Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Memutus Rantai Penderitaan Lama - 3


__ADS_3

Yan Xu bukanlah satu-satunya yang berpikiran demikian. Xia'er juga hampir menyemburkan satu kalimat beracun yang mungkin akan membuat Jun Mo naik pitam hingga memuntahkan seteguk darah setelah mendengarkan. Pada masa kekacauan, mereka memang eksistensi yang ditakuti namun kenyataannya berbeda saat hanya ada satu dari seluruh Jun Mo.


Jun Mo tidak bisa menahan amarahnya dan berteriak, "Sungguh sombong! Kalau begitu, aku tidak akan menahan diri!"


"Lakukan sesukamu," jawab Yan Xu saat ada kilatan buas di kedua matanya.


Dia memang berpikir bahwa Jun Mo sedang menahan diri agar dapat menyiksa Yan Xu secara perlahan hingga maut menghampiri. Untuk itulah dia selalu menarik amarah Jun Mo, agar pihak lain mau keluar semua tanpa menyimpan terlalu banyak kekuatan maupun trik di balik lengan bajunya. Pertarungan tidak akan pernah bisa berakhir kalau di antara mereka tidak ada yang terhapus dari dunia ini.


"Mari kita lihat apa kamu masih bisa secongkak ini setelah menerima serangan ku!" teriak Jun Mo yang menerjang ke arah Yan Xu dengan penuh amarah.


"Apa kamu masih tidak sadar akan posisimu, iblis rendahan?"


Yan Xu menyebarkan energi qi murni dari tubuhnya dan membuat sebuah wilayah dominasi khusus seluas lima meter. Wilayah dominasi khusus yang terbuat dari energi qi murni Yan Xu dapat menekan lebih dari setengah kekuatan asli milik Jun Mo.


"Haaaaa!!!"


Tidak peduli dengan wilayah dominasi khusus milik Yan Xu yang terus melemahkan dia, Jun Mo terus mendorong kakinya ke tanah dan menerjang maju dengan pedang tanpa bentuk di kedua tangannya.


Pedang tanpa bentuk memiliki sulur yang panjang dan fleksibel. Musuh yang menghadapi pengguna senjata ini biasanya akan kesulitan karena jarak serangan mereka yang luas dan dapat digunakan tanpa harus mendekati lawan. Namun, Jun Mo yang telah dilahap amarah penuh tidak dapat berpikir jernih dan hanya bergerak menggunakan instingnya.


Dengan tebasan yang kuat dan luas, Jun Mo memberikan sebuah kesan bahwa ia dapat menebas leher siapapun di dunia ini.


Melihat sulur pedang yang diayunkan dengan kekuatan penuh, tidak membuat Yan Xu panik sedikitpun. Malahan, dia menjadi agak bosan.


"Permainan anak-anak."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, dia menghapus wilayah dominan khusus miliknya karena itu tidak diperlukan sama sekali hanya untuk menghadapi cecunguk Jun Mo tanpa kawanannya.


Yan Xu langsung menuju ke depan, menyerbu Jun Mo sambil melewati sulur pedang yang sekali saja kena dapat membuat tubuhnya terbelah dua. Dia menarik pedang Dayu dari udara kosong kemudian menebas Jun Mo tanpa meninggalkan sedikitpun suara.

__ADS_1


Splash!


Darah Jun Mo mengalir deras seperti air mancur. Tubuhnya telah terbelah jutaan bagian hingga akhirnya berubah menjadi debu hitam kemudian menghilang untuk selamanya.


'Dengan ini, utang di antara kita selesai. Kalian bisa beristirahat dengan tenang, sementara aku akan melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya— tidak, ada yang salah!'


Saat Yan Xu hendak berbalik, tiba-tiba sebuah telapak tangan besar datang dari udara menyerbu ke arahnya.


Dia mendongak ke atas dan segera mengaktifkan avatarnya, "Avatar!"


Avatar seorang pria tampan telah muncul dan membungkus Yan Xu di tengah badannya. Dia dengan gesit bergerak menghindari serangan telapak tangan itu dan tatapannya tidak lepas dari penyerang.


Ternyata, Jun Mo masih hidup!


Tanpa menunggu, Jun Mo kembali melancarkan teknik telapak tangan ke arah avatar Yan Xu dengan kekuatan penuh!


Tanpa ragu, avatar Yan Xu mengepalkan tangannya lalu melayangkan teknik tinju ke arah Jun Mo.


