
Sementara Xia'er sedang berkultivasi di dalam domain khusus tanpa memperhatikan hal-hal yang diperbuat oleh pria biadab itu, monster-monster yang berada di dalam domain khusus itu mulai merasakan cemas akibat semakin menipisnya lapisan aura kematian.
"Baru saja beberapa jam saat kedua penyusup itu masuk, kenapa aura kematian di sekitar kita semakin menipis?" Xinqie— hantu wanita ahli pedang— mondar-mandir di dekat kursi kehormatannya dengan cemas.
"Mungkinkah sesuatu yang buruk telah terjadi akibat kedatangan mereka berdua?" tanya Taoqie— hantu pria ahli taois— dengan raut wajahnya yang tenang namun terdapat keringat mengalir dari pelipisnya.
Bhuqie— hantu pria ahli buddhis— ragu sejenak lalu berkata, "Domain khusus ini tercipta dari kematian puluhan ribu prajurit di medan tempur. Bukan hanya itu, aura kematian mereka telah memunculkan kita ke permukaan tanah kematian. Namun, ini masih lemah, terlalu lemah sehingga kita hanya menjadi perwujudan dari hantu jahat dengan ranah kondensasi jiwa tahap menengah. Jika kedua orang itu terus menghilangkan aura kematian di sekitar, domain khusus ini akan hilang namun tidak untuk pecahan jiwa kita yang telah muncul. Aku ragu, meskipun kita semua bersatu melawan mereka, tidak mungkin orang yang dapat menghilangkan aura kematian secepat ini bisa dikalahkan oleh sekumpulan lalat di ranah Kondensasi Jiwa."
Terlepas dari kalimat yang diucapkan Bhuqie, dia masih ingin melihat siapakah kedua penyusup kuat itu walau takut akan dilenyapkan dari muka bumi ini.
Saat menggunakan tubuh utamanya, dia telah memeriksa berbagai catatan tentang berbagai belahan dunia di alam semesta ini. Salah satu dunia yang tidak ingin dia masuki adalah dunia Xuanyuan karena sejarah panjangnya yang mengerikan. Andai saja dia tahu bahwa saat ini ia sedang memasuki dunia yang paling tidak ingin didatangi, kemungkinan besar Bhuqie akan bunuh diri tidak peduli konsekuensi apa yang menanti.
"Uhuk! Uhuk! Aku ... merasa kita sedang kurang beruntung kali ini," ucap Xinqie dengan sudut mulutnya berkedut.
"Ugh ...." Bhuqie menjadi linglung sejenak karena kepercayaan dirinya menurun akibat dari ucapan rekannya sendiri.
Dia tidak menyalahkan firasat yang dimiliki Xinqie karena sembilan puluh persen, firasat seorang hantu wanita itu biasanya tepat sasaran.
Meskipun begitu, mereka tidak dapat mundur karena pecahan jiwanya telah dipanggil ke tanah antah berantah ini demi memajukan kultivasi masing-masing pihak dan membawa sebuah misi untuk menjaga sumber kultivasi tersebut sehingga yang lain dapat merasakan manfaatnya juga. Terlebih lagi, saat ini mereka sedang dipimpin — atau mungkin lebih tepatnya diawasi juga dipaksa— oleh hantu yang tingkatnya lebih tinggi dari mereka. Jadi, tidak mungkin bagi mereka untuk lari maupun mengabaikan tugas awal kedatangan para hantu karena panggilan aura kematian di domain ini.
Taoqie menggosok pelipisnya saat dia berkata dengan tidak pasti, "Kita tidak bisa ikut campur dalam keputusan atasan. Meskipun begitu, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dalam urusan makhluk hidup. Semoga saja mereka bisa pergi dengan damai tanpa harus terlibat dengan kita. Ini akan merepotkan dan kita tak bisa menahan diri agar tidak disalahkan ketika kegagalan terjadi."
Tidak ada yang bisa mereka lakukan tentang situasi ini, terutama karena mereka memiliki peringkat yang lebih rendah dibandingkan satu hantu yang sedang mengawasi operasi ini. Bahkan, walaupun mereka tahu bisa saja situasi yang buruk dapat terjadi, yang bisa mereka lakukan hanyalah berdoa agar situasi itu dapat berakhir tanpa harus mendapatkan hukuman setelah operasi berakhir.
Pada saat ini, Xinqie tiba-tiba teringat akan sesuatu dan bertanya, "Orang itu seharusnya akan datang lagi dalam beberapa jam untuk pemeriksaan, mungkinkah ketidakhadirannya kali ini ada kaitannya dengan dua penyusup itu? K-kalau memang begitu, lebih baik kita melihatnya secara langsung!"
"Un, aku setuju dengan pendapat Xinqie. Bagaimana denganmu, Taoqie?" tanya Bhuqie pada rekan hantu taoisnya.
__ADS_1
"Aku ikut," jawab Taoqie segera.
Ketiga hantu dengan ranah kultivasi Kondensasi Jiwa itu menatap dengan ragu ke arah yang ada energi qi kematian atasan mereka sebelum beranjak pergi ke sana.
