
Setelah jawaban singkat dari Su Yueyin, ruangan itu kembali hening dan udara dingin di sekitar semakin terasa menusuk bagi Yan Xu.
Cahaya hangat dari mentari yang melalui jendela di dekatnya sudah tidak dapat menghangatkan tubuh Yan Xu yang sudah hampir membeku karena tekanan suasana ruangan itu.
Su Yueyin memandangi Yan Xu seolah-olah berkata bahwa dia aneh sambil memiringkan kepala kecilnya.
Melihat itu, Yan Xu menggaruk pipinya sambil berkata, "Bibi Yue— ...."
Dia langsung terhenti seketika karena lidahnya tidak dapat bergerak, bahkan suara dari tenggorokannya tak mau keluar seakan-akan terhambat oleh sesuatu.
Sejujurnya, Yan Xu tiba-tiba merasa ketakutan sudah hampir menguasainya.
Yan Xu tidak tahu mengapa dia merasa takut.
Bagaimanapun, seharusnya dia terbiasa dengan sikap dingin dari Su Yueyin. Namun, ada sedikit perbedaan dengan yang sering dia lihat sebelumnya.
Ketika keduanya bertemu setelah beberapa bulan, rasanya seperti tatapan dingin itu semakin intens dan menusuk sampai ke tulang sumsumnya.
Dengan kata lain, Yan Xu merasakan ada sensasi akan bahaya entah apapun itu akan datang dari Su Yueyin yang berada di seberangnya.
'Kami sudah membuat kesepakatan itu hampir satu tahun, bahkan aku telah menundanya terlalu lama ketika pekerjaan administrasi telah selesai. Entah kenapa, tatapan dingin Bibi Yueyin juga semakin intens.'
'Apakah dia sedang kesal? Atau mungkin dia ingin menghukumku, seperti bagaimana Guru selalu memukuliku walau tanpa alasan yang jelas?'
Begitulah pemikiran Yan Xu yang masih menggigil dingin di dalam hatinya.
Plok!
Dua tangan ramping Su Yueyin menepuk lembut kedua sisi pipi Yan Xu dan seketika— ....
Dalam sepermikro detik, otak Yan Xu terpacu dan mengingat apa yang pernah dia katakan saat ekspedisi ke Benua Selatan.
"Bruusshhh!!!"
__ADS_1
Dia segera mengaktifkan kembali sensor yang akan memberikannya luka dalam ketika disentuh oleh lawan jenis!
Melihat bagaimana reaksi tubuh Yan Xu, Su Yueyin segera menyingkirkan tangannya dan mengangguk beberapa kali. Meski begitu, ekspresi dingin di wajahnya tetap sama dan tidak memiliki fluktuasi sedikitpun.
Yan Xu yang terbatuk darah dengan cepat mengambil sapu tangan dari kantung dimensinya, kemudian dia mengelap noda darah yang ada di wajahnya sambil mengutuk keras pada Su Yueyin.
'Ternyata benar, dia pasti marah karena aku telah menundanya terlalu lama!' begitulah yang terpikirkan oleh Yan Xu yang masih mempertahankan ekspresi santai di permukaan.
Di sisi lain, Su Yueyin semakin yakin bahwa penyakit iblis mental Yan Xu masih belum ditemukan obatnya. Dia sudah bertekad akan mencoba untuk mengobatinya dengan racun suatu hari nanti, tentu saja dia perlu mempersiapkan diri terlebih dahulu.
Kedua pemikiran yang tidak sinkron dari dua orang itu memenuhi kepala mereka masing-masing.
Andai saja manusia dengan mudah mengucapkan apa yang ada di pikiran mereka, kedua orang ini seharusnya bisa saling menghindari kesalahpahaman yang berkelanjutan tersebut.
Namun, keduanya saling memikirkan hal yang berbeda dengan topik yang jauh dari seharusnya— bagaimana yang mereka pikirkan masing-masing.
Yan Xu buru-buru memasang ekspresi hangat seperti biasanya, menganggap kalau yang tadi tidak pernah terjadi sama sekali.
Dia berdeham sekali dan berkata, "Sebelum kita mulai dengan proses pemurnian bahan obat ada beberapa hal yang harus didiskusikan bersama terlebih dahulu."
Hanya saja, kulitnya terlihat pucat dengan bibir dengan warna yang seakan terlihat bahwa ia sedang kekurangan darah akibat kurangnya pengendalian akan luka dalam sebelumnya. Dia terlalu takut sehingga melakukan kesalahan kecil dan menyebabkan pendarahan yang berlebihan.
