Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Skema Milik Yaoyao


__ADS_3

Senyum Yan Xu semakin lebar dan hangat.


"Yaoyao, ayahmu ini tahu kalau kamu itu adalah anak yang hebat. Jadi, tidak perlu khawatir, anggap saja kami menitipkanmu," bisik Yan Xu.


"Bagaimana kalau dia melakukan hal-hal aneh kepadaku, hah!?"


Yan Xu menggelengkan kepalanya sambil memberikan sebuah artefak kalung ke dalam jubah peri kecil Yaoyao.


Dengan senyum liciknya, dia berbisik, "Setelah urusan kami selesai, Ayah akan meninggal—uhuk!— Maksudku, menjemputmu sebisanya."


'Ayah tadi pasti mau bilang meninggalkan! Aku jelas sekali mendengarnya!' teriak Yaoyao di benaknya.


Mata besar Yaoyao melebar dan ada air mata buaya mengalir di tiap sudutnya.


"Ayah ingin menjualku?" tanya Yaoyao sambil terisak.


"Tentu saja, Ayah tidak punya pilihan lagi!" jawab Yan Xu yang juga menangis dengan air mata buayanya.


Setelah itu, dia berjalan mendekat ke arah Pangeran Zhao sambil berkata, "Dia adalah anak semata wayang kami. Aku harap Saudara Zhao bisa merawatnya dengan baik, tentu saja pengasuh anak ini juga akan ikut denganmu."


Pangeran Zhao mengangguk dan memberikan kantung penyimpanan dimensi yang berisikan lebih banyak batu kristal roh daripada yang mereka sepakati. Melihat itu, Yan Xu hampir saja melompat kesenangan, namun dia tetap bertahan dalam kebahagiaannya.


Setelah transaksi mereka selesai, Yan Xu segera bergerak membawa Lan Xihe menggunakan teknik pengejaran jiwa dan mereka hanya meninggalkan bayangan di belakangnya.


Setelah memastikan bahwa kehadiran mereka sudah tidak ada, Pangeran Zhao dan pengikutnya berlutut dengan satu kaki ke arah Yaoyao.


"Nona, Hamba setiamu datang menjemput."


Yaoyao menghela napas panjang kemudian berkata, "Kamu benar-benar tidak bisa membaca suasana, Pangeran Ketiga."


"Eh?" terdapat ekspresi kebingungan di wajah tampan Pangeran Ketiga.


"Aku tidak meminta bantuanmu untuk melakukan hal tidak berguna ini sehingga ayahku mendapatkan kesempatan untuk memisahkan kami!" bentak Yaoyao dengan tubuh kecilnya.


Pangeran Ketiga tersentak hingga jatuh duduk ke tanah, begitu juga dengan para pengikutnya. Dia tidak menyangka bahwa kedua orang tadi adalah orangtua dari majikannya!


Gedebuk!


Pangeran Ketiga segera bersujud tanpa memperhatikan wajahnya.


"Nona! Tolong maafkan kesalahanku! Aku kira kamu membutuhkan bantuan untuk lepas dari mereka!"

__ADS_1


Yaoyao mengerutkan keningnya sambil berkata, "Sudahlah! Nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu menyesali yang sudah terjadi."


"Nona Yaoyao memang bijak! Zhao Yan merasa bahwa wawasannya telah diperluas!" ucap Pangeran Ketiga sambil bersujud.


'Bertambah luas kakekmu!' Yaoyao ingin berteriak, tapi dia khawatir itu akan menarik perhatian orang lain.


Yaoyao memanggil nama Pangeran Ketiga dengan suara dingin, "Zhao Yan."


Pangeran Ketiga segera menjawab dengan tegas, "Ya, Nona!"


"Bagaimana dengan perkembangan faksi lama di Barat Laut? Bagaimana dengan tanggapan Kaisar tentang kejadian belakangan ini?" tanya Yaoyao yang berubah 180° dari ekspresi polos seorang gadis kecil.


"Menjawab pertanyaan Nona, mereka sudah berkembang dengan cepat. Sementara itu, Kaisar tidak pernah bergerak dan membiarkan para pangeran membuat keputusan."


"Kondisi Kaisar saat ini memang terlihat aneh, yah apapun itu lebih baik dia tidak perlu ikut campur. Sekarang, tinggal masalah waktu sampai faksi lama di Barat Laut jatuh."


Mendengar itu, Pangeran Ketiga tercengang, "Eh?! Mengapa demikian, Nona? Bukankah Nona sudah menghabiskan waktu seratus tahun lebih membantu mereka agar dapat kembali membangun pasukannya!?"


Yaoyao mengangkat bahu, "Masalahnya, mereka sudah menginjak ekor singa. Aku tidak bisa mempertahankan orang-orang tua konyol itu lebih lama lagi. Kamu, lebih baik membawa beberapa pasukan yang dapat dipercaya lalu menunggu di perbatasan Barat Laut."


"Apakah Nona akan menghancurkan mereka sendiri?" tanya Pangeran Ketiga yang matanya melebar.


