Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Perubahan Roda Takdir Dan Kebenaran Tentang Kakak Senior


__ADS_3

Shang Yin yang tertidur pulas di ruangannya, mendadak bangun karena guncangan dahsyat sedang terjadi.


Dia segera mendobrak pintu kamarnya dan berteriak memanggil Zhuge Peng Lian.


"Pa-Paman Peng, apa yang terjadi?!!"


Tubuh tua Zhuge Peng Lian yang ikut bergetar, segera memegang barang di sekitar agar dapat berdiri.


Dia masih menyempatkan diri untuk mengelus janggutnya sambil berkata dengan wajah serius, "Akhirnya, penantian panjang kita kemungkinan besar memang benar-benar akan berakhir."


"H-Hah?!— A-aiya!— A-aku tidak mengerti!" teriak Shang Yin yang tidak sengaja memegang janggut panjang Zhuge Peng Lian untuk bertahan dari guncangan karena salah satu kakinya terpeleset.


"Dengan kata lain, roda takdir akhirnya berhasil dia ubah! Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, kini telah terjadi! Harapan yang selalu dia, juga kita emban selama perubahan garis waktu, akhirnya— aiya!"


Zhuge Peng Lian yang berteriak keras karena merasa kesakitan pada janggutnya yang ditarik oleh Shang Yin, segera menendang anak itu agar dapat berpegangan ke benda lain selain janggutnya!


Gedebuk!


Shang Yin langsung diterbangkan hingga menabrak tiang bangunan. Dia segera memeluk tiang itu dengan wajah yang merah, akibat tabrakan antara wajahnya dengan tiang di ruangan utama.


Zhuge Peng Lian tidak bisa tidak tertawa karena melihat itu lucu, hanya saja ada yang lebih penting dibandingkan itu. Dia segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela, berbagai aura langit yang seharusnya ditutupi oleh kegelapan pekat Persimpangan Jalan Bawah, kini diterangi aura berwarna-warni.


"Tinggal sedikit lagi, roda takdir ... kehidupan sehari-hari yang telah lama kita rindukan, serta rumah dimana kita bisa pulang ... Saudaraku, akhirnya ... kamu berhasil."


Terdapat air mata kebahagiaan di mata Zhuge Peng Lian. Dia bertahan selama ini demi membantu Yan Xu maupun muridnya untuk mengubah kemalangan yang seharusnya tidak menimpa mereka. Dia sempat memberitahu Yan Xu di garis waktu lain, bahwa kemungkinan besar ada sesosok entitas misterius yang membuat hal itu terjadi.


Jika tebakannya benar, entitas misterius itu akan mengganggu perubahan roda takdir sekarang. Kali ini, saatnya giliran mereka untuk melindungi Yan Xu menggantikan posisi orang-orang terdekatnya yang telah tiada di garis waktu sebelumnya.


Menyatunya seluruh pecahan jiwa Zhuge Peng Lian maupun Shang Yin, telah membuat keberadaan mereka menjadi setara atau bahkan melebihi sesosok dewa yang mengaku telah mengatur alam semesta ketika Bumi diinvasi.


Berlawanan dengan perilaku konyol sebelumnya, wajah serius Shang Yin memberitahu Zhuge Peng Lian bahwa gadis itu juga sudah sadar tentang ancaman yang akan datang saat aura langit mengalami perubahan.


"Paman Peng, kali ini kita akan keluar semua?" tanya Shang Yin tanpa ragu.


Mengangguk dengan pasti, Zhuge Peng Lian berkata dengan suara dalam, "Kali ini, kita harus benar-benar membinasakan seluruh hantu dari garis waktu sebelumnya demi memberikan Tuan kesempatan untuk menyelesaikan tahap cobaannya."


Keduanya bertukar pandang seolah saling setuju.


Sesaat kemudian, getaran telah berhenti.


Suara guntur yang memekakkan telinga mulai beterbangan di langit. Hukum ruang di sekitar mengalami gangguan. Namun, itu tidak mempengaruhi tempat Yan Xu.


Langit di Persimpangan Jalan Bawah telah dirobek dengan paksa oleh lengan raksasa seolah ada makhluk dunia lain ingin memasuki dunia Xuanyuan.


Shang Yin dan Zhuge Peng Lian segera terbang menuju ke arah entitas tak dikenal itu.


Mereka sudah bertemu dengannya sebanyak seratus kali dan sekarang, ini adalah pertempuran terakhir dan dendam lama juga akan mereka balaskan!


