
Sekitar setengah hari kemudian, sebuah kereta labu besar perlahan naik di depan aula.
Su Yueyin segera naik diikuti kelima murid dari belakang, setiap orang mengambil posisinya dengan tenang.
Ketika kendaraan labu besar itu terbang melewati lapisan susunan formasi bagian luar sekte, Su Yueyin segera merapalkan susunan formasi untuk melindungi mereka dari tekanan udara juga benda lain saat terbang.
Kemudian, mereka segera mengarah ke Selatan dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Tetap tenang dan tidak perlu gugup," ucap suara dingin Su Yueyin.
Su Yueyin mengambil botol labu yang ada di pinggangnya dan minum beberapa teguk. Dia duduk bersila dengan tegak hingga menghasilkan gambaran peri abadi yang sedingin es. Dia mulai bermeditasi dengan wajah esnya, namun secara diam-diam ia juga mengawasi sekitar mereka dengan kesadaran ilahinya.
Saat ini kesadaran ilahi Su Yueyin mengukur lima murid di belakangnya.
Mulai dari Yan Xu, murid yang duduk terjauh darinya di bagian belakang.
Yan Xu berada jauh dari murid-murid lainnya. Dia tetap siaga dan tidak bermeditasi sama sekali seperti yang dilakukan murid lain. Di sela-sela jarinya kanannya, dia memegang pisau lempar berukuran kecil dan sangat beracun.
Lin Qintian dan Bai Lien'er yang duduk di bagian tengah bermeditasi dengan tenang.
Sementara yang paling dekat dengan Su Yueyin adalah Wang Jia Li. Dia duduk hanya dua kaki di belakang Su Yueyin. Pedangnya tergeletak lurus di sampingnya.
Di belakang Wang Jia Li adalah Mo Li yang menawan, hangat dan anggun. Dia berkata dengan hangat, "Adik Junior, aku akan membantumu untuk menemukan buah kelahiran phoenix kali ini."
Namun Wang Jia Li sedikit mengernyit dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Kakak Senior Mo Li, kamu tidak perlu merepotkan diri dengan urusanku. Aku tidak memerlukan bantuan seorang gadis untuk mencarinya."
Mo Li tersenyum hangat sambil berkata, "Bukankah lebih baik memiliki bantuan agar kamu bisa menemukannya lebih cepat?"
Wang Jia Li tidak mengatakan apa-apa sebagai balasan. Dia menutup matanya dan tetap duduk, aura merah yang membara mengelilingi seluruh tubuhnya. Dia terlihat sangat cantik walaupun ia adalah seorang pria!
__ADS_1
Su Yueyin merasa sangat geli saat dia melihat itu dengan kesadaran illahinya. Dia kembali fokus ke ekspresi Mo Li yang ditolak mentah-mentah oleh pria cantik di belakangnya.
Mo Li membuat ekspresi tak berdaya dan kemudian tetap duduk tenang dengan jarak tiga kaki dari Wang Jia Li. Senyum hangatnya perlahan memudar.
'Biasanya aku melihat pahlawan mengejar kecantikan, tetapi sangat jarang melihat pertunjukan kecantikan mengejar pahlawan cantik. Dunia benar-benar luas ....'
Su Yueyin kembali meneguk anggur dari botol labunya, anggur yang masuk ke dalam tubuhnya berubah menjadi energi qi murni dan memperkuat basis kultivasinya. Tentu saja dia tidak akan pernah merasakan mabuk, walaupun anggur yang ada di dalam botol labunya merupakan salah satu anggur terkuat dan dengan hanya mencium baunya saja, satu kota bisa jatuh dalam keadaan mabuk berat!
Setelah terbang dengan situasi ini selama beberapa waktu, Su Yueyin merah botol labunya lagi namun dia berhenti karena isinya hanya tinggal seperempat. Kemudian, dia berkata, "Masih ada dua hari tiga malam sebelum kita sampai ke benua selatan, jadi luangkan waktumu."
Mo Li membuat saran yang agak berani.
"Bagaimana kalau salah satu dari kita menyanyikan sebuah lagu untuk semua orang?"
"Saran yang bagus, Lin Qintian nyanyikan sebuah lagu," sahut suara dingin Su Yueyin.
Su Yueyin dan Mo Li menghela napas bersamaan.
