Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kebenaran Klan Situ


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju lokasi target terakhir mereka, Xia'er yang berada di sebelah Yan Xu memberikan tatapan tidak puas dengan keputusan yang baru saja ia buat.


Yan Xu awalnya membiarkan itu, namun ini sudah terlalu lama dan dia hampir tidak fokus mengendalikan awan terbang karena tatapan Xia'er yang terlalu mengganggu.


"Kalau ada yang ingin kamu katakan, sebaiknya katakan saja dan tidak perlu cemberut begitu," ucap Yan Xu sedikit melirik ke arah Xia'er di sebelahnya.


Xia'er yang diberikan izin untuk bicara, mulai menyuarakan ketidaksetujuan nya.


"Wanita itu—Qiqi—, kenapa kamu tiba-tiba memutuskan untuk menjadikan dia sebagai murid langsung?"


Seperti yang dipikirkan Yan Xu, pertanyaan langsung ke intinya memang benar-benar merupakan salah satu karakteristik yang bagus dari Xia'er walaupun agak blak-blakan. Begitu Xia'er bertanya dengan ketidakpuasan, dia tahu kalau ada yang membuat Yan Xu bahkan dirinya sendiri tertarik dengan Qiqi.


Menghadapi pertanyaan Xia'er yang langsung ke poin utama, Yan Xu masih dengan tenang dan wajahnya menunjukkan senyum tipis.


"Dia memiliki fisik khusus yang seharusnya sudah lama musnah beserta dengan klan yang merupakan asal dari pemilik fisik khusus tersebut."


"Apa kamu mengangkat dia karena penyesalan atau menebus dosa yang sebenarnya tidak kamu perbuat? Jika dia tahu setengah kebenaran yang terjadi pada klan itu, apa kamu pikir dia akan tetap memandang kamu hanya sebagai Tuan Pertama Puncak Angin?— kamu ... Bukankah kamu tidak harus menanggung beban yang seharusnya tidak kamu lakukan?"


Xia'er mencengkeram lengan jubah Yan Xu dengan erat, wajah porselen nya yang putih tertunduk dengan ekspresi yang memilukan.


"Xia'er ..." panggil Yan Xu dengan lembut.


" .... "


Xia'er tidak menjawab dan hanya diam di tempatnya.


Yang dimaksud oleh Xia'er adalah kehilangan secara misterius dari klan yang merupakan asal usul pemilik fisik nebula. Mereka menghilang secara misterius dari sejarah dunia hingga kini. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu, kecuali Yan Xu maupun Xia'er yang menjadi saksi mata sekaligus orang yang melakukan pembantaian pada malam berdarah itu.


Kenangan berpuluh-puluh ribu tahun lalu mulai terbesit di benak Xia'er yang tidak dapat melupakannya.


...


Saat itu, Xia'er terjebak dalam situasi antara hidup dan mati karena anggota fraksi lama menyerbu kediamannya ketika ia hendak naik tingkat.


Duar!


Ledakan terjadi dari penjuru arah di sekitar Xia'er.

__ADS_1


Xia'er yang mendengar ledakan itu terbangun dari meditasinya dan mendapatkan serangan titik balik karena terganggu.


"Keugh!"


Energi qi iblis meluap dari seluruh titik dantian Xia'er, membuatnya kesakitan setengah mati hingga memuntahkan seteguk darah segar.


Mendapati Xia'er yang sedang tidak berdaya, salah satu petinggi fraksi lama menembakkan jarum dengan racun yang akan membuat darah iblis manapun yang menyentuhnya akan mengamuk.


Xia'er dalam keadaan lemah tidak dapat menghindar, membuatnya terkena dan tanpa sadar ia membuka sebuah portal dimensi untuk melarikan diri.


Gedebuk!


Melewati portal dimensi yang ia ciptakan menggunakan artefak, secara acak membawanya ke sebuah desa yang dipenuhi oleh pemilik fisik nebula.


Desa Nebula, milik klan Situ.


Tergeletak tak berdaya di atas tanah dengan jubah abadi hitamnya yang dilumuri darah maupun pasir kotor, menarik perhatian seorang gadis kecil yang saat itu sedang bermain di sekitar.


Gadis kecil itu segera berlari dan memberitahu kepada orang tuanya apa yang terjadi. Dengan bantuan para wanita dewasa, mereka membawa Xia'er yang terluka dengan hati-hati lalu membaringkan nya di klinik desa.