"Putri, jangan lupa bahwa dialah yang telah merenggut nyawa kakak pertama dan ibu Miao'er mu. Emosi sesaat hanya akan membutakan matamu dalam memilih tindakan yang tepat sesuai situasi," peringat Zhuge Peng Lian kepada Shang Yin yang terlihat terus cemberut menatap ke arah entitas tak dikenal itu.


"Paman Peng dapat yakin, Shang Yin tidak akan pernah melupakan peringatan mu."


Zhuge Peng Lian menggelengkan kepalanya, sebanyak seratus kali, mereka kalah karena Shang Yin yang sering terbawa emosi dan jatuh ke perangkap lawan. Sebagai terakhir, dia harap gadis itu akan mengulangi perbuatannya lagi, sehingga dia dapat dengan mudah memperhitungkan segala tindakan Shang Yin. Dengan begitu, Zhuge Peng Lian dapat bertindak tepat waktu demi mencegah hal yang sama terulang kembali.


...


Sementara Shang Yin dan Zhuge Peng Lian menghadang entitas misterius, Yan Xu yang berada di hukum ruang berbeda merasakan perbedaan dari awal masuk sebelumnya.


Sesaat setelah ia merasakan gelombang energi yang dapat merobek hukum ruang di sekitar, beberapa anomali mulai terjadi.


Perpindahan ke kejadian selanjutnya, Yan Xu mendapati dirinya sedang berada dalam sebuah meditasi. Sementara itu, beberapa orang yang dia kenal sedang menjaganya di luar ruangan.


Guntur dan raungan yang memekakkan telinga muncul dari langit, disertai dengan sobekan ruang.

__ADS_1


Berbeda dengan apa yang terjadi di luar, kali ini sesosok pria yang ia kenal keluar dari balik portal tersebut.


Yan Xu yang dapat melihat seluruh kejadian di luar dari dalam ruangan, segera menghentikan meditasinya dan keluar ke halaman utama.


"Xu'er, lanjutkan meditasi mu. Biarkan kami mengulur waktu agar kamu dapat naik ke ranah kaisar!" perintah Lan Xihe menghalangi Yan Xu.


Yan Xu tersenyum dan menepis lengan ramping itu sambil berkata, "Ranah kaisar bisa dicapai lain waktu, tapi tidak dengan keselamatan kalian."


Sesaat setelah ia mengatakan itu, tubuh Lan Xihe dan yang lainnya menghilang, menyisakan sesosok pria misterius yang keluar dari sobekan ruang beserta dirinya di ruangan hampa.


Kali ini, wajah Yan Xu dengan aura kegelapan yang pekat memandang ke arahnya dengan ganas.


"Apakah aku harus memanggil kamu Yan Xu kegelapan?" tanya Yan Xu dengan nada yang menyindir.


"Yan Xu? Aku?"


Pria misterius itu menunjuk dirinya sendiri, seolah tidak tahu siapa itu Yan Xu.


"Kalau begitu, kamu ingin dipanggil apa?" tanya Yan Xu terlihat bosan.


"Panggil aku Pendendam. Banyak utang yang harus dibayar, membuat orang lain merasakan hal yang sama juga merupakan salah satunya. Semua tidak terkecuali, termasuk diriku sendiri."


"Aku mengerti, Tuan Pendendam. Kamu adalah aku, namun kita berbeda. Entah darimana asalmu, aku yakin kamu memiliki akhir yang tragis, dibandingkan dengan diriku yang terus memecah garis waktu demi mencegah hilangnya keberadaan Lan Xihe maupun kematian mereka menjadi takdir tragis."


"Kamu cepat tanggap dan sudah di garis waktu yang ke berapa kamu menyelam?" tanya Pendendam.


"Aku sudah menyelami seluruh garis waktu, seluruh rahasia, kebenaran maupun kebohongan juga bagaimana aku membunuh seluruh dewa yang mengaku sebagai pengatur alam semesta, apalagi yang kurang? Oh? Kekurangan yang terakhir adalah saat dimana aku mengalahkan mu."


"Untuk seorang dewa kecil, bicaramu besar juga."


"Kalau tidak besar, berarti aku ini anak kecil," balas Yan Xu sambil mengangkat kedua bahunya.


"Bapakmu!" teriak Pendendam.


Gelombang kejut besar menghempaskan tubuh Yan Xu hingga dia terlempar ke belakang.


Meludahkan seteguk darah, Yan Xu masih memandang datar ke arah Pendendam sambil berkata, "Entitas yang tak dikenal, orang yang membantu Lan Xihe membuat sistem, juga penyebab menghilangnya keberadaan Lan Xihe dari dunia, itu kamu, bukan?"


