuah papan pemberitahuan dari sistem yang seharusnya ia matikan.
__ADS_1
[Selamat! Host telah berhasil menjadikan salah satu pemilik sistem di dunia Xuanyuan sebagai Murid! «Poin pengalaman + Hadiah akan dikirimkan segera kepada Guru dan Adik Junior Host! • Bonus Kata Parasit telah diaktifkan kembali, semangat untuk mencari korban, Host Tersayang?♪ ( ꈍᴗꈍ)»]
Yan Xu : "Ibumu! Sistem sialan! Aku kira kamu sudah mati! Ah, sepertinya sistem terkutuk ini benar-benar ingin membuat hidupku sengsara! ಥ‿ಥ"