Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Gerakan Pengikut Setia Tuan Pertama Puncak Angin Di Kerajaan Biu


__ADS_3

Di sebuah negara kecil yang baru saja dilanda perang, sekelompok kultivator yang sedang menyamar sebagai orang biasa telah melepaskan sebuah formasi pelindung dengan kilatan tajam di mata mereka.


Mereka adalah pengikut setia rahasia untuk Tuan Pertama Puncak Angin.


Setelah setengah hari melakukan beberapa hal, mereka telah berhasil meredam peperangan tanpa diketahui oleh masyarakat dunia sekunder maupun kultivator lainnya. Ada beberapa saksi mata yang masih berkeliaran di luar sana, namun mereka tidak ambil pusing karena orang-orang itu mungkin saja akan dianggap sudah kehilangan akal sehatnya.


"Karena misi kita telah berhasil di sini, kita harus melanjutkan perjalanan."


"Memang, Tuan Pertama memiliki kemampuan lebih baik dari kita. Dia pasti dengan cepat menangkap situasi dan memberikan hasil melebihi apa yang kita miliki sekarang. Membiarkannya sisanya ditangani oleh Tuan Pertama agar dia tidak curiga akan keterlibatan kita juga merupakan tujuan dari rencana ini."


"Jika itu Tuan Pertama, hanyalah membuang waktu kalau kamu merasa khawatir. Bahkan, tanpa bantuan kita dia pasti meredakan perang dengan cara yang lebih baik. Sebagai pengikut setianya, meringankan beban Tuan Pertama yang sedang berjuang demi Puncak Angin adalah suatu kehormatan bagi semua orang yang ada di sini."


"Un, tidak peduli apapun yang harus kita lalui. Siapapun yang menghalangi jalannya rencana Tuan Pertama, harus disingkirkan~~"


Jiang Nalan, Ahn, Jiqing maupun Yueqin tampak lebih semangat dibandingkan biasanya karena mereka merasa telah membantu tuannya dalam menyelesaikan masalah yang tidak perlu.


...


Para pengikut setia tuan pertama berdiri tegak dengan tatapan tegas di mata mereka.


Tuan Pertama rela membiarkan dirinya sendiri dilempar ke tempat yang berbahaya demi Puncak Angin. Bagaimana mereka bisa duduk diam, ketika mengetahui Tuan yang mereka ikuti akan melompat masuk ke lubang bahaya?


Melihat semua orang memiliki pendapat yang sama, Jiang Nalan berkata, "Karena sudah terlanjur begini, mari kita sekalian saja menanamkan pengaruh Tuan Pertama pada mereka semua."


Meskipun tidak ada pemimpin di dalam faksi pengikut setia tuan pertama, Jiang Nalan dianggap sebagai pemandu gerakan mereka karena dia memiliki peringkat tertinggi.


""Baik!""


Para pengikut lain mengangguk saat mereka mengeluarkan senyum bengkok khas milik Tuan Pertama di wajahnya dan bergegas menuju ke istana raja.

__ADS_1


Semakin dekat mereka dengan tujuan, semakin asing situasi yang mereka lihat seakan negara itu tidak pernah berperang sama sekali. Akhirnya, Ahn tidak kuat menahan rasa penasaran bertanya, "Aneh, bukankah negara ini baru saja selesai berperang beberapa jam yang lalu? Bagaimana ... Bagaimana mereka dapat pulih begitu saja tanpa menerima kerusakan apapun?"


Masing-masing dari mereka telah menjalankan tugas yang sudah dibagi, tidak semua orang tahu apa yang terjadi karena terlalu fokus dengan tugasnya. Namun, kenyataannya adalah hanya Ahn yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini. Meskipun dia memiliki peringkat ketiga, Ahn selalu dikecualikan untuk misi yang terlalu sensitif terhadap pertumpahan darah karena trauma masa lalunya.


Jiang Nalan yang tahu akan kondisi itu, tentu saja akan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi apabila Ahn lepas kendali karena tidak sanggup menahan tekanan tersebut. Begitu juga dengan Yueqin, sebagai adik Ahn dia juga merekomendasikan kepada Jiang Nalan agar tidak menambahkan kakaknya ke dalam tugas yang akan mengingatkannya pada trauma masa lalunya.


Jiang Nalan sempat ragu karena Yueqin hanya meminta keringanan untuk kakaknya, dia sempat bertanya kepada Yueqin apakah dia juga memiliki trauma yang sama. Namun, di luar dugaan, gadis kecil itu hanya tersenyum bengkok layaknya Tuan Pertama.


Itu menandakan bahwa Yueqin telah jatuh terlalu jauh akan trauma masa lalunya, namun dia melawannya walau tahu itu akan menyakiti diri sendiri. Terkadang, senyuman bengkok yang persis dengan Tuan Pertama, dapat diartikan sebagai mereka yang akan terus melawan takdir walau harus terjatuh ke dasar tebing, begitulah yang diartikan oleh Jiang Nalan sebagai pengikut setianya.


Jiang Nalan sebagai pemandu gerakan mereka menjawab pertanyaan Ahn, "Terjadi kudeta saat kamu bertugas. Jadi, dengan pemikiran pemimpin baru dari negara ini, mereka berhenti berperang dan lebih fokus untuk menyelesaikannya secara damai, kemudian membentuk ikatan setara agar semuanya bisa saling menguntungkan."


"Oh, apa kalian tidak melakukan sesuatu dengan kudeta tiba-tiba itu?" tanya Ahn curiga sambil memperhatikan ekspresi mengantuk adiknya, Yueqin.


Jiang Nalan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Semuanya terjadi karena kehendak rakyat yang sudah lama tersakiti akibat pecahnya peperangan. Kita di sini hanya membantu mereka untuk mendapatkan kebebasan, bukan menumpahkan darah yang tidak perlu. Benar kan, Jiqing?"


Mendapati namanya dipanggil, Jiqing mengangguk setuju dan berkata dengan dingin, "Benar, ini semua berkat kerja keras Ahn menjaga perbatasan dengan benar sehingga perang tidak benar-benar pecah. Dengan pergerakanmu yang hati-hati dan revolusioner, kami bisa bergerak di dalam pemerintahan utama dengan aman tanpa dikenali."


Tidak lama kemudian, mereka telah tiba di kastil utama dari negara kecil yang sedang mereka selesai masalahnya.


Negara kecil ini disebut sebagai kerajaan Biu.


Mereka memindai setiap sudut di sekitar kastil dengan teliti menggunakan kesadaran ilahi. Semuanya tampak sangat rapi, tidak ada kerusakan sama sekali. Terlebih lagi, gedung-gedung megah di sekitar kastil sudah diperbaiki dengan tampilan baru.


"Bangunan-bangunan ini ...."


Ahn tercengang, tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Kesadaran ilahi Ahn menyebar ke seluruh sisi untuk mencari kerusakan maupun korban jiwa, tetapi dia tidak menemukan apapun.

__ADS_1


Suara datar Jiang Nalan memanggil semua orang, "Semuanya, mari kita temui raja yang baru."


Mendengar arahannya, semua orang bergegas ke arah Jiang Nalan.


Di depan para pengikut setia tuan pertama, terdapat sebuah gerbang besar yang merupakan pintu masuk ke kastil raja.


Jiang Nalan berjalan mendekati pintu kastil dan mengiris pintu masuk itu dengan pedang yang dia bawa.


Sekelompok mayat dapat terlihat di balik pintu besar itu. Saling menumpuk di atas satu sama lain, ada dua ratus lebih mayat berpakaian keluarga bangsawan dan seratus yang mengenakan seragam tempur prajurit elit kerajaan. Di atas tumpukan mayat itu, hanya ada satu mayat yang diletakkan menyendiri yang memiliki identitas lebih tinggi dari siapapun di sana, dialah mantan raja yang telah memutuskan untuk berperang hingga akhir melawan invasi kerajaan lain tanpa memperhatikan kondisi rakyat maupun negaranya.


"I-ini ... Apa mereka semuanya mati?" tanya Ahn keheranan.


Dia melirik seluruh pengikut dengan pupil mata yang melebar lalu berkata, "Apa kalian semua yang telah membunuh mereka?"


Seluruh anggota faksi pengikut setia tuan pertama memperlihatkan senyum bengkok mereka.


Keringat dingin mulai merambat ke tengkuk leher Ahn hingga seluruh tubuhnya menegang.


Dari semua orang, Yueqin yang merupakan adiknya lah yang menjawab pertanyaan dari Ahn.


"Benar, mereka yang tidak berkualifikasi telah dieliminasi untuk memperlancar perjalanan Tuan Pertama."


Angin dingin di sore hari itu telah menusuk seluruh permukaan kulit Ahn. Perasaan itu, tidak akan pernah bisa ia lupakan selama sisa hidupnya. Walau dia telah membunuh ribuan prajurit saat bertugas di perbatasan menggunakan teknik jebakan, dia masih merasa lebih baik dibandingkan sekumpulan orang-orang gila yang ada di depannya.


'Ini aku ... atau mereka yang aneh? Entahlah, menurutku, semua orang di dalam faksi ini adalah aneh dan biadab,' pikir Ahn.


Lengkungan aneh muncul di sudut mulut Ahn, dia juga mengeluarkan senyum bengkok yang sama seperti anggota lainnya.


Benar, semua anggota dari pengikut setia tuan pertama memiliki keabnormalannya masing-masing. Mereka semua akan bergerak dimana traumanya paling dipicu, kemudian mereka akan melawan dengan segala yang dimiliki. Dari situlah senyuman bengkok seluruh anggota itu tercipta.

__ADS_1


Ini merupakan kurikulum pelatihan mengerikan dari Lan Xihe karena mereka sendiri yang memintanya. Itu semua, semata-mata demi meringankan beban yang ditanggung oleh Tuan Pertama. Mereka semua, sebagai pengagum sekaligus pengikutnya, dengan rela memberikan seluruh hidupnya demi Tuan Pertama yang mereka ikuti, walaupun secara rahasia.


__ADS_2