
Sebelum memberikan jawaban, dia menyilangkan kedua lengannya dan bertanya dengan suara datar, "Siapa saja yang merupakan anggota ekspedisi kali ini?"
Su Yinfeng segera menjawab dengan patuh, "Wang Jia Li anak kaisar, Mo Li anak tiri kaisar dari mendiang suami selir yang juga ibu dari Wang Jia Li, Lin Qintian juga Bai Lien'er yang merupakan salah satu dari bibit terbaik di puncaknya masing-masing dan yang terakhir adalah murid tertuamu, Yan Xu."
Lan Xihe segera menemukan akar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Dari kelima anggota kelompok, jelas sekali dua yang di awal adalah sumber dan magnet masalah!
Garis besar yang dapat dia pikirkan adalah Mo Li memiliki dendam pribadi dan sudah menunggu kesempatan untuk membalasnya. Hingga saat ini, akhirnya dia menemukan kesempatan itu dan telah melakukan berbagai persiapan penuh.
Sementara itu, kesialan melanda muridnya Yan Xu yang juga ikut terseret dalam skema balas dendam Mo Li.
Kemungkinan bahwa Yan Xu akan berusaha keras menyelamatkan Wang Jia Li hampir mendekati nihil, itu karena doktrin Lan Xihe sudah menyatu di setiap tulangnya.
Pada akhirnya, kemungkinan yang tersisa adalah Mo Li menggunakan tangan orang lain untuk menyingkirkan bukti.
Namun, kekuatan Yan Xu berada di tingkat yang tersembunyi jauh dari permukaan, murid nakal itu membalikkan keadaan dan jalannya permainan di atas papan catur dendam antara Mo Li dan keturunan Kaisar Agung Ming.
Sekarang dengan sifat pendendam dan gigih dari Yan Xu, ada kemungkinan murid nakalnya sedang menjadi pemburu dan membuat orang lain menari di atas telapak tangannya.
'Meskipun dia terkadang berperilaku konyol, murid nakal itu juga bisa bersikap kejam sesuai situasi. Terkadang aku bertanya-tanya, kapan dia akan menjadi sangat serius?'
'... Andaikan ... kami disakiti oleh orang lain, apakah Yan Xu masih memiliki hati nurani untuk merasa marah demi kami? Apakah dia akan serius membalas perlakuan orang yang sudah menyakiti kami?'
'... Asalkan kondisi dan situasi mendukung, murid nakal itu pasti akan bergerak. Apalagi dengan sifat gigih juga pendendamnya yang tak kenal ampun.'
Sudut mulut Lan Xihe terangkat sedikit, dia segera mengubah ekspresinya menjadi dingin kembali dalam sekejap.
Mulutnya terangkat sedikit, "Sepertinya akan ada murid yang mati, terlepas dari apakah dia seorang pria maupun wanita."
Mendengar ucapan saudarinya, Su Yinfeng merasakan udara dingin menusuk ke seluruh tubuh dan keringat dingin membasahi punggungnya. Dia hanya diam dan memikirkan solusi saat mereka tiba di lokasi kejadian nanti.
'Aku berharap agar mereka semuanya selamat, tapi Kakak bilang akan ada salah satu dari mereka yang mati. Jika tebakan ku benar, kemungkinan besar murid tertua Kakak yang membunuhnya ....'
'.... Ta-tapi! Aku akan menutup mata dan secara alami tidak akan memperlihatkan pemikiran itu kepada Kakak! Kalau tidak, dia akan marah dan menghancurkan setengah sekte yang sudah susah payah kami bangun bersama dari nol!'
Sesekali, Su Yinfeng akan menghembuskan napas berat karena dia sudah mendapatkan gambaran umum dari ucapan Lan Xihe. Sangat disayangkan bahwa sekte akan kehilangan salah satu murid berbakat.
Su Yinfeng : "Siapapun yang mati, semoga di kehidupan selanjutnya kamu mendapatkan takdir yang lebih baik. ┐(´ー`)┌"
__ADS_1
Angsa putih masih terbang melaju kencang di udara, setidaknya butuh satu setengah hari untuk tiba ke tujuan.
...
Di dalam susunan formasi kuno.
Su Yueyin memijat keningnya, kedua kakinya terus mondar-mandir kesana kemari selama beberapa hari ini.
'Hais! Apa yang salah dengan susunan formasi ini? Kenapa tidak ada jalan keluar sama sekali?!'
Su Yueyin benar-benar ingin berteriak sekeras mungkin untuk mengeluarkan rasa frustasinya yang terakumulasi dalam beberapa hari.
Secara tidak sadar dia mengeluarkan aura haus darah dan sangat mematikan, membuat beberapa serangga maupun binatang buas di kejauhan ketakutan hingga menggigil ngeri.
Wajah dingin Su Yueyin hampir mengeras karena anggur yang ada di botol labunya hampir habis, emosi Su Yueyin sebentar lagi akan menjadi dingin juga stabil apabila dia tidak meminum anggur dimana itu membuatnya semakin frustasi.
Di sudut susunan formasi, Lin Qintian dan Bai Lien'er sedang duduk bersama. Mereka terlihat sangat kering karena kehabisan energi qi pada pertarungan beberapa hari yang lalu.
Mereka bertiga telah terperangkap dalam waktu yang lama, sangat memungkinkan bahwa kondisi mental mereka saat ini tidak stabil dan mudah terpengaruh oleh hal lain.