Su Yueyin sedikit terkejut di dalam, namun dia masih memandangi Yan Xu dengan dingin seperti biasanya.
Sejujurnya, pertama kali dia melihat penampilan Yan Xu sekarang, dia masih tidak bisa mempercayainya. Ini adalah Yan Xu yang kita bicarakan, setidaknya dia mengira bahwa basis kultivasi Yan Xu lebih dalam dibandingkan apa yang ia lihat sekarang.
Mengingat bagaimana perilaku biadab maupun liciknya Yan Xu pada seluruh makhluk, masih belum menutup kemungkinan kalau dia hanya sedang berpura-pura seakan apa yang ada di depan adalah asli. Pribadi licik seperti ini, tidak mungkin keluar dari persembunyiannya yang dalam.
Tidak heran kalau Yan Xu memilih untuk selalu bersikap seperti tidak ada yang salah dengannya.
Menurut Su Yueyin, Yan Xu hanya tidak ingin anggota Puncak Angin lainnya melihat bagaimana dia kesakitan selama ini.
Hanya beberapa detik setelah Yan Xu berhenti, Su Yueyin kembali bicara, "Apa yang ingin kamu katakan?"
__ADS_1
Wajah dingin Su Yueyin masih terlihat tidak peduli di permukaan, namun di dalam hatinya berkata lain. Dia sangat penasaran tentang apa yang ingin dikatakan Yan Xu.
Keduanya masih saling memandang dan menilai satu sama lain dengan berbagai macam pemikiran mereka.
"Sejujurnya, Murid ingin meminta maaf terlebih dahulu karena kesepakatan kita tertunda hingga sekarang."
Setelah mengatakan itu, Yan Xu menundukkan kepalanya dengan ekspresi menyesal yang tentu saja itu adalah palsu dengan tujuan menarik simpati dari pihak lain.
Sejauh ini, tindakannya sangat tenang dan stabil hingga tidak ada sedikitpun fluktuasi yang tidak perlu. Dia tidak ingin pihak lain tahu bahwa ada hal yang mendesak saat itu, tentu saja termasuk dia sangat ketakutan sekarang.
Mengenai permintaan maaf Yan Xu, Su Yueyin tidak banyak memberikan tanggapan.
"Oh, tentu. Setiap orang memiliki urusannya masing-masing, jadi itu bukan masalah."
"Tentu, Murid sangat berterima kasih atas pengertiannya."
Yan Xu menangkupkan kedua tangannya dan memberikan hormat. Matanya tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan akan emosi. Dia masih kokoh seperti batu.
"Namun, setiap utang akan selalu ada debitur. Jika itu orang lain, aku khawatir mereka akan menculik kemudian menyiksamu terlebih dahulu sebelum menagih utang."
Su Yueyin mengatakannya dengan dingin. Namun, di kedua mata indah tanpa cacatnya, dapat terlihat pupilnya sedikit mengecil yang berati terdapat fluktuasi emosi.
Meskipun Yan Xu berpura-pura tidak menyadarinya, dia sudah menangkap itu sebagai peringatan kematian beberapa saat yang lalu.
Tetapi, dia masih setuju dengan ucapan Su Yueyin. Jika itu orang yang dia kenal, Yan Xu tahu bahwa dia akan dipukuli dengan berbagai macam cara tak bermoral seperti yang dikatakan oleh Bibi Yueyin.
Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangi Su Yueyin dengan penuh perhatian, tatapan matanya berangsur-angsur semakin lembut, lalu dia berkata, "Murid akan selalu mengingat ucapan Bibi Yueyin."
"Hanya saja ini juga di luar kehendak Murid. Bagaimanapun juga, Murid hanyalah manusia biasa yang masih mengikuti kehendak langit akan berbagai macam urusan semasa hidupnya."
Yan Xu menggelengkan kepalanya dengan lembut dan menghela napas secara alami.
Metode menarik rasa simpati dari pihak lain masih dia gunakan, sayangnya Su Yueyin tidak menyadari maksud dari setiap tindakannya.
__ADS_1
Tentu saja itu dikarenakan apa yang mereka pikirkan sama sekali berbeda. Jalurnya pembicaraan sudah seperti arah timur milik Yan Xu, tetapi Su Yueyin berjalan ke arah selatan.