Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Sebelum Pertemuan Tengah Malam - 3


__ADS_3

Di bawah pengawasan beberapa murid lain, Ye Miao'er terbang kembali ke ruangannya, menendang sepatu abadinya dan melompat tanpa alas kaki ke tempat tidur. Dia memeluk bantal panjang yang ada di sebelahnya, kemudian mulai terkikik.


"Dia selalu terlihat sangat tampan dan penuh pesona dan menghangatkan secara alami. Haruskah aku mendorongnya ke bawah atau dia yang akan mendorongku terlebih dahulu kali ini? Hehehe ... hehehe ...."


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Di balik pintu ruangannya, seorang kultivator wanita dengan rambut dan jubah abadi perinya yang serba merah terbatuk beberapa kali. Ye Miao'er yang telah berbaring sambil tertawa bengkok, segera memperbaiki postur tubuh maupun senyum di wajahnya, kemudian dia melihat keluar dengan hati-hati. Ketika dia melihat siapa itu, dia menghela napas kecil.


"Kakak kedua, masuk saja. Aku bahkan tidak mengaktifkan susunan formasi apapun."


"Tidak, tidak, terimakasih untuk pengingatnya. Aku baru saja lewat dan tidak sengaja batuk di depan pintumu, tapi kalau sudah dipersilakan, aku akan masuk," jawab Wang Jia Li sambil berjalan masuk perlahan. Setelah melewati pintu, dia mengambil dua langkah ke depan dan berhenti lagi.


Tidak ada ruang baginya untuk bergerak maju.


Dia mengamati berbagai macam pakaian peri yang indah, kosmetik dan beberapa gaun malam yang berserakan di lantai. Akhirnya, Wang Jia Li memijat keningnya dan berkata, "Adik Junior, kamu sudah besar sekarang. Kenapa kamu tidak membereskan ruanganmu?"


Ye Miao'er mengendus dan melambaikan tangannya sambil berkata, "Belakangan ini aku sibuk membantu Kakak Senior. Lagipula tidak ada bau aneh di dalam kamar ini. Dibiarkan selama mungkin pun akan tetap baik-baik saja."


Dia dengan santai bangun dari posisi rebahan. Kemudian, dia duduk bersila di atas tempat tidurnya.


Dengan susah payah, Wang Jia Li membukakan jalan untuknya lewat di tengah jalan kekacauan dari gaun malam Ye Miao'er yang terlalu terbuka dan banyak menampakkan bagian kulit putih susunya. Dia duduk di samping meja pendek yang ada di tengah ruangan dan berbicara dengan suara rendah, "Adik Junior, kamu sering pergi ke zona netral baru-baru ini." Wang Jia Li menyipitkan matanya dan berkata, "Apakah itu berhubungan dengan membantu Kakak Senior?"


"Ya, benar. Apalagi yang bisa aku lakukan di sana selain memenuhi permintaan bantuan dari Kakak Senior?" Ye Miao'er berkedip beberapa kali, "Kakak Kedua, mengapa kamu tiba-tiba menanyakan ini padaku?"


"Tidak ada apa-apa, cuma ingin tahu saja," Wang Jia Li melambaikan tangannya dan kemudian menggaruk kepalanya. Dia memikirkan berbagai macam jenis rentetan rasa penasaran dari para murid wanita karena kalah taruhan. Tiba-tiba, dia tidak tahu harus berkata apa.


'Bagaimana bisa aku menanyakan langsung pekerjaan seperti apa yang dia lakukan saat sedang berduaan saja bersama Kakak Senior? Aku tidak mungkin langsung bertanya apakah mereka telah melakukan pekerjaan sambil lebih mendekatkan diri satu sama lain, seperti yang para gadis sinting itu ingin ketahui, bukan?'


Wang Jia Li mendapatkan kembali ketenangannya. "Ehem! Aku ingat kalau belakangan ini orang yang paling sering berkunjung ke kamar Kakak Senior adalah kamu. Sepertinya kalian sedang berkomplot untuk melakukan sebuah gerakan besar ya sampai-sampai masih dirahasiakan dari kami."


