Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kekhawatiran Bibi Yueyin


__ADS_3

"Anak nakal itu ... padahal dia bisa saja mengikuti salah satu dari kelompok dua orang itu, kenapa dia malah pergi sendirian?!"


Su Yueyin duduk di antara awan, tepatnya di atas Hutan Kekacauan. Dia memijat keningnya dengan frustasi, lalu mengambil botol labu anggur untuk minum. Hanya dengan minum anggur dia bisa menenangkan kekhawatiran di hatinya.


Dia tidak menyangka akan begitu banyak murid yang datang ke ekspedisi Benua Selatan selama periode ini. Empat dari mereka bahkan termasuk bibit unggul dari tiap puncak di Sekte Abadi Luo. Dia tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi kepada mereka, kalau tidak jatah anggur bulanannya akan dipotong dan buruknya lagi, dia tidak akan bisa lagi mendapatkan anggur untuk diminum!


Saat ini, lima dari mereka begitu berani untuk berpisah menjadi tiga kelompok membuat Su Yueyin merasa agak tertekan.


'Mereka semua benar-benar domba muda yang tidak takut dengan serigala pemburu! Sungguh darah muda yang masih kuning, tidak kenal rasa takut sama sekali!'


Namun, Su Yueyin ingat seperti apa dia saat masih seusia mereka dulu. Antara mereka dan dia, benar-benar tidak ada bedanya dan begitulah kebiasaan itu akan berlanjut dari generasi lama ke generasi berikutnya.


Su Yueyin kembali mengambil botol labu anggur dan melepaskan sumbatnya, lalu dia kembali meminum beberapa teguk lagi.


'Lupakan saja! Aku akan menunggu dan melihat perkembangan para domba kuning ini selama 20 hari!'


Kesadaran ilahi Su Yueyin yang telah melebihi milik kebanyakan kultivator manusia tidak dapat memeriksa lebih jauh karena miasma qi yang ada di sekitar.


Hal baiknya adalah para murid itu berada di daerah terluar benua selatan. Binatang buas di sana tidak begitu ganas dan picik. Selain itu, beberapa kultivator manusia maupun suku asing tidak akan menetap di wilayah luar benua selatan.


Sebaliknya, kebanyakan dari mereka akan pergi ke wilayah yang lebih dalam.


Setelah merenung sejenak, Su Yueyin menoleh untuk melihat Jenderal Lao yang berdiri kokoh pada atas awan di belakangnya.


Dia ingin meminta jenderal itu untuk mengikuti Wang Jia Li dan Mo Li agar ia bisa memeriksa ketiga murid lain, namun dia masih merasa enggan dan mengindahkan pemikiran itu.


Dia juga teringat sebelum Yan Xu mengucapkan salam perpisahan, anak nakal itu memperingatkan dia tentang Jenderal Lao.

__ADS_1


'Bibi Yueyin, tolong berhati-hati dengan Jenderal Lao itu. Kemungkinan besar dia datang dengan membawa niat buruk, Murid ini merasa curiga bahwa orang itu sebenarnya tidak datang dengan dekrit Kaisar yang sebenarnya.'


Dia mengingat transmisi suara yang dikirimkan oleh Yan Xu dan memikirkannya kembali.


Awalnya dia agak skeptis terhadap pendapat Yan Xu yang masih seumuran padi kuning. Lagipula, jenderal itu juga akan tumbang jika terkena satu pukulan darinya, bagaimana bisa dia berani bermain suatu plot dengannya, begitulah yang ada di pikiran Su Yueyin.


Namun, Su Yueyin merasa ragu untuk beberapa alasan.


'Lupakan saja. Lagipula mereka belum keluar dari batas wilayah kesadaran ilahiku. Aku tidak perlu panik, setidaknya untuk saat ini ...."


Su Yueyin mengarahkan awan miliknya ke depan sambil berkata kepada orang tua yang ada di belakangnya, "Ikuti aku dari dekat."


"Baik, Tetua Su Yueyin," jawab Jenderal Lao dengan suara rendah. Dia mengikuti dari belakang dengan jarak tiga kaki dari awan milik Su Yueyin.