Yaoyao menggelengkan kepala kecilnya dan berkata, "Mereka akan menghancurkan diri mereka sendiri, sementara singa mengambil sasaran mereka dan pemburu abal-abalan akan keluar menangkap singa."


Emosi Yaoyao hampir saja meledak karena harus menjelaskan setiap detil maksud kalimatnya. Namun, dia harus tetap sabar karena bidak ini juga berguna untuk gambaran yang lebih besar.


Yaoyao membuat perisai kedap suara di sekitar mereka kemudian berkata, "Pemburu abal-abalan itu adalah mereka yang termasuk pemimpin faksi lama yang baru saja datang ke dunia manusia."


"Jika aku bertemu dengannya, dia pasti akan langsung mengenaliku. Oleh karena itu, aku membiarkan mereka bertindak sesuka hati. Hanya saja, mereka benar-benar menemui kesialan."


Yaoyao menggelengkan kepalanya, "Jadi, pilihan yang tepat juga agar aku secara diam-diam memberikan sedikit informasi kepada orangtuaku. Selain itu, biarkan saja mereka yang membereskan beberapa kentang goreng kecil."


Yaoyao menunjuk ke arah Pangeran Ketiga, "Dan kamu!"


"Ya, Nona!" balas Pangeran Ketiga.


"Kamu akan menjadi pemburu yang sebenarnya. Setelah mereka selesai, kamu dan pasukan mu datang untuk mengambil reputasi. Bukankah dengan begitu kamu bisa mengalahkan reputasi milik Pangeran Mahkota!?" Yaoyao tersenyum licik sambil menutup matanya.


Gedebuk!


Merasa tercerahkan, Pangeran Ketiga bersujud dengan keras, "Nona memang sangat bijak! Mengikutimu adalah pilihan terbaik yang pernah Zhao Yan buat!"

__ADS_1


Yaoyao memutar mata dan melambaikan tangan mungilnya ke depan, "Ya,ya, terserah kamu."


Setelah beberapa saat, dia mulai teringat sesuatu, "Oh iya! Zhao Yan!"


"Apa perintahmu, Nona?"


"Kamu minta beberapa harta di gudang istana, kalau bisa jangan sampai ada yang tahu. Kemudian, bawakan itu sebanyak 3 kantung penyimpanan dimensi."


"Apakah ada keperluan yang mendesak hingga Nona meminta demikian?" tanya Pangeran Ketiga dengan ekspresi serius.


"Aku butuh itu untuk meyakinkan orangtuaku. Jika mereka curiga kalau kamu adalah bawahanku, bisa saja kamu akan kehilangan lebih banyak dari sekarang."


Mulut Pangeran Ketiga terbuka lebar, "Jadi, mereka adalah orangtua, Nona?!"


Yaoyao mengangguk dengan ekspresi serius.


Melihat itu, terdapat kekejaman di mata Pangeran Ketiga, "Siapa tadi yang berani membentak orangtua dari Nona Yaoyao, cepat maju kesini!"


Seorang pria paruh baya bertubuh kekar ragu-ragu maju, "I-itu saya, Yang Mulia."


Tanpa membuang waktu, Pangeran Ketiga segera menjatuhkan hukuman, "Penggal kepalanya dan buang itu ke wilayah Barat Laut. Sebut dia sebagai pengkhianat yang menyamar menjadi anggota pasukan kekaisaran di bawah naungan Putra Mahkota."


Wajah pria paruh baya itu dipenuhi keringat. Sebelum dia dapat berkata, kepalanya sudah jatuh dengan sayatan yang rapi tanpa meninggalkan darah berceceran.


Orang yang menebasnya adalah Du Du!


Du Du dengan ekspresi dingin berkata, "Bawahanmu terlalu lama, Zhao Yan."


Zhao Yan tersenyum kecut pada teman masa kecilnya, "Bagiamana lagi? Bidak catur memang berharga," ucapnya sambil mengangkat kedua bahu.


Yaoyao mengangguk setuju dan berkata dengan ekspresi senang, "Itulah mengapa hingga kematiannya, dia harus berguna."


Pangeran Ketiga tersenyum hangat sambil menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Persis seperti yang diharapkan dari Nona, Anda memang luar biasa."


"Terserah, asal kamu bahagia. Ingat, tugasmu untuk mengurus di Barat Laut. Sementara itu, aku dan Du Du akan bergerak di Tenggara."


Yaoyao yang kebal akan pujian tidak peduli dan segera mengetuk ujung kakinya ke tanah kemudian terbang ke arah Tenggara dengan Du Du yang mengikuti dari belakang.


Setelah mereka selesai, Pangeran Ketiga terjatuh duduk ke tanah dengan keras. Napasnya tersengal dan hampir saja pingsan karena takut kalau Nona Yaoyao akan membunuhnya akibat bawahan konyol itu.


'Inilah jalan kaisarku. Walau harus bekerjasama dengan iblis, aku tidak boleh membiarkan para tirani yang sudah melakukan skema licik tak bermoral terhadap Adik Keempat hidup-hidup dan memimpin rakyat!' begitulah yang dipikirkan oleh Zhao Yan yang menatap ke arah mana majikannya pergi.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2