Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Samsara Garis Waktu Awal Mula Terciptanya Sejarah Dunia Xuanyuan


__ADS_3

Memasuki Persimpangan Jalan Bawah, Yan Xu mendapati tanah di sekitarnya berguncang. Bukan hanya itu, hukum ruang dan waktu mulai berubah, sedari awal dari kekosongan menjadi suatu masa yang tidak ia ketahui.


Tanah tandus yang hanya dikelilingi oleh kegelapan hitam, kini berubah menjadi pemandangan yang sangat Yan Xu ketahui.


"Ini ... Bumi?"


Yan Xu tidak bisa menahan rasa keterkejutan yang ia kira selama ini tidak akan pernah terjadi di dunia Xuanyuan.


Pada wilayah yang sangat dia kenal, semuanya hampir terlihat sama andai saja bangunan yang berdiri kokoh kini telah hancur seolah sedang terjadi perang dunia.


Berjalan lurus, Yan Xu mengamati seluruh bangunan yang hancur sambil berkata, "Ini adalah kota kelahiran ku. Bisa dibilang, wilayah ini merupakan tempat tinggalku semasa hidup di Bumi. Hanya saja, apa yang terjadi setelah kematianku? Energi qi yang seharusnya tidak ada, dapat aku rasakan berasal dari inti bumi muncul ke permukaan."


Tidak jauh dari sana, Yan Xu melihat seorang pria dan wanita yang sedang melawan monster. Kumpulan monster itu memiliki berbagai macam bentuk dan keluar melalui sebuah portal.


"Xihe, kamu pergi duluan. Aku akan mengulur waktu dan segera panggil bala bantuan kesini!" ucap si pria.


"Tidak! Mereka semua masih sibuk menangani garis depan di wilayah lain. Kalau kita berdua gugur, garis depan pertahanan terakhir umat manusia akan hancur!" wanita yang bernama Xihe itu segera menolak gagasan pria, dimana Yan Xu tahu bahwa wanita itu tidak ingin si pria mati.


"Jika ingin mati bersama, bukankah lebih baik kalian saling tikam," ucap Yan Xu tersenyum bengkok.


Dia menggunakan teknik pengejaran jiwa dan segera menebas monster yang keluar dari portal menggunakan pedang energi.


Tibanya Yan Xu tepat di depan pria dan wanita asing itu, membuat mereka mengacungkan pedang yang berbentuk aneh ke arahnya.


Yan Xu hanya memasang wajah datar, tidak memiliki satupun rasa permusuhan terpancar namun ia memiliki aura aneh yang tidak bisa dijelaskan.


"Siapa kamu?!" tanya si pria yang segera berdiri di depan wanita.


"Apa kamu tidak tahu sopan santun?" tanya Yan Xu mengerutkan keningnya.


'Aku sudah menyelamatkan kalian berdua, setidaknya tunjukkan sedikit keramahan penduduk Bumi pada orang asing sepertiku!' keluh Yan Xu di dalam hati.


Melihat perlawanan Yan Xu, Si pria semakin berhati-hati namun lengannya segera diturunkan oleh wanita yang dipanggil Xihe.


"Kami adalah penduduk Bumi. Namaku Lan Xihe dan dia adalah Yan Shen. Saat ini, terdapat sebuah cobaan yang sedang melanda planet ini. Kamu tidak terlihat seperti bermusuhan terhadap kami, jadi bisakah kita anggap pertemuan ini tidak pernah terjadi?" ucap Lan Xihe mencoba untuk menengahi.


'Lan ... Xihe?!'


Ketika nama itu disebutkan, Yan Xu merasakan sesak di dadanya.


'Apa ini?! Semenjak kapan aku dan Guru pernah bersama demi menghadapi krisis di Bumi?!'


Yan Xu kembali melihat wajah pria itu, akhirnya dia ingat bahwa penampilan aslinya sebagai Yan Shen, memang benar adanya seperti pria yang ada di depan.


Dia sudah lama memiliki wajah Yan Xu dan seringkali menggunakan teknik penyamaran, membuatnya lupa akan wajah sosok Yan Shen itu sendiri.


Walaupun dia yakin ini merupakan salah satu ilusi yang dibuat oleh Shang Yin dan si Zhuge yang tidak diketahui itu, Yan Xu tetap mengikuti permainan mereka karena tubuhnya secara tidak sadar berkata demikian.


"Sayangnya tidak bisa begitu," mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang terjadi di sini, Yan Xu menduga bahwa kedua orang ini merupakan kunci utama dari cobaan yang dimaksud.


Dia lebih memilih untuk bersama mereka berdua, walaupun entah mengapa ia merasa kesal melihat wanita yang bernama Lan Xihe itu selalu menempel pada pria yang berada di sebelahnya.