Setelah menyaksikan seluruh perjuangan Yan Xu di seluruh garis waktu, dia selalu menemukan beberapa kejanggalan seolah ada yang kurang.


Dewa yang mengaku sebagai pengatur alam semesta bahkan tidak tahu bahwa Bumi yang hanya bagian kecil dari alam semesta telah diinvasi. Bahkan, mereka juga menjawab dengan jujur bahwa para dewa yang besar kepala itu tidak peduli akan keberadaan Bumi. Hal tersebut memicu kemarahan Yan Xu, membuat dia membunuh mereka semua.


Setelah itu, batasan evolusi kultivasi maupun kekuatan penduduk dunia Xuanyuan semakin tak terhingga karena kehilangan para dewa yang akan membatasi perkembangan mereka di garis waktu berikutnya.


Siapapun dapat menjadi dewa selama ranah kultivasinya mencukupi, namun dari sejauh ini memang hanya Yan Xu maupun Lan Xihe yang merupakan kandidat manusia pertama yang cocok menyandang status tersebut.


Dimulai dari situ, campur tangan entitas misterius tidak lagi ada seolah itu hanyalah ilusi dan Yan Xu hanyalah mengejar bayangan yang tak berwujud.


Sistem yang ada pada dirinya mulai rusak, membuat Yan Xu harus membuat ulang dan hanya memberikan sistem tersebut kepada beberapa orang yang cocok dengan masing-masing dari mereka secara acak.


Kemudian, dia menggunakan teknik reinkarnasi dan membiarkan tubuh abadi dengan esensi dewa menjadi cangkang kosong sementara waktu agar lepas dari jeratan karma buruk, membentuk cabang baru dalam roda takdir dan membiarkan karma buruk yang ia tanggung karena telah membagi lalu menghancurkan banyak garis waktu akan disucikan setelah jiwa Yan Shen—dirinya yang sekarang— berpindah ke tubuh aslinya.


Tidak hanya sampai di situ, demi menghindari hilangnya keberadaan Lan Xihe, maupun takdir kematian Ye Miao'er, dia juga telah membuat mereka mati terlebih dahulu sebelum sistem buatan entitas tak diketahui ada, kemudian jiwa yang seharusnya tidak mati itu akan dilahirkan kembali lalu dipindahkan ke dunia Xuanyuan, setelah Bumi mengalami perubahan zaman.


Entitas misterius itu, tidak akan mempengaruhi dia maupun Lan Xihe karena mereka tidak hidup pada masa dimana Bumi telah kehilangan perisai dan makhluk dunia lain mulai menyerang. Dia juga tidak akan bisa mengetahui keberadaan Yan Xu maupun orang terdekatnya karena mereka bukanlah termasuk tokoh kunci di permukaan dunia Xuanyuan.


Tubuh abadi Yan Xu yang merupakan wadah kosong, memainkan peran di belakang layar ketika entitas misterius mulai menginvasi dan merebut langit dunia Xuanyuan. Jadi, entitas itu tidak dapat macam-macam terhadap takdir mereka sebelum kebangkitan Shang Yin yang akan memberikan dia sedikit petunjuk akan keberadaan Yan Xu.


Namun, hal tersebut menimbulkan berbagai anomali dimana seluruh kejadian di garis waktu menjadi tercampur dalam sejarah dunia Xuanyuan yang sekarang.


Demi menghentikan itu dan menyelesaikan beberapa hal untuk orang terdekatnya, Yan Xu meminta bantuan kepada Zhuge Peng Lian dan anak keduanya, Shang Yin. Dengan kecerdasan mereka bertiga digabungkan, terwujudlah rencana yang panjang ini beserta dampak perubahan yang besar terhadap kultivasi seluruh dunia.


Dengan bergabungnya seratus pecahan, kekuatan fisik murni maupun kultivasi mereka akan berubah drastis menjadi jauh lebih kuat. Hal tersebut juga dimanfaatkan oleh pemilik tubuh sebelumnya untuk menuntaskan rencana itu dengan mereinkarnasi dirinya sendiri, ke tubuhnya sebelum menjadi Yan Xu.

__ADS_1


Dengan begitu, karma buruk yang akan menimpa dirinya saat berada di dunia Xuanyuan akan hilang. Entitas misterius itu juga tidak akan menyadari keberadaannya, sehingga entitas itu tidak akan sabar dan mulai menemui dirinya sendiri tanpa harus dicari.


