Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Memisahkan Diri Dari Kelompok


__ADS_3

Saat bergerak di benua selatan, mereka yang belum mencapai kondensasi jiwa harus menghindari terbang. Empat kaki di atas tanah, miasma qi akan terasa sangat tebal. Terlebih lagi dengan begitu banyak serangga beracun dan binatang buas di sekitar, akan jauh lebih aman bagi mereka untuk tetap berada di atas tanah.


Pada saat ini, hanya ada satu jalan yang harus diambil. Benda yang tampak seperti kayu hitam yang terbakar berjajar di sekitar jalur itu. Sebagian besar cabang di sana tidak memiliki daun. Namun, jenis kehidupan lain tampaknya mengalir di dalam diri mereka.


Saat mereka berlima berjalan di jalan setapak, mereka mencoba memperluas kesadaran ilahi mereka sejauh mungkin. Dari waktu ke waktu, mereka akan melihat satu atau dua binatang buas bersembunyi di kegelapan dan mengawasi para pengunjung dengan dingin.


Tampaknya tidak ada siang hari di hutan dan bahaya selalu mengintai pada setiap sudut.


Hutan kekacauan berisikan beberapa jenis artefak dan ratusan jenis tumbuhan yang berbeda. Kebanyakan dari tumbuhan telah diambil oleh para kultivator maupun suku asing karena lokasinya berada di ujung hutan, dimana tingkat bahayanya relatif rendah. Tidak diragukan lagi akan sangat sulit bagi kelimanya untuk menemukan bahan obat yang mereka inginkan.


Terlebih lagi, bahan obat yang dicari Yan Xu tidak berada di dalam Hutan Kekacauan. Bahan obat itu terletak lebih dalam ke wilayah tersebut.


Saat mereka berjalan, Yan Xu mengambil peta yang terbuat dari kulit kambing dewasa dari telapak tangannya. Dia melihat tanda-tanda berbeda yang dibuat pada peta, memastikan arah yang harus ia tempuh nanti.


Pertama, dia harus mencari alasan yang baik untuk meninggalkan kelompok. Lebih penting lagi, dia harus memastikan Bibi Yueyin yang diam-diam mengikuti mereka di langit tidak akan keluar untuk menghentikannya.


Setelah sekitar satu setengah jam, hutan menjadi lebih gelap, bau busuk memenuhi udara sekitar. Sekelompok serangga berteriak dan pemangsa yang bersembunyi di kegelapan mengawasi lima kultivator yang bergerak, menunggu kesempatan untuk menerkam mangsa.


Di rawa-rawa yang berserakan tulang, ada bunga dan buah-buahan yang menggoda tetapi beracun bergantungan di pohon-pohon tinggi juga terdengar suara laba-laba iblis tertawa kejam.


Beberapa murid dari Sekte Abadi Luo dianggap sebagai orang yang terampil dan berani. Seiring berjalannya waktu, mereka berjalan lebih cepat dan terbiasa dengan lingkungan sekitar mereka.


Yan Xu mengikuti dari belakang mereka berempat. Pada saat ini, dia masih jauh dari tempat dimana ia harus mengubah arah. Dengan demikian, dia tidak merasa terdesak untuk meninggalkan kelompok.


Tiba-tiba mereka mendengarkan raungan binatang buas yang menyesakkan. Raungan serangga beracun tiba-tiba lebih berisik, saat aura energi ganas dan jahat melonjak ke arah mereka.


Seekor binatang buas tidak bisa lagi menahan rasa laparnya, binatang buas itu akan menyerang mereka!

__ADS_1


Wang Jia Li yang berada tepat di depan anggota kelompok itu segera mengangkat tangannya untuk menghentikan semua orang bergerak maju. Pedang di punggungnya mulai bergetar sedikit.


Mo Li dengan lembut mengibaskan lengan kirinya dan beberapa jimat terbang di sekelilingnya. Dia terlihat seperti pertahanan tanpa celah namun jelas sekali jimat itu digunakan untuk menyerang, bukan bertahan.


Tepat ketika empat orang di depannya mengalihkan perhatian mereka ke sosok hitam yang bergegas keluar dari hutan depan kanan mereka, Yan Xu berbelok ke kiri. Dia mengambil satu langkah ke depan, berdiri di belakang Lin Qintian dan berkata, "Hati-hati, di sebelah kiri."


Saat Yan Xu selesai bicara, sosok hitam setinggi sepuluh kaki melompat keluar dari hutan kanan depan mereka!


Itu adalah harimau gunung iblis berkulit putih dengan corak hitam, memiliki dua sayap tulang yang mengerikan tumbuh di punggungnya. Cakar depannya berkilat hitam dengan ujung hijau tua. Saat binatang harimau itu muncul, dia melompat ke arah mereka berempat sekaligus.