Yan Shen yang mendengarkan itu, mengerutkan keningnya dan berkata, "Apa kamu juga ingin menyatukan dunia kami dengan dunia mu? Jangan bermimpi! Walaupun harus mati—"

__ADS_1


"Tidak, tidak sampai sebegitunya. Kamu salah paham, serius, apa di otakmu hanya ada pikiran buruk terhadap orang lain?!" sela Yan Xu.


Entah mengapa, walaupun itu adalah dirinya sendiri, Yan Xu merasa bahwa kesamaan antara mereka berdua perlu dipertanyakan.


"Terus, apa yang kamu inginkan?" tanya Yan Shen menatap dingin ke arah Yan Xu.


Yan Xu mengepalkan kedua tangannya sambil berkata, "Izinkan aku bergabung dengan kalian berdua. Sebagai gantinya, aku akan membantu mu dalam menghadapi bencana ini. Sementara itu, di waktu kosong banyak hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian tentang dunia ini dan apa yang telah terjadi."


"Aku tidak merasakan satupun ketulusan dalam setiap ucapanmu, buang saja rasa kasihan dan kemunafikan yang ada pada wajah mu! Cuih!— bertindak baik kepada kami, tidak akan membuatmu terlihat seperti orang yang bisa dipercaya."


"Kalau begitu, haruskah aku bertindak kejam terlebih dahulu sampai kalian setuju?" balas Yan Xu dengan suara dalam.


"Coba saja— aiya! Xihe! Kamu ini kenapa sih tiba-tiba memukul kepalaku?!— aaa— aa aahhh, s-sakit!— aiya!"


Lan Xihe segera menarik gendang telinga Yan Shen dan berkata, "Kami terima usulanmu. Namun, ada syarat khusus bagi kamu karena kita sama-sama tidak mengenal satu sama lain."


Seperti biasanya, Yan Xu tahu bahwa Lan Xihe juga ingin menolak namun saat ini bukanlah hal yang tepat bagi mereka. Dia masih bisa mengukur tingkat kemampuan Yan Xu dan akan lebih menguntungkan bagi mereka berdua membiarkannya untuk membantu, dibandingkan menjadi musuh dari orang asing itu.


"Baik, aku terima syarat mu," balas Yan Xu tersenyum tipis.


Mengangguk, Lan Xihe meneruskan, "Pertama, bisakah kamu mengalahkan para monster dan menutup portal dimensi yang ada di sana terlebih dahulu?" dia menunjuk ke arah portal yang tidak jauh dari mereka.


Di sana para monster yang berwujud seperti manusia kadal dengan senjata di tangan mereka keluar.


Tanpa menjawab, Yan Xu segera menghabisi setiap manusia kadal dengan tebasan pedang energinya. Dia juga menggunakan teknik pedang ilahi untuk menutup portal dengan rapat.


Berlumuran darah manusia kadal di sekujur tubuhnya, Yan Xu berbalik ke arah mereka. Namun, kedua orang itu sudah menghilang saat ia baru saja mengalihkan perhatiannya sebentar.


Yan Xu tersenyum masam dan sedikit merasakan nostalgia dengan trik lama Lan Xihe yang selalu dia gunakan untuk menipunya.


Saat dia mengingat kembali, memang perbedaan wajah mereka hanya pada warna rambut dan sebelum kulit wajahnya dipercantik karena dia bukanlah seorang kultivator seperti mereka.


Yan Xu mulai menyebarkan kesadaran ilahinya, namun tidak bisa digunakan seolah ada sesuatu yang menolaknya untuk melakukan itu.


Sebuah jendela pemberitahuan sistem muncul di depannya.


[Siapa kamu? Kamu memiliki entitas yang berasal dari planet ini, namun kamu bukanlah bagian dari mereka.]


"Oh? Apakah sistem telah ada di Bumi ketika portal dimensi baru saja terbuka?" Yan Xu tidak peduli dengan pertanyaan mengenai identitasnya, dia hanya memberikan pertanyaan sekaligus sindiran acak untuk sistem keparat yang selama ini dia benci.


[Siapa kamu?]


Sayangnya, seperti benda rusak, sistem itu terus mempertanyakan identitas Yan Xu.


Yan Xu tersenyum bengkok dan berkata, "Aku adalah ibumu!"


[.....]


Tidak ada jawaban. Yan Xu mengerutkan keningnya sambil dengan sabar menunggu pertanyaan yang akan datang.


Sudah beberapa saat berlalu, namun sistem masih tidak memiliki respons balik.


"Apa kamu mendapatkan malfungsi sehingga tidak bisa menjawab?"

__ADS_1


[Kamu ... sangat menyebalkan.]


"Oh? Benarkah? Aku anggap itu sebagai pujian dan terimakasih."


Beberapa detik berlalu, Yan Xu masih dengan sabar menunggu jawaban lain.


...


