
Long Feiyun adalah nama seorang naga kecil yang baru berusia 112 tahun.
Dia dilahirkan dengan bakat alami dalam ilmu beladiri dan memiliki berkah, yaitu tubuh naga abadi yang sama dengan pendahulunya.
Hari ini merupakan perayaan penting dimana Long Feiyun akan dinobatkan sebagai penerus gelar "Naga Terhormat" karena prestasi di bidang akademik maupun non-akademiknya telah diakui oleh seluruh sesepuh di istana naga.
Pagi itu, dia sudah mengenakan jubah abadi terbaik sesuai pilihan sendiri. Namun, mendadak tanah di bawah istana naga terbelah, banyak iblis bangkit dari dalam tanah dan mulai menyebabkan kekacauan.
Mereka terus melakukan perusakan terhadap lingkungan sekitar. Awalnya hanya menghancurkan, kemudian mulai menyekap beberapa warga tak berdosa. Lama kelamaan, perilaku mereka semakin melewati batas dengan membunuh siapapun yang berani melawan, serta memperlakukan para sandera seperti mainan.
Long Feiyun yang mencoba melawan, kali ini dijadikan sebagai bahan tontonan bagi semua orang. Dia bertekad untuk memberikan mereka waktu, tetapi yang lain hanya diam tidak mengerti maksud dari tindakan gadis naga itu.
Menggertakkan giginya, Long Feiyun terus menerus bertahan dari serangan bertubi-tubi iblis. Dia kehilangan kesadaran di sekitar karena terlalu fokus, sampai-sampai tidak tahu bahwa mereka saat ini menjadi bahan hiburan bagi iblis lain.
Dengan tubuh kecilnya, Long Feiyun terus melawan siapapun yang ada di depannya. Dia sama sekali tidak sadar, sudah beberapa puluh kali pergantian antara iblis yang menjadi lawannya.
Saat dia hampir kehabisan napas, Long Feiyun mundur untuk mengambil jarak.
"Ingin lari? Kamu terlalu lambat!"
Iblis itu segera mengejarnya sambil melancarkan pukulan mematikan.
'Sial, sudah terlambat!'
Long Feiyun yang kehabisan energi qi, tidak memiliki apapun yang dapat digunakan untuk menahan serangan lawan. Dia menutup matanya, pasrah dengan keadaan.
Sampai saat itu, dia merasakan pergelangan tangan seorang manusia memegangi tubuhnya.
Tak lama setelah itu, terdengar suara benturan keras seolah orang yang menangkapnya telah menahan serangan itu demi dia.
Suara seorang pria yang menyejukkan mencapai telinga Long Feiyun, "Apa kamu baik-baik saja?"
Long Feiyun membuka matanya secara perlahan, mulut kecilnya terbuka kemudian terkatup dengan cepat. Mata lebarnya yang indah sudah mengatakan apa yang ingin dia ucapkan kepada pria itu.
'Sangat tampan!' itulah kesan pertama pertemuannya dengan kultivator manusia itu.
Apakah pria tampan itu akan mengalahkan musuh demi menyelamatkan dia seperti cerita di dalam dongeng?
Sayangnya, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Pria tampan itu membawanya seperti sebuah barang di lengan kirinya, sementara lengan kanan sibuk menahan serangan yang datang ke arah mereka.
Mereka saat ini sedang menjauh dari kerumunan. Setelah agak jauh, pria tampan itu segera memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan, namaku Yan Xu. Aku adalah seorang kultivator manusia yang kebetulan lewat. Apa yang terjadi di sini?" Yan Xu pura-pura tidak tahu dan memasang wajah seolah penyelamatan itu adalah kebetulan.
Long Feiyun yang baru saja sadar dari harapannya yang pupus, segera menjawab dengan antusias, "Namaku, Long Feiyun! Aku ... juga tidak tahu, mereka tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan membuat kekacauan di wilayah kami. Bisakah kamu menolong naga lain? Aku takut mereka akan dijadikan sandera untuk memancing kita keluar. Selain itu, terima kasih atas bantuannya."
Tidak melupakan tata krama, Long Feiyun memberikan salam dengan menangkup kedua tangannya kepada Yan Xu.
__ADS_1
"Tidak perlu sungkan, sudah sewajarnya kita saling menolong. Untuk naga yang lain, aku memiliki rencana tambahan. Namun, kamu harus bantu aku dalam memasang jebakan."
Long Feiyun mengangguk lalu berkata, "Un! Tentu saja! Jadi, dimana aku harus memasangnya?"
Yan Xu menyerahkan beberapa kertas jimat dan menunjuk ke arah wilayah yang sudah mereka bersihkan. Di sana tidak terdapat iblis, jadi akan aman meminta Long Feiyun memasang jebakan sementara dia bersiap.
"Pokoknya, pasang saja di sudut manapun. Saat kamu sudah selesai, pecahkan batu giok ini sebagai tanda. Setelah itu, kamu harus bersembunyi ke tempat aman dan jauh dari jebakan. Jangan lupa sembunyikan keberadaan mu! Oke?"
"Un! Baik! Apa ada yang lain?" tanya Long Feiyun memastikan.
Menggelengkan kepalanya, lalu Yan Xu berkata, "Tidak ada."
Beres dengan pembagian tugas, mereka berpisah. Long Feiyun akan memasang jebakan, sementara Yan Xu kembali ke arah Shang Yin yang sedang dikepung oleh para iblis kuno.
...
Tidak jauh dari Yan Xu berada, di depannya Shang Yin sedang dikejar puluhan iblis yang siap membunuhnya.
"Saatnya mengikuti pesta," Yan Xu memasang sebuah topeng badut tersenyum lebar yang dihiasi dengan darah.
Tap
Dia menerjang ke depan, di ujung jari telunjuk dan tengahnya terdapat tombak cahaya berukuran kecil. Yan Xu mengarahkan jarinya ke depan, mengunci target selain Shang Yin.
Dengan kontrol qi yang luar biasa, Yan Xu telah berhasil menandai setiap musuh yang terlihat oleh kesadaran ilahinya.
Ribuan tombak energi dari langit berjatuhan, menusuk seluruh iblis yang telah ditandai.
"Kwack!"
"Uwagghh!!"
"A-Aarrhhhh!!!"
Jeritan kesakitan dapat terdengar jelas di telinga Yan Xu.
Dia menghiraukan jeritan itu dan segera bergabung di sebelah Shang Yin.
"Apa kamu terluka?" tanya Yan Xu.
"Hampir," balas Shang Yin.
"Kalau begitu, bantu aku menarik perhatian seluruh iblis. Kamu lari ke barat dan bawa mereka ke tempat awal. Sementara aku akan ke timur, setelah semua iblis terpancing, kita harus berlari ke arah jebakan di sana," Yan Xu menunjuk ke arah wilayah yang sedang dilengkapi dengan jebakan oleh Long Feiyun.
Mengangguk sekali, Shang Yin segera berlari ke arah barat sambil berkata, "Mari bertemu kembali di titik pertemuan."
...
__ADS_1
Yan Xu ditinggalkan sendiri, menghadapi beberapa puluh iblis yang terluka parah akibat serangan kejutan tombak ilahi.
Berbelok ke arah timur, Yan Xu masih memainkan teknik tombak ilahi, menusuk setiap lawan hingga mereka terluka di bagian titik vital lalu berinisiatif untuk mengejarnya.
"Aghh!! Manusia keparat!"
"Ackk!— K-kamu! Pengecut! Aku akan mengejarmu hingga ke ujung dunia!"
"Keeughhh!!! Manusia tak tahu malu! Aku akan memenggal kepala mu!"
Penarikan amarah dari setiap iblis yang terjadi sepanjang perjalanan semakin meningkat jumlahnya, membuat Yan Xu agak kewalahan karena harus berlari sambil menyerang dan menghindari beberapa serangan musuh.
Tidak kehabisan akal, dia menaiki bangunan tertinggi di bagian timur kemudian memancarkan energi qi murni seluas yang ia bisa.
Seluruh mata merah para iblis tertuju kepadanya.
Konon, seseorang yang sengaja memancarkan qi yang sangat murni akan dikejar oleh para iblis kuno hingga ke ujung dunia. Mereka akan terus mengejar sampai orang itu mati ditangannya.
Energi qi murni, merupakan hal yang paling dibenci oleh ras iblis kuno. Semakin murni tingkat energi qi tersebut, semakin berniat mereka ingin membunuh orang yang memancarkannya.
Tidak sampai di situ, Yan Xu yang telah berada di puncak kesenangan karena merasa seluruh perhatian tertuju kepadanya mulai tersenyum lebar.
Perasaan geli di dadanya mulai merambat, membuat ia lupa akan musuh yang hendak mengulitinya hidup-hidup.
'Masih ada satu kalimat kedua yang belum digunakan, hehehe ....'
Dia sudah tertawa licik di dalam hati.
Menarik napas dalam-dalam, Yan Xu memusatkan energi qi di beberapa titik dantian pada tenggorokan guna memperbesar suaranya.
Kesenangan dalam mendapatkan kesempatan untuk meraih poin pengalaman akhirnya tiba juga.
Dengan suara yang menggelegar, dia berteriak keras.
"KEPARAT! AKU INI LELUHURMU, BERANINYA KAMU TIDAK SOPAN TERHADAPKU?!!!"
Kalimat itu menyebar luas ke telinga seluruh ras iblis kuno. Mata mereka berubah menjadi merah dan mengeluarkan darah. Sepertinya, mereka sudah tidak peduli akan hidup dan mati, selama pria biadab itu mati ditangan mereka!
Raungan marah, dapat terdengar jelas di segala arah. Punggung Yan Xu mulai menjalar rasa panas dan dingin, menandakan indera keenamnya telah memberikan peringatan bahaya!
'Hehehe ....'
[Ding! Selamat, Host berhasil menerapkan kalimat parasit pada .....+++ iblis kuno! Hadiah poin pengalaman telah dikirimkan kepada Guru dan Adik Junior Host! (≧▽≦)]
Di sela huru hara para iblis yang ingin membunuhnya, Yan Xu masih sempat tertawa namun matanya mengeluarkan air mata.
Dia ingin menangis karena fungsi sistem benar-benar tidak memberikan keuntungan apapun kepadanya!
__ADS_1