
Di kantor Kepala Sekte Abadi Luo.
Lan Xihe, Su Weiyan, Su Yueyin dan Wang Jia Li duduk di tempat yang disediakan sesuai dengan senioritas dan Kepala Sekte, Su Yinfeng berada di sebelah kanan. Kursi tengah sudah jelas didedikasikan untuk Lan Xihe. Sementara itu, Su Weiyan, Su Yueyin dan Wang Jia Li duduk di sebelah kiri meja.
Su Yinfeng yang tidak merasa nyaman dengan penampilan palsunya, segera berubah ke wajah asli. Melihat itu, ada ekspresi terkejut yang tidak dapat disembunyikan pada wajah Wang Jia Li.
"Kamu akan terbiasa nanti, jadi abaikan saja. Oh iya, kamu tidak boleh mengatakan rahasia ini di luar," ucap Lan Xihe acuh tak acuh kepada murid barunya.
Wang Jia Li mengangguk dan menangkupkan kedua tangannya, "Murid menerima perintah Guru."
Melihat interaksi antara murid dan guru itu, minat Su Yinfeng jadi terusik.
"Kakak, bukankah saat Wang Jia Li pertama kali masuk sekte kamu tidak pernah meliriknya. Kenapa sekarang tiba-tiba?" mata Su Yinfeng membentuk bulan sabit dan pupil biru awannya menyala cerah.
Mendengar ucapan kepala sekte, minat Su Weiyan, Su Yueyin dan Wang Jia Li juga terusik. Mereka bertiga menajamkan pendengarannya agar tidak ada yang terlewat.
Lan Xihe menyapu pandangannya kepada seluruh orang yang hadir. Dia menghela napas dan berkata, "Takdir, itu juga karena dia memiliki potensi yang cocok dengan metode pengajaran ku."
"Benarkah? Lalu, saat Su Yueyin salah sangka bahwa kamu akan menjadi gurunya saat pertama kali masuk ke sekte dan ditolak, apakah itu berarti dia tidak memiliki potensi apapun dengan energi qi murninya?"
"Ya."
"Bagaimana dengan sekarang, apakah dia memiliki kualifikasi untuk menjadi muridmu?"
Lan Xihe mengalihkan tatapannya ke arah Su Yueyin, setelah beberapa saat dia menggelengkan kepalanya.
Su Yinfeng memahami itu dan segera bicara, "Sayang sekali, padahal aku sudah ingin menendang bokong Su Yueyin untuk dijadikan murid Kakak, ahahahaha!" Su Yinfeng tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pahanya.
"Guru, tolong jangan perlakukan Murid seperti barang habis pakai dibuang kemudian!" Suara protes terdengar dari Su Yueyin.
"Maaf, maaf, ahahaha! ... Haah ... kamu benar-benar menganggap lelucon itu terlalu serius, Yin'er! Yakinlah bahwa Guru tidak akan membuangmu, walaupun kakakku memaksa tentunya." Su Yinfeng melirik sambil nyengir ke arah Lan Xihe.
Secara tidak langsung dia memperlihatkan bahwa ia tahu kedatangan Lan Xihe kali ini demi murid barunya, Wang Jia Li. Hanya saja, dia ingin sedikit mengulang adegan perpindahan murid, walaupun itu lebih berkesan sebagai salah satu singgungan kepada Lan Xihe.
Lan Xihe mengerutkan keningnya, dia mengerti apa maksud dari kelakuan aneh Su Yinfeng. Dia tidak bisa melepaskan kesempatan ini agar dapat bermain trik dengan Lan Xihe.
"Jadi, aku akan langsung saja ke intinya. Su Yinfeng, aku akan mengambil Wang Jia Li sebagai murid langsung sesuai wasiat terakhir gurunya dan karena dia memenuhi kriteria metode pengajaran ku."
__ADS_1
"Jika dia tidak memenuhi syarat, apakah Kakak akan masih mengambilnya menjadi murid langsung?" tanya Su Yinfeng dingin.
"Tidak." Lan Xihe menjawab jujur dan tidak ingin memberikan harapan kepada orang lain.
