
Di paviliun utara, kediaman pribadi kepala puncak.
Ada dua peri abadi duduk saling berhadapan dan hanya terpisah sebuah meja. Di atasnya terdapat sebotol anggur dan dua cangkir.
Salah satu peri yang berada di ruangan itu mengenakan jubah abadi serba putih dengan rambutnya yang juga sesuci warna salju tak terjamah dan kecantikan rupanya yang sangat menawan, dia adalah kepala Puncak Angin saat ini, Lan Xihe.
Di seberangnya, ada seorang peri abadi yang berpenampilan awet muda dan sebaya dengannya. Dengan rambut biru panjang cerahnya dan jubah abadi khas Puncak Angin yang diberikan khusus kepada posisi salah satu tetua puncak. Nama peri abadi yang indah tanpa cacat layaknya porselen itu adalah Duan Yunfei, mantan putri tertua Dinasti Duan di pinggiran benua barat daya dataran Xuanyuan.
Duan Yunfei menuangkan anggur dengan gerakan elegan ke dua gelas yang kosong dan menyodorkan salah satunya ke arah Lan Xihe.
Dengan lembut, Lan Xihe mengambilnya dan mereka saling bersulang sambil tersenyum nostalgia, seakan teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
Setelah meneguk anggurnya, Lan Xihe berkata, "Bagaimana dengan hadiah yang aku berikan di tepat ke dua ribu tahun penantian panjang mu?"
Duan Yunfei menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Sungguh, itu merupakan berkah yang luar biasa. Jujur, aku pikir kamu sedang bercanda saat itu."
Lan Xihe menepuk pahanya sambil tertawa cekikikan lalu berkata, "Yah, siapapun yang mendengarnya pasti akan mengira aku sedang bercanda. Tapi, sungguh, aku senang kamu menerima pesanku dan segera menyiapkan formasinya."
__ADS_1
"Hehehe, andai saja itu orang lain aku pasti akan mengabaikannya. Ngomong-ngomong, bagaimana kamu tahu formula dari susunan formasi yang kamu kirimkan melalui saluran suara itu dapat berhasil? Jika salah, bisa saja makhluk hidup yang ada di dalamnya akan terjebak di perbatasan ruang dimensi dan mati di kemudian harinya."
Susunan formasi yang diinstruksikan oleh Lan Xihe kepada Duan Yunfei setidaknya dapat direalisasikan apabila seseorang yang menyusunnya seorang master formasi sepertinya. Jika itu orang lain, susunan formasi itu tidak akan terwujud dan bisa saja meledakkan seluruh wilayah bekas Dinasti Duan.
Duan Yunfei yang merupakan master formasi paham betul akan konsekuensi dari perbuatan mereka saat itu. Namun, dia masih memberanikan diri karena dorongan bisikan iblis dari Lan Xihe lebih mengerikan daripada pemberitahuan kematian. Barang siapa yang mendengarkannya selama satu menit penuh saja, hidup mereka mungkin akan dipenuhi oleh kesuraman yang tiada akhir.
"Haih, sebenarnya aku punya beberapa trik di lengan baju ku. Tidak perlu disebutkan, itu juga karena takdir. Aku tidak akan kepikiran kalau saja murid nakal itu tidak datang dan meminta bantuanku," balas Lan Xihe sambil menggaruk punggung kepalanya beberapa kali dan tersenyum masam.
"Murid nakal? Dari yang aku lihat dia adalah pria yang kejam dibandingkan nakal, bu-bukan berarti aku meragukan karakternya, hanya saja ...." Duan Yunfei berhenti karena tidak tahu harus bagaimana menggambarkan Yan Xu menggunakan kata-kata.
Lan Xihe mengibaskan tangannya beberapa kali sambil berkata, "Ya, ya, kalau kamu pertama kali bertemu dia akan memainkan berbagai kesan pertama yang berbeda pada setiap orang tergantung situasi. Aku tebak, dia pasti melakukan pembantaian di daerah yang menjadi cakupan formasi besar yang kamu pasang, benar kan?"
