
Wu Tou Gui menatap heran ke arah Yan Xu.
"Aneh, apakah kamu bukan manusia?"
"Hah?! Kamu mengejekku?" jawab Yan Xu ketus karena tidak terima rasnya sendiri dipertanyakan.
Yan Xu tahu kalau dia memang berbeda dari kultivator manusia normal yang mengejar keabadian. Hanya saja, dipertanyakan lagi oleh ras lain seolah-olah dia bukan manusia, benar-benar membuat hatinya sakit.
Wu Tou Gui kembali mengoreksi pertanyaannya.
"Tubuhmu memang manusia, tapi jiwa yang ada di dalam adalah milik individu yang berbeda. Seolah-olah kalian telah bersatu. Kejadian langka seperti ini, seharusnya tidak mungkin terjadi. Jadi, makhluk seperti apa yang kamu layani hingga mendapatkan berkah ini?"
Semakin dikoreksi, pertanyaan Wu Tou Gui semakin tajam. Hantu dengan kesadaran ilahi yang sangat tinggi memang berbeda, begitulah yang dipikirkan oleh Yan Xu sembari memikirkan jawaban apa yang harus dia katakan.
Awalnya, Wu Tou Gui sendiri tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh Yan Xu saling berasimilasi. Setelah pertukaran mereka beberapa kali, barulah dia menyadari ada keanehan di dalam tubuh lawannya. Sebagai seorang hantu, dia juga memiliki pemikiran maupun keingintahuan sendiri, jadi wajar saja dia bertanya spesies seperti apa dan Tuan yang bagaimana yang telah dilayani oleh musuh.
Namun, di sisi lain Yan Xu menjadi lebih kesal dibuatnya. Suara dalam dengan pertanyaan yang terlalu menyentuh rahasianya, benar-benar membuat dia muak.
Yan Xu mengeluarkan jimat dan melemparkannya di udara, membentuk sebuah kubus balok.
"Kamu ingin tahu makhluk seperti apa aku? Maupun siapa yang aku layani?" tanya Yan Xu dengan suara dingin.
"Ya."
"Jawabannya mudah saja. Aku adalah Yan Xu, seorang kultivator manusia yang sedang lewat. Tuan yang aku layani? Omong kosong!— aku ini ..." Yan Xu mengaktifkan kertas jimat itu dan keluarlah beberapa pilar logam melesat maju ke arah Wu Tou Gui, kemudian dia berteriak, "Tidak melayani siapapun, Keparat!"
Pilar logam itu memiliki diameter 3 meter dan panjang 6 meter dengan warna hitam pekat. Pilar logam itu merupakan kombinasi dari kertas jimat dengan unsur utama logam. Saat beberapa kertas jimat disatukan, sebuah tembok akan tercipta dan akan menerjang ke arah yang sudah ditentukan.
Wu Tou Gui mengayunkan pedang besarnya yang diselimuti energi qi hitam pekat.
Pilar-pilar logam itu terbelah menjadi dua bagian dan di sela-selanya, terdapat Yan Xu yang menerobos masuk dengan pedang energi qi di tangan.
"Zirah logam mu terlihat bagus, bagaimana kalau digabungkan dengan pilar logam yang baru saja aku buat?" ucap Yan Xu dengan nada dingin.
Kilatan listrik menutupi pedang energi qi di tangannya. Dia menebas baju zirah milik Wu Tou Gui dengan tekanan listrik yang sangat tinggi.
Bzzzt!
__ADS_1
Saat zirah Wu Tou Gui dipenuhi dengan listrik bertekanan tinggi, terjadilah reaksi saling tarik menarik antara zirah Wu Tou Gui dengan tembok logam yang baru saja melewatinya.
Gedebuk!
Seluruh tembok logam menuju kembali ke Wu Tou Gui, menumbuknya dengan suara yang keras dan dapat memekakkan telinga.
Menghadapi benturan keras, Wu Tou Gui menahannya dengan bantuan energi qi. Namun, dampak benturan itu meninggalkan penyok pada baju zirah dan beberapa tulang sendinya telah rusak.
Serangan Yan Xu tidak berhenti dari situ.
Dia tidak membuang waktu hanya dengan melihat Wu Tou Gui yang sudah ditumbuk beberapa pilar logam.
Yan Xu sudah muncul di belakang Wu Tou Gui, melancarkan teknik serangan mematikan menggunakan pedang energi qi.
"Gerakan pertama."
Yan Xu memutar tubuhnya dan melesat maju seperti mata bor.
Pedang energi qi milik Yan Xu berhasil memberikan sedikit retakan pada bagian yang sudah penyok akibat tumbukan pilar logam.
