Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Sebelum Pertemuan Tengah Malam - 2


__ADS_3

"Sungguh rata-rata, tapi hasilnya maksimal!"


Ye Miao'er memegang tangan Yan Xu dengan kedua tangan rampingnya dan berkata, "Tolong ulangi sekali lagi, Miao'er hampir mempelajarinya!"


Yan Xu menggerakkan tangan Miao'er lagi dan mengulang proses yang sama. Kemudian, dia melirik sedikit ke arah Miao'er saat prosesnya sudah selesai. Karena terus meliriknya, Yan Xu jadi lupa kalau tangan mereka terus bersentuhan.


Ye Miao'er tidak menarik tangannya. Sebagai gantinya, dia berkata, "Kakak Senior, bisa ulangi sekali lagi?"


"Baik, baik, ini yang terakhir. Setelah ini, kamu pelajari sendiri."


Yan Xu memberinya senyum lembut, sebelum mengulangi kembali proses pengukiran rune yang sama.


Setelah selesai, Yan Xu segera melepaskan tangan Miao'er lalu menghela napas dengan puas. Perasaan puas itu karena dia masih bisa menjaga imejnya sebagai kakak senior dalam memberikan wawasan kepada adik juniornya.


"Sekarang, kamu coba sendiri dan biarkan aku menilainya."


"Sekarang?" tanya Miao'er sambil tersenyum.


"Ya, se-ka-rang," jawab Yan Xu yang juga tersenyum.


Menerima desakan yang tak terlihat itu, Ye Miao'er segera meminta bantuan sistemnya untuk mengulangi proses yang sama. Dengan kecepatan yang lebih cepat daripada saat Yan Xu mempraktikkannya sendiri, Ye Miao'er telah berhasil membuat satu ukiran rune yang bahkan lebih indah dan kuat dibandingkan contoh sebelumnya.


Melihat itu, Yan Xu dapat mendengar suara retakan kaca pecah di dalam hatinya. Dia memegangi dadanya yang terasa sesak karena melihat betapa sialannya, ketika seorang jenius dapat melampauinya dalam sekejap mata.


"Ka-kamu melakukannya dengan sangat baik, aku bangga padamu!" puji Yan Xu sambil tersenyum, walau hatinya menangis berdarah.

__ADS_1


Ye Miao'er menepuk dadanya dengan gembira, menyebabkan pakaian di balik jubah abadinya bergoyang, "Tentu saja itu karena ajaran luar biasa dari Kakak Senior! Sekarang, pekerjaan kita sudah selesai dan cuma tinggal menunggu kan?"


"Benar, kita hanya tinggal menunggu sampai waktu pertemuan tiba," jawab Yan Xu dengan ekspresi yang serius. "Ada kemungkinan yang kita hadapi ini lebih keras dari baja, sementara yang ada di tangan kita hanyalah sebuah kerikil kecil. Aku tidak bisa memperkirakan perbuatan nekad apa yang akan mereka lakukan, jadi setelah menyajikan teh di meja kamu langsung lari saja dari sini."


"Variabel yang sulit manakah sampai membuat Kakak Senior jadi tidak percaya diri?"


"Murid ketiga dari Su Yinfeng, Su Lixuan."


Ye Miao'er menyipitkan matanya dan berkata, "Su Lixuan? Bukankah dikatakan bahwa dia itu bukanlah ahli dalam penyerangan maupun bertahan? Miao'er pikir, dia bukanlah pribadi yang terlalu merepotkan. Akan tetapi setelah melihat Kakak Senior merasa terganggu, bagian mananya dari Su Lixuan yang berbahaya?"


Yan Xu tersenyum sambil menjawab, "Su Lixuan memang anggota ketiga yang kurang daya dalam pertarungan. Namun, dia memiliki senjata tersembunyi seperti teknik pengikat dengan hukum ruang yang dapat mengurung lawan seperti penjara tak berwujud. Bukan hanya itu, aku khawatir dia ini memiliki sifat mendominasi yang agak kekanak-kanakan. Jika dia memiliki tuntutan, aku yakin tuntutan itu tidak akan terdengar menyenangkan bagi pihak kita untuk memenuhinya."


"Jadi begitu, yah orang seperti ini memang sangat berbahaya. Saat berada di situasi terdesak, biasanya orang seperti Su Lixuan ini akan menaikkan nilai taruhan tanpa pikir panjang. Dengan kata lain, dia juga termasuk golongan bersumbu pendek."


