
Mata Su Weiyan menyipit, membuat pupil matanya hampir menghilang. Kerutan muncul di wajah tuanya yang sedang berpikir keras. Keringat panas-dingin sudah membasahi bagian punggung baju di dalam jubah abadinya.
Kedua tangannya sudah basah dan bergetar beberapa kali. Namun, pihak lain terlihat tidak peduli dan masih menunggu hasil pemikirannya yang mendalam. Setelah memikirkannya dengan sangat keras, akhirnya dia menemukan sebuah jawaban.
'.... Itu pasti terkait dengan kompensasi! Rubah licik itu tidak akan melepaskan kesempatan ini untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya! Guru pasti mengirimku kemari untuk mencegah permintaan yang berlebihan darinya!'
Wajah Su Weiyan menjadi cerah, dia akhirnya menemukan penyebab dan wahyu suci setelah berpikir keras beberapa saat yang lalu.
Gedebuk!
Su Weiyan segera berlutut, kemudian dengan ekspresi serius dia berkata, "Kompensasi yang diterima oleh murid tertua Senior akan dihitung terpisah, dari kompensasi yang akan diberikan kepada Puncak Angin atas permintaan maaf dari Puncak Surgawi dalam insiden tak terduga ini."
"Sekte akan memberikan kompensasi sebisanya, asalkan itu tidak terlalu mempengaruhi catatan keuangan sekte. Junior yakin, begitulah keputusan yang akan diambil oleh Guru untuk masalah ini."
"Jadi, Senior dapat yakin bahwa Sekte Abadi Luo tidak akan berpaling dan hanya memberikan kompensasi kecil atas kemalangan yang di derita keponakan Yan Xu dan Puncak Angin."
"... Ada juga untuk Wang Jia Li ...."
Ketika Su Weiyan mengalihkan pandangannya ke arah Wang Jia Li, suara Yan Xu terdengar dari sampingnya.
"Paman Weiyan, bolehkah ... Murid mengatakan sesuatu untuk Adik Junior Jia Li, ini benar-benar sangat penting," ucap Yan Xu yang terengah-engah sambil menekan dadanya dengan ekspresi kesakitan.
"Katakan."
Yan Xu bangkit secara perlahan dari dekapan gurunya, terdengar juga suara lembut Lan Xihe yang menyuruhnya untuk bergerak secara pelan-pelan saja. Setelah memberikan senyuman hangat kepada gurunya, Yan Xu memutar tubuhnya ke arah Su Weiyan.
__ADS_1
Dia menangkupkan kedua tangannya dengan ekspresi serius dan berkata, "Sebelum Tetua Fan Jiaodao meninggal, Murid mendapatkan wasiat terakhir dari beliau agar menjaga Adik Junior Wang Jia Li."
Yan Xu terlihat ragu-ragu saat mengalihkan pandangannya ke Lan Xihe sambil berkata, "Jadi, Murid ingin menyarankan agar Adik Junior Wang Jia Li dapat menjadi murid langsung Guru untuk memenuhi wasiat terakhir Tetua Fan Jiaodao. Dengan begitu, Murid dapat yakin bahwa jiwa Tetua Fan dapat beristirahat dengan tenang."
Yan Xu menatap gurunya dengan ekspresi memohon dan juga ada kilatan tegas di dalam pupil matanya.
Mendengar itu, Su Weiyan mengelus janggut panjangnya beberapa kali. Dia mengalihkan pandangannya kepada Su Yueyin yang dari tadi cuma diam menonton saja. Dia tahu jelas bahwa adiknya tidak ingin ikut terseret ke kubangan lumpur, makanya dia diam tanpa suara.
Namun, kali ini dia harus menyeret adiknya masuk ke dalam kubangan lumpur juga dengan hati yang enggan.
"Bagaimana menurutmu, Adik Junior Bungsu?"
Mendengar Kakak Keempat akhirnya memanggil dia, membuat Su Yueyin terkejut hingga mengeluarkan sedikit pekikan yang lucu.
Dia buru-buru memulihkan keterkejutannya dan berkata, "Bukankah sudah seharusnya kita menuruti wasiat terakhir orang yang sudah meninggal? Itu juga bukan suatu kerugian karena dia hanya berpindah Puncak, bukannya meninggalkan sekte," Su Yueyin mengirimkan senyum tulusnya kepada Su Weiyan.