Namun, berkat kondisi ini hubungan mereka terdorong lebih ke depan dan masing-masing merasakan kedekatan yang lebih dari sebelumnya.
Di samping itu, mereka sudah asyik dengan dunianya berdua dan hampir menganggap bahwa Su Yueyin tidak ada di sana!
Su Yueyin merasa seperti obat nyamuk, bahkan keberadaannya lebih rendah dari debu!
Sebagian besar amarah Su Yueyin dikarenakan perilaku kedua pasangan itu.
'Aish! Semua pasangan di dunia ini lebih baik meledak saja! Meledak sampai tidak bersisa! Aku membenci kalian semua! Semoga meteor menimpa kalian yang membuat para bujangan tua sepertiku menderita, humph!'
Untuk melampiaskan amarahnya, dia biasanya meminum anggur sambil mengatakan bahwa ia adalah seorang bibi yang pengasih dan tidak akan mengambil hati atas tindakan anak-anak muda pada dirinya sendiri secara berulang.
Namun, anggur yang hampir habis membuatnya terkadang beranjak dari duduk bersila lalu terbang beberapa meter di atas udara, terus mencoba untuk memecahkan susunan formasi yang menjebak mereka.
Dia terus memijat keningnya sambil memikirkan solusi agar bisa keluar dan jauh dari suasana pasangan menyebalkan ini!
Bai Lien'er berjalan ke arahnya perlahan dan berkata, "Bibi Yueyin, jangan terlalu khawatir hingga frustasi seperti ini. Orang baik akan selalu diberkati oleh langit. Mungkin mereka sedang menunggu bantuan datang di kota untuk menolong kita!"
__ADS_1
Su Yueyin mendengus dan berkata, "Kita sudah terkurung begitu lama, kemungkinan mayat juga sisa jiwa mereka bisa saja sudah menghilang ditelan bumi!"
"Bibi Yueyin ...."
Bai Lien'er terus mencoba untuk meyakinkannya, "Bukankah masih ada Jenderal Lao yang berada di luar susunan formasi ini? Bibi bisa menenangkan diri terlebih dahulu, sambil menunggu Jenderal Lao membawa bala bantuan ...."
"Hais!" Su Yueyin memijat keningnya, kulit wajahnya memerah.
Wajah dinginnya mendengus dan hidung kecilnya melebar saat menghembuskan napas hangat karena marah.
"Jenderal Lao itu ... dialah orang yang membuat kita terjebak di sini!"
"—Aiyah!" Bai Lien'er melompat ke belakang karena terkejut dengan teriakan Bibi Yueyin.
Su Yueyin mendengus lagi dan melanjutkan, "Siapa yang tahu kalau mereka bertiga masih bisa hidup di bawah hidung seseorang yang bisa menjebak ku?!"
"Belum lagi si Yan Xu itu— Aiyoo! Jika dia mengalami sedikit saja luka gores, aku takut seluruh puncak di Sekte Abadi Luo akan diguncang badai tanpa henti!"
"Dan aku! Dia akan menyembelih ku seperti kurban di atas talenan daging! Setelah itu, aku yakin dia akan menyebarkan daging-dagingku untuk binatang buas yang dia pelihara!"
"Akan bagus jika dia sudah puas dengan itu! Bagaimana jika dia masih belum puas? Seluruh Sekte Abadi Luo kemungkinan harus membayar mahal harganya! Bahkan walaupun ada guruku, dia tidak akan berani membantah tindakan guru Yan Xu!"
"Wang Jia Li? Mo Li?— Ptooey! Jika mereka mati dan Yan Xu masih selamat tanpa terluka, itu masih baik! Palingan jatah anggurku akan dikurangi selama 500 tahun! Masih lebih baik, daripada kehilangan anggota tubuhku untuk diberi makan kepada binatang buas peliharaan!— hais!"
".... —Tapi! Akan lebih kalau mereka semua selamat! Aku tidak perlu merasakan murka dari guru Yan Xu, lebih penting lagi jatah anggurku tidak akan berkurang!"
Beberapa garis datar hitam muncul di dahi Bai Lien'er. Meskipun Bibi Yueyin tidak secara langsung mengatakannya, dia tahu bahwa Bibi Yueyin masih mengkhawatirkan mereka.
Namun, kalau dia pikir-pikir lagi, Bibi Yueyin ini lebih bias pada keselamatan Yan Xu karena takut dengan Kepala Puncak Angin!
Seperti kata orang, saat dipercayai untuk menggembalakan domba, penggembala harus hati-hati karena takut akan menyakiti domba dan membuat pemiliknya marah.
Apalagi dari cara dia mengekspresikan ketakutannya, sudah jelas bahwa kekuatan milik Kepala Puncak Angin melebihi seluruh Kepala Puncak!
Di sisi lain, Bai Lien'er secara samar-samar merasakan Bibi Yueyin juga masih mengkhawatirkan jatah anggurnya dari setiap ucapannya yang keluar. Wanita cenderung menyebutkan hal penting di akhiran seolah-olah itu sebaliknya.
'Di masa depan, aku tidak boleh menilai domba dari seberapa tebal bulunya. Sebelumnya kami hampir saja menyinggung perasaan domba gemuk dengan pemilik yang galak!'
__ADS_1
Bai Lien'er hanya bisa tersenyum pahit di dalam hati, dia sepertinya sudah berbagi perasaan pada garis frekuensi yang sama dengan Bibi Yueyin.