Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pesan Rahasia Untuk Kakak Senior


__ADS_3

Jimat yang melayang di udara bersinar dengan cahaya putih redup. Setelah beberapa detik kemudian, salah satu bersinar yang berada tepat di belakang punggungnya!


Yan Xu yang sudah diselimuti api hijau muda di sekujur tubuhnya memegang tombak dengan kuat. Dia memusatkan setengah api pada ujung bilah tombak, selanjutnya melakukan gerakan berputar 1800° sehingga nampak seperti lingkaran api ganas.


"Pembakaran dari ketiadaan ... — Api Lotus!"


Pada putaran api ganas, terdapat ribuan lotus kecil yang terkandung di dalamnya. Lingkaran itu dengan tanpa ampun menabrak apapun yang ada di depannya hingga dibakar menjadi abu, termasuk jimat sensorik Lan Xihe!


"Murid Nakal!"


Merasakan sensasi panas di punggungnya, Lan Xihe mengeluarkan sebuah seruling perak dari udara kosong ke tangan kirinya. Tubuhnya diselimuti aura putih yang sangat tebal. Dari aura itu, tercipta sebuah tangan putih raksasa yang bergerak menangkap Yan Xu.


Benturan itu menyebabkan ledakan besar di udara, membuat tanah di Puncak Angin berguncang hebat. Gelombang kejut kuat yang berasal dari benturan itu menyebar ke segala arah!


Gerakan Yan Xu terhenti di udara, dia segera menginjak awan dan mundur beberapa langkah.


"Ingin kabur? Terima ini, Segel Kebenaran!"


Lan Xihe mengerahkan serangan telapak tangan ajaran Buddha ke arah murid nakal yang ingin memperlebar jarak di antara mereka. Dengan kecepatan yang ditingkatkan sedikit, Yan Xu tidak bisa menghindarinya dan membiarkan bagian tubuh lain terkena selain titik vital.


Yan Xu mendengus dan mengeluarkan sedikit darah di sudut mulutnya. Dia tersenyum hangat, namun hatinya benar-benar dipenuhi skema kejam dan picik. Hal itu membuat Lan Xihe bertanya-tanya di benaknya.


'Apa lagi yang dia sembunyikan di balik lengan bajunya?' pikir Lan Xihe sambil menyiapkan serangan balasan.


Yan Xu mengangkat tangannya dan baru saat itu Lan Xihe sadar apa yang direncanakan murid nakal itu. Dari atas dan bawahnya, terdapat susunan formasi raksasa. Dari inti formasi, sebuah sinar mematikan ditembakkan lurus ke arah Lan Xihe.


Saat itu juga, Yan Xu mendarat dengan cepat di atas tanah.

__ADS_1


Gedebuk!


Yan Xu bersujud keras ke arah Lan Xihe dan berteriak dengan lantang, "Kekuatan Guru tiada tara, Murid sangat tersanjung dan benar-benar merasa ingin menikahi Guru! Tolong menikahlah dengan Murid, Guru!"


Mata Lan Xihe melebar dan pupil di tengahnya menyusut, berisikan keterkejutan dan amarah yang memuncak.


'Dia mencoba untuk mengalihkan perhatianku, sementara cahaya dari susunan formasi yang dia lepaskan mencoba untuk menusukku dari atas juga bawah! Sekarang, dia juga masih tidak tahu malu bersujud melamarku dengan keras!' amarah Lan Xihe semakin memuncak karena kelakuan bengkok murid nakalnya.


"Murid Nakal!" teriak Lan Xihe yang dikelilingi oleh energi qi putih meluap di sekujur tubuh.


Bersamaan teriakan itu, sebuah avatar dengan tinggi 250 kaki dan delapan daun di bawah lotus muncul untuk melindungi Lan Xihe.


Kedua cahaya itu melesat dengan sangat cepat dan meledak seperti kembang api dengan warna warni di udara ketika sudah dekat dengan Lan Xihe, kemudian menghilang menjadi bintik-bintik cahaya setelah beberapa detik menunjukkan kilauan indahnya.


"Eh?" Lan Xihe tersentak melihat kejadian tidak terduga dan tak tahu malu dari muridnya.