"Gerakan kedua."
Kedua tangan Yan Xu keluar dari dalam tanah dan menarik kaki milik Wu Tou Gui, hingga setengah dari tubuhnya terkubur ke dalam tanah. Bukan hanya itu saja, di dalam tanah ada akar yang menjerat tubuh Wu Tou Gui, membuatnya tidak dapat bergerak.
Setelah itu, Yan Xu keluar dari dalam tanah tepat di depan Wu Tou Gui.
Wu Tou Gui yang mendapati dirinya telah dipermainkan, berteriak dengan keras.
"Kurang ajar!"
Duar!
Sebuah ledakan terjadi dengan Wu Tou Gui sebagai pusatnya.
Yan Xu sudah menyiapkan pelindung qi sebagai pertahanan diri, namun daya ledak tadi melebihi kapasitas yang dapat ditampung oleh perisai qinya. Hal tersebut membuat jubah abadi Yan Xu mendapatkan sedikit kerusakan pada bagian lengan.
Meskipun begitu, dia tidak mengendur dan terus mengeluarkan gerakan selanjutnya.
__ADS_1
"Gerakan ketiga."
Setelah mengucapkan itu, Yan Xu menghilang dari kesadaran ilahi Wu Tou Gui.
Wu Tou Gui memperkuat kemampuan kesadaran ilahi miliknya, tetapi masih tidak bisa menemukan keberadaan Yan Xu.
"Kamu terlalu fokus untuk mencari ku, sampai lupa kalau yang kamu cari berada tepat di depanmu!"
Yan Xu mengambil celah yang sudah lama tidak dia serang. Dia seringkali menyerang bagian belakang maupun titik buta dan tidak pernah menyerang langsung dari depan. Kebiasaan itu, telah membuat Wu Tou Gui melupakan bagian depannya yang terbuka lebar.
Kali ini Yan Xu menggunakan sepuluh tebasan menyilang dengan warna warni pada setiap tebasan nya. Seluruh tebasan itu mengandung unsur elemen dasar dan beberapa kombinasi.
Walaupun pertahanan Wu Tou Gui memiliki resistensi yang tinggi, kalau diserang terus-menerus juga akan berkurang. Apalagi dengan menggunakan berbagai kombinasi elemen, retakan zirah Wu Tou Gui mulai membesar dan hampir pecah.
Wu Tou Gui menerima tebasan itu secara langsung. Dia juga secara diam-diam memberikan serangan balik menggunakan telapak tangannya dari samping.
"Keugh!"
Serangan balik Wu Tou Gui berhasil menghentikan momentum yang dimiliki Yan Xu.
Yan Xu terlempar beberapa meter dari posisi awalnya. Dia memuntahkan seteguk darah karena menerima serangan langsung dari seorang hantu yang berbeda tiga ranah di atasnya. Dia mengusap mulutnya yang berlumuran darah sambil mempelajari kembali serangan balik yang dilakukan lawan.
"Serangan balik tadi benar-benar cara yang pengecut, Wu Tou Gui," ucap Yan Xu dengan tatapan merendahkan.
"Aku tidak ingin mendengarnya dari manusia licik dan kotor sepertimu," dengus Wu Tou Gui sambil memperbaiki posturnya.
"Hei, bukankah kamu terlalu meremehkan ku? Baru berapa banyak kekuatan yang kamu gunakan? Bukankah Alam Ilahi itu memiliki sebuah avatar yang mengerikan maupun jiwa kedua? Tunjukkan kepadaku, kekuatan penuh mu," ucap Yan Xu tersenyum lebar seolah-olah dia sudah gila.
Melihat lawan nya masih bisa bicara seperti orang gila, Wu Tou Gui mendengus.
"Kalau itu yang kamu inginkan, maka ...."
Sekumpulan energi qi kematian mulai bergerak cepat ke arah Wu Tou Gui sebagai dasarnya. Kali ini, dia benar-benar akan mengeluarkan seluruh kemampuan nya karena lawan kali ini tidaklah normal. Jika saja dia tidak meremehkan lawan, tidak mungkin bagi dia untuk menerima penghinaan seperti tadi.
"Kamu sudah meminta kematian yang sangat menyakitkan, Manusia."
Wu Tou Gui telah menetapkan tekadnya untuk membunuh Yan Xu, terlepas dari apakah dia layak atau tidak untuk hidup. Musuh yang selama ini dia tunggu, akhirnya tepat berada di depan mata. Kali ini, dia tidak akan dengan mudah melepaskan manusia angkuh itu hingga jiwanya tidak tenang, walaupun setelah kematiannya.
__ADS_1