
Yan Xu terkekeh geli dan berkata dengan bangga, "KEPARAT, AKU INI LELUHURMU, BAGAIMANA MUNGKIN ADA KESEMPATAN BAGIMU UNTUK MENGALAHKANKU!"
"Kurang ajar!" Pembunuh bayaran menepuk kedua tangannya.
Mulut tiga kepala ular terbuka lebar dan sebuah bola energi dengan warna hitam pekat dan bersifat korosif membengkak di udara. Dengan senyum kemenangan, pembunuh bayaran mengarahkan tembakannya ke arah Yan Xu berdiri.
Yan Xu masih santai karena dia sudah membuat kloning dan melarikan diri ke dalam tanah. Apabila dia sudah merasakan sensasi kloningnya telah tiada, dia tinggal berganti tempat secepat mungkin agar musuh lebih marah.
"Ding! Mendapatkan poin pengalaman dari target sebanyak 0,00001%!"
Melihat Yan Xu yang masih baik-baik saja, kerutan hitam muncul di dahi pembunuh bayaran itu. Dia menerjang ke depan dengan ganas, avatar ular hitam berkepala tiga menyerang ke arah Yan Xu dengan menembakkan gas beracun, bola api dan juga sinar energi cahaya dari masing-masing mulutnya.
Dengan terampil Yan Xu menggunakan beberapa pil untuk menangkal gas beracun, memanipulasi miasma qi untuk meledakkan bola api yang baru saja disemburkan dengan menggunakan teknik pengendalian uap dan menembakkan pedang energi dengan jumlah yang sama dalam menangkis kombinasi serangan terakhir dari avatar milik pembunuh bayaran.
Pembunuh bayaran itu terus menerus menyerang Yan Xu menggunakan kombinasi serangan yang sama, begitu juga dengan Yan Xu yang masih bertahan dan terkadang melangkah mundur beberapa kali.
Tidak mengendur dan melihat Yan Xu yang berpindah ke belakang, pembunuh bayaran semakin bersemangat dalam menyerang dan menerjang ke depan tapa pikir panjang. Sehingga beberapa langkah kemudian, dia tidak bisa bergerak dan sepuluh jimat dengan tulisan 'segel' mengelilingi pembunuh bayaran itu.
Dia menggunakan teknik melarikan diri, mengubah avatar dan tubuhnya sendiri menjadi lendir hitam dan mencoba menggali ke dalam tanah namun itu gagal karena jimat dengan tanda 'segel' mengunci seluruh jalur pelarian.
Selanjutnya, dia juga menyerang dengan ganas pada penghalang tak terlihat dari jimat segel, tetapi penghalang itu dengan kokoh menahan seluruh serangannya.
Ketika berada di situasi terjebak seperti ini, pembunuh bayaran segera melakukan tindakan pencegahan yaitu membunuh dirinya sendiri dengan tiga cara.
Menggunakan racun yang tersimpan dalam mulutnya, menggigit lidah dan meledakkan diri.
__ADS_1
Ketika dia hendak melakukan ketiga langkah pencegahan terakhir, rantai emas muncul dari kekosongan dan menembus seluruh badannya.
Dengan senyum hangat, Yan Xu meletakkan tangannya di punggung sambil berjalan mendekati pembunuh bayaran dan berkata, "Ingin bunuh diri? Sayangnya tidak akan semudah itu."
Garis hitam pada kening pembunuh bayaran itu semakin gelap, kedua alisnya turun dengan busur yang tajam lalu dengan suara berat ia bertanya, "Teknik keji apa ini?"
'Keji? Baru kali ini aku melihat seorang pembunuh bayaran yang bermuka terlalu tebal!' keluh Yan Xu.
Namun, di luar Yan Xu memasang wajah yang berbeda.
Dia berdeham lalu berkata, "Ini adalah rantai emas dao pengasih, orang yang terjerat dengan rantai ini tidak akan pernah bisa bunuh diri tidak peduli seberapa keras dia mencoba."
Mendengar penjelasan Yan Xu, bola mata pembunuh bayaran membesar hingga hampir keluar. Dia baru pernah mendengar tentang teknik ini, bahkan di sekte benar belum ada yang menggunakannya selain pemuda yang ada di depan ini.
Sepertinya, dia sudah menabrak seseorang yang termasuk naga dan phoenix berjongkok dari sekte kebenaran.
Melihat pembunuh bayaran itu tidak berniat melawan lagi, Yan Xu memulai untuk mencari tahu sedikit tentang plot dari Jenderal Lao dan Mo Li.
"Uhm, aku tidak akan berbasa-basi lagi ... kenapa Jenderal Lao mengirimmu untuk membunuhku?"
"Aku tidak tahu," balas pembunuh bayaran singkat.
"Apa kamu hanya menerima perintah dari atasanmu?"
"Ya."
__ADS_1
"Siapa atasanmu?" tanya Yan Xu.
Dia hanya bisa memikirkan organisasi gelap yang bernama Bulan Hitam Surgawi, dimana para pembunuh bayaran dibesarkan semenjak dini hanya untuk mereka yang sekarang ini.
Organisasi itu terletak di benua barat, tepatnya di bagian tenggara benua barat, tempat persembunyian mereka jauh di dalam hutan mimpi yang dipenuhi dengan kabut.
Sama dengan hutan kekacauan, bedanya kabut itu murni hasil ciptaan kultivator manusia dan sifat dari kabut itu membuat korbannya mengalami delusi hingga depresi berat sampai mereka merasa ingin bunuh diri.
Mereka layak mendapatkan gelar organisasi pembunuh nomor empat di dunia Xuanyuan karena memiliki berbagai macam pembunuh bayaran berbakat, tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan pekerjaan biasanya dilakukan tanpa cacat.
Organisasi ini tidak memandang asal muasal anggota yang akan mereka latih sebagai pembunuh bayaran karena setiap sumber daya adalah hal yang sangat penting bagi kelompok yang bisa kehilangan setidaknya tiga hingga enam nyawa dalam per hari.
Pembunuh bayaran itu terdiam sejenak kemudian saat dia ingin menjawab, lidahnya terjulur keluar dan terdapat sebuah segel yang rumit menandakan bahwa atasannya sangat berhati-hati.
Ada sedikit warna kecewa pada mata Yan Xu, tapi dia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi, jadi dia segera mengganti suasana hatinya.
Yan Xu mulai merapalkan sebuah mantra pemanggilan, "Melintasi dimensi ... mengikuti kontrak ... dengarkan panggilanku ..." sebuah celah dimensi kecil terbuka di atas bahu kanan Yan Xu ketika dia merapal, "Keluarlah."
Saat mantra berhasil dirapalkan, sebuah cacing kecil berwarna hitam dengan corak kebiruan keluar dari celah dimensi dan hinggap ke bahu Yan Xu. Cacing itu dapat dikategorikan sebagai jenis binatang buas tingkat mistik berakal namun masih berumur muda.
Saat Yan Xu mempelajari berbagai macam teknik di perpustakaan Puncak Angin, dia tidak sengaja menemukan sebuah tesis yang ditulis oleh gurunya bahwa ada makhluk lain yang tinggal pada dimensi lain, selain dimensi tempat mereka berada.
Gurunya melakukan beberapa penelitian dengan teknik pemanggilan yang awalnya menggunakan celah dimensi untuk menyeberang ke tempat lain, alih-alih digunakan sebagai alat teleportasi yang boros energi qi, dia membuat sebuah celah bagi makhluk lain untuk datang ke tempat mereka dengan berbagai macam ketentuan kontrak dan batas waktu.
Hanya butuh satu minggu bagi Yan Xu mempelajari tesis tersebut dan dia segera melakukan praktik secara diam-diam di tempat yang jauh dari jangkauan kesadaran ilahi gurunya, tempat itu adalah bagian hutan terdalam yang terlalu malas untuk diawasi oleh Lan Xihe.
__ADS_1
Konsep untuk membuka celah dimensi yang melibatkan hukum ruang tidaklah rumit jika manusia di dunia Xuanyuan mempelajari aljabar dan koordinasi, dengan mencampurkan beberapa rumus sederhana yang bahkan anak sekolah dasar dapat mengerti, Yan Xu berhasil membuat celah dimensi untuk memanggil makhluk dari dunia lain.
Proses ini sama seperti memancing, dia melemparkan umpan yang disebut kontrak dan menarik ikan yang sudah memakan umpannya untuk menjadi rekan dari dunia lain.