Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Menetapkan Keputusan Dalam Hatinya


__ADS_3

Setelah tidurnya sangat nyenyak tadi malam, Yan Xu merasakan bahwa hasil energi qi yang diserap oleh metode Qi Gong jauh lebih murni dari sebelumnya. Dia juga merasakan jauh lebih bugar, dibandingkan saat pertama kali mempelajari teknik tersebut.


Sudah beberapa bulan dia hidup sebagai Yan Xu. Saat dia tiba, ia diludahi berbagai macam sumpah serapah, dipukuli dengan menyedihkan, mendapatkan ingatan disembelih bagaikan ternak selama ratusan juta tahun dan tidak lupa juga sistem sampah yang cacat.


Ketika dia beranjak dari tempat tidur, Yan Xu meregangkan otot dan sendi tubuhnya sambil berkata, "Hari ini adalah hari yang dijanjikan kepada Guru. Aku harap Leluhur Kecil bisa memenuhi persyaratan yang ketat dari Guru. Bila perlu, aku akan bersujud untuknya."


Alasan terbesar Yan Xu menginginkan Wang Jia Li dan Xiu Ruolan untuk bergabung dengan Puncak Angin adalah mereka harus membayar kembali utang umur kemarin. Setiap ada utang, pasti ada debitur, begitulah niat asli Yan Xu yang pendendam—uhuk! yang baik hati.


Mereka berdua harus bekerja keras demi Puncak Angin, selain itu dia juga tidak menawarkan penagihan utang belaka. Dia sudah mengusahakan agar mereka juga memeluk paha gemuk gurunya yang luar biasa. Jadi, dia tidak secara penuh hanya menganggap mereka sebagai alat.


'Lagian mereka itu manusia, bukan alat! Manusia akan rela menyeberangi samudera dan mendaki puncak gunung demi keuntungan!'


Yan Xu terus menghindari pikiran yang tak bermoral dan mengisinya dengan rasionalitas juga moralitas yang dia pelajari dari gurunya. Jika di masa depan ada yang mempertanyakan tentang moralitas Yan Xu, dia akan segera menjual nama Lan Xihe dengan tegas dan jujur.


Saat Yan Xu baru saja keluar dari gubuk jeraminya, dia melihat Wang Jia Li lewat tepat di depan memanggilnya.


"Kakak Senior Yan Xu?"


"Ada apa, Adik Junior Jia Li?" Yan Xu yang masih berpenampilan agak berantakan tersenyum hangat menyambut panggilan tersebut.


"Sepertinya Guru sudah menebak tentang jenis kejutan yang disiapkan Kakak Senior pagi ini," jawab Wang Jia Li dengan ekspresi serius.


"Benarkah? Seperti yang diharapkan dari Guru," Yan Xu cuma mengangkat kedua bahu dan mengangguk secara lembut. Di wajahnya terdapat senyum yang tulus dalam memuji gurunya.


Wang Jia Li mengedipkan matanya dan berkata, "Apakah Kakak Senior sudah menduga bahwa Guru akan mengetahuinya lebih cepat sebelum hari ini tiba?"


Yan Xu menggeleng sambil menyilangkan kedua jari telunjuknya, "Tidak, malahan bukan gaya Guru kalau dia tidak mengetahuinya begitu bertemu dengan kita."


Wang Jia Li membuka mulutnya, seakan terkejut dan tak dapat berkata-kata. Kakak seniornya jelas mengatakan bahwa akan aneh jika Guru tidak langsung tahu saat bertemu dengan mereka, kalimat seperti itu sudah sangat menggambarkan intelektualitas guru mereka di mata Wang Jia Li.

__ADS_1


"Kalau begitu— ... !!!"


Sebelum sempat mengatakan sesuatu, Wang Jia Li berhenti karena melihat seorang gadis dengan mata cokelat cerah sudah berada di sampingnya tanpa ia sadari. Gadis itu memiliki rambut panjang dan kecantikan peri abadi yang alami. Dia adalah Ye Miao'er!


Ye Miao'er mengelus dagunya sambil berkata, "Apakah ini Kakak Senior Jia Li?!"


Yan Xu mengangguk sebagai jawaban, "Benar."


Setelah mendengar konfirmasi dari Kakak Senior Yan Xu, Miao'er segera memeluk Wang Jia Li dengan erat dan berkata, "Kakak Senior Jia Li, Miao'er sangat tersentuh dengan betapa hebatnya tekadmu!"


Air mata dapat terlihat mengalir dari sudut pipi bulatnya. Namun, Yan Xu bisa memperhatikan ada kilatan licik di pupil mata Miao'er. Jelas sekali dia sudah merencanakan sesuatu!


Wang Jia Li yang masih tidak tahu apa-apa dan hanya menepuk punggung Miao'er dengan lembut sambil berkata menggunakan suara yang mengandung penyesalan, "Tidak ada yang perlu dikagumi dari seorang pembunuh."


