Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Perangkap Hutan Ilusi - 2


__ADS_3

Mendapati semangat mereka yang takkan pernah turun, baik itu Ahn maupun Jiqing tersenyum lebar.


Mereka semua memadatkan seluruh qi di semua titik dantian nya hingga titik terpadat, bersiap untuk meledakkan diri bersama dengan Harimau Iblis.


Harimau Iblis yang masih mengintai, merasakan mangsanya berkurang dan menganggap mereka sudah semakin kacau.


Dia melompat dari kabut dengan gesit menuju garis belakang.


Dengan taringnya yang tajam, Harimau Iblis berhasil menangkap salah satu anggota yang bersama dengan Jiqing. Kepala anggota itu pecah seketika karena tidak kuat menahan rahang Harimau Iblis, darahnya berhamburan ke segala arah dan mengganggu penglihatan yang lain.


Namun, mereka tidak ambil pusing.


"Aktifkan formasi rantai!" teriak Jiqing.


Kali ini berbeda dengan sebelumnya, ratusan rantai emas mengikat sekujur tubuh Harimau Iblis dengan kuat.


Harimau Iblis meraung keras, sekuat tenaga memberikan perlawanan yang dia kira akan mudah rusak seperti sebelumnya. Namun, kali ini berbeda.


Jiqing beserta anggota garis belakang lainnya telah memasukkan mantra penyembuh pada rantai itu, sehingga akan memperbaiki dirinya sendiri ketika rusak.


Formasi pengikat dan mantra penyembuhan telah banyak memakan energi qi semua anggota garis belakang, apalagi beban mereka semakin bertambah dengan hilangnya satu orang yang telah mati terlebih dahulu.


Semua anggota garis belakang kelelahan setengah mati hingga sulit untuk berdiri tegak. Tubuh mereka semua, digendong oleh mereka yang berada di garis depan. Secara bersamaan, mereka semua memancarkan seluruh energi qi di dalam tubuhnya dan berlari ke arah Harimau Iblis yang masih tidak dapat bergerak.


Duar!


Beberapa ledakan dahsyat terjadi. Di sana, hanya terdapat jubah abadi khas Puncak Angin dan beberapa anggota tubuh yang terbengkalai serta Harimau Iblis yang sudah sekarat.


Binatang buas itu kesulitan untuk berdiri, dia merangkak di atas tanah dengan kondisi yang menyedihkan.

__ADS_1


Tidak jauh di depannya, dia melihat dua wajah yang tidak asing. Dua gadis itu memiliki energi qi yang lebih melimpah dibandingkan dengan ketiga belas orang sebelumnya.


Dua orang itu tidak lain mereka yang berpura-pura melarikan diri, Jiang Nalan dan Yueqin!


Mereka benar-benar menjadi umpan yang terlupakan dan membiarkan yang lainnya berkorban demi melemahkan Harimau Iblis hingga sekarang.


Mencabut pedang dari sarungnya, Jiang Nalan memandang Harimau Iblis dengan tatapan dingin, "Yueqin, kamu sudah siap untuk membalaskan kematian mereka?"


Yueqin dengan kilatan tajam di kedua mata indahnya menjawab dengan dingin, "Ya."


Keduanya menyelimuti seluruh tubuh mereka dengan energi qi dan menerjang ke arah Harimau Iblis, menyerangnya secara brutal hingga mayat binatang buas itu kehilangan bentuk tubuhnya.


Selesai dengan itu, Jiang Nalan dan Yueqin yang berlumuran darah Harimau Iblis tumbang ke tanah karena kelelahan. Meskipun sudah dilemahkan, tubuh Harimau Iblis masih tetap keras. Mereka hanya menyerang bagian tubuh yang sudah terluka agar binatang buas itu cepat mati.


Terengah-engah, Jiang Nalan memandang langit dan berkata, "Maaf, Yueqin. Meskipun aku berharap kita masih bisa bersama lebih lama, dunia ini terlalu kejam hingga memisahkan kita dari mereka."


Yueqin yang ikut memandang ke arah langit menjawab, "Tidak apa. Aku yakin mereka sedang melihat kita dari atas sana sambil tersenyum lebar karena kita telah menyelesaikan dendam mereka. Nah, Jiang Nalan, apa ... yang akan kita lakukan selanjutnya?"