'Aku tidak akan pernah ikut campur dengan urusan tawar menawar kalian, jadi pakai saja tulang tuamu sendiri untuk menyelesaikan negosiasi ini, bila perlu kamu juga bisa memberikan seluruh harta kekayaanmu untuk memuaskan Senior Xihe dan Adik akan sangat mendukungnya, Kakak Keempat!'
Su Weiyan mengelus janggutnya sambil mengangguk beberapa kali dan berkata, "Ucapan Adik Junior ada benarnya, menurut peraturan di sekte juga tidak ada masalah dengan berganti puncak, apalagi ini juga dengan kasus yang khusus."
Su Weiyan mengalihkan tatapannya ke arah Wang Jia Li, "Bagaimana dengan pendapatmu, Wang Jia Li? Paman Senior bukanlah orang jahat yang tidak akan mempertimbangkan perasaan para murid, jadi kamu bebas mengutarakan pendapatmu."
Wang Jia Li yang memperhatikan situasinya, mengingat arahan Yan Xu dan mengangguk secara bersemangat di dalam hati.
Dia maju beberapa langkah hingga di depan Lan Xihe, kemudian berlutut dengan satu kaki sambil menangkupkan kedua tangannya lalu berkata, "Murid menerima usulan dengan sukarela!"
__ADS_1
Lan Xihe dengan senyum hangatnya berkata, "Selamat datang di Puncak Angin. Kita akan menunda upacara penerimaan murid untuk saat ini, kita bisa melanjutkannya nanti saat pulang ke Puncak."
Dengan kalimat itu, Wang Jia Li memberikan sujud sekali sambil berkata, "Murid Wang Jia Li menyapa Guru!"
Melihat situasinya berjalan lancar tanpa ada ketidakrelaan dari pihak lain, Su Weiyan mengangguk dan berkata, "Dengan demikian, Wang Jia Li menjadi murid Senior Xihe dan keanggotaannya sebagai murid Puncak Surgawi akan dicabut. Itu adalah keputusan yang aku buat mewakili Kepala Sekte Abadi Luo. Aku akan sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan ini."
Sekarang, yang tersisa tinggal tahap terakhir dalam tawar menawar. Su Weiyan menyiapkan berbagai macam kemungkinan dan cara mengatasinya di dalam kepala.
Melihat ekspresi wajah Su Weiyan, membuat Yan Xu berpikir bahwa Paman Weiyan benar-benar orang yang tidak mudah. Memang dia sudah menggunakan setengah pengaruh dari gurunya, namun pria itu masih bisa secara licik mencari berbagai celah yang mungkin bisa ia gunakan.
'Semua itu terlihat jelas dari wajah tua penuh kerutannya,' pikir Yan Xu dalam benaknya.
Memasuki tahap akhir dari proses permintaan kompensasi, Su Weiyan, Yan Xu dan Lan Xihe menjadi lebih serius. Dapat dikatakan bahwa situasi ini, membuat orang lain melihat adanya tiga ular licik juga berbisa mematikan sedang mencari celah untuk menguyah satu sama lain.
"Sebelum memasuki diskusi, ada baiknya kita mendengarkan situasi dari para murid terlebih dahulu," ucap Lan Xihe sambil memberikan sedikit anggukan.
"Baik, Yan Xu ... Wang Jia Li ... kalian bisa menceritakan semua yang kalian hadapi tanpa perlu menyembunyikan apapun. Sebagai pendengar, kami akan menilai secara adil kerugian maupun hukuman kepada semua pihak yang terlibat," tatapan tajam Su Weiyan beralih ke Su Yueyin, "Ini juga berlaku untukmu, Adik Bungsu."
Su Yueyin mendecakkan lidahnya diam-diam.
Dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Junior akan menerima hukuman apapun sesuai dengan kelalaian yang telah terjadi."
Dengan begitu, Yan Xu beserta Wang Jia Li mulai menceritakan tentang pengalaman mereka sebelumnya. Tentu saja tidak ada yang dilebih-lebihkan, namun ada beberapa detil yang disembunyikan sesuai kesepakatan maupun sumpah mereka. Dari waktu ke waktu, mata Su Weiyan telah kehilangan warna.
Melihat itu, membuat Yan Xu tertawa cekikikan sambil bertepuk tangan di dalam hatinya.
__ADS_1
'Kamu ingin mencari celah dalam cerita jujur kami? Dalam mimpi! Bahkan, meskipun ada fakta yang disembunyikan setipis sehelai bulu, itu akan tertutupi oleh ribuan lapis kebenaran apa adanya!'