
Sekali lagi, enam bulan telah berlalu.
Yan Xu yang sudah menyelesaikan seluruh pekerjaan administrasi puncak akhirnya dapat beristirahat dengan tenang. Di dalam ruang administrasi hanya ada dirinya sendiri, Su Yueyin telah keluar untuk membantu proses pembangunan semenjak dua bulan yang lalu.
"Akhirnya ... aku bisa keluar dari sini setelah setengah tahun sesuai perkiraan."
Senyum cerah dapat terlihat di wajah kurus Yan Xu. Selama ini dia kekurangan gizi karena makanan seadanya dan stress yang menumpuk akibat pekerjaan. Tentu saja, dia akan merasa sangat senang bahwa tugas ini akhirnya rampung dengan rapi dan tepat waktu.
Yan Xu beranjak dari kursinya, berjalan ke arah pintu sambil merapikan pakaian yang tidak pernah ia ganti. Dengan semangat, dia membuka pintu dengan kedua tangannya.
Kriek! ....
Begitu dia membuka pintu, Yan Xu melihat pemandangan di luar seolah merasa asing. Kelopak mata yang lelah itu berkedip beberapa kali, matanya celingak-celinguk melihat sekeliling.
"Ini ...." Mulut Yan Xu terbuka lebar, tidak dapat meneruskan apa yang ingin ia katakan.
'Aku siapa? Dimana aku? Dimana yang lain? Tempat apa ini? Apa aku sudah terjebak sangat lama sehingga mereka lupa akan kehadiranku?!'
Yan Xu segera berjalan dengan gugup. Dia melepaskan kesadaran ilahinya, memperlebar jangkauan sejauh mungkin untuk mencari yang lain. Ketika dia sedang berjalan, kesadaran ilahinya menangkap aura seseorang.
"Ada seseorang di sini!"
Yan Xu segera menggunakan teknik pengejaran jiwa dan berlari sekencang mungkin ke aura tersebut. Ketika dia sudah dekat, ia dapat melihat jubah peri abadi putih yang sedang melayang di udara diselebungi aura putih khas.
Sementara itu, pemilik dari jubah itu berada di atas tanah, berdiri pada posisi pembukaan dan kedua tangan rampingnya yang indah memegang sebuah gagang pedang dengan bilahnya masih disarungkan.
Yan Xu diam-diam mengamati dari jarak beberapa puluh meter agar tidak mengganggu pertunjukan yang akan segera dimulai. Matanya penuh kilatan tajam akan keingintahuan dan haus akan wawasan baru juga pencerahan dalam perkembangan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
__ADS_1
Sementara itu, pemilik jubah putih—Lan Xihe, menarik napas dalam-dalam kemudian bergumam, "Teknik Jalur Pedang Plum, gerakan pembukaan ...."
Tangan ramping peri Lan Xihe berpindah ke samping kepalanya, satu kaki mundur ke belakang. Energi qi putih murni mulai mengalir pada pedang, memberikan tekanan kuat dan tegas akan niat pedang Lan Xihe.
"Tebasan Benih."
Setelah melakukan tusukan satu kali, pedangnya berpindah ke sisi bawah samping kiri dan melakukan tebasan berbentuk "Π". Tiap satu napas, satu lintasan dihasilkan dengan kuat, membuat gelombang energi qi terpancar ke seluruh arah dan Lan Xihe sebagai sumbernya.
Lan Xihe memutar tubuhnya sambil bergerak ke bekang dua langkah dan putaran dengan sudut 720°.
Lan Xihe kembali bergumam, "Gerakan pertama, Tumbuh."
Salah satu kakinya menginjak tanah dengan kuat, sehingga dia melompat tinggi ke atas udara dan berputar 180° membuat kepalanya berada di bawah. Dia melakukan tusukan lurus ke bawah. Tusukan itu menyentuh tanah, membuat sebuah kawah yang setidaknya berukuran dua puluhan meter.
Dengan pedang yang tertancap di dalam tanah, Lan Xihe berdiri lurus di ujung atas gagang pedang.
Dia kembali bergumam, "Gerakan Kedua, Daun Beracun."
