
Dari kejauhan, Yan Xu dan Lan Xihe masih menguping dengan menyembunyikan aura mereka. Dengan kalung yang diberikan Yan Xu kepada Yaoyao, mereka bisa memata-matai mereka untuk sementara waktu di jarak tertentu.
Kekurangan dari artefak itu adalah mereka hanya bisa menguping pembicaraan satu kali, sisanya artefak itu akan memberikan perlindungan juga sinyal apabila penggunanya dalam bahaya kepada Yan Xu maupun Lan Xihe.
Lan Xihe mengerutkan keningnya sambil berkata, "Jika dia bisa melakukan itu lebih cepat, kenapa harus mengambil jalan berputar seperti ini!?"
Yan Xu yang dari tadi tertawa terbahak-bahak sambil mengusap air mata di sudut matanya berkata dengan suara bahagia, "Dia tidak akan dengan mudah menunjukkan bahwa masih ada bidak juga trik lain di balik lengan bajunya."
Dia mengangkat tiga jarinya ke udara dan menjelaskan, "Pertama, dia setidaknya memiliki rencana untuk mengumpulkan faksi lama di satu tempat, kemudian membersihkan mereka dengan sekali jalan."
"Kedua, rencananya sedikit terganggu karena kedatangan seorang tetua dari faksi lama dan juga kehadiran kita yang ingin menyelamatkan keluarga Jiang. Jadi, dia akan memulai pembersihan dua arah dan memberikan sepotong kue manis kepada para bidaknya."
"Ketiga dan yang membuatku merasa takjub, dia sengaja membiarkan kita tahu rencananya. Kalau dia mau, artefak yang aku berikan tadi tidak akan menyampaikan seluruh rencana mereka kepada kita dengan cuma-cuma."
Yan Xu mengakhiri kalimatnya dengan ekspresi puas dan serius.
Lan Xihe yang memikirkan setiap penjelasan dari suaminya mengetuk ujung kakinya ke tanah dengan lembut. Dia memikirkan kembali bagaimana pertemuan mereka hingga saat ini.
Yan Xu menepuk pundak istrinya untuk menyadarkan dia dari lamunan dan berkata, "Istriku yang manis, jika ada yang ingin kamu tanyakan, katakan saja. Aku akan mencoba menghilangkan seluruh keraguanmu. Masih ada banyak waktu sebelum kita melancarkan serangan ke wilayah Barat Laut."
Lan Xihe yang disadarkan oleh tepukan itu mengangguk dan berkata, "Pangeran Zhao mengatakan kalau dia sudah memulai rencana ini semenjak ribuan tahun yang lalu, kenapa mereka bisa lolos dari deteksi para saint di dunia ini?"
Yan Xu mengangkat kedua bahunya sambil melihat ke arah Barat Laut dan berkata dengan ekspresi nostalgia, "Karena mereka adalah manusia. Manusia bukanlah makhluk yang bisa melakukan apapun, walau mereka memiliki semacam kemampuan yang kita pakai saat ini."
Mata Lan Xihe melebar, "Tapi yang kita bicarakan adalah para saint, orang-orang terkuat di dunia ini?"
Yan Xu menggelengkan kepalanya dengan lembut, "Apakah mereka tahu seberapa besar dan jauhnya cakrawala semesta ini?"
__ADS_1
"Tidak."
"Apakah mereka sudah mencapai keabadian yang sesungguhnya?"
"Tidak."
"Apakah mereka bisa menghancurkan satu dunia dengan kekuatannya?"
"Tidak."
Dengan jawaban yang sama, Lan Xihe terus menjawab pertanyaan suaminya. Dia tidak tahu kenapa, namun ini terasa seperti deja vu.
Yan Xu masih melanjutkan, "Terakhir, apakah menurutmu masih ada langit di atas langit? Atau mungkin kita sebut sebagai Celestia atau Istana Langit atau mungkin Istana Surgawi?"
Lan Xihe tersenyum kecut dengan topik mereka yang melebar luas, "Pertanyaan kamu terlalu banyak sehingga keluar dari topik utama."
Yan Xu masih tidak setuju, "Tidak, istriku. Semua ini masih berhubungan, aku memiliki pemikiran tersendiri dari kebanyakan orang yang hanya tahu bahwa sepuluh saint atau Celestia adalah surga tempat kultivasi."
Yan Xu tersenyum lembut dan berkata, "Intinya masih sama, itu karena mereka masihlah manusia. Manusia bukanlah makhluk yang serba bisa, mereka juga memiliki kekurangan dan tidak memiliki kuasa yang sama dengan dewa yang menciptakan dunia ini."
"Kita semua, hanyalah makhluk ciptaan dari Pencipta yang merupakan hierarki tertinggi dalam puncak kerohanian. Kamu, aku, semua makhluk di dunia ini, kita semua tetaplah sama, sama-sama tidak mahakuasa dan bisa berbuat apapun semaunya."
"Kenapa Yaoyao bisa mengelabui para saint? Wajar saja karena mereka manusia dan tidak dapat selalu mengetahui apapun yang terjadi di dunia ini. Jika aku sekuat mereka, aku juga akan merasakan hal yang sama dan tidak dapat merasakan adanya skema dimana-mana."
"Jadi, meskipun mereka kuat, para saint juga masih dibilang tidak mahakuasa dan lemah?" tanya Lan Xihe memiringkan kepalanya.
Yan Xu mengangguk, "Benar, mereka masih belum mencapai tahap dimana seorang manusia bisa menghancurkan satu dunia. Jadi, tidak tepat kalau menganggap mereka sebagai makhluk yang paling kuat."
__ADS_1
"Dunia ini luas, tidak ada yang tahu ujung dari Samudera Tak Terbatas, masih banyak misteri yang belum terungkap. Sementara itu, dunia kita sudah terisolasi dari dimensi iblis maupun orang-orang Celestia. Aku penasaran, apakah mereka benar-benar tidak melakukan apapun sementara kita bisa bersantai di dunia yang terisolasi ini."
"Zaman semakin berkembang, begitu juga dengan pemikiran dan sejarah dari mereka yang belum pernah kita lihat. Tidak menutup kemungkinan bahwa sebentar lagi, pembatas antara dimensi juga Celestia di langit akan runtuh ke tanah saat kita masih bisa bersantai."
Yan Xu menutup penjelasan panjangnya dengan mengangkat bahu dan memberikan isyarat sisanya untuk dipikirkan kembali oleh pendengar. Dia tidak perlu panjang lebar menjelaskan karena orang yang ada di depan lebih berpengetahuan luas.
Hanya dengan berbagai macam hipotesis, mereka bisa menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tidak hanya sampai disitu, dia juga merasa bahwa semua ini ada keterlibatan antara perjalanan ingatan Yan Xu. Dia ingat dengan jelas sebelum dikebiri, Yan Xu akan melakukan perjalanan dan berakhir dengan kematian.
Entah apa yang telah dia lakukan, Yan Xu sebelumnya merupakan orang yang sangat bebas dan senang berpetualang. Dia telah menjelajahi tiap tempat dari tanah Kekaisaran Agung Ming, namun tidak dapat berbuat apa-apa dengan tingkat kultivasi rendah.
Cuma bermodalkan tubuh yang abadi, Yan Xu sebelumnya mampu bertahan hidup dari kondisi perjalanan yang sangat miskin. Dia akan bunuh diri setiap kali merasa kalau tubuhnya sudah mencapai batas, kemudian menjadi sehat kembali setelah beberapa saat.
Tekad dan keingintahuan yang besar dari Yan Xu sebelumnya akan dunia ini, membuat dia merasa bahwa manusia di dunia ini hanyalah sebagian kecil dari semesta yang luas. Mereka masih harus berkembang demi menghadapi berbagai macam jenis makhluk yang tidak diketahui dari luar.
'Jika masa itu tiba, akankah para saint masih bisa dianggap sebagai orang terkuat dan mahakuasa seperti yang mereka agung-agungkan?'
Jawabannya sudah jelas adalah tidak.
Demi mencapai tujuan yang lebih besar, Yan Xu harus menyiapkan berbagai macam keperluan untuk mereka semua. Dia yakin kalau semua anggota Puncak Angin memiliki kemampuan untuk menghadapi pihak asing yang akan datang. Terutama, dia masih memiliki Xiu Ruolan yang berpengalaman akan tempat yang belum mereka ketahui.
Plok!
Yan Xu menepuk kedua tangannya untuk menghentikan semua pemikiran yang masih lama itu dan kemudian berkata, "Istriku, apakah kamu sudah mengerti?"
Lan Xihe memijat keningnya sambil berkata, "Aku masih belum mengerti. Namun, rasa-rasanya aku bisa paham kalau kamu bilang orang terkuat di dunia ini masih manusia, bukan dewa yang bisa melakukan apapun."
Yan Xu tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Tidak perlu dipikirkan sekarang, masih ada banyak waktu. Lebih baik kita pergi sekarang, takutnya anak itu sudah sampai dan mengacaukan wilayah Tenggara duluan."
__ADS_1
Lan Xihe mengangguk setuju.
Kedua pasangan suami-istri itu menaiki awan putih dan terbang bersama menuju ke Barat Laut, sambil mencari-cari dimana tempat mereka akan menyelamatkan tambang emasnya yang berharga.