Lima menit telah berlalu, akhirnya sebuah jawaban yang lebih panjang dapat terlihat pada jendela sistemnya.


[Kesampingkan sindiran mu yang tidak berguna itu. Sekarang, aku akan menjelaskan sedikit tentang apa yang terjadi di Bumi.]


Singkat cerita, Sistem mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Bumi.


Pada saat Yan Shen berusia 21 tahun, energi perisai yang melindungi Bumi dari dunia lain telah habis. Hal tersebut membuat perubahan besar, dimana portal dimensi terbuka di berbagai belahan dunia, kemunculan monster dan bagaimana manusia tidak berdaya melawan mereka yang telah menerima berkah untuk memerangi makhluk dari dunia lain.


Melihat ketidakseimbangan antara kekuatan yang bertahan dengan penyerang, membuat beberapa dewa yang mengatur alam semesta memberikan kesempatan khusus pada seorang manusia. Mereka membiarkan manusia itu meminta satu hal yang dapat membuat manusia memiliki kesempatan untuk memberikan perlawanan dan melindungi dunia mereka.


Manusia itu meminta sebuah sistem. Dengan begitu, terciptalah jendela sistem yang tersebar ke seluruh manusia di Bumi. Dengan bantuan sistem, mereka semua mendapatkan kekuatan maupun senjata untuk bertahan hidup.


Sayangnya, terlepas dari belas kasihan para dewa, tetap saja tidak ada kue gratis yang jatuh dari langit. Manusia itu akan menerima julukan sebagai pembuat sistem dan ingatannya akan dihapuskan karena berbicara terhadap para dewa merupakan sebuah tabu, itu juga untuk menutupi keberadaan mereka dari makhluk ciptaannya.


Apabila manusia itu mengingat bahwa dia adalah orang yang membuat sistem ada di Bumi, keberadaannya akan menghilang. Lebih tepatnya, dia akan naik menjadi seorang dewa yang mengatur alam semesta, bersama para dewa yang dulunya mengabulkan permintaannya.


Mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu saja karena permintaan dibuatkan sistem, membuat para manusia menjadi bersyukur dan menambah keilahian bagi si pembuat. Semakin banyak keilahian yang terkumpul, si pembuat sistem akan mendapatkan kesempatan untuk naik menjadi salah satu dewa yang mengatur alam semesta.


Tidak kehabisan akal, manusia itu menyimpan ingatan tersebut ke dalam sistem, sehingga sistem sendiri mengalami malfungsi seolah memiliki kepribadian.


Apabila sistem merasakan adanya malfungsi, itu berarti pembuatnya kemungkinan besar telah tiada, ada seseorang yang dekat dengannya telah memicu hal tersebut.


Sehingga membuat Sistem harus memberitahukan ingatan itu kepadanya, agar si pembuat tidak akan menghilang dari dunia.


...


Setelah mengetahui situasinya dengan jelas, tiba-tiba Yan Xu tertarik ke dalam sebuah lubang hitam.


Kini, situasinya telah berganti. Jadi, perkiraan sebelumnya dimana kedua orang tadi merupakan kunci utama adalah salah.


Sebenarnya, memicu terjadinya malfungsi terhadap sistem itu sendiri merupakan kunci penting untuk ke tahap selanjutnya.


Meskipun Yan Xu menemukan beberapa informasi aneh, dia terus melanjutkan perjalanan itu hingga sampailah ia akan kebenaran tentang dunia Xuanyuan sebenarnya adalah Bumi yang telah memenangkan berbagai invasi dari mahluk dunia lain.


Sebagai hadiah keberhasilan mereka dalam bertahan, seluruh dunia yang pernah menginvasi mereka akan bersatu dengan Bumi dan menyebabkan ledakan dahsyat di alam semesta. Namun, ledakan tersebut tidak akan mempengaruhi manusia yang benar-benar berperan penting sebagai penyelamat dunia.


Di situlah, semua kebohongan manusia terungkap. Mereka yang hanya memiliki niat tersembunyi dan mengarah pada hal yang tidak baik, telah menjadi debu yang berperan sebagai pembentuk dunia Xuanyuan


Sementara itu, dunia Xuanyuan sendiri akan dihuni oleh mereka yang murni bertarung hanya untuk bertahan hidup dan melindungi orang terdekatnya.


Mereka yang berhasil bertahan, akhirnya mendapatkan sebutan 'Manusia Pertama' di dunia Xuanyuan dan mengubur rahasia tentang Bumi demi menghindari kekacauan.


Baik itu Yan Xu— Yan Shen yang telah mengganti namanya— maupun Lan Xihe adalah salah satu dari sekian banyak manusia pertama yang berhasil menguasai metode kultivasi sambil dibantu oleh sistem.


Itulah awal mula sejarah dunia Xuanyuan dan bagaimana bisa terdapat sistem maupun terciptanya kultivasi di dunia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2