Kemudian, dia melakukan tebasan hingga mengeluarkan asap berwarna sesuai dengan bunga plum. Ada juga energi qi yang menghasilkan realisasi dari bentuk bunga plum di dalam asap itu.
Asap menyebar dengan cepat beberapa meter ke seluruh arah dan menghilang setelah delapan detik. Selanjutnya, dia berbalik dan mendarat dengan mulus lalu menyarungkan pedang ke sarung putih.
Wajah Lan Xihe terlihat berkeringat, napasnya terengah-engah dan ada ekspresi tak berdaya yang baru pernah Yan Xu lihat semenjak menjadi murid langsung.
'Guru memiliki ekspresi seperti ini juga?'
Yan Xu mengusap kedua kelopak matanya. Setelah memastikan bahwa dia tidak salah lihat, Yan Xu mengirimkan salam sambutan dengan pedang energinya dari jarak puluhan meter.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, murid nakal itu menerapkan kekuatan tambahan pada pedang energi yang dia tembak ke arah gurunya. Dengan seringai licik, dia mulai membaca mantra.
"Hilangkan emosi yang tidak berarti ... mengambil keputusasaan sebagai harapan ... lepaskan diri dari kehancuran ..."
Bilah pedang energi hijau muda dengan kilatan biru awan diselimuti aura abu-abu. Ketajaman dan keakuratan dalam mengejar targetnya bertambah pesat, seolah-olah pedang itu memiliki pemikiran sendiri untuk memusnahkan iblis yang merupakan targetnya.
Yan Xu menggunakan energi qi untuk memperkuat teriakannya, "Murid memberikan salam kepada Guru!"
Wuush!
Bersamaan dengan teriakan itu, pedang energi yang ganas juga diperkuat aura abu-abu melesat seperti anak panah. Dari kejauhan hanya nampak seperti cahaya bintang jatuh yang melesat di langit. Namun, bagi Lan Xihe itu sangat jelas seperti kotoran yang dilemparkan ke arahnya!
Alis Lan Xihe berkedut, dia menjentikkan jari rampingnya dan terciptalah sepuluh pedang energi qi putih. Dia melambaikan lengan jubahnya, sehingga sepuluh pedang energi itu saling berbenturan dengan milik Yan Xu. Ledakan di jarak delapan meter dari posisinya dapat terlihat.
Yan Xu dari kejauhan menghampiri Lan Xihe menggunakan teknik pengejaran jiwa. Dia juga menggunakan teknik pengejaran jiwa dan bergerak dengan cepat ke arah Murid Nakal. Ada keinginan membunuh yang kuat dari mata merah yang menyala itu.
"Guru, Murid meminta bimbingan setelah sekian lama tidak bergerak!" Yan Xu menciptakan sebuah tombak energi di tangannya, kemudian menggunakan gerakan akhir jalur tombak Juiyan, Tusukan Kritis!
"Sesuai keinginanmu! Akan ku pukuli kamu sampai babak belur, Murid Nakal!" Lan Xihe menyelimuti pedangnya dengan energi qi dan melakukan gerakan pertama jalur pedang plum, Tumbuh!
Saat jarak mereka semakin dekat, dia melompat tepat ke atas Yan Xu dan melakukan gerakan tusukan untuk melawan tombak energi Murid Nakal.
Kedua gerakan tusukan antara tombak energi dengan pedang saling berbenturan, menciptakan percikan api saat kedua bilah saling bersilangan melewati.
Yan Xu bergegas memanfaatkan keuntungannya yang berada di tanah. Dia menginjak tanah sehingga akar kayu biru menjalar ke arah Lan Xihe.
"Ingin bermain trik denganku? Mimpimu terlalu— eh?!"
__ADS_1
Ketika Lan Xihe ingin menggunakan gerakan selanjutnya, Yan Xu menghilang tanpa jejak di udara kosong!
Kesadaran ilahi Lan Xihe memperkuat pencariannya dalam sekian detik yang berlalu, namun tidak ada tanda-tanda kehadiran dari Murid Nakal. Dia segera mengambil beberapa jimat di balik jubahnya, kemudian secara cepat menyebarkan jimat itu ke udara.