Sesuai dengan perhitungan pemilik tubuh sebelumnya, yang tidak lain adalah dirinya sendiri, entitas misterius itu pasti merupakan dirinya yang telah ditelan kegelapan.


Tidak ada yang lebih tahu pergerakan ini, dibandingkan Yan Xu sendiri. Jadi, apa yang membuat mereka berbeda?


Pendendam mengangguk membenarkan pertanyaan itu dan berkata, "Benar, akulah yang membuat keberadaan Lan Xihe menghilang dari dunia."


"Kenapa?! Bukankah kamu tahu dia adalah orang yang penting di hidupmu?!" teriak Yan Xu.


"Aku gagal dan kamu berhasil. Aku dipenuhi dengan dendam, sementara kamu dipenuhi akan kebahagiaan dan keberuntungan. Kita adalah orang yang sama, mengapa hanya kamu yang dicintai dan bukan aku?" balas Pendendam yang penuh akan kebencian terhadap Yan Xu.


Sial.


Yan Xu akhirnya tahu segala sesuatu yang harus mereka derita hingga perpisahan yang seharusnya tak terjadi, itu semua karena dirinya sendiri, yang iri akan kehidupan dari pribadi yang sama!


Takdir yang sungguh konyol!


Hanya karena rasa iri itu, Pendendam yang telah naik menjadi dewa membuat berbagai cobaan. Beruntung saat itu mereka masih bisa mengatasinya, namun dia masih mencari celah agar Lan Xihe melanggar ketentuan sehingga dia dapat ikut campur akan urusan dunia. Kemudian, terciptalah tragedi perpecahan, kematian hingga saling bunuh membunuh di antara Yan Xu maupun orang terdekatnya.


Bahkan, anak keduanya, Shang Yin harus menanggung beban sebanyak itu demi mengubah roda takdir yang seharusnya tak terjadi.


"Apakah kita tidak bisa saling berdamai? Kamu dan aku, adalah orang yang sama, bukankah ada cara lain—"


Sebelum Yan Xu bisa menyampaikan sesuatu, Pendendam segera menyela.


"Tidak! Apa yang sudah mati, tak akan kembali. Kamu menyalahi hukuman langit, sebagai salah satu entitas dewa jahat, aku berhak memberikan penghakiman kepadamu, Wahai Penyalah Takdir!"


Duar!


Guntur merah mengelilingi mereka di langit. Pertarungan tidak dapat dihindari. Jika dia ingin mengakhiri tragedi ini, Yan Xu harus menang terlepas apapun yang terjadi.


Namun, bagaimana dia bisa menang dengan kekuatan—


Saat Yan Xu memikirkan perbedaan kekuatannya dengan musuh, seratus kepingan jiwanya keluar dan membentuk sebuah zirah tempur dan empat senjata yang mengelilingi tubuh Yan Xu.


Berbagai macam bentuk perasaan dari seluruh garis waktu, terpatri ke dalam benak Yan Xu.


Lindungi.


Jangan sampai kehilangan mereka lagi.


Aku adalah dewa yang mewakili Keabadian, selama keabadian ada di dunia ini, aku tidak akan pernah musnah!


Hargai kehidupan, prinsip kebebasan, musnahkan kebohongan yang selama ini menguasai langit Xuanyuan!


Identitas asli Pendendam adalah Pendusta yang telah menguasai langit dunia Xuanyuan!


Weng!


Gelombang energi qi murni mengalir deras ke seluruh arah, dimana Yan Xu sebagai sumbernya.


Membuka kedua matanya, kini kilatan petir sembilan warna surgawi terpancar dari mata Yan Xu. Dia telah memasuki pencerahan lengkap dan tingkat kekuatannya, telah setara dengan Pendendam!


"Dendam lama ...."


"Urusan lama ...."


Pendendam maupun Yan Xu saling mengambil langkah ringan di udara, menuju ke arah masing-masing.


" "HARUS DISELESAIKAN SEKARANG!!!" "


Kedua tinju dari entitas yang melampaui keberadaan dewa tingkat rendah saling beradu di langit, membuat retakan pada ruang hukum yang menampung mereka.

__ADS_1


Retakan itu terus membesar, menyebabkan pergantian kejadian, maupun garis waktu secara acak dan mereka terus menerus beradu pukul di langit tanpa mempedulikan hal tersebut.


Antara Yan Xu atau Pendendam, harus ada yang menghilang untuk selamanya sehingga roda takdir dunia Xuanyuan akan kembali normal dan seimbang!


__ADS_2