"Hoo ... ternyata dia juga bisa dingin begitu, seperti yang diharapkan dari Murid Nakal. Kamu bisa menebak alasan kenapa dia melakukan pembantaian dengan dingin dan membiarkanmu pergi?" Mata merah cerah Lan Xihe bersinar dengan cahaya yang agak menyeramkan, seakan dia sedang menginterogasi seorang tahanan.
"Berikan aku waktu untuk memikirkannya," pinta Duan Yunfei dengan wajah serius.
"Tentu! Luangkan waktumu sebanyak mungkin," balas Lan Xihe tersenyum nakal dan meletakkan dagunya di atas punggung tangan kanannya.
__ADS_1
Merupakan suatu berkah bagi Puncak Angin karena akhirnya mereka mendapatkan satu lagi seorang tetua yang merupakan ahli susunan formasi. Satu-satunya alasan Lan Xihe terlalu sibuk beberapa hari belakangan ini karena mencoba untuk memberikan arahan kepada Duan Yunfei agar dia dapat berpindah menggunakan teknik susunan formasi yang berasal dari hadiah undian sistemnya.
Dengan begitu, tenaga kerja para tetua tidak lagi terlalu memberatkan Su Yueyin seorang diri karena itu akan dibagikan kepada Duan Yunfei setengahnya. Berdasarkan penilaiannya, ini juga merupakan hal baik bagi Duan Yunfei yabg telah terlalu pasrah akan takdir dan hanya menunggu sesuatu yang tak kunjung datang. Menciptakan sebuah keajaiban dari kebetulan yang diminta oleh muridnya, benar-benar membuat Lan Xihe ingin tertawa geli dengan pemikirannya.
Sementara itu, Duan Yunfei yang terlihat serius sedang menyusun kepingan teka teki yang saling terhubung dan tumpang tindih.
Walaupun pertemuan mereka hanya sesaat, berdasarkan pengamatan Duan Yunfei melalui perilaku Yan Xu dan pendapat jujur saudarinya— Lan Xihe—, pria tampan dengan aura keabadian itu adalah orang yang memiliki perubahan kulit tergantung dari kondisinya. Itu juga mengartikan bahwa pria yang baru saja dia temui adalah orang yang licik dan tidak segan bertindak kejam sesuai dengan situasi.
Upaya Yan Xu yang terlihat kejam di luar, sebenarnya tidak terlalu berdampak banyak terhadap suasana hati Duan Yunfei. Bukannya merasa marah, sebaliknya dia sangat senang karena Yan Xu telah membantunya melakukan pembersihan.
Namun, di lain sisi Duan Yunfei merasakan bahwa pria itu sangat berbahaya dan sama sekali berbeda dari seorang kultivator yang berjalan di jalan kebenaran. Lebih tepatnya, dia mengikuti kebenarannya sendiri dan tidak mempedulikan bagaimana cara orang lain melihatnya.
'Lan Xihe bilang ada alasan, tapi aku masih belum bisa melihat alasannya. Dari sudut pandangku, dia hanyalah melakukan pembantaian seperti sedang bersih-bersih. Tetapi, tidak nyaman rasanya saat aku bilang kalau dia melakukan itu cuma untuk bersih-bersih, kan?' batin Duan Yunfei yang kebingungan sendiri di dalam labirin rumit pikirannya.
Jawaban yang tak kunjung datang dari Duan Yunfei membuat Lan Xihe merasa sedikit bosan menunggu dan membuka mulutnya.
"Hei, kamu pasti terjebak dalam memikirkan sifat aslinya kan?"
__ADS_1
Duan Yunfei yang kembali ke kenyataan menatap Lan Xihe seolah-olah berkata, 'Bagaimana bisa kamu mengetahuinya?'
Lan Xihe tersenyum nakal, menyeruput sedikit anggur di cangkirnya lalu berkata, "Sangat terlihat jelas di wajahmu. Padahal jawabannya cuma buat bersih-bersih, toh kalau dia mau pakai itu sebagai properti pribadi harus dibersihkan dari bekas pemilik lamanya."