Merupakan hal yang biasa apabila atasan mereka tidak hadir untuk mengatasi penyusup. Hanya saja kali ini dia terlalu lama dan tidak mungkin penyusup itu memiliki kekuatan yang lebih lemah dari mereka. Setidaknya, mereka harus melihat pertempuran itu walau harus dihukum akibat kegagalan di operasi kali ini.
Ketiga hantu itu sudah menetapkan tekadnya, pertunjukan yang baik sangat disayangkan apabila terlewat begitu saja!
...
Jauh dari inti domain khusus— tempat para hantu terlahir dengan jumlah yang besar—, seorang pria berwajah tampan dengan senyumnya yang bengkok terus tertawa sambil menghancurkan setiap tengkorak mayat hidup yang ia temui.
Kali ini, dia tidak mengenakan pakaian orang biasa sebelum memasuki domain khusus. Melainkan, dia menggunakan jubah abadi khas Tuan Pertama dari Puncak Angin. Pria itu tidak lain adalah Yan Xu yang sedang menikmati kebebasannya dalam mengaktifkan setiap susunan formasi di berbagai sudut domain khusus.
"Ahahahaha!!! Rasakan ini! Ini juga! Oh, tengkorak yang mengerikan, rasakan penghakiman ku— bwahahaha awokawokawok!— Uhuk! Uhuk!— Ptooey!"
"Berhenti."
Dari jauh, ada satu hantu yang mengenakan zirah tentara abadi tanpa kepala dan membawa sebuah pedang besar di lengan kanannya memberikan penekanan kepada Yan Xu menggunakan aura qi kematiannya.
"Hm? Ternyata masih ada yang berakal, kah ..." Yan Xu terlihat kecewa saat kedatangan tak diketahui itu sudah menemukan dia walau perlu memakan waktu beberapa jam.
Hantu tanpa kepala itu tampak seperti yang sering ia lihat di film horor komedi dicampur dengan kultivasi. Hantu itu biasanya diberikan nama Dullahan kalau menurut Negeri Barat, namun saat di negeri tenggara mereka akan menyebutnya sebagai Jiangshi Tanpa Kepala, Wu Tou Gui.
Wu Tou Gui digambarkan sebagai sosok hantu tanpa kepala dan memiliki zirah yang menutupi seluruh tubuhnya. Besar tubuh hantu ini sama dengan seorang jenderal perang yang memimpin ribuan pasukan garis depan, memiliki aura kematian yang sangat intens meskipun dilihat dari kejauhan. Dia sepertinya memiliki kesadaran sendiri dan mengerti dengan bahasa manusia, karena itulah dia menekan Yan Xu menggunakan teknik suara diiringi dengan tekanan dari energi qi kematiannya.
Wu Tou Gui mendengus tak percaya.
__ADS_1
"Tidak disangka, cuma manusia inti emas sebelum penempaan yang ada di sini. Sangat mengecewakan! Selama ratusan juta tahun kami tercipta, tidak mungkin bagi seorang kultivator manusia dengan ranah sekecil itu dapat dengan mudah menghilangkan aura kematian yang ada di sini."
Yan Xu mengangguk setuju dan berkata, "Tentu saja itu bukan aku, dasar makhluk tak berotak."
"Kamu!"
Merasakan kehadiran Yan Xu yang tiba-tiba saja berada di depannya, Wu Tou Gui melompat ke belakang beberapa langkah. Dia mengambil salah satu posisi bertahan ke arah Yan Xu.
"Ada apa? Kok mundur? Bukankah kamu tadi yang berusaha menekan ku menggunakan teknik suaramu?"
Yan Xu sudah siap dengan pedang energi qi di genggaman tangan kanannya dan lima kertas jimat taois di tangan kirinya. Kelima jimat itu mengandung lima unsur utama elemen di dunia. Kalau dia menggabungkan beberapa di antaranya, elemen baru akan tercipta yang dapat digunakan untuk bertahan maupun menyerang.
Melihat persiapan lawannya yang tidak setengah-setengah, Wu Tou Gui menguatkan seluruh tubuhnya menggunakan energi qi kematian.
Tanpa menunggu persiapan lawannya hingga selesai, Yan Xu melesat maju menggunakan teknik pengejaran jiwa. Dia dengan sekejap mata dapat sampai ke samping Wu Tou Gui lalu menebas pergelangan tangannya yang memegang pedang.
Duar!
Serangkaian ledakan maupun energi qi kehidupan dan kematian saling tumpang tindih, menciptakan perpecahan gelombang energi dan berubah menjadi kembang api. Di bawah tekanan pergesekan energi qi yang besar, tanah yang berada di bawah mereka mulai menunjukkan retakan sebesar kawah.
"Sungguh teknik berpedang yang mengerikan!"
Wu Tou Gui tidak bisa menahan diri untuk tidak terkesan dengan kekuatan penghancur yang dihasilkan oleh tebasan Yan Xu.
Tebasan tadi tampak sederhana, tetapi butuh keterampilan yang luar biasa untuk menghasilkan kekuatan yang sedemikian rupa. Setidaknya, butuh seratus kultivator ranah inti emas untuk menyamai tebasan biasa dari Yan Xu.
Masing-masing dari mereka mengambil jarak dan saling menilai dari gesekan pertama sebelumnya.
__ADS_1
'Sudah kuduga, ini tidak akan berakhir dengan lancar,' ucap Yan Xu dengan gembira di dalam hatinya.