Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pembicaraan Singkat Saat Masa Pendinginan Kakak Senior Dengan Mo Li


__ADS_3

Beberapa menit setelah kepergian Sheng Ji A'xia, suara langkah kaki terdengar tidak jauh dari pintu masuk. Langkah itu dengan santai memasuki ruangan dan orang yang masuk adalah seorang gadis remaja dengan tanda lotus hitam di tengah keningnya.


Yan Xu yang sudah melihat itu dengan kesadaran ilahinya, tidak membuang waktu untuk sapaan yang tidak berharga. Dia berbalik menyamping sambil menyandarkan pipinya ke telapak tangan.


Dengan tatapan datar khas ketampanan abadi, Yan Xu berkata dengan suara acuh tak acuh, "Sayang sekali barang jarahan yang kamu cari mungkin telah dirampas."


Melihat wajah gadis itu tidak terkejut melainkan tertawa cekikikan sambil menutupi mulutnya, membuat Yan Xu yakin siapa itu.


"Kakak Senior, kamu benar-benar telah dirampok?" tanya gadis yang masih tertawa cekikikan.


Yan Xu mengangguk santai dan berkata, "Begitulah adanya, Mo Li."


Begitu nama itu disebutkan, ekspresi gadis itu berubah menjadi serius seolah-olah tawa tadi tidak pernah ada. Dia menilai Yan Xu dari atas kepala hingga ujung kaki, gadis itu mengangguk beberapa kali.


"Kakak Senior, apakah penculik kali ini benar-benar melebihi batas kemampuanmu sehingga kamu tidak bisa lepas darinya?" tanya gadis itu.


Yan Xu mengangkat bahu, kemudian dia menatap tajam ke arah gadis yang dikendalikan oleh Mo Li sambil berkata, "Mo Li, skema apa yang sebenarnya ingin kamu rencanakan sekarang?"


Gadis itu tersenyum lembut dan berkata dengan suara halus, "Tidak banyak, aku cuma ingin menghubungi salah satu anggota faksi lama sambil mengukur kekuatan mereka. Jika mereka bisa dikendalikan, bukankah itu lebih baik memiliki bidak tambahan di sisimu?"


Yan Xu mengangguk setuju, "Ucapanmu ada benarnya. Sayang sekali, kamu melewatkan kesempatan yang baik. Energi qi iblis memang bersifat korosif, tapi tidak terlalu buruk untuk digunakan melawan manusia. Setiap kali pergerakanmu mengalami kemunduran, kamu bisa menyalahkan pihak iblis."


Gadis itu menangkupkan kedua tangannya sambil berkata, "Kakak Senior memang bijak, Mo Li merasa tercerahkan atas wawasanmu."


Yan Xu mengibaskan tangannya beberapa kali di udara sambil berkata, "Berhenti memujiku, kamu tidak akan mendapatkan apapun dengan itu. Sebaiknya, kamu berikan kepadaku informasi yang kalian ketahui di atas papan catur yang sedang kacau ini."


Salah satu alis gadis itu terangkat dan dia bertanya dengan suara tersinggung, "Apa keuntungan bagiku, jika aku memberitahumu semuanya?"


Yan Xu tersenyum tipis dan berkata, "Setidaknya, jalan kita tidak perlu bersilangan, itupun apabila takdir berkehendak."


Gadis itu memegang dagunya seolah berpikir keras. Beberapa saat kemudian, dia membuka mulutnya, "Baiklah."

__ADS_1


Gadis itu mengacungkan tiga jarinya sambil berkata, "Aku akan menjawab tiga pertanyaanmu dengan jujur."


Yan Xu yang mendengarkan itu hanya menatapnya dengan datar. Dia tidak terlalu peduli dengan rencana Mo Li, selama itu tidak mengganggu ketenangan juga kebebasan hidupnya. Tentu saja, apapun yang dikatakan oleh Mo Li selanjutnya, Yan Xu yakin hanya mengandung berbagai macam tipu daya.


Sambil memutar matanya ke arah lain, Yan Xu menatap gadis itu dengan ekspresi bosan dan berkata, "Berapa banyak bidak yang bisa kamu mainkan dari pihak istana?"


Gadis itu langsung menjawab tanpa jeda, "Seperempat dari seluruh anggota istana."


Yan Xu kemudian melanjutkan ke pertanyaan kedua, "Apa kamu ingin menghancurkan seluruh fondasi Dinasti Ming saat ini, kemudian membuat yang baru untuk semua orang atau jenis kalian saja?"


Gadis itu tersenyum kecil dan menjawab dengan wajah malu-malu, "Kalau ditanya seperti itu, tentu saja Kakak Senior seharusnya tahu apa yang akan Adik jawab."


'Keparat! Mana aku tahu kamu mau jawab apa! Makanya aku bertanya! Dan apa-apaan dengan sikap malu-malu kucingmu itu!? Hentikan! Aku akan mengalami trauma berat!!!!' Yan Xu ingin berteriak seperti itu, namun dia menelannya dan mencoba untuk ikut bermain dalam permainan pihak lain.


"Ayolah, aku tidak akan bertanya jika tahu jawabannya. Bukankah kamu sudah berjanji untuk menjawab tiga pertanyaan?" bujuk Yan Xu.