Kemudian Su Yueyin angkat bicara lagi, "Jadi, siapa di sini yang bisa bernyanyi? Bagaimana denganmu, Yan Xu?"
Yan Xu menggelengkan kepalanya, mempertahankan ekspresi muram di wajahnya. Dia mengingatkan Su Yueyin menggunakan teknik transmisi suaranya, "Bibi Yueyin, sepertinya ada seseorang di belakang kita. Dia sudah mengikuti kita semenjak melewati perbatasan wilayah sekte."
"Hm?"
Su Yueyin mendongak dan diam-diam menjawab Yan Xu melalui transmisi suara, "Aku akan memeriksanya."
Su Yueyin bukanlah orang yang akan meragukan persepsi Yan Xu terhadap bahaya karena dia tahu pria itu selalu mengawasi sekitar mereka semenjak mereka lepas landas. Dia segera memperluas jangkauan kesadaran ilahinya untuk memeriksa. Beberapa saat kemudian, labu besar yang mereka tumpangi melambat dengan kecepatan yang rata-rata.
Sesaat kemudian, labu besar berhenti di langit. Su Yueyin duduk dengan anggun dan berteriak, "Aku ingin tahu apa yang sedang kamu cari karena mengikuti kami dalam waktu yang lama, bisakah kamu menjelaskannya?"
__ADS_1
Ketika suara dingin itu jatuh, empat murid lainnya yang duduk di labu besar membuka mata mereka. Mereka menoleh untuk melihat Yan Xu di belakang yang menyembunyikan jari-jarinya di lengan bajunya. Jari-jarinya dengan erat memegang pisau kecil yang sangat beracun dan siap menyerang.
Dari sela-sela awan di belakang mereka, muncul seorang pria tua kekar dengan tampilan yang garang. Pria tua ini menggunakan jubah besi full-plate dan aura yang sangat tebal menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sebuah pedang besar bermata satu berdiri lurus di punggungnya.
"Ranah kondensasi jiwa?"
Yan Xu mengamatinya lebih dekat. Orang ini baru saja naik ke ranah kondensasi jiwa beberapa saat yang lalu. Dia tidak merasakan stabilitas aura pada dantian utama pria tua itu, meski begitu tetap saja dapat dikatakan bahwa orang ini sudah memiliki dua nyawa tambahan dari jiwa bayi yang lahir melalui inti emasnya. Selama jiwa yang terlahir dari inti emas aman, dia hanya perlu tubuh baru untuk hidup kembali dengan normal namun basis kultivasinya akan berkurang secara signifikan karena proses perpindahan jiwa ke tubuh baru.
Beberapa ratus meter dari mereka, pria tua itu menangkupkan tinjunya ke arah Su Yueyin. Kemudian dia berteriak, "Aku adalah jenderal yang berada di garis depan benua selatan. Aku datang secara khusus untuk melindungi Yang Mulia Pangeran Kelima. Jika keberadaanku telah menyinggung perasaan kalian, mohon dimaafkan!"
"Pangeran Kelima?"
Su Yueyin memiringkan kepalanya lalu memperhatikan ketiga murid lelaki yang ada di belakangnya.
Tak lama kemudian, suara dingin Wang Jia Li terdengar, "Kembalilah, aku tidak memerlukan pengawasanmu."
'Pangeran? Jenderal penjaga perbatasan benua selatan?'
Anehnya, Yan Xu merasakan ada sesuatu yang salah dengan kehadiran Jenderal yang seharusnya berada di garis depan perbatasan.
Rasanya seperti ada sesuatu yang sedang merencanakan sebuah skema merepotkan dan dia mungkin akan terlibat, jelas sekali perjalanan ini akan memiliki konflik besar.
Sangat aneh mengingat bahwa Jenderal garis depan perbatasan seharusnya dilarang meninggalkan garda terdepan, kecuali ada dekrit kekaisaran.
Namun, setahu Yan Xu dekrit kekaisaran hanya akan keluar saat banyak nyawa penduduk terancam, bukan hanya untuk menempatkan penjaga keamanan demi seorang pangeran.
Jelas sekali, ini adalah sebuah jebakan yang mematikan ....
'Mari ikuti alurnya terlebih dahulu dan segera berpisah dari mereka.'
__ADS_1