
Sekali lagi, Jun Mo dipaksa naik pitam karena ucapan Yan Xu benar-benar menyebalkan. Sekali saja, dia ingin merobek mulut pria berwajah tampan itu dan menusuk tombak dari pantat hingga menembus ke mulutnya sebagai persembahan kepada dewa iblis kuno mereka yang telah ia hina.
"KURANG AJAR!!!" teriak Jun Mo yang sekali lagi terpancing amarahnya.
Tiga anak panah ditembak oleh avatar Jun Mo menuju Yan Xu dengan kecepatan tinggi.
Sebelum dapat menyentuh avatar Yan Xu, ketiga anak panah itu menghilang di udara kosong. Sementara itu, avatar Yan Xu dilapisi oleh cahaya emas dan membentuk sebuah zirah.
Mata Jun Mo membelalak terkejut, dia tidak menyangka masih ada orang pada zaman ini yang tahu akan zirah yang seharusnya sudah tidak ada di dunia ini.
"Zirah Buddhis, Sutrth Vhijra ...." Jun Mo menggertakkan giginya dengan amarah yang luar biasa.
Zirah yang digunakan oleh Yan Xu memang sudah tidak ada lagi di dunia Xuanyuan karena itu berasal dari zaman kuno. Kelebihan yang dimiliki avatar Yan Xu adalah dapat memanifestasikan suatu senjata selama dia memiliki pemahaman mendalam tentang komposisi mereka. Terlebih lagi, zirah yang dia gunakan saat ini merupakan rajutan pribadi oleh pemilik tubuh lama sendiri dibantu oleh beberapa biksu di salah satu kuil shaolin yang telah lama tiada untuk melawan petinggi pasukan raja iblis saat itu.
Dia memang tidak memiliki satupun kekuatan masa jaya pemilik tubuh lama, namun ia masih bisa memanfaatkan pengetahuan yang terakumulasi hingga sekarang. Mungkin inilah kompensasi bagi Yan Xu karena tidak memiliki sebuah cheat sehebat pemilik sistem di dunia Xuanyuan. Meskipun begitu, dia tidak bisa berpuas diri karena perkembangan maupun pemahaman kultivasinya jauh lebih lambat daripada mereka yang dibantu oleh sistem.
'Ah~ andai saja ada sistem gacha, aku ingin senjata gratisan tingkat legendaris!' keluh Yan Xu dalam hati sambil menangis.
Tidak sadar diri, Yan Xu yang masih memiliki pedang Dayu dengan tingkat legendaris lupa begitu saja karena dia terpaksa membaginya dengan Su Yinfeng agar pihak lain mau tutup mata atas perbuatan Puncak Angin terhadap Sekte Abadi Luo.
Dengan wajah Jun Mo yang memerah, setiap anak panah yang ia lontarkan selalu menghilang sebelum dapat menyentuh avatar Yan Xu.
"Ke ... pa ... rat ...."
Melihat bagaimana Yan Xu terus menertawakan dirinya, tidak bisa tidak membuat Jun Mo semakin naik darah.
Dia mengira Yan Xu hanyalah tumbal yang beruntung karena dapat menghentikan dirinya sebelum mendekat ke gumpalan daging ungu. Namun, siapa sangka dia akan menjadi sekuat ini dengan berbekalkan pengetahuan yang seharusnya tidak diketahui oleh kultivator manusia pada zaman ini. Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana pihak lain masih bisa santai, dia tidak punya pilihan lain selain mengakui bahwa pihak lain adalah lawan yang sangat tangguh.
Jun Mo tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Darimana kamu tahu tentang karakteristik zirah Sutrth Vhijra? Tidak mungkin bagi kultivator yang hidup jauh setelah masa kekacauan mengetahui serinci ini!"
__ADS_1
"Darimana aku tahu?"
Mendengarkan pertanyaan itu, Yan Xu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Langit dan Bumi pernah bersatu. Mereka yang berada di atas memerintah dengan sewenang, tidak membiarkan penduduk di bawah menatap ke atas langit. Perang kekacauan menciptakan sebuah bencana, dunia meledak dan hancur lebur, dewa saling bergandengan tangan membentuk kembali yang telah hancur, hingga semuanya dikembalikan ke awal tanpa mereka sadari."
"Sajak apa itu?" tanya Jun Mo.
"Sajak? Apakah otakmu terlalu dungu untuk berpikir dan menelaah bahasa apa itu dan bagaimana bisa makhluk kotor sepertimu dapat mengerti?"
'Bahasa?'
Tubuh Jun Mo terhuyung di udara, sensasi menyesakkan menghantam dadanya.
"Itu adalah bahasa makhluk peradaban awal, yang bahkan hanya sedikit yang bisa ku mengerti ...."
Menyadari pihak lain mengatakan jawaban yang tepat, kali ini senyum tipis muncul di wajah tampan Yan Xu.
Punggung kepala Jun Mo kini telah dipukul keras oleh kenyataan. Hari ini, merupakan hari tersial selama dia hidup. Tanpa diduga, dia yang baru saja bangun bertemu dengan makhluk purba kala yang lebih tua dari raja iblis kuno yang ia layani saat itu!
Sebagai seorang iblis, ada kalanya Jun Mo akan berpikiran lebih rasional dan mulai berhenti mendesak lawan. Namun, sekarang sudah terlambat untuk melakukan negosiasi demi nyawanya.
Sebelum dapat membuka mulutnya, Yan Xu beserta avatarnya telah menghilang.
Jun Mo merasakan luapan energi qi murni yang penuh akan aura kehidupan berada di atas dan bawahnya.
'D-dia melakukan serangan terpisah dua arah bersama avatarnya? Apa itu mungkin?! Tidak, itu mustahil!'
Akal sehat Jun Mo terguncang, mencoba untuk menyangkal yang dia rasakan menggunakan kesadaran ilahi.
Sudah terlambat, saat dia ragu, satu anak panah masing-masing dari atas dan bawah telah diluncurkan.
__ADS_1
Dari satu, membelah jadi jutaan, menutup pergerakan Jun Mo dengan avatarnya yang besar.
Duar!
Saat avatar Jun Mo bersentuhan dengan serangan terakhir Yan Xu, dia meledak dan aura qi Jun Mo telah hilang sepenuhnya di dunia Xuanyuan.
Pada saat yang sama, avatar Yan Xu yang berada di atas langit menghilang di udara kosong menjadi serpihan cahaya. Sementara Yan Xu di bawah, menekan beberapa titik dantian nya untuk meredakan rasa sakit akibat terlalu berlebihan menggunakan energi qi hingga dia memuntahkan seteguk darah segar.
Meskipun begitu, dia sudah mengkonfirmasi satu hal. Sisa-sisa masa kekacauan, mungkin masih tersembunyi di berbagai tempat dan sedang membentuk ulang kekuatan mereka di seluruh dimensi tiap ras. Mungkin, di lain hari ia harus melakukan perjalanan panjang demi mencari mereka sebelum makhluk-makhluk kuno yang mengganggu itu bangkit sepenuhnya.
Kalau tidak, dunia akan sekali lagi jatuh ke masa kekacauan sebelum bencana yang asli tiba.
Menurut perhitungan Yan Xu, mereka tidak boleh menderita terlalu banyak kerusakan hanya karena bayangan hantu tua dari masa kekacauan. Sebisa mungkin, dia akan membicarakan tentang hal ini kepada gurunya setelah kembali. Walaupun harus sedikit mengambil risiko, dia harus mencoba terlebih dahulu karena bantuan Lan Xihe juga sangat dibutuhkan.
Menghela napas dalam-dalam, Yan Xu berjalan menuju Xia'er yang dengan bosan menonton pertunjukan yang dibuatnya.
"Dia terlalu lemah, apalagi yang terakhir, aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan," ucap Xia'er sambil menggembungkan pipinya.
Mencubit pipi Xia'er yang mulus, Yan Xu tersenyum lembut dan berkata, "Dia bilang kamu adalah kaisar iblis termanis semenjak zaman kuno."
"Eh?" Xia'er mengeluarkan pekikan yang lucu diikuti wajahnya yang memerah secerah tomat.
Yan Xu tertawa ringan dan menggeser sedikit kaki ramping Xia'er, kemudian dia duduk di atas sofa dengan santai menatap langit yang masih dipenuhi fenomena seperti ledakan kembang api akibat serangan terakhir.
'Kembang api ini aku persembahkan untuk jiwa kalian. Semoga kalian dapat tenang di alam sana. Dengan ini kalian sudah bisa memutus rantai penderitaan lama pada masa itu, seluruh anggota klan Situ.'
Kedua orang itu saling memandang cahaya kembang api dan terkadang saling bercanda, walau akhirnya Yan Xu harus kena batunya karena dia tidak sengaja membuat Xia'er sangat tersipu malu, hingga tidak sengaja memukulnya sampai terbang ke langit.
Semenjak kejadian itu, Yan Xu mendapatkan trauma agar tidak terlalu mempermainkan Xia'er saat bercanda.
__ADS_1