
10 jam telah berlalu di dalam formasi, Yan Xu telah membereskan monster hingga beberapa binatang buas tak terhitung jumlahnya tanpa hambatan.
Dia berhenti sejenak karena merasa ada sesuatu yang janggal. Sebuah entitas yang selalu dia temui dan bunuh berkali-kali, dengan rupa yang sama tanpa ada perbedaan sedikitpun.
"Selama sepuluh jam, sudah berapa ribu kali aku bertemu dengan Duan Yunfei ini!?"
Yan Xu menggaruk kepalanya seolah-olah merasa pusing ketika mengerjakan sebuah tugas di depan layar komputer secara berulang-ulang. Beberapa orang mungkin akan merasa mual akibat hal yang mereka lihat akan selalu sama dan diulang hingga ribuan kali, begitu juga yang dirasakan olehnya.
Setiap sudut pasti akan ada Duan Yunfei, membuat gadis itu terlihat seperti terus menerus bereinkarnasi dengan wujud yang sama dan menunggu untuk dibunuh oleh tangannya. Dia hampir merasa gila jika itu memang benar, tapi tidak menutupi kemungkinan bahwa memang begitulah adanya.
Yan Xu mengeluarkan token giok dan memutarnya di telapak tangan. Sebuah susunan formasi muncul dan membentuk sebuah pos yang dikelilingi oleh pedang energi dengan kepekatan maksimal. Formasi itu akan menyerang makhluk tak dikenal yang berada di dalam jangkauannya secara otomatis.
Dia telah meletakkan formasi itu di beberapa titik yang sudah dilewati, semua ini guna memastikan keamanan dan pembunuhan yang tidak perlu dipikirkan. Setelah berhasil dipasang, Yan Xu kembali melanjutkan perjalanannya ke depan dengan teknik pengejaran jiwa.
Menurut Yan Xu, sebentar lagi dia akan sampai pada ujung lain dimensi dan pemeriksaan ini akan selesai kemudian. Hanya butuh sekali jalan lagi sebelum dia bisa istirahat dengan damai sambil menunggu malam tiba.
...
Sesampainya di ujung dimensi, Yan Xu tidak melihat adanya tanda-tanda kehadiran mahluk lain, selain yang dia kenal.
Yan Xu mengerutkan keningnya hingga terdapat beberapa garis hitam sambil memelototi seorang gadis di depannya.
"Duan Yunfei ... lagi!?"
Kali ini, Duan Yunfei yang sudah berbentuk manusia sempurna tanpa tambahan seperti ekor maupun sayap seperti awal pertemuan mereka telah tiada. Sekarang, di depannya hanya ada seorang gadis berpenampilan biasa, Duan Yunfei.
Ketika mata mereka saling bertemu, Duan Yunfei segera mengalihkan pandangannya karena tidak berani melihat Yan Xu secara langsung. Tepatnya, dia terlihat sangat tidak ingin terlibat dengan pria itu sedikitpun.
Yan Xu yang rasa penasarannya sudah didorong hingga ke ujung tebing, menggunakan teknik pengejaran jiwa dan langsung berdiri di depan Duan Yunfei.
"Hieek!"
__ADS_1
Duan Yunfei segera berbalik dan ingin berlari, namun tangan rampingnya yang terlihat rapuh telah ditangkap oleh pria biadab yang tidak lain adalah Yan Xu.
"Lepaskan aku! Kita tidak pernah bertemu, kenapa kamu sangat kasar dengan orang asing sih!?"
Duan Yunfei meronta-ronta seperti anak kecil yang sudah tertangkap karena mencuri buah di ladang tetangga. Melihat itu, Yan Xu ingin tertawa namun dia tidak bisa karena akumulasi kelelahan mentalnya telah mendorong otot wajahnya menjadi datar dan agak kaku.
"Bisakah kita bicara sebentar?" ucap Yan Xu membujuk namun suaranya terdengar seperti sedang memberikan perintah.
"Tidak mau!" tolak Duan Yunfei yang masih berjuang melepaskan diri.
Yan Xu tidak peduli dengan penolakannya dan duduk di atas tanah sambil membiarkan perjuangan Duan Yunfei yang sia-sia.
Melihat Yan Xu tidak berniat sama sekali untuk melepaskannya, membuat Duan Yunfei menyerah dan dengan enggan ikutan duduk sambil berwajah muram. Tatapan mata birunya yang setajam pedang, seakan telah menebas Yan Xu sebanyak ribuan kali dengan niat membunuh.