Su Yinfeng melirik ke arah Wang Jia Li dengan senyum hangat dan berkata, "Kamu dengar bukan, Wang Jia Li? Kakak ku ini memiliki karakter yang sadis dan sangat pemilih. Kamu yang menjadi muridnya harus memiliki pikiran yang kuat seperti baja."
"Kamu diterima karena memenuhi kriteria dan persyaratan ketatnya. Bukan karena dia benar-benar ingin memenuhi wasiat terakhir dari gurumu. Sebagai Kepala Sekte, aku cuma ingin mengkonfirmasinya sekali lagi darimu ..."
Su Yinfeng meletakkan dagunya di punggung tangan rampingnya yang ditangkupkan pada meja persegi panjang di depan mereka.
"Apakah kamu benar-benar tidak apa dengan begitu? Meskipun begini, aku benar-benar memperhatikan perasaan semua murid. Metode ku lebih baik berkata jujur apa adanya, membiarkan kenyataan menghempaskan mu, kemudian menyerahkan pilihan di tangan murid itu sendiri."
Semua orang melihat ke arah Wang Jia Li, seketika tekanan yang berat dapat ia rasakan dari tatapan seluruh tetua. Namun, Wang Jia Li tidak goyah, dia tetap tegak dan pada matanya terdapat ketegasan.
Dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata dengan nada tegas, "Murid merasa sangat bersyukur apabila demikian. Itu berarti, Murid memang pantas mendapatkan ajaran Guru, bukan melalui jalan belakang dengan memanfaatkan rasa iba maupun keuntungan dari wasiat terakhir mantan guru yang telah tiada."
Mata Su Yinfeng terbuka lebar, kedua mata indahnya berkedip beberapa kali kemudian dia bertepuk tangan.
Ruangan itu dipenuhi dengan suara tepuk tangan dari Su Yinfeng, sementara yang lain hanya diam memperhatikan dia yang terlalu bersemangat.
"Bagus! Aku suka caramu memandang situasinya! Jika itu murid lain, kebanyakan dari mereka akan curiga dan mungkin saja suatu hari nanti berpikiran negatif terhadap Kakak yang selalu lugas. Sedangkan kamu, kamu berbeda dari kebanyakan orang seperti itu."
"Aku, sebagai Kepala Sekte, menyetujui perpindahan ini! Adapun tentang fiksi pria Wang Jia Li, biarkan itu Su Weiyan mengurusnya."
Su Weiyan menangkupkan kedua tangannya dan menjawab dengan patuh, "Murid menerima perintah dari Guru!"
Su Yinfeng mengangguk dalam suasana hati baik. Namun, itu segera berubah setelah dia menyebutkan pembahasan berikutnya.
"Adapun untuk hukuman, semuanya harus dibagi sama rata dan adil," ucap Su Yinfeng menyipitkan matanya.
Lan Xihe angkat bicara, "Apakah kamu akan menghukum berat muridku? Aturan sekte setidaknya akan menghukum mati murid yang membunuh gurunya sendiri. Kalau kamu melakukan itu, untuk apa aku harus menerima murid yang akan menjadi ikan di atas talenan daging?!"
Su Yinfeng segera melambaikan tangannya ke depan dengan ekspresi agak bermasalah di wajahnya, "Tentu saja tidak, Kak! Tapi, aku akan melakukan itu pada cerita Wang Jia Li fiktif. Yang akan kita bahas kali ini adalah hukuman Su Yueyin dan Wang Jia Li."
Su Yueyin yang tenang mendengarkan sudah mencengkeram erat rok panjangnya. Sementara Wang Jia Li hanya duduk patuh sambil menangkap semua alur pembicaraan. Di sini mereka bertiga sebagai murid tidak memiliki hak untuk bicara secara bebas, hanya dua guru yang saling bertukar pikiran.
"Apa kamu memiliki pemikiran tentang hukuman mereka, Kak?— Aiya!" tatapan meminta dari Su Yinfeng mengarah langsung ke Lan Xihe.
