
Mata indah Wang Jia Li melebar ketika melihat sosok di depannya.
Mulut kecil indahnya terbuka sedikit dan bergumam, "Guru?"
Sosok pria tua yang ada di depannya adalah seorang tetua di Sekte Abadi Luo, guru yang mendidiknya selama 60-an tahun ini, Fan Jiaodao.
Mendengar suara Wang Jia Li, Fan Jiadao mengernyit dan berteriak, "Aku tidak memiliki murid yang tidak berbakti sepertimu!" dia menunjuk lurus ke arah Wang Jia Li.
Kedua tangan indah Wang Jia Li mengepal erat. Dia memejamkan matanya sesaat dan membukanya lagi. Dari tatapan tajam matanya, terdapat keyakinan yang tak tergoyahkan.
"Itu benar, Murid ini tidak memiliki guru yang akan campur tangan dalam berbagai skema biadab," balas Wang Jia Li dingin.
'Keren sekali! Aku juga ingin mengatakan itu dengan ekspresi dingin! Nilai sempurna untukmu, Adik Junior Jia Li!' hati Yan Xu melompat-lompat sambil bertepuk tangan kesenangan, melihat adegan juga dialog kesukaannya. Dia secara diam-diam menyimpan itu di bagian ruang dalam kepalanya untuk dilihat lagi nanti saat bersantai.
Dengan kondisi Fan Jiaodao yang sudah melemah dan penampilan kusut, dapat dikatakan bahwa Kakak Senior Yan Xu telah berjuang mati-matian untuk melemahkan nya. Wang Jia Li tersenyum kecil dan merasa berterima kasih kepada Kakak Senior.
Meskipun terlihat kokoh di luar, tetap saja dia adalah seorang wanita berhati lembut. Menebas Guru yang selama ini telah mendidiknya dengan baik, sama saja seperti menebas seorang ayah yang sudah membesarkannya. Seperti kata pepatah, sehari menjadi murid, selamanya kan menjadi seorang anak.
Apakah Fan Jiaodao di depannya adalah sesosok ayah yang mengajarkan dia berbagai macam jenis wawasan kultivasi maupun teknik lotus yang saat ini ia gunakan?
Bukan! Wang Jia Li dapat merasakan sesuatu yang sangat menggangu dari aura sesosok pria tua yang ada di depannya, keberadaan yang bernama Fan Jiaodao sudah menghilang setelah muncul beberapa saat ketika dia sedang menuju ke sini sebelumnya.
Ekspresi Fan Jiaodao berubah menjadi semakin dingin semenjak kedatangan Wang Jia Li. Kerutan pada wajahnya terlihat semakin banyak, berbeda dengan Fan Jiaodao yang selalu tersenyum hangat kepada muridnya. Jubah abadinya diselimuti oleh energi qi dan secara otomatis memperbaiki sendiri.
Wang Jia Li melemparkan pedang lotusnya ke udara, kemudian dia membentuk segel tangan sambil merapalkan mantra.
__ADS_1
"Api samadhi ... membakar ketidakmurnian ... turunkan kejahatan ke alam bawah ..."
Woosh!
Api merah pekat menyelimuti seluruh tubuh Wang Jia Li. Jubah dao merahnya mengalami perubahan bentuk, menjadi lebih indah dengan warna merah menyala dan corak pelangi diiringi rajutan lotus emas.
Di kening Wang Jia Li muncul tato lotus merah dengan lima daun juga satu teratai di bagian bawahnya. Energi qi api merah melonjak di sekitar Wang Jia Li, bersiap untuk membakar musuh!
Sementara itu, Fan Jiaodao memusatkan energi qi pada pusat dantiannya. Aura yang awalnya berwarna oren cerah, berubah menjadi hitam pekat dan membawa rasa jijik pada setiap kesadaran ilahi orang lain yang merasakannya.
Tangan kiri Fan Jiaodao terangkat dan enam pedang energi hitam pekat muncul di sekelilingnya, kemudian menyebar dan menyatu di dalam miasma qi. Enam pedang energi itu menyamarkan auranya dengan baik di antara miasma qi, bersiap untuk menyerang secara diam-diam.
Melihat itu, mata Wang Jia Li menajam hingga penuh dengan amarah. Dia menghentakkan kakinya ke tanah, memunculkan sebuah gelombang api yang menyapu miasma qi di sekitar hingga membuat pedang hitam tidak dapat bersembunyi.