Kelompok itu memilih tiga jalur yang berbeda. Secara alami, semakin jauh jarak yang mereka tempuh, semakin dekat mereka dengan situasi bahaya karena berani berpisah menjadi kelompok kecil.


Adapun Yan Xu, Su Yueyin agak khawatir dengan murid nakal itu. Akan tetapi, dia tidak tidak bisa meninggalkan dua murid sekedar demi mengawasi seorang pria yang pergi sendirian.


Hal itu akan membuat dia terlihat sangat pilih kasih di mata murid lain maupun lelaki tua yang berada dalam jarak tiga kaki di belakangnya.


Su Yueyin bersiap untuk mengikuti di belakang tiga kelompok secara bergantian. Setidaknya, dia akan menghabiskan waktu yang sama dalam berkeliling dan melindungi mereka.


Walaupun itu agak bengkok dari aturan ekspedisi dimana pengawas hanya memiliki tugas untuk mengawasi para murid yang pergi untuk berlatih, bukan dalam hal lainnya seperti yang dia lakukan saat ini.


Seperti kata pepatah, "Hidup dan mati manusia masih tidak lepas dari yang namanya takdir."


Para murid akan tumbuh lebih cepat dalam keadaan berbahaya seperti itu. Namun, terlalu mendorong diri sendiri ke dalam situasi antara hidup dan mati dengan risiko yang terlalu tinggi juga merupakan salah satu ketentuan latihan untuk melewati batasan mereka masing-masing.

__ADS_1


Menurut kesadaran ilahi Su Yueyin, Wang Jia Li dan Mo Li maju dengan kecepatan tinggi menuju wilayah yang ingin mereka capai.


Lereng merapi yang dipenuhi oleh magma dengan suhu yang sangat tinggi merupakan tempat terbaik bagi pohon yang menghasilkan buah kelahiran phoenix dan merupakan salah satu tempat teraman karena jarang ada kultivator manusia maupun suku asing akan pergi ke sana.


Keduanya tidak berani terbang. Namun, pergerakan mereka masih tergolong cukup cepat di daratan.


Mereka tidak banyak bicara dan terus berlari menyamai kecepatan satu sama lain. Dari waktu ke waktu, binatang buas akan berusaha menyerang mereka, tetapi mereka akan menghadapinya dengan mudah.


'Murid-murid dari Puncak Surgawi memang yang paling bisa diandalkan.'


Su Yueyin menatap lebih jauh ke bawah dan bisa melihat situasi Lin Qintian dan Bai Lien'er. Keduanya berbicara sambil berjalan dengan santai.


Sepertinya mereka sedang mengobrol tentang diri masing-masing dan lebih tepatnya seperti, proses pendekatan agar lebih dekat satu sama lain dan membuat Su Yueyin merasa agak tidak nyaman.


Meskipun begitu, mereka dapat menangani dengan cepat juga tepat saat serangga beracun maupun binatang buas menyerang. Keterampilan mereka sudah cukup untuk mendapatkan pujian ringan dari Su Yueyin sebagai salah satu anggota Sembilan Su.


'Tidak ada masalah sejauh ini, tapi kenapa aku masih merasa khawatir?'


Su Yueyin mengerucutkan bibir kecilnya, ingin mengamati situasi Yan Xu. Dia memfokuskan kesadaran ilahinya dan tidak menemukan murid nakal itu.


'Apakah dia sudah dicabik-cabik oleh binatang buas tanpa tersisa satupun jasad yang utuh? Atau ... apakah dia sudah ditelan secara bulat oleh binatang buas di sana?!'


Su Yueyin mengerutkan kening dan dengan cepat mencoba kembali mencari Yan Xu dengan meningkatkan intensitas kesadaran ilahinya.


Ada yang salah dengan ini. Sepertinya anak nakal itu telah menggunakan suatu teknik untuk menghindari pelacakan melalui kesadaran ilahi.


Dia masih bisa merasakan energi qi dari murid nakal itu di dalam sana, dia juga masih bergerak secara sehat dan bugar dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan, dia bergerak dengan tiga setengah kali lipat dari kecepatan milik Wang Jia Li dan Mo Li.

__ADS_1


__ADS_2