Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Jebakan Luar Binasa Long Feiyun


__ADS_3

Keributan pecah dari kejauhan.


Long Feiyun yang saat ini tengah mempersiapkan jebakan yang diminta Yan Xu, segera menoleh ke asal keributan itu.


Long Feiyun menepuk keningnya sambil berkata, "Aiya!— Aku lupa kalau kita sedang berada di tengah serangan iblis!"


Naga kecil ini terlalu asik memasang jebakan hingga lupa waktu karena banyak hal baru yang dapat ia temukan pada setiap benda yang diberikan oleh pria biadab itu.


Bukan hanya dapat membunuh banyak musuh dalam sekali jalan, Long Feiyun yakin bahwa itu juga merupakan pedang bermata dua apabila digunakan oleh sembarang orang.


Situasi kali ini lebih condong ke arah Yan Xu karena dia masih memiliki akal sehat, sementara para iblis yang Long Feiyun lihat selama ini hanyalah memikirkan kekacauan dan tidak berakal. Lebih tepatnya, musuh terlihat seperti lemah dan banyak celah karena tidak menggunakan pemikiran rumit dalam bergerak.


Meskipun begitu, mengapa ras naga masih bisa kalah dibandingkan dengan iblis yang hampir tak berakal sehat?


Jawabannya mudah saja. Sekuat apapun ras naga, mereka tidak akan bisa menghadapi banyak iblis sekaligus, apalagi tanpa persiapan yang cukup. Selain itu, tubuh para iblis yang menyerang mereka selama ini sangat keras seperti baja, jadi senjata yang memiliki ketahanan lemah tidak bisa melukai para iblis itu.


Mempercepat proses instalasi jebakan, entah kenapa Long Feiyun merasa ini tidak akan ada habisnya.


Kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh Long Feiyun adalah menggandakan segala sesuatu yang diinginkannya. Namun, kali ini dia terlalu serakah dan telah membuat kertas jimat maupun beberapa jebakan yang seharusnya ratusan, menjadi jutaan.


"Ugh! Ini tidak ada habisnya!" pekik Long Feiyun.


Tidak kehabisan akal, Long Feiyun segera tersenyum nakal dan sambil bersiul, membuang muka ke arah lain.


Satu per satu kertas jimat maupun jebakan diletakkan secara sembarangan di seluruh bidang kosong, seolah-olah tercecer.


"Aiya~ aku tidak sengaja menjatuhkan semuanya!"


Melempar semua kertas jimat dan jebakan ke seluruh arah, Long Feiyun berteriak seolah-olah itu adalah kecelakaan dan segera berlari, menjauh dari lokasi pemakan para iblis sialan itu.


"Y-yang penting aku sudah menyelesaikan tugas. Sisanya, serahkan saja pada Yan Xu. Dia kan kuat, jadi lecet sedikit pasti bukan masalah, kan?"


Setelah mengatakan itu dengan nada yang tidak bertanggung jawab, Long Feiyun segera menghancurkan sebuah giok yang diberikan Yan Xu.


Selesai dengan tugasnya, Long Feiyun menggunakan beberapa jimat maupun jebakan yang ia sisakan untuk keamanan diri di sekitar tempat persembunyiannya. Entah kenapa, gadis kecil yang polos itu tiba-tiba menunjukkan senyuman licik di bibir mungilnya.


Matanya menunjukkan kilatan, seolah haus akan pertunjukan. Dia ingin melihat, pangeran tampan itu membasmi iblis tercela yang sangat dia benci.


Naga kecil itu sebenarnya tidak peduli akan serangan iblis, andai saja kalau itu bukan pada hari dimana ia akan menerima gelar sebagai penerus "Naga Terhormat" yang telah lama sekali kosong semenjak hilangnya Ziu Long.


...


Weng!

__ADS_1


Sekujur tubuh Yan Xu menerima arus balik dari giok yang telah dia berikan kepada Long Feiyun.


Dia ingin segera bergerak, tetapi dia telah dikerumuni oleh masing-masing kelompok iblis kuno menggunakan formasi serangan yang rumit.


Tidak ada jalan keluar bagi Yan Xu, seolah-olah dunia telah ditutupi dengan tubuh para iblis kuno itu.


'Ini mengingatkan ku, bagaimana saat pertama kali bangun dalam tubuh abadi ini,' ucap Yan Xu dalam hati.


Hari itu, dia dihina, digantung, bahkan dipukuli habis-habisan sampai tubuhnya menjadi kering dan penuh luka. Beberapa bekas luka di masa lampau, masih tersisa di tubuhnya. Yan Xu sengaja tidak mengobati bekas luka itu, agar dia selalu mengingat bahwa kekuatan adalah segalanya di dunia ini.


Bagaimana tidak? Andai saja Lan Xihe tidak datang menyelamatkannya, Yan Xu tidak yakin apa yang akan dilakukan oleh keparat tengik dari Pulau Mosheng.


Terlebih lagi, kalau dia mati saat itu, takutnya Miao'er akan menjadi sasaran berikutnya. Mengingat hal tersebut karena lemahnya dia tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun, membuat Yan Xu terus maju walaupun sulit baginya untuk mengejar ketertinggalan dari para pengguna sistem.


Dia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali. Tekad itu terus mendorong Yan Xu hingga akhirnya dia bisa sampai pada titik ini.


Bahkan, tahu kalau guru maupun adik juniornya kemungkinan adalah pengguna sistem saat mempelajari kalimat pemberitahuan yang ia terima, membuat Yan Xu terus mengatakan kalimat parasit walaupun hanya dia sendiri yang akan kena batunya.


'Aku tidak bisa lari dari mereka sesaat, setelah menerima sinyal itu. Setelah pertarungan yang lama ini berlangsung, aku dapat melihat beberapa dari mereka mulai belajar sedikit demi sedikit hingga dapat melihat satu atau dua trik dari lengan bajuku.'


Tidak ingin mundur terlalu cepat, Yan Xu terus menyebarkan kesadaran ilahinya untuk mempelajari formasi musuh. Setidaknya, dia harus terlihat putus asa, sehingga pihak lain tidak menyadari bahwa mereka sedang digiring menuju ke tempat pemakaman terakhir lawan.


Melihat Yan Xu yang terkepung, beberapa iblis tertawa.


"Apa dia sudah kehabisan tenaga?"


"Manusia tetaplah manusia, tidak peduli seberapa buas kamu sebelumnya, kali ini kamu tidak akan bisa keluar hidup-hidup!"


"Hei! Hei! Jangan lupa, aku ingin mengulitinya hidup-hidup terlebih dahulu sebelum dibuang ke sarang binatang bua!"


Gelak tawa terus meningkat dari para iblis. Hal tersebut tidak membuat Yan Xu kehilangan fokusnya. Dia terus meningkatkan pengawasannya pada setiap gerakan musuh.


Pergerakan yang halus dan sulit untuk dideteksi mencapai kesadaran ilahi Yan Xu.


'Arah tenggara? Sekarang dia berpindah dengan cepat ke utara? Dimana ...'


Pergerakan itu terlihat acak dan sangat gesit. Yan Xu menyiapkan beberapa jimat yang sudah dia sembunyikan di balik lengan jubah abadinya. Semenjak pertarungan panjang, dia hanya memiliki dua kertas jimat yang tersisa.


Sedikit saja dia terlambat, serangan diam-diam lawan akan mencapai lehernya.


'Mulai bergerak lagi?— ......'


Yan Xu terus memantau pergerakan itu dan ada sedikit niat membunuh yang bocor. Dia terus diam, menunggu hingga lawan mengacungkan taring ke arahnya.

__ADS_1


Beberapa detik sudah berlalu setelah kebocoran niat membunuh itu, namun masih belum ada pergerakan.


Menghela napas di dalam hatinya, Yan Xu tahu bahwa lawan itu sedang ingin memancing ketenangannya. Dia merasa kesal karena dipermainkan oleh pihak lain.


'Kamu tidak ingin keluar? Kalau begitu, biar aku yang membuat pergerakan lebih dulu!'


Inderanya yang sensitif akibat dari dikelilingi oleh para iblis, membuat Yan Xu mudah kesal. Dia menarik pedang dan tombak energi pada masing-masing lengannya.


Kilatan cahaya hitam kemerahan di mata Yan Xu memancarkan niat membunuh yang intens. Hal tersebut memaksa semua iblis yang sedang menertawakan dirinya, menjadi lebih waspada.


Wush!


Dia terbang ke atas, kemudian mempertahankan ketinggian 300 kaki dari darat.


Dengan lengan kanan yang memegang pedang, dia menghunus pedang energinya beberapa kali dengan lintasan yang indah seakan ia sedang melukis.


"Apa yang dia lakukan?" tanya salah satu iblis.


Beberapa saat setelah pertanyaan itu didengar oleh yang lain, tanah tempat mereka berpijak terbelah menjadi beberapa bagian.


"Ackkhh!!!"


"Kwaacckkhhh!!!"


"Argghh!!!"


Teriakan mengikuti setelah tanah pijakan mereka terbelah. Darah iblis berhamburan ke udara seperti air mancur. Namun, ada juga yang masih hidup dalam keadaan tercengang.


Ternyata, beberapa iblis juga ikut terbelah!


Menyisakan beberapa, pemimpin dari sisa kelompok yang bertahan hidup segera mengambil tindakan.


"Serang!!!"


Sorakan perang yang penuh amarah datang dari arah bawahnya. Yan Xu tidak bergeming sedikitpun, namun dia telah mematahkan lengan kanannya.


Menggunakan sebuah teknik yang seharusnya hanya dapat digunakan sekali tebasan lagi, membuat Yan Xu harus mengorbankan lengan kanannya agar dapat memberikan dampak maksimal terhadap lawan. Dengan begitu, mereka akan menjadi semakin marah dan akan mengejar Yan Xu tanpa pikir panjang.


Sadar bahwa tujuannya telah tercapai, Yan Xu segera terbang ke arah yang telah ia janjikan bersama Shang Yin dan Long Feiyun.


'Tinggal lengan kiri, sepertinya aku harus bunuh diri lagi nanti. Luka akibat melakukan teknik ilahi secara berlebihan, dapat membuat titik dantian pada bagian tubuh yang terkena dampaknya akan pecah. Akibat pecahnya titik dantian pada lengan kanan yang menghubungkannya dengan otak ku, lengan kanan sudah tidak dapat digerakkan lagi untuk selamanya. Yah, itu sih bagi mereka yang tidak bisa memulihkan kondisi tubuhnya seperti sedia kala, tapi tidak untuk ku!'


Yan Xu tersenyum tipis, dia dapat merasakan aura milik Shang Yin tidak jauh. Itu berarti, Shang Yin juga telah berhasil melakukan tugasnya. Sisanya, dia harus menggiring para iblis ke jebakan dan ikut mati bersama mereka, kemudian dia akan muncul seolah-olah berhasil menyelamatkan diri.

__ADS_1


Perasaan geli yang ada di perutnya, membuat senyum Yan Xu semakin bengkok. Sensasi menyenangkan ketika melihat musuhnya mati, itu adalah yang paling dia tunggu setelah sekian lama bertarung dengan mereka.


__ADS_2