"Benar," jawab Ye Miao'er sambil mengangguk. "Karena ini cukup berbahaya, Kakak Senior bilang lebih sedikit yang terlibat, maka lebih baik demi keamanan bersama."


Wang Jia Li agak ragu-ragu, tapi dia masih memberanikan diri bertanya, "Jadi, apakah kalian ....—"

__ADS_1


Ye Miao'er mengerutkan kening dengan sikap Wang Jia Li yang tidak biasa, "Kakak Kedua, ada apa denganmu hari ini? Kamu terlihat sangat gugup hingga tergagap begini."


"Aku ... aku ...— haih!"


Wang Jia Li menghentakkan kakinya dan berkata, "Aku akan terus terang! Para gadis sinting itu memintaku untuk menanyakan sesuatu. Adik Junior, kamu kan sering pergi bersama dengan Kakak Senior belakangan ini. Setelah beberapa saat, kamu sering kembali dengan wajah yang agak lelah tapi sangat energik dari luar. Para gadis sinting itu bertanya-tanya apakah kalian ... anu ... itu ...."


"Apanya?!"


"Kamu melakukannya!"


"Aku?" Ye Miao'er mengerutkan kening, matanya penuh dengan kebingungan.


Suara Wang Jia Li menjadi tajam saat jantungnya berpacu. Dia menarik napas dalam-dalam dan memuntahkan semua, "Apakah kamu ... akan menerobos—"


"Apakah begitu mudah untuk menerobos?" Ye Miao'er memutar matanya. "Katakan pada para keparat sinting itu untuk tidak terlalu mengurusi urusan orang lain. Jika aku mengalami hambatan dalam berkultivasi, aku akan menanyakannya kepada Guru. Aku tidak akan keras kepala melakukan terobosan apapun dan memaksa naik ranah (walaupun sudah dipaksa sistem sih!)"


"O-oh, tentu saja itu harus dilakukan oleh setiap murid langsung Guru. Kalau begitu, aku akan kembali dulu. Tolong tetap berhati-hati dan penuh kesabaran saat berkultivasi."


'Duh! Bukan itu yang ingin aku tanyakan! Yang ingin aku tanyakan ialah, apakah kamu berhasil membuat terobosan pada hubungan antara kalian berdua ke tahap yang lebih dekat lagi? Bagaimana ini?! Apa aku akan gagal dan seri novel hubungan asmara antara kakak senior dan adik juniornya yang ditulis oleh para gadis sinting itu akan terhenti begitu saja karena kegagalanku yang menyedihkan ini?!'


Merasa dilema, Wang Jia Li jadi bingung sendiri dan dalam sepermikro detik dia sudah memperkuat pikirannya untuk berpikir dengan cepat. Akan tetapi, dia tidak bisa menemukan apapun dalam waktu sesingkat itu karena masih agak kikuk dalam bersosialisasi, seperti yang pernah dikatakan oleh Yan Xu pada saat di Benua Selatan.


Wang Jia Li yang tidak dapat menemukan jalan keluarnya dengan cepat pamit undur diri. Saat dia berdiri dan berjalan ke pintu, dia berbalik lagi dan memberanikan diri untuk bertanya, "Ngomong-ngomong tentang waktu yang kalian habiskan bersama, bagaimana perkembangannya?"


"Masih tetap sama, jadi kalian tidak perlu khawatir."


Wang Jia Li menghela napas lega.


'Akhirnya, aku berhasil menanyakan pertanyaan yang diminta oleh para gadis sinting itu. Dengan begini, semoga saja fantasi mereka semakin liar dan bisa menulis serial novel baru lagi dengan genre hubungan antara adik junior dan kakak senior seperguruannya ....'


"Uhuk uhuk." Wang Jia Li menunduk dan berjalan pergi dengan cepat.


'Kakak Kedua bertingkah aneh sekali hari ini. Lupakan, mungkin dia sedang kalah taruhan dan mendapatkan perintah yang aneh-aneh lagi. Dia terlalu polos untuk bermain taruhan tanpa persiapan, sehingga sangat mudah untuk mengelabuinya menggunakan beberapa trik amatir saja sudah lebih dari sangat cukup.'