Tinju dan telapak tangan saling berbenturan. Jun Mo maupun Yan Xu merasakan sedikit kesemutan di tangan mereka karena keduanya saling melengkapi racun pada serangan terakhir.


Avatar Yan Xu segera memotong tangannya yang terkena racun, begitu juga dengan Jun Mo.


Jika Yan Xu terlambat mengambil keputusan, racun itu akan menyebar ke seluruh tubuh avatarnya. Hal tersebut akan berdampak buruk bagi Yan Xu karena dia tidak akan bisa lagi menggunakan avatarnya. Dalam kondisi ini, dia tidak punya pilihan lain selain memotong tangan avatar dan meregenerasi kembali, walau harus menggunakan energi qi yang banyak.


"Meregenerasi kembali avatar walau tahu itu akan menggunakan hampir seluruh energi qi di dalam dantian nya. Kamu memang keledai idiot sepanjang sejarah dunia ini," ucap Jun Mo memandang rendah pada Yan Xu.


Senyum Yan Xu semakin bengkok, dia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan maupun penurunan intensitas energi qi.


"Kamu ...."

__ADS_1


"Apa? Kamu ingin diiris menjadi ratusan atau ribuan bagian lagi? Oh? Tidak, aku berubah pikiran—" Yan Xu kembali menarik pedang Dayu dan memanifestasikan pada avatarnya.


Kini, avatar milik Yan Xu memegang sebuah pedang legendaris di dunia Xuanyuan!


"Sekarang, aku juga akan mengiris avatar dan dirimu. Memastikan kamu akan lenyap dari dunia ini untuk selamanya!"


"Kamu .... !!!"


Tidak dapat mentolerir penghinaan Yan Xu, Jun Mo mengeluarkan avatarnya yang sama-sama memiliki tinggi lima kaki. Avatar Jun Mo memiliki bentuk yang sama dengan tubuh aslinya, hanya saja kali ini dia memegang sebuah panah.


'Panah?'


Jadi, selama ini Yan Xu melawan seseorang yang tidak ahli dalam pertempuran jarak dekat?


Rasa keadilan di dalam dirinya terguncang, membuat Yan Xu mengembalikan pedang Dayu lalu mengganti senjatanya dengan panah. Manifestasi senjata terjadi sekali lagi, kali ini avatar pria tampan itu mengenakan panah sebagai senjatanya.


"Kamu terlalu sombong," ucap Jun Mo memandang rendah pada Yan Xu.


Yan Xu hanya menggelengkan kepalanya.


Dia tidak ingin kesenangan berakhir karena mereka beradu dalam kekurangan lawannya. Terlebih lagi, kali ini dia sangat terharu karena akhirnya ia mendapatkan kesempatan melawan musuh yang hanya dua tingkat lebih tinggi. Kesempatan emas dan mengharukan ini, tidak akan dia sia-siakan begitu saja!


Dengan kata lain, pada dasarnya pria ini sudah lelah dengan lawan yang selalu merundungnya menggunakan ranah kultivasi mereka yang lebih tinggi. Contohnya seperti peri berjubah abadi serba putih yang akan mengamuk seperti gorila setiap ada kesempatan, walaupun dia tidak melakukan kesalahan ataupun menyinggung gori— uhuk! Wanita itu!


Jun Mo yang tahu dia telah masuk ke dalam jebakan psikologis pihak lain, sehingga dia tidak dapat menampilkan kekuatan penuh yang ia miliki. Jadi, mengambil napas dalam-dalam, dia menekan emosi jauh di dalam lubuk hatinya sebelum melihat musuhnya sekali lagi dengan aura tenang layaknya seorang prajurit di medan tempur.


"Manusia hina, kali ini aku tidak akan jatuh ke dalam perangkap mu."


Di sisi lain, melihat lawannya menekan emosi dengan cepat, senyuman bengkok Yan Xu juga menghilang.

__ADS_1


"Huft! Tidak ada gunanya mempengaruhi mental iblis yang tidak menyenangkan seperti mu— oh? Aku baru ingat, bukankah kalian sudah dibuang oleh dewa iblis mu 'Yang Hebat' itu?— Ahahaha ahihihi, astaga~ maaf maaf~ aku tidak bisa menahan air mataku karena terlalu sedih untuk menertawakan luka dalam seekor iblis yang terbuang~"


__ADS_2