"Murid sangat berterimakasih kepada Guru dari lubuk hati terdalam! Dengan pembangunan yang begitu bagus pada Puncak Angin kita, tinggal menunggu waktu sampai Puncak Angin naik ke masa jayanya!" teriak Yan Xu yang masih bersujud.


Lan Xihe yang masih berada di dalam perlindungan avatar putih menggaruk pipinya, merasa ada sesuatu di balik tingkah aneh murid nakal ini.


Dia mendarat ke depan Yan Xu dan masih berada di dalam avatar putih, takut kalau murid nakal itu bermain trik lain. Dia masih memperhatikan dalam diam, sambil menerka apa yang direncanakan Murid Nakal.


Yan Xu yang sudah merasakan bahwa avatar Lan Xihe berada di depannya, segera bangun. Dia berlari seperti seorang anak yang baru saja melihat orang tuanya setelah sekian lama dengan kedua tangan terbuka lebar.


Dia memeluk bagian bawah avatar Lan Xihe dengan wajah bahagia, seperti kucing yang sedang menjilati kaki pemiliknya. Di luar dia sangat terlihat bahagia, namun di dalam hati dia merasakan sensasi dingin mulai menjalar ke punggungnya.


Tidak lama setelah itu, suara teriakan minta maaf dan rintihan kesakitan yang menyedihkan dari seorang murid tertua Puncak Angin bergelora di udara.

__ADS_1


Yan Xu : "Aku bahkan masih tidak bisa menyentuh kaki Guru. Seberapa banyak trik di lengan bajunya yang masih tersembunyi? (눈‸눈)"


...


Di tanah kosong nan luas bagian tenggara Puncak Angin, memiliki jarak yang cukup jauh dari Paviliun Barat maupun Paviliun Selatan, dua orang yang tadinya bertarung sekarang duduk bersila saling berhadapan dengan jarak setengah meter di antara mereka.


Yan Xu yang sudah memiliki tampilan wajah bengkak dan beberapa memar biru di tubuhnya masih menggosok-gosok bokongnya yang sakit. Sementara itu, Lan Xihe menyilangkan tangannya sambil duduk dengan tegak memperhatikan murid nakalnya.


Lan Xihe yang tahu bahwa pasti murid nakal ini datang karena ada apa-apanya, segera bertanya keperluannya, "Jadi, apa yang kamu inginkan sehingga rela dipukuli begini?"


Yan Xu berhenti menggosok pantatnya, menjawab sambil mencium bau di tangan yang ia gunakan untuk menggosok bokongnya yang sakit seolah-olah itu berbau, "Sebenarnya, Murid sedang kebingungan saat ini."


Lan Xihe menyipitkan kelopak indah perinya, "Apa yang sedang kamu bingungkan? Bukankah ini adalah tampilan yang kamu rancang?"


Yan Xu menggeleng lembut dan berkata, "Ini memang seperti yang Murid rancang, namun sebagiannya terlalu jauh bahkan lebih baik daripada yang Murid kira."


"Terus?"


"Murid khawatir dengan biaya yang mungkin lebih dari anggaran yang sudah kita sepakati bersama dengan Kepala Sekte sepuluh bulan lalu," jawab Yan Xu dengan ekspresi serius.


Melihat murid nakalnya yang serius, tidak bisa tidak membuat Lan Xihe juga harus bertindak sebagai Kepala Puncak, bukan Guru yang baru saja memukuli murid tertuanya secara brutal.


Lan Xihe memegang dagu dengan jari rampingnya dan berkata, "Anggaran yang tercatat selama pembangunan tidak ada yang tidak sesuai. Semuanya sangat pas dengan jumlah yang kamu tetapkan."


"Hanya saja, beberapa tambahan yang kita lihat saat ini ada beberapa dari Puncak Surgawi dan beberapa lagi dari keluarga Jiang."


Yan Xu mengerutkan keningnya saat mendengar nama keluarga itu dan bertanya lagi untuk memastikan, "Apakah Guru yakin itu adalah keluarga Jiang? Darimana asal mereka? Dan juga, seberapa banyak Puncak Surgawi memberikan tambahan?"

__ADS_1


Lan Xihe memejamkan matanya seolah-olah sedang mengingat dan setelah beberapa saat, dia menjawab, "Ya, itu adalah keluarga Jiang yang mengkhususkan diri mereka dalam berdagang di Ibukota Kekaisaran Agung Ming."


__ADS_2