Mo Li berteriak dengan suara rendah, "Ternak, kamu datang hanya untuk membawa kematian pada dirimu sendiri! Hmph!" Jimat yang mengelilingi Mo Li bergerak melewati Wang Jia Li. Seberkas cahaya hitam melesat keluar dari jimat-jimat itu seperti menembakkan peluru energi berbentuk jarum. Peluru energi itu menuju ke seluruh titik vital dari harimau iblis.


Peluru yang sudah mengenai titik vital merubah bentuknya dari jarum kecil menjadi sebuah pedang energi. Saat harimau iblis memaksakan diri untuk bergerak, darah hitamnya menyembur ke langit.


Tubuh harimau iblis itu terbelah menjadi beberapa bagian melalui titik vitalnya.


Saat ini juga, dua sosok hitam melompat keluar dari sisi hutan kiri depan dan langsung menuju Wang Jia Li dan Bai Lien'er.


Namun, sebelum apinya meledak, sosok merah menyala melewatinya. Pedang yang tidak dia hunus sebelumnya menebas di udara. Saat pedang melewati mereka, kedua harimau iblis itu segera terbang mundur dengan patuh seperti dua karung tinju besar.


Itu hanya satu hunusan pedang. Tidak ada gerakan lanjutan. Namun, dua harimau iblis sudah terbang tinggi di langit. Dua teratai merah menyala muncul di tubuh kedua harimau iblis itu. Mereka meledak hingga berkeping-keping hingga tidak ada yang tersisa karena dilahap api merah.


Dalam sekejap mata, tidak ada yang tersisa dari kedua harimau iblis itu.


Lin Qintian tersenyum canggung, menarik kembali api di tangannya dan melangkah mundur.


Mata Yan Xu menjadi cerah. 'Apakah Wang Jia Li sudah menguasai teknik teratai api seperti tokoh utama dalam novel yang pernah aku baca? Atau mungkin itu adalah teknik dari apa yang mereka bilang didapatkan dari salah satu api asal peringkat atas?'

__ADS_1


Tiga harimau iblis telah terbunuh dalam sekejap mata. Jumlah mata yang tertuju pada kelima murid dari dalam kegelapan berkurang setengahnya.


Mereka berlima mengambil posisi mereka sekali lagi dan melanjutkan perjalanan. Wang Jia Li dan Mo Li mempercepat sedikit langkah mereka dan ketiga murid lainnya mengikuti dengan mudah.


Sampai sebuah tanda dari beberapa jalur muncul di jalan, kelompok itu berhenti di saat yang sama.


Wang Jia Li berbalik dan berkata, "Para Senior, aku akan pergi ke arah ini untuk mencari buah kelahiran phoenix. Menurut informan di sekte, mereka mendengar orang lain menemukan buah itu ke arah ini. Tolong jaga dirimu dan jangan masuk terlalu jauh."


Bai Lien'er juga mengatakan bahwa dia sedang mencari bahan obat dan pergi ke arah lain.


Kelompok itu mulai terpecah belah. Secara alami, Mo Li akan tetap bersama Wang Jia Li. Dia datang secara khusus untuk membantu dan melindunginya.


Lin Qintian pergi hanya untuk merasakan pengalaman di dunia luar. Pada saat yang sama, dia setuju untuk membantu Bai Lien'er mencari bahan obat yang dia inginkan.


Jadi, mereka berempat menoleh ke Yan Xu sekaligus.


"Aku akan pergi ke sini. Aku akan berpisah dari kalian semua mulai sekarang, tolong tetap berhati-hati," ucap Yan Xu sambil menunjuk ke arah yang sama sekali berbeda.


"Kakak Senior Yan Xu, bahan obat apa yang kamu cari?" tanya Wang Jia Li.


"Tidak nyaman bagiku untuk mengatakannya. Tidak perlu untuk mengkhawatirkan aku," jawab Yan Xu serius.


Mo Li mencoba membujuknya, "Kakak Senior Yan, mengapa tidak pergi dengan Kakak Senior Bai—"


Sebelum Mo Li selesai bicara, Yan Xu mengambil satu langkah menuju jalan yang dia pilih. Dia menggunakan teknik pengejaran jiwa versi sederhana yang tidak menggunakan banyak energi qi hingga cuma meninggalkan bayangannya di posisi awal.


"Sungguh kasar, dia pergi begitu saja tanpa melihat niat baik kita," gumam Bai Lien'er kesal dan menggelengkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


Mo Li dan Lin Qintian menggelengkan kepala mereka juga. Mereka berpikir bahwa Yan Xu ini hanya bersikap sombong untuk membuktikan bahwa dia mumpuni melebihi murid lainnya.


Di sisi lain, Wang Jia Li tampaknya memiliki suatu pemikiran di benaknya. Dia berbalik dan mulai berjalan di jalan yang sudah ia pilih. Tampilan belakangnya dengan pedang di punggung terlihat sedikit goyah walau sesaat namun segera kembali kokoh tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.


__ADS_2