Wajah cantik tanpa cacat bagai porselen itu terlihat sedang bermimpi buruk, dia juga menggumamkan nama seseorang yang tidak pernah gadis itu dengar.


"Yan ... Xu ...."


Tubuh Xia'er gemetaran dan basah karena keringat dingin yang merupakan racun dari jarum sebelumnya. Tubuhnya secara otomatis menekan racun tersebut, namun Xia'er akan mengalami rasa sakit sepuluh kali lipat dan untuk sementara waktu dia akan kesulitan dalam melindungi dirinya sendiri.


Melihat lengan Xia'er gemetaran dengan wajah ketakutan, gadis kecil itu memegang lengan rampingnya.


Secara tidak sadar, gadis kecil itu menyalurkan energi qi murninya kepada Xia'er. Energi qi yang masih murni itu membantu meringankan rasa sakit maupun penderitaan Xia'er yang masih memerangi racun di dalam tubuhnya. Namun, ada satu kejanggalan yang terjadi ketika gadis kecil itu menyalurkan energi qi murninya secara tak sadar.


Tubuh gadis kecil itu mulai berubah menjadi kabut ungu. Fenomena ini terjadi karena Xia'er yang tidak sadar telah menyerap energi qi murni milik gadis dengan kecepatan maupun jumlah yang melebihi kapasitas dari seorang gadis kecil.


Mendapati seseorang dari klan mereka tiba-tiba menghilang, para tetua berlari ke arah tempat Xia'er diistirahatkan. Tetap saja, mereka sudah terlambat untuk melakukan sesuatu.


Xia'er bangun setengah sadar dengan rasa lapar yang tidak dapat ia tekan.


Sementara itu, kedua orang tua gadis kecil yang telah menghilang sangat mengenal karakteristik qi murni yang berada di sekitar Xia'er.

__ADS_1


Ibu dari gadis kecil itu berteriak histeris, "Kyaak! — Anakku! Di—dia menghilang dan berubah menjadi kabut ungu yang berada di sekitar gadis itu!"


"Apa?"


Ayah gadis kecil itu menatap kabut ungu sekitar Xia'er yang mulai menghilang di udara kosong.


Gedebuk!


Ayah dari gadis kecil tak dapat berdiri, dia jatuh ke tanah dengan kedua lututnya yang melemah. Dia tak dapat menerima kenyataan bahwa putri mereka telah tiada di dunia ini.


Memverifikasi bahwa Xia'er telah membunuh salah satu dari mereka, amarah klan Situ menyala hingga mereka semua berkumpul untuk membunuh Xia'er!


Xia'er yang masih tidak dapat mengendalikan diri, menahan tubuhnya sendiri lalu berkata dengan lemah.


"La ... ri ...."


Semua orang tidak menghiraukan peringatan itu dan berbondong-bondong menyerang Xia'er.


Merasa terancam, tubuh Xia'er dengan cepat bergerak dan membunuh siapapun yang mencoba untuk menyerangnya.


Peng!


Jeritan mengerikan keluar dari anggota klan Situ yang menyerang Xia'er. Dia membunuh mereka semua tanpa ampun hingga racun di dalam tubuhnya habis tak bersisa. Namun, dosa besar yang telah ia lakukan saat itu tidak dapat ia tebus hanya dengan menyerahkan nyawanya sendiri.


Tragedi klan Situ yang diciptakan oleh dirinya sendiri, membuat Xia'er ingin mengakhiri hidupnya agar jiwa orang-orang yang ia bunuh secara tidak sengaja dapat tenang.


Namun, apakah itu sudah menjadi hal yang benar untuk dilakukan?


Dia tidak peduli. Xia'er mengumpulkan energi qi iblis menyelimuti lengan Xia'er.


Ketika lengan ramping Xia'er hampir sampai di tenggorokannya, sebuah tangan besar milik seorang pria tampan menghentikan lengannya.


"Berhenti, ini bukan salahmu, Xia'er,"


Suara datar tanpa perasaan milik pria itu menenangkan emosi dari rasa salah Xia'er.


Kesadaran Xia'er mulai kelelahan, pandangan nya menjadi kabur dan terakhir yang ia lihat adalah punggung seorang pria yang membakar seluruh mayat di sekitarnya dan menanggung beban karma yang seharusnya ia dapatkan karena telah membunuh mereka.

__ADS_1


__ADS_2