__ADS_1
Melihat itu, Lan Xihe merasa terganggu dan memukul kepalanya dengan lembut. Membuat Su Yinfeng memegangi kepalanya dengan dua tangan, seolah-olah sangat kesakitan. Jika Yan Xu berada di sini, dia pasti sudah bertepuk tangan kegirangan melihat betapa tingginya derajat guru mereka.
Lan Xihe menghela napas kemudian berkata, "Hukuman yang akan mereka jalani adalah tidak boleh keluar dari wilayah Sekte Abadi Luo selama sepuluh tahun untuk alasan pribadi."
"Mereka hanya dapat keluar ketika itu menyangkut kegiatan maupun acara penting yang akan dihadiri oleh para tetua lain dan beberapa murid terpilih. Su Yueyin harus tetap bekerja sebagai tetua hanya ketika diperlukan dan tidak boleh bertugas sendirian lagi. Itu adalah hukuman umum untuk mereka berdua."
"Sekarang, untuk hukuman pribadi ..." Lan Xihe berhenti dan menatap Su Yinfeng yang masih memegangi kepala kecilnya.
"Apa?— Aiya!" tanya Su Yinfeng yang memiringkan kepalanya acuh tak acuh.
Tanggapan yang tak bertanggung jawab seperti membuat beberapa urat di kening Lan Xihe muncul beberapa. Dia sekali lagi memukul kepala gadis nakal itu.
"Kamu! Bukankah kamu kepala sektenya di sini?! Kenapa harus aku terus yang berpendapat?! Apa otakmu sudah geser dan tidak bisa berpikir lagi? Perlu aku perbaiki lagi?!" bentak Lan Xihe yang sudah menyingsing sebagian lengan jubah abadinya.
"Tu-tunggu! Tenang dulu, Kakak! Mari kita bicarakan baik-baik, oke?!— Aiya!!!"
Su Yinfeng segera menerima pemukulan tak bermoral dari Lan Xihe hingga ada bekas biru lebam di wajah juga sekujur tubuhnya. Setelah Lan Xihe puas, mereka kembali duduk.
Su Yinfeng yang awalnya terlihat santai, menjadi sedikit lebih serius dan menyedihkan pada saat yang sama karena luka-luka yang dia terima. Membuat para hadirin yang melihatnya tidak berani bernapas dengan keras dan mempertahankan ekspresi datar.
Namun, jelas sekali di dalam hati kedua murid Su Yinfeng, mereka tertawa terbahak-bahak sekaligus mendapatkan trauma baru terhadap kekejaman Lan Xihe. Untuk Wang Jia Li, dia hanya diam tanpa ada fluktuasi emosi sedikitpun.
Su Yinfeng menghela napas berat kemudian melanjutkan, "Hukuman pribadi yang akan diterima Su Yueyin adalah pemindahan sementara menjadi tetua di Puncak Angin. Jatah anggurnya akan diberhentikan selama 1 tahun."
"Untuk hukuman pribadi Wang Jia Li, hmm ... menurutku tidak perlu. Kehidupan baru sebagai gadis bernama Wang Jia Li tanpa diketahui banyak orang dan belum membuat berbagai prestasi maupun tunjangan bulanan atas namamu, itu sudah bisa dianggap hukuman."
Setelah selesai, dia melirik ke arah Lan Xihe untuk meminta konfirmasi dari pihak lain. Ada anggukan kecil yang mengatakan bahwa pihak lain setuju dengan itu.
Namun, terdapat erangan keluar dari mulut kecil Su Yueyin.
"Apa kamu keberatan?" tanya Su Yinfeng mengangkat satu alisnya ke arah Su Yueyin.
Su Yueyin yang tersentak segera pulih dan berkata, "Ti-tidak, Guru! Murid akan menerima hukuman!"
Su Yinfeng mengangguk puas dan berkata, "Urusan administrasi murid dan hukuman mereka sudah menyentuh kata mufakat. Jadi, —...."
Lan Xihe segera menyela, "Masih ada satu lagi?"
__ADS_1
Su Yinfeng menatap tajam ke Lan Xihe seolah-olah berkata, 'Berapa banyak lagi yang kamu ingin aku lakukan?!'