__ADS_1


Ye Miao'er menggelengkan kepalanya dan mengaktifkan susunan formasi di luar ruangan. Kemudian, dia berbaring di kasur dan memeluk bantal panjangnya. Sekali lagi, dia melihat gambaran Kakak Senior yang sedang memegang tangannya saat mengajar pengukiran rune tadi.


Dia sudah secara diam-diam mengambil gambaran itu menggunakan kesadaran ilahinya dari berbagai arah!


Dengan senyum bengkok yang tidak terlihat, dia terus terkikik sendiri.


...


Di ruangan yang dipenuhi dengan berbagai susunan formasi tiap sudutnya.


Yan Xu berdiri di depan dinding yang telah diperkuat menggunakan rune. Tiap ukiran yang dia buat sangat terlihat jauh dari segi seni maupun efek kegunaan dibandingkan milik adik juniornya sendiri.


Dia memegang ukiran rune itu dan berkali-kali mengikuti setiap goresan huruf milik Ye Miao'er. Begitu dia mendapatkan perasaan yang pas untuk ke sekian kalinya bahwa cara pengukiran itu telah tersimpan pada jarinya, dia berbalik menuju pintu keluar.


Yan Xu melewati pintu masuk ke lobi, kemudian duduk di salah satu sofa di sudut ruangan. Namun, saat dia duduk, segumpal asap hijau meledak di sampingnya. Sosoknya menghilang dan hanya meninggalkan sebuah boneka kertas.


Dalam sekejap mata, boneka kertas itu berubah wujud kembali menjadi Yan Xu. Asap hijau dengan cepat memasuki lubang hidungnya dan menghilang.


Teknik ilusi ini dia gunakan untuk menangkal teknik pengikat milik Su Lixuan.


Dengan mengganti tubuh menggunakan boneka kertas untuk mengelabui pihak lain, membuat mereka lengah lalu dia akan berjalan secara diam-diam melalui udara dengan menyamarkan wujud fisiknya menjadi gas serupa.


Hal itu membuat Yan Xu dapat bebas dari jeratan teknik pemikat dimana membutuhkan kondisi khusus, yaitu penggunanya harus mengkonfirmasi bahwa itu adalah tubuh asli pihak lain. Tidak hanya itu, dia juga harus memikat tubuh asli targetnya terlebih dahulu dan ada sedikit jeda saat dilanjutkan dengan mengunci korban menggunakan hukum ruang pembatas pergerakan.


Selama tubuh asli tidak terpikat, hukum ruang itu akan sulit digunakan. Membuat ruang khusus untuk menjerat target tidak lah mudah, sepengetahuan Yan Xu itu sama saja seperti membuat sebuah kurungan penjara dengan banyak proses dan perhitungan.


Mengeluarkan boneka kertas dari balik lengan jubahnya, Yan Xu melemparkan beberapa dari mereka ke titik buta yang tidak akan bisa ditemukan kecuali mereka merupakan pribadi yang sangat teliti.


Setelah memastikan semuanya terpasang di sudut yang benar, Yan Xu mengalirkan energi qi nya, mengisi spiritual pada boneka kertas agar mereka dapat menggantikan tubuh aslinya ketika keadaan tidak terkendali.


Inilah yang akan menjadi teknik andalan Yan Xu dalam melawan balik teknik pemikat Su Lixuan. Dia hanya perlu duduk manis sambil merapalkan mantra yang akan membuatnya berganti posisi.


"Persiapan sudah beres! Aiya, kuharap mereka tidak terlalu galak terhadap kaum muda ... muda eh? Aku penasaran siapa yang masih kuning di antara kami berdua, lagipula usia sebenarnya dari tubuh ini sangat jauh lebih tua dari mereka yang ada di dunia ini."

__ADS_1


Yan Xu berjalan keluar dari bangunan dan tubuhnya segera dilahap udara, meninggalkan bayangan di posisi awalnya.


__ADS_2