Jiang Nalan yang sudah terbiasa akan bagaimana dinginnya dunia ini bekerja, hanya bisa merangkul Yueqin. Dia tidak akan memberikan kata penghibur agar pihak lain dapat tenang karena itu bukanlah solusi yang tepat. Tetapi, dia juga tidak tega membiarkan Yueqin tenggelam akan emosi sesaat yang dapat membuat kondisinya melemah.


Dengan lembut, Jiang Nalan mengelus kepala Yueqin dan berkata, "Seperti yang pernah Tuan Pertama katakan kepada kita. Yang mati, tidak akan pernah hidup kembali. 'Kamu boleh bersedih atas kepergian mereka, namun jangan biarkan itu membuat kamu melemah'. Kita harus menjadi lebih kuat agar tidak perlu lagi membuat pengorbanan supaya yang lain dapat bertahan hidup. Dengan begitu, pengorbanan mereka tidak akan sia-sia."


"Un," jawab Yueqin yang masih menangis di pelukan Jiang Nalan.


Perlahan, kabut di hutan menyelimuti mereka berdua menghilang. Kedua gadis itu kelelahan hingga tertidur pulas.


...


Tidak jauh dari mereka berada, seorang peri berjubah abadi serba putih berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


"Benar-benar kacau," ucap peri itu.


Dari sebelahnya, peri dengan jubah abadi birunya tertawa kecil lalu berkata, "Mereka benar-benar tidak toleran terhadap diri sendiri. Yah, itu juga bagus, tapi ada juga yang tidak baik dari hal tersebut."


Peri berjubah serba putih dan biru itu tidak lain adalah Lan Xihe dan Duan Yunfei.


Menghela napas panjang, Lan Xihe menepuk kedua tangannya sekali.


Plak!


Seluruh kabut menghilang dan terdapat lima belas anggota pengikut setia Tuan Pertama Puncak Angin sedang tertidur pulas di atas tanah.


"Semoga kalian bisa belajar satu atau dua pelajaran dari kejadian di hutan ilusi ini," ucap Lan Xihe menatap kasihan terhadap pengikut setia murid nakal.


"Benar, untung saja penjaga hutan itu hanya jahil terhadap mereka yang tidak seharusnya melewati tempatnya."


"Yah, karena tahu hal ini makanya Su Yinfeng memberikan persetujuan. Kalau tidak, dia tidak akan membiarkan para murid ikut menghadapi tantangan berbahaya ini," balas Lan Xihe sambil mengangkat kedua bahunya.


"Ya, dia pasti sudah memperkirakan bahwa perjalanan mereka akan terhenti di Hutan Ilusi ini. Jadi, tidak perlu terlalu berharap banyak atas bantuan yang telah mereka berikan."


"Sisanya, biarkan saja mereka yang selesaikan dengan tangannya sendiri. Toh, Xia'er juga sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan setiap tugas sampai di perjalanan. Hanya saja murid nakal itu pasti akan membuat Xia'er sedikit bekerja dan belajar hal baru dari sudut pandangnya yang lain."


"Oh? Kamu terlihat seperti mengkhawatirkan mereka. Biasanya kamu tidak akan berbicara sebanyak ini~" goda Duan Yunfei dengan senyum nakal.


"Bukankah sudah seharusnya begitu, istri mana yang tidak khawatir dengan suaminya," balas Lan Xihe sambil tersenyum lebar.


Memijat keningnya, Duan Yunfei hanya bisa tersenyum dengan pasrah. Dia hampir lupa bagaimana hubungan yang rumit ini telah berlangsung di luar pengetahuan Yan Xu.


Mereka berdua mengangkat semua anggota pengikut setia Tuan Pertama Puncak Angin dan kembali melalui portal yang dibuat oleh Duan Yunfei, kembali ke Puncak Angin.

__ADS_1


Tidak disangka, pertarungan yang memakan korban itu ternyata hanyalah sebuah perangkap ilusi dari hutan yang mereka lewati!


Andai saja Jiang Nalan dan Yueqin tahu, sepertinya akan sulit bagi mereka menghadapi wajah ketigabelas anggota lainnya setelah kejadian ini.


__ADS_2