Ye Miao'er mengangguk beberapa kali sambil memejamkan kedua kelopak matanya.


"Bagian mananya?" tanya Yan Xu untuk memastikan.


"Tentu saja bagian yang langsung kabur setelah menyajikan teh!"


Ye Miao'er mengulurkan tangan kanan dan mengepalkan tinjunya di depan wajah Yan Xu. Yan Xu menirunya dan menyentuhkan tinju mereka berdua. Segera, Ye Miao'er menyeringai.


"Semoga beruntung, Kakak Senior! Miao'er akan kembali dulu untuk beristirahat!"


"Hati-hati di jalan, Adik Junior."

__ADS_1


Masih menyeringai, Ye Miao'er menaiki awan terbangnya dan terbang ke arah wilayah bangunan khusus para wanita.


Ketika dia melihat ke belakang, Ye Miao'er melihat kabut tipis keluar di sekeliling bangunan yang baru saja dia tinggalkan. Dalam sekejap mata, kabut menutupi seluruh bangunan. Namun, setelah angin sepoi-sepoi, kabut itu menghilang.


Bangunan dalam radius 20 kilometer tampak persis sama seperti sebelumnya, tetapi Ye Miao'er tahu bahwa susunan formasi di sekitarnya telah diaktifkan.


"Jika aku ingin menghukum para gadis yang bersikap tidak menyenangkan saat berbicara tentang Kakak Senior, aku bisa menipu mereka untuk datang kesini," gumam Ye Miao'er pelan.


Namun, segera setelah itu, ekspresi Yan Xu muncul di benaknya sekali lagi. "Te-tentu saja aku akan meminta izin terlebih dahulu sebelum menggunakannya, kalau tidak Kakak Senior akan memarahiku selama tiga hari tiga malam lagi karena memasuki wilayah berbahaya tanpa izin, huhuhu~"


Sambil menggelengkan kepalanya, Ye Miao'er mengarahkan awan terbangnya lebih tinggi ke udara. Segera, dia tiba di bangunan tempat tinggal khusus untuk para wanita. Dia terbang melalui susunan formasi berantai dan menghilang di udara tipis.


Di sinilah tempat kediaman para anggota wanita di wilayah paviliun timur Puncak Angin.


Para anggota wanita di Puncak Angin memiliki privasi yang lebih tinggi dibandingkan para wanita. Jadi, Lan Xihe menanamkan ribuan cabang susunan formasi di wilayah para wanita agar para lelaki tidak berani berkunjung.


Tentu saja, dia melakukan itu karena hal lain seperti memisahkan privasi antara para murid-muridnya yang agak bebal, terutama para wanita kepada Yan Xu.


Kejadian ini kadang berulang kali terjadi, jadi dia memutuskan untuk menanamkan lebih banyak susunan formasi untuk membatasi pergerakan para gadis ini dibandingkan melindungi privasi mereka.


Tidak hanya untuk menghalau pergerakan para gadis, Lan Xihe juga menanamkan kebiasaan untuk selalu memasang susunan formasi di tempat mereka dengan ancaman bahwa dia akan mengawasi mereka dengan sangat teliti. Hanya dengan sedikit ancaman seperti itu, para gadis semakin berhati-hati dan menambah susunan formasi yang membatasi pergerakan seluruh pihak di kawasan mereka sendiri.


Salah satunya adalah murid langsung termuda dan merupakan salah satu puncak hierarki di Puncak Angin. Dia yang paling banyak memperlihatkan kedekatannya dengan Yan Xu di depan banyak anggota, ditempatkan pada pusat wilayah itu sebagai bentuk penghormatan kepadanya.


Alasan lain adalah agar para anggota baru tidak melupakan salah satu tabu bagi para anggota Puncak Angin agar tidak memandang biasa Ye Miao'er karena gelar termudanya. Ada juga yang lain dari yang lain adalah agar mereka dengan mudah mengawasi Miao'er, takutnya saat dia sedang dalam emosi yang tidak stabil, dia akan menjahili beberapa anggota puncak.

__ADS_1


Walau tidak keterlaluan hingga mengancam nyawa, tapi jahilnya Ye Miao'er lebih menyeramkan dibandingkan harus dipaksa masuk ke dalam rumah hantu. Bahkan mereka pasti akan lebih memilih masuk ke rumah hantu, daripada harus menjadi hiburan untuk menstabilkan emosi leluhur kecil yang sedang kesal.


__ADS_2