
Satu setengah hari berlalu setelah keluh kesah Su Yueyin tentang peran obat nyamuknya maupun bagaimana mereka bertiga tidak bisa keluar dari dari susunan formasi kuno.
Embusan angin yang awalnya konstan, mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Kesadaran ilahi Su Yueyin merasakan kehadiran dua orang dengan energi yang kuat.
Kedua energi itu mengandung esensi langit dengan aura putih sesuci salju dan hijau sehijau daun segar. Su Yueyin sangat mengingat karakteristik dari kedua aura itu.
Yang berwarna hijau adalah milik gurunya yang juga kepala Sekte Abadi Luo, Su Yinfeng. Dan yang satunya lagi— ....
"Su! Yueyin!"
Suara teriakan kuat itu menggelegar dan membuat dinding penghalang pada susunan formasi kuno berguncang keras.
Krak! Krak! Clang!
Setelah beberapa detik, terdengar suara pecahan kaca dan susunan formasi yang mengurung Su Yueyin juga kedua murid segera dipatahkan!
".... Aiya!— !!!" Su Yueyin tidak bisa menahan diri untuk tidak tersentak.
Gedebuk!
Kedua lututnya lemas, membuat dia terduduk ke tanah dengan bokongnya yang terjatuh keras lebih dulu hingga memunculkan suara tumbukan benda tumpul.
Dinding penghalang dari susunan formasi kuno yang mengelilingi mereka perlahan menjadi bintik-bintik cahaya kecil, kemudian menghilang dengan sendirinya tanpa jejak.
Dari jauh, suara seorang wanita terdengar, "Su Yueyin, apa kamu baik-baik saja?"
Gedebuk!
Su Yueyin segera bersujud ke arah sumber suara itu, tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan. "Se-se-senior! Yin'er ingin meminta pengampunan atas dosa besar karena terjebak dalam tipu muslihat musuh!"
Kedua murid yang melihat itu melebarkan mata mereka, seolah-olah tidak percaya kalau Bibi Yueyin yang dingin bahkan bisa merasakan takut hingga menggigil.
Mereka hanya tahu kalau ada teknik suara kuat memanggil nama Bibi Yueyin, lalu susunan formasi tiba-tiba dinonaktifkan.
Hanya setelah beberapa saat Bibi Yueyin mendadak ketakutan hingga bersujud ke arah sumber suara, itu membuat mereka curiga kalau ada seorang tetua yang galak sedang menuju ke arah sini.
Sayangnya, mereka tidak mendapatkan gambaran umum tentang apa yang terjadi karena tidak bisa menggunakan kesadaran ilahi. Dengan energi qi yang hampir kering, mereka hanya bisa menggunakan itu untuk menahan rasa lapar maupun haus saat terkurung di sana.
Kabut di sekitar mereka mulai menghilang dengan cepat. Pengumpulan energi qi yang terbatas pada ruang tertutup itu, akhirnya terbuka dan kecepatan penyerapan qi dari ketiga orang itu dipercepat bagaimana semestinya.
Dari situlah kedua murid yang hampir kehabisan energi qi perlahan mengisinya. Setelah energi qi mereka cukup, akhirnya kedua murid dapat menggunakan kesadaran ilahi mereka dan melihat situasi di sekitar.
__ADS_1
Dengan menghilangnya dinding pembatas dari susunan formasi kuno, kesadaran ilahi mereka dapat meluas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pada saat ini, dua bayangan muncul dari udara dan mendarat tepat di depan Su Yueyin.
Mereka adalah sepasang pria paruh baya dan wanita berpakaian serba putih. Pria paruh baya itu adalah kepala Sekte Abadi Luo, Su Yinfeng. Sementara wanita yang disebelahnya, kedua murid itu tidak mengenalnya.
Namun, Su Yueyin yang masih bergetar ketakutan sangat mengenal wanita serba putih itu.
Dia adalah sumber dari ketakutannya, wanita yang mengajarkan dia bahwa plot licik apapun tidak akan pernah menang di bawah kekuatan absolut, orang yang kedudukannya setara dan mungkin lebih tinggi dari gurunya.
Dia juga salah satu dari sepuluh saint legendaris, dialah Lan Xihe, guru dari Yan Xu yang merupakan murid nakal dan paling picik di antara semua anggota ekspedisi!
Su Yueyin yang tahu bahwa mereka sudah mendarat tepat di depannya, sekali lagi berteriak dengan keras dan mengabaikan citra peri dingin nya.
"Guru! Senior! Yin'er benar-benar telah terperangkap oleh tipu muslihat Jenderal Lao! Yin'er juga sudah kehilangan kontak dengan ketiga murid yang tersisa saat dijebak untuk menyelamatkan kedua murid yang ada!"
Gedebuk!
Sekali lagi, Su Yueyin bersujud dengan membenturkan kepalanya ke tanah dengan sangat keras hingga keningnya berdarah. Tubuhnya masih gemetar tak karuan, padahal pihak lain tidak melakukan sesuatu untuk menekannya!
"Yin'er bersedia menerima hukuman apapun atas keteledoran dalam menjalankan tugas penjagaan ini! Yin'er memohon kepada Guru dan Senior, tolong selamatkan ketiga murid yang tersisa dari ketidakmampuan Yin'er!"
Dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi cemas di wajahnya. Dia melihat saudarinya yang tadi di jalan selalu meledak dan sekarang dia memiliki emosi yang sangat tenang dan stabil!
'Tidak ada niat membunuh, auranya sangat stabil, ekspresinya masih datar dan biasa-biasa saja. Aku takut saat berperilaku salah di depan Kakak, dia akan langsung memenggal kepala Yin'er!' Su Yinfeng hanya bisa diam dan menggerutu di lubuk hatinya.
Sementara itu, Lan Xihe maju beberapa langkah dan kedua lengannya memegang bahu Su Yueyin.
Su Yueyin sempat bergetar dan segera menghentikan itu karena dia takut akan menyinggung perasaan Lan Xihe.
Lan Xihe dengan acuh tak acuh sambil menarik lembut kedua bahu Su Yueyin agar dia berdiri sambil berkata, "Apa yang kamu katakan, Tetua Yueyin? Mari, berdirilah dengan benar. Bukankah tidak nyaman dilihat murid seperti ini?"
Bukan hanya Su Yinfeng, kedua murid yang dari jauh memperhatikan dengan kesadaran ilahi mereka juga menjatuhkan rahangnya.
'Ka-kakak bersikap rasional! Apa ini? Apa aku sedang bermimpi?'
Su Yinfeng segera mencubit pahanya, '—Aiya! I-ini bukan mimpi?! Apa matahari sudah terbit dari Utara?!' dia merasakan sensasi sakit dan sulit menerima kenyataan bahwa ini bukan mimpi!
'Tetua itu tidak segalak yang dikatakan Bibi Yueyin! Malahan dia baik, sejernih warna jubah abadi perinya!'
Imajinasi Bai Lien'er tentang Lan Xihe juga terpukul keras. Ketika dia melihat sosok Lan Xihe yang baik hati, itu sangat berbeda dengan gambaran yang diberikan Bibi Yueyin!
__ADS_1
Su Yueyin tetap tidak ingin berdiri dan masih mempertahankan posisi bersujudnya. Dia tambah ketakutan karena Lan Xihe bersikap rasional yang tidak sesuai dengan sikap galaknya!
"Mari bangun, Tetua Yueyin. Jangan membuatku seperti orang jahat di sini." Lan Xihe masih bersabar membujuk Su Yueyin yang tidak ingin bangun.
Su Yueyin segera menjawab, "Tidak! Yin'er pantas dihukum atas keteledorannya! To—"
Belum selesai dia bicara, Lan Xihe segera memotong dengan teriakannya.
"Cukup! Kamu mau bangun atau menunggu aku menginjak kepalamu hingga pecah?! Cepat pilih, sebelum aku menendang kepalamu untuk dijadikan makanan binatang buas!"
Lan Xihe sudah kehabisan kesabaran, dia membentak sambil menyebarkan energi qi putihnya dengan kuat.
Su Yinfeng segera melindungi kedua murid dari tekanan energi qi putih saudarinya, namun dia terlambat beberapa detik sehingga kedua murid itu sempat terkena dampaknya.
Mereka berdua memuntahkan seteguk darah segar dan segera tersentak hingga jatuh ke tanah. Hati kedua murid itu mengalami trauma yang satu frekuensi dengan teror yang dirasakan Bibi Yueyin saat ini.
'Te-tetua itu sangat galak! Sangat persis seperti yang digambarkan Bibi Yueyin!'
'Di masa depan, kami harus bersikap lebih baik lagi kepada Kakak Senior Yan Xu! Dia pasti menderita lebih dari ini selama 100 tahun lamanya!'
Bai Lien'er dan Lin Qintian memegang dada mereka, segera menstabilkan aliran energi qi pada pusat dantiannya akibat terkena sedikit gelombang energi qi putih Lan Xihe.
Sementara itu, Su Yueyin segera berdiri sambil menundukkan kepalanya, seperti seorang anak yang sedang dimarahi.
Lan Xihe menghela napas panjang kemudian berkata, "Jelaskan situasinya dari awal. Aku sudah memeriksa keamanan dua murid, setidaknya Yan Xu bersama satu lainnya dipastikan selamat."
Mendengar itu, mata Su Yueyin melebar dan kepala kecilnya terangkat menunjukkan ekspresi sedikit lega. Warna di wajah dingin Su Yueyin akhirnya kembali setelah terpuruk dari kondisi pucat pasinya.
"Oh! Sebelum itu ..." Lan Xihe menjentikkan jari rampingnya.
"Hump!" Dua pil bulat dengan cepat masuk ke mulut dua murid dan membuat mereka tak sadarkan diri.
Lan Xihe mengangkat bahu dan berkata, "Itu cuma pil pemulihan energi qi, kita juga harus menghapus sedikit ingatan mereka tentangku nanti."
Dua pasang mata guru dan murid hanya bisa menatap dalam diam kemudian menggelengkan kepala mereka sedikit.
Ekspresi main-main pada wajah Lan Xihe mulai hilang dan dia segera berkata, "Sekarang, kamu bisa memulai Yin'er."
"B-baik, Senior! Ini dimulai saat kami keluar dari wilayah sekte ...."
Su Yueyin menjelaskan dengan rinci saat Jenderal Lao yang mulai bergabung dengan kelompok ekspedisi, bagaimana para murid berpisah dan akhirnya dia terperangkap dalam siasat musuh.
__ADS_1