Gadis itu menatap ke langit-langit ruangan hingga beberapa detik kemudian, dia menyeringai sambil berkata dengan suara rendah, "Tentu saja aku cuma berpikiran untuk menghancurkan seluruh Dinasti Ming, sisanya aku tidak tahu."


Yan Xu masih mempertahankan ekspresi datarnya seolah-olah tidak peduli, kemudian melanjutkan pertanyaan yang terakhir.


"Apakah kamu akan memburuku hingga mati?"


Mendengar pertanyaan Yan Xu, kelopak mata gadis itu berkedip beberapa kali. Terdapat beberapa jeda sebelum dia tertawa terbahak-bahak hingga tersungkur ke tanah sambil menangis.


Puas dengan tawa yang menggelitik perut itu, dia menjawab dengan suara tak bertanggung jawab, "Tentu saja tidak. Aku tahu kalau kamu bergerak karena ada sesuatu di dalam skema ini yang terhubung denganmu. Hanya saja ..."


Mata gadis itu memicing dan terdapat senyum keji di mulutnya sambil berkata, "Kalau Kakak Senior terus-menerus ada di setiap rencanaku, tentu saja kita akan bermusuhan saat itu juga. Kamu juga tidak suka kan kalau ada orang lain yang selalu mengacaukan tiap skema biadabmu?"


Yan Xu mengangguk setuju, "Berarti sudah ditentukan."


Gadis itu juga mengangguk, "Benar, hubungan kita sebatas saling berbenturan ketika jalur yang dilewati saling bersilangan. Namun, ada kalanya salah satu dari kita harus tiada sehingga tidak saling berselisih lagi."

__ADS_1


Yan Xu mengacungkan jari jempol kakinya yang mengarah ke gadis itu sambil berkata, "Kamu benar-benar memiliki pemahaman yang baik. Sayang sekali, bakat itu cuma digunakan untuk balas dendam atau mungkin mengisi kegilaan yang ada di dalam dirimu."


Gadis itu terkekeh geli sambil mengelus dagunya dan berkata, "Apakah Kakak Senior memiliki saran lain untuk dikatakan? Kesempatan bicara dengan damai seperti ini sangat jarang, jadi jangan sia-siakan sebelum bilah pedang kita mengarah ke leher masing-masing."


Yan Xu juga mengangkat tiga jarinya kemudian berkata, "Pertama, agenda balas dendam mu memiliki skala yang sangat besar. Setiap gerakan terlalu mencolok dan mempengaruhi lingkungan sekte yang berada di kedalaman gunung es dunia kultivasi."


Suara acuh tak acuh Yan Xu terus berkumandang di seluruh sudut ruangan yang telah rusak berat itu.


"Kedua, aku tahu kamu memanfaatkan hati beberapa orang setiap ada kesempatan, seperti yang kamu lakukan terhadap Biao Yunhee. Namun, tidak semua hati manusia bisa dibaca oleh akal sehat, sama seperti hati busukmu yang merencanakan seluruh skema biadab ini."


"Terakhir ..."


Yan Xu melepaskan niat membunuh yang dia kumpulkan dari setiap pengalaman hidupnya yang selalu disembelih. Kepekatan niat membunuh yang dia kerahkan secara langsung, membuat gadis itu kesusahan bernapas hingga tergeletak tak berdaya di lantai.


"Skema yang kamu buat tidak akan pernah lancar ketika memasukkan aku di dalamnya. Saran baik hati terakhir yang bisa aku berikan, jangan libatkan aku maupun bidak catur milikku dalam skema biadabmu."


Begitu saran terakhir Yan Xu jatuh, dia menggerakkan salah satu jari tangannya.


Sebuah susunan formasi yang berada tepat di atas tubuh gadis yang sudah terkapar di lantai itu menembakkan laser cahaya mematikan, dengan ganas menghapus gadis itu hingga tak tersisa apapun!


....


Di dalam ruangan gelap, seorang gadis dikelilingi oleh berbagai macam formasi dan ratusan lilin kecil sebagai titik formasi.


Dia batuk darah beberapa kali dan jubah selir yang longgar itu menampilkan kulit putihnya yang mulus tanpa luka apapun.


Gadis itu mendengus dingin lalu mengusap darah yang berceceran menggunakan jubah selir khas anggota istana kekaisarannya.


Dia menatap ke kejauhan, tepat ke arah wilayah Barat Laut Ibukota Kekaisaran Agung Ming dan berkata, "Kakak Senior Yan Xu ...."


"Kamu pikir cuma jantung Mo Yihan yang menjadi targetku? Tentu saja kamu salah. Berkat energi qi yang mengandung vitalitas juga aura iblis dari hasil pertempuran kalian, aku sudah mendapatkan sebuah panen besar."

__ADS_1


Mo Li tersenyum tipis sambil melihat tubuh yang sepenuhnya sudah bertransformasi. Dia membaca beberapa nama yang tertulis di dinding kamarnya yang gelap. Terdapat beberapa kilatan niat membunuh yang besar pada tatapan tajam gadis dengan jubah selir kerajaan itu.


__ADS_2