Miao'er yang lebih pendek dari Wang Jia Li mengangkat dagunya ke atas lalu berkata, "Tidak! Kakak bukanlah seorang pembunuh! Jika Kakak Senior Jia Li adalah seorang pembunuh, maka Miao'er juga adalah seorang pembunuh karena memiliki kakak seperguruan yang mengaku seperti itu!"


Wang Jia Li tersenyum kecut dan memiliki ekspresi kebingungan, "Ini ...."


'Masalah terbesar sekarang ada tepat di depan mata ....'


Seperti kata orang zaman kuno, wanita itu memiliki intuisi yang sangat tajam melebihi benda tertajam di dunia. Sama seperti Miao'er yang merasakan sensasi bahaya, begitu juga dengan Wang Jia Li kepada pihak lain.


'Orang ini sangat berbahaya.'


Mereka berdua merasakan itu ketika tatapan keduanya bertemu sesaat tadi. Ini bukan bahaya bagaimana dimaksud tentang saling membunuh dan sebagainya, melainkan masing-masing dari mereka tidak dapat menjelaskannya lebih lanjut.


Wang Jia Li mencoba tersenyum santai sebisanya kepada Miao'er, "Adik Junior Miao'er, bisakah kamu melepaskan pelukanmu sekarang?"


Miao'er dengan wajah polosnya menuruti keinginan kakak senior barunya, "Tentu!" wajahnya masih tersenyum manis, tetapi Wang Jia Li masih curiga dan belum menemukan sesuatu yang salah saat ini.

__ADS_1


Miao'er sekali lagi terlihat antusias, "Kakak Senior Jia Li, apakah Guru sudah mengajarkan kamu semua etika dasar anggota Puncak Angin?"


Wang Jia Li mengangguk, "Ya, semuanya sudah Guru ajarkan dan aku sudah lulus dengan ujian dikte ulang secara lengkap semua itu."


Miao'er membuka mulutnya dengan ekspresi wajah yang mengatakan, 'Kamu mengingat semuanya?! Bahkan, aku sendiri lupa hingga tidak lulus sebanyak ratusan kali. Kalau saja tidak dibantu oleh ajaran Kakak Senior Yan Xu, aku tidak akan pernah bisa lulus!'


Melihat ekspresi tercengang Miao'er, Wang Jia Li bertanya-tanya dengan penasaran, "Apakah ada yang salah, Adik Junior Miao'er?"


Miao'er mengangguk berat dengan ekspresi serius kemudian berkata, "Kakak Senior Jia Li, itu adalah hal yang luar biasa kamu dapat mengingat semuanya. Bahkan, aku sendiri dibantu oleh Kakak Senior Yan Xu dalam merangkum mereka hingga akhirnya bisa lulus."


Wang Jia Li mengangkat salah satu alisnya sambil berkata, "Apakah sesulit itu?"


"Sangat sulit. Kakak Senior Jia Li juga tahu sendiri bukan kalau Guru memiliki standar yang ketat. Setiap murid akan dilatih dengan keras hingga memenuhi bahkan melebihi penilaian ketat dari Guru alih-alih memenuhinya."


"Bukankah Guru terlihat sangat hebat? Bukan cuma cantik, Guru juga memiliki banyak teknik dan trik di balik lengan bajunya, dia benar-benar sulit!" Mata Miao'er memiliki kilatan petir menyambar saat mengatakan kalimat terakhir.


Hal itu membuat Wang Jia Li merasa seperti sedang tersambar petir dan menemukan sebuah kesamaan juga kesadaran diri yang satu frekuensi dengan Ye Miao'er.


Wang Jia Li mengangguk setuju dengan ekspresi serius, "Guru benar-benar sulit ...."


Sekarang Miao'er yang melebarkan matanya, dia menatap lekat-lekat ke arah Wang Jia Li yang berekspresi serius.


Wang Jia Li memberikan anggukan kecil, Ye Miao'er juga sama dan terdapat pemahaman pribadi lebih dalam di antara mereka.


Menemukan saingan memang tidak menyenangkan, namun sama-sama memiliki pemikiran bahwa saingan lain lebih berat dengan pesona yang ganas, membuat mereka merasakan sensasi iba pada satu sama lain.


Melalui perasaan yang tersiratkan hanya melalui intuisi masing-masing, mereka punya jenis hubungan baru dan tidak saling bergesekan lagi. Setidaknya, sebelum pesona lawan yang tangguh itu bisa mereka gapai terlebih dahulu.


Sementara itu, Yan Xu yang melihatnya dari kejauhan menggunakan kesadaran ilahinya hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya, dia harus memberikan doktrin bengkok yang ia percayai benar dan rasional kepada Wang Jia Li juga.

__ADS_1


'.... Atau mungkin, aku harus membangunkan mereka semua dan mengumpulkan semua orang di satu tempat untuk memulai pelajaran tambahan malam demi masa depan mereka semua.'


Yan Xu sudah menetapkan dalam hatinya, semua adik junior wajib didoktrin dengan ajaran bengkok Lan Xihe yang satu frekuensi dengan pemikiran yang rasional.


__ADS_2