Di hadapan Yan Xu, niat membunuh kecil itu bukanlah apa-apa jika dia ingin melakukan perbandingan dengan apa yang dia simpan melalui perjalanan hidup pemilik tubuh aslinya dan kehidupannya di Bumi. Sama seperti seekor gajah melihat debu jalanan yang tidak bisa dia lihat sama sekali.
Yan Xu mengeluarkan sebuah meja persegi panjang dari kantung penyimpanan dimensinya dan meletakkan itu di depan mereka. Kemudian, dia mengeluarkan beberapa cemilan juga minuman.
Melihat makanan dan minuman, membuat Duan Yunfei terlihat sangat pendiam dan matanya selalu mencuri pandang pada makanan di atas meja.
"K-kalau begitu, tanpa rasa malu aku akan menikmatinya."
Mendapatkan persetujuan, Duan Yunfei tanpa ragu memakan semua yang dia ambil. Dia memakan yang ada tanpa memperhatikan Yan Xu sebagai penyedia. Di sebelahnya, Yan Xu tidak peduli dan masih memegang tangan gadis itu agar dia tidak melarikan diri.
Ekspresi Duan Yunfei telah agak mengendur dari sebelumnya, membuat Yan Xu melihat kesempatan untuk berbicara sekarang.
"Sepertinya kamu sangat menikmati semua yang ada di meja."
Duan Yunfei tidak menjawab dan hanya terus mengunyah makanan yang ada seolah-olah dia sudah tidak makan selama bertahun-tahun.
Yan Xu yang selalu memikirkan sedikit saja kejanggalan di sekitarnya, mulai mencium adanya bau misteri yang harus dia tanyakan. Mengabaikan perilaku acuh tak acuh gadis itu, Yan Xu terus bertanya.
__ADS_1
"Apakah kita benar-benar tidak pernah bertemu?"
Tangan Duan Yunfei terhenti dan dia memalingkan wajahnya menatap langsung kepada Yan Xu, "Jika itu kamu dan 'aku', kita memang benar-benar belum pernah bertemu."
Duan Yunfei menekankan satu kata yang telah memberikan berbagai spekulasi di kepala Yan Xu. Dia memikirkan kembali beberapa kejanggalan di setiap penampilan Duan Yunfei yang telah terbunuh. Nyatanya mereka memiliki penampilan monster yang berbeda, hanya Duan Yunfei di depannya ini saja yang punya bentuk gadis manusia sempurna.
"Apakah mereka yang aku temui sebelumnya ada klon?"
"Tepat, kami menyebutnya sebagai 'Kembaran' karena mereka sama seperti makhluk hidup, namun masih terhubung walau memiliki pemikirannya sendiri."
"Jadi, saat aku membunuh mereka, apakah kamu juga merasa kesakitan?"
Duan Yunfei menggeleng lemah sambil berkata, "Tidak, tapi aku merasakan ketakutan di dalam diri mereka."
"Hoo ... jadi kalian saling berbagi emosi. Sekarang, apa kamu merasa bingung melihat tempatmu berada menjadi aneh begini?" tanya Yan Xu sambil melepaskan peluru energi ke arah tempat yang menjadi kabur.
Peluru energi itu segera terurai menjadi bintik-bintik cahaya saat menyentuh bagian yang buram.
Duan Yunfei hanya melirik bosan ke arah peluru energi yang terurai dan berkata, "Sama sekali tidak."
"Bahkan tidak penasaran kenapa ruang di sekitarmu menjadi aneh begini?" Yan Xu memasang sedikit ekspresi tertarik di wajahnya.
"Rasa penasaran hanyalah ada kalau aku masih hidup dengan normal. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia ini, jadi kamu tidak perlu terlalu banyak berpikir dan khawatir apa aku merupakan salah satu entitas yang berbahaya atau tidak."
Duan Yunfei memegang tangan Yan Xu yang masih mencengkeram pergelangan tangannya, "Aku, Duan Yunfei, selama kamu membawaku keluar dari tempat terkutuk ini akan selalu menjadi bidak caturmu baik itu senang maupun duka, sehat atau sakit hingga akhir hayatku."
Terdapat api semangat untuk memulai hidup baru pada kedua bola mata indah Duan Yunfei. Dia benar-benar serius menginginkan kebebasan dari tempatnya berada sekarang.
......................
Maaf atas keterlambatannya, demi menghemat kuota yang sedikit ini saya hanya melakukan update bab saja terlebih dahulu.
__ADS_1
Jika tidak ada update, harap bersabar seperti biasanya.
Terima kasih banyak sudah mengikuti hingga saat ini!