
Wang Jia Li melebarkan matanya. Dia menempatkan jari telunjuknya ke bawah bibir kecilnya dan membuat ekspresi seolah-olah seperti anak kecil yang merasa bersalah kemudian berkata dengan nada polos, "Maaf, jariku tidak sengaja terpeleset."
Kedua ujung alis Xiu Ruolan hampir menyatu karena marah. Dari udara kosong, Xiu Ruolan seolah-olah sedang memegang sesuatu. Tak lama kemudian, sebuah cahaya merah muda muncul dan membentuk sebuah tongkat dengan bilah sabit malaikat kematian di bagian atasnya.
Setelah bentuk senjatanya terwujud, dia segera menebas nya ke arah Wang Jia Li. Energi qi merah muda yang berbentuk bulan sabit dengan ganas menuju ke arah Wang Jia Li.
Dengan nada seperti anak yang tidak sengaja membuang mainannya, ia berkata, "Ah! Maaf! Aku tidak sengaja! Tolong menghindar, jika kamu bisa ehe~♪"
Dari mulut kecil Wang Jia Li keluar suara lembut, "Gerakan kedua."
Pedang lotus berputar dengan cepat dan saat berbenturan dengan energi qi milik Xiu Ruolan, energi qi itu berbalik arah ke penyerang!
Sempat ada sedikit keterkejutan di mata cokelat gelap Xiu Ruolan, namun dia masih terlihat santai.
Sebelum energi qi merah muda mengenainya, energi qi itu pecah menjadi bintik-bintik cahaya merah muda dan menghilang di udara kosong.
Senyum bangga Xiu Ruolan mengarah kepada Wang Jia Li seakan berkata, 'Cuma segini?'
Wang Jia Li hanya membalas dengan tersenyum hangat.
Xiu Ruolan juga tersenyum licik, tongkat nya sudah menampung energi qi dan siap mengeluarkan serangan kuat lainnya. Tangannya sudah siap untuk melakukan ayunan penuh.
Pedang lotus juga sudah dipenuhi dengan energi dan ia bergumam dengan nada dingin, "Gerakan keti— ...."
Mereka berhenti karena Yan Xu melompat ke tengah-tengah di antara mereka kemudian berteriak, "Hentikan! Jangan memperebutkan aku seperti barang! Kalau mau, kalian berdua menikahlah denganku secara bersamaan!"
Dia mengatakan itu dengan ekspresi yang menjijikkan sambil memeluk erat tubuhnya.
Perbuatannya membuat kedua gadis itu berteriak secara bersamaan dengan wajah mereka yang memerah.
"Siapa juga yang memperebutkan mu!"
"Ah!"
"Gawat!"
__ADS_1
Karena gangguan yang tiba-tiba dari Yan Xu, serangan mereka telah berganti arah ke tengah, tepat dimana dia berada!
'Meskipun hatiku hancur berkeping-keping, aku harus melakukannya agar mereka berhenti berdebat.'
Yan Xu terkekeh tak berdaya, dia dengan cepat menggunakan teknik pengejaran jiwa untuk menghindar namun tubuhnya bergoyang, terhuyung lemas hingga dia hampir jatuh.
'Ah! Aku lupa kalau energi qi ku sudah terlalu banyak terpakai!'
Kedua kaki Yan Xu menjadi lemas, lututnya sudah tidak bisa menahan berat badannya sehingga dia jatuh berlutut dengan dua kaki.
Ketika kedua serangan mematikan itu sudah berjarak sekitar empat kaki darinya, dia melihat kedua gadis itu bergerak dengan cepat ke kedua sisinya.
"Haaahh!!!"
Keduanya berteriak dengan keras sambil mengarahkan serangan yang lebih kuat untuk membatalkan teknik yang telah mereka lepaskan secara tidak sengaja.
Duar!
Ledakan dahsyat terjadi di kedua sisi Yan Xu, sementara dia berlutut dengan kedua kaki. Dia mengedipkan matanya beberapa kali, entah kenapa jika dilihat dari sudut lain, dia adalah pihak yang sangat menyedihkan di sini.
Seringai licik muncul di sudut kecil mulutnya, sementara dua pemberitahuan muncul di depan matanya.
"Ding! Host mendapatkan poin pengalaman 0,0001%/3 hari dari Wang Jia Li!"
"Ding! Host mendapatkan poin pengalaman 0,0001%/3 hari dari Xiu Ruolan!"