Wang Jia Li menggerakkan jari telunjuk dan tengah kanannya, memunculkan enam pedang energi dan ditembakkan pada pedang energi hitam milik Fan Jiaodao. Keduabelas pedang energi saling berbenturan di udara, menyebabkan gelombang energi kuat menyebar ke sekitar namun tidak ada dari mereka yang bergeming.
Keduabelas pedang energi masih beradu di udara, sementara itu Fan Jiaodao mencoba menyerang Wang Jia Li menggunakan akar kayu yang tiba-tiba muncul dari bawah kaki muridnya.
Sebelum akar kayu runcing dapat menyentuh jubah abadinya, aura api merah yang berada di sekeliling Wang Jia Li membakarnya hingga tak bersisa.
"Tanaman tidak bisa menembus api, Guru tidak akan seidiot ini menggunakan tekniknya ..." senyum cibiran muncul di mulut Wang Jia Li.
Dia melesat maju lurus ke depan, perisai api mengelilingi seluruh sisinya. Wang Jia Li menutup jarak hingga sepuluh meter, dia menembakkan teknik telapak tangan lotus api ke arah Fan Jiaodao.
"Konyol, jangan lupa akulah yang mengajarimu semua teknik ini!" Fan Jiaodao mengibaskan tangannya, tiga telapak tangan mengerumuni telapak lotus api milik Wang Jia Li hingga meledak bersama.
__ADS_1
"Masih belum!" Wang Jia Li menangkupkan telapak tangannya dan berteriak, "Teknik Lotus Api, Pembakaran api samadhi!"
Di depan Wang Jia Li muncul api dengan lotus merah dalam kobarannya, api itu maju dengan ganas seperti naga yang ingin melahap lawan.
"Pembakaran api samadhimu masih terlalu lemah!" Fan Jiaodao menangkupkan kedua telapak tangannya, kemudian berkata dengan nada cibiran, "Teknik lotus hitam, Api neraka."
Api lotus hitam muncul dan saling berbenturan dengan api lotus merah, kedua api saling bertahan di udara. Hingga beberapa detik, api lotus hitam mulai melahap api lawannya.
Melihat itu, Yan Xu segera mengirimkan transmisi suara kepada Wang Jia Li, "Adik Junior, menghindar!"
Mengikuti instruksi kakak seniornya, Wang Jia Li memutar tubuhnya untuk bergerak ke samping hingga jubah daonya melebar.
Wang Jia Li memanggil pedang lotusnya, kemudian menciptakan dua pedang energi di kedua pergelangan tangannya. Dia menggunakan teknik langkah awan dan dengan cepat berlari ke arah Fan Jiaodao.
Fan Jiaodao mengarahkan jari telunjuknya ke atas dan sebuah pedang energi hitam besar tercipta, kemudian dia menjatuhkan jarinya dan pedang hitam itu menebas dengan arah vertikal dari atas ke bawah!
Dengan kedua pedang energinya, Wang Jia Li menggunakan gerakan tebasan berputar dan memunculkan enam bilah bulan sabit yang menyerang ke pedang energi hitam. Gerakan pedang hitam besar melambat, sehingga Wang Jia Li dapat menghindar ke samping.
Fan Jiaodao menciptakan pedang energi di kedua genggaman tangannya dan melesat maju untuk meladeni teknik berpedang muridnya.
Ding!
Tebasan pedang energi memercikan kembang api yang kuat hingga dapat melahap miasma qi di udara. Beberapa tebasan sudah saling berbenturan, membuat aura dari kedua belah pihak meledak menggebu-gebu dan mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Kawah besar terbentuk, mirip ketika Jenderal Lao meledakkan diri saat melawan binatang buas ular hitam bercorak emas.
Terdapat beberapa sobekan di bahu atas Wang Jia Li, namun kondisi musuh masih terlihat lebih mengerikan karena atasan jubah abadinya sudah tidak ada!
__ADS_1
Dengan ini, pertahanan bagian atas musuh akan terbuka lebar, tetapi masih sulit untuk ditebas karena pihak lain pasti melindungi daerah terbuka yang kemungkinan besar akan diserang. Wang Jia Li tidak memfokuskan ke area bagian tubuh yang terbuka, dia hanya bergantian menyerang ke arah leher dan tangan.
Dia sengaja tidak menargetkan sisi terbuka karena tahu itu akan dilindungi dengan baik dan membuat pola serangannya mudah dibaca. Jadi, dia mengincar titik yang masih samar-samar akan pertahanannya sambil mencoba untuk mencari celah ke bagian yang terbuka.