...
Setelah percikan api telah padam sejenak, kini percikan api kecil masih menyala di antara kedua gadis yang ada di sebelahnya.
Namun, dengan ketenangan yang tiba-tiba ini membuat angin di sekitar terasa aneh. Apalagi bagi Yan Xu yang duduk kelelahan di antara keduanya, dia benar-benar kesulitan bernapas. Dia sudah seperti ikan di atas talenan dan siap untuk disembelih kapan saja.
keduanya duduk dengan patuh dan tenang, namun tatapan mereka masih saling bermusuhan dan menilai pihak lain. Yan Xu yang tanpa perlindungan energi qi murni alam merasakan sesak, hingga dia berdeham sekali. Hanya dengan dehamannya, kedua gadis itu mengalihkan perhatian mereka kepada Yan Xu.
"Kakak Senior, apa ada yang sakit? Jia Li akan membantu mengobati Kakak Senior sebisanya."
__ADS_1
"Tidak perlu," jawab Yan Xu sambil memperhatikan masakannya. "Karena kalian sedang tidak ada kerjaan, lebih baik berbicara secara damai. Jangan sampai ada yang berkelahi, atau aku mungkin tidak akan selamat dari dampak pertarungan kalian."
Yan Xu memperingatkan mereka berdua dengan lembut, namun di telinga kedua gadis itu jelas sekali bahwa dia sedang memarahi mereka. Keduanya hanya mengangguk sebagai tanda setuju, mereka berdua bertukar pandang sebentar sebagai tanda genjatan senjata untuk sementara waktu.
Meskipun tanpa menggunakan kesadaran ilahinya, Yan Xu tahu bahwa kedua gadis itu telah memiliki persetujuan secara diam-diam diantara mereka. Jadi, dia bisa merasa tenang untuk sementara waktu.
Yan Xu tidak masalah tentang bagaimana mereka berkelahi satu sama lain. Masalah terbesar bagi Yan Xu adalah dia khawatir itu akan mempengaruhi banyak energi qi kedua gadis itu. Sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa ketika ada serangan mendadak karena kehabisan energi qi untuk hal yang sia-sia.
'Dari semua itu, aku adalah orang yang paling dirugikan! Jika kami diserang secara tiba-tiba, mungkin aku masih bisa hidup lagi, tapi kedua gadis ini tidak bisa! Dengan begitu, barang untuk negosiasi hadiah kompensasiku juga akan hilang!' begitulah pendapat rasional Yan Xu terhadap situasinya sekarang.
Meski begitu, dia merasa lega bahwa kedua gadis itu mau mendengarkan. Jika tidak, mungkin dia harus membakar dirinya sendiri bila perlu agar mereka bisa menghemat energi qi masing-masing. Pemborosan yang berlebihan juga merupakan salah satu sifat yang tidak disukai Yan Xu.
Sementara Yan Xu masih fokus dengan masakannya, Xiu Ruolan membuka percakapan.
"Siapa namamu?"
"Aku?" tanya Wang Jia Li menunjuk kepada dirinya sendiri.
Xiu Ruolan memutar matanya kemudian berkata dengan nada lelah, "Terus, siapa lagi?"
Wang Jia Li tidak mengambil hati dan segera menjawab, "Namaku Wang Jia Li, putri kelima Kekaisaran Agung Ming, murid dari Puncak Surgawi di Sekte Abadi Luo."
Ketika Wang Jia Li memperkenalkan dirinya, ada sedikit nada bangga saat dia bicara. Itu tidak luput dari perhatian kedua pendengar di sana, namun mereka tidak mempedulikan hal kecil itu.
Setelah memperkenalkan dirinya, Wang Jia Li kembali melanjutkan, "Bagaimana denganmu?"
"Hmmm ..." Xiu Ruolan mengelus dagunya beberapa kali kemudian melanjutkan, "Namaku Xiu Ruolan yang memiliki makna anggun layaknya bunga anggrek, aku berasal dari tempat yang saaaaangaaaattt jauh, tempat yang tidak bisa kamu pikirkan bisa ada di alam semesta ini."
Wang Jia Li mengedipkan matanya beberapa kali dan bertanya, "Apakah dunia lain itu benar-benar ada?"
...----------------...
Ilustrasi Yan Xu, kebetulan ada kuota bonus jadi saya langsung tancap gas saja cari foto yang cocok